Malang

Published in Malang

Proses Lelang Pengadaan Bawang Merah Senilai Rp 4,7 Miliar Diduga Janggal

May 17, 2017 Publish by 
Bupati Malang,H.Rendra Kresna
Bupati Malang,H.Rendra Kresna

Malang (KT) – Santernya pemberitaan terkait proses lelang pengadaan fasilitas bawang merah  senilai Rp 4,7 miliar yang diduga adanya kejanggalan,mendapat tanggapan serius dari Kepala  Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Malang,M.Nasri Abd Wahid.Menurut dia,pihaknya  akan segera memanggil para rekanan guna memperbaiki sistem kerja paska adanya dugaan rekayasa proses lelang dalam pengadaan fasilitas bawang merah senilai Rp 4,7 miliar yang bersumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017.

Pasalnya, proses lelang pengadaan bawang merah yang di menagkan oleh CV. Kinara Jaya Abadi (CV. KJA) dengan direktur bernama Iwan Purdiana yang diduga banyak adanya kejanggalan.

"Saya bingung, dan saya menjadi KaDistanbun baru Januari kemarin," kata Nasri, saat di temui awak media di Pendopo Agung, jalan Agus Salim Kota Malang, Rabu (17/5/2017).

Menurut Nasri, pihaknya berjanji akan melakukan pembenahan sistem di Distanbun guna meminimalisir adanya kecurangan yang dilakukan oleh para stafnya.

Sehingga, kejadian ini tidak akan terulang kembali, dan perlu di ketahui Surat Perintah Kerja (SPK) sampai saat ini belum saya tandatangani.

"Lebih jelasnya Senin (22/5) atau Selasa (23/5) nanti sudah ada keputusan, dan besok hari Jum'at (19/5) semua rekanan akan saya panggil," tegas Nasri

Sementara itu, Bupati Malang Dr.H Rendra Kresna tidak banyak berkomentar mengenai dugaan adanya 'permainan' dalam lelang pengadaan fasilitas (media tanam) penanaman bibit bawang merah oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distabun) Kabupaten Malang.

"Artinya dari sisi aturan boleh tidak itu, coba tanyakan kepada SKPD yang melakukan lelang itu," ungkap Rendra.

Lebih lanjut, masih kata Rendra, seharusnya masalah-masalah seperti ini bisa dihindari dengan mengikuti aturan yang berlaku.

"Pasti ada aturan-aturan yang harus dipenuhi, saya tidak masuk kesana, sepanjang itu SKPD-nya dengan aturan main yang telah ditetapkan, PPK-nya membuat aturan main kemudian lelang itu dilakukan dengan baik dan benar, saya kira tinggal mempertanyakan apa diperbolehkan apa tidak, kalau diperbolehkan ya sah-sah saja," jelasnya.

Mengenai desakan Dewan yang menyarankan untuk melakukan tender ulang, Rendra mengatakan harus dilihat aturannya terlebih dahulu, apa benar menyalahi aturan atau tidak.

"Saya tidak bicara apakah itu Re-tender atau tidak, sepanjang itu menurut aturan diperbolehkan ya sah-sah saja. Kalau tidak ya di ulang,"pungkasnya. (MR-1)

banner