Malang

Tegaskan Antikorupsi, BP2D Kota Malang Teken Pakta Integritas

Malang (KT) - Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang kian meneguhkan komitmen dalam mempertahankan Zona Integritas Anti Korupsi. Hal itu ditandai dengan penandatanganan pakta integritas yang diikuti seluruh pejabat struktural hingga jajaran staf, Selasa (31/10).

Sumardhan,SH kuasa hukum terdakwa TimotiusTonny Hendrawan saat memberikan keterangan kepada wartawan usai persidangan.

MALANG (KT) - Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan dan penggelapan terdakwa Tony Hendrawan Tanjung alias Timotius Tonny HR alias Apeng, (52), warga Pondok Blimbing Indah, dan Jl. Puri Palma, RT 007 / RW 11, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, kembali digelar di Pengadilan Negeri Malang, Senin (30/10/2017).

Usai dibuka ketua majelis hakim rightmen situmorang sekitar pukul 14.00 WIB, jaksa penuntut Umum (JPU), Trisno Wulan langsung membacakan tanggapan atas eksepsi yang diajukan pihak terdakwa, pada sidang sebelumnya.

"Tadi jaksa menggunakan keberatan yang tidak masuk pada pokok perkara. Yang dimaksud yuris prudensi, adalah perkara yang tidak diatur dalam UU, jadi secara umum tidak keberatan dengan eksepsi yang kami sampaikan pada sidang sebelumnya," ujar Sumardan, kuasa hukum terdakwa, usai persidangan.

Sumardhan melanjutkan, JPU juga tidak membantah adanya tersangka 2 dan 3. Selain itu, jaksa tidak membantah surat dakwaan kabur dan mempertanyakan kenapa hanya 1 orang saja, yakbi Apeng yng ditetapkan sebagai tersangka.

"Ini membuktikan bahwa dia (tersangka 2 dan 3) tidak bisa berkelit dari fakta yang sudah ada," imbuhnya.

Sementara mengenai Yurisprudensi, Sumardhan menjelaskan: "Yurisprodensi  itu sesuatu yang baru dan tidak diatur UU (Undang-Undang) sedangkan yang kita persoalkan Pasal 81 Hukum Pidana yang jelas diatur oleh UU. Yakni apabila terjadi konflik perdata maka pidana dihentikan.  Ini adalah masalah perdata,"tegasnya.

"Bahkan kami sudah menggugat kelebihan uang Rp 11,1 miliar yang menjadi hak klien kami,” paparnya.

Terkait sertifikat 102  yang didakwakan oleh JPU, menurut Sumardhan masih merupakan hak milik Apeng. “Sampai sekarang milik klien saya dan  sudah dikembalikan oleh Chandra. Bahkan saat ini masih ada sisa uang milik klien saya  sebesar Rp 11,1 miliar. Ini bukanlah pidana melainkan perdata karena hutang piutang,” tandasnya. (Yat).

Kanit Lakalantas Polres Malang, Iptu Junaidi.

MALANG (KT) - Sebuah truk trailer menabrak jembatan rel kereta api di Jalan Brantas Kota Malang, Senin (30/10/2017). Akibatnya perlintasan rel kereta yang melintang di pertigaan jalan Brantas, Panglima Sudirman dan Jalan Gatot Subroto itu mengalami rusak dan miring.



Truk bermuatan 24 ton kertas rol yang dikemudikan Muhammad Abdul Rofik (28) itu meluncur dari arah Gadang Kota Malang menuju Surabaya. Saat di Jalan Brantas truk tersebut mengalami masalah persneling.

"Karena masalah itu saya mencari tempat untuk parkir," ujar sopir asal Jombang Jawa Tengah itu.

Namun, saat truk belok kiri, dari arah berlawanan tiba-tiba melintas sepeda motor. Ia yang kaget langsung membanting setir ke kanan dan menghantam jembatan rel kereta.

"Say tahu memang kalau lewat sini tidak cukup, tapi karena panik mau bagaimana," terangnya.

Saat ini, petugas kepolisian tengah berusaha mengevakuasi truk dan mengatur lalu lintas yang sempat macet akibat banyaknya warga di lokasi kejadian. (Yat)

Ini Pesan Walikota Malang pada Peletakan Batu Pertama Masjid Nurul Huda Gadang

MALANG (KT) - Walikota Malang HM Anton hadir dalam peletakan batu pertama Masjid Nurul Huda di RW 7 Kelurahan Gadang Kota Malang, Minggu (28/10).

Dalam sambutannya, Walikota yang biasa disapa Abah Anton tersebut menyampaikan apresiasi atas berdirinya masjid Nurul Huda, karena masjid tersebut berdiri atas inisiatif warga setempat.

Pada kesempatan tersebut, menurut Anton, pembangunan masjid penting dilaksanakan karena peran masjid saat ini sudah bukan saja sebagai tempat ibadah namun juga berkembang menjadi tempat pendidikan agama bagi anak-anak.

"Saat ini kita lebih dituntut untuk melaksanakan pembangunan manusia, dan pembangunan manusia lebih sulit daripada pembangunan infrastruktur. Sehingga saya berharap agar masjid ini dapat turut berperan dalam rangka melakukan pembangunan manusia melalui pendidikan keagamaan sejak dini" ujarnya.

Meramaikan masjid, lanjut Anton, melalui pelaksanaan sholat berjamaah di masjid juga harus terus dilaksanakan. "Masjid merupakan rumah Allah yang wajib kita ramaikan, selain melalui kegiatan sholat berjamaah juga dapat dilakukan berbagai pengajian secara berkala," imbuhnya.

Sementara itu, takmir masjid, Kiai Ahmad Yasin, menuturkan, pembangunan masjid ini dilaksanakan atas inisiatif dan hasil swadaya masyarakat sekitar khususnya di RW 7 Kelurahan Gadang. "Namun, kami juga sangat berharap agar Masjid Nurul Huda segera mengalami perluasan dan atas berbagai dukungan dari berbagai pihak maka Masjid Nurul Huda akan segera diperluas" tandasnya. (Yat)


Paling Beda, Begini Cara Musisi Lokal Kota Malang dalam Merayakan Sumpah Pemuda

MALANG (KT) - Sebanyak 18 band lokal unjuk gigi dalam gelaran parade band di Kampung Ngojel, RW 14 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing Kota Malang, Sabtu (28/10/2017). Mereka beraksi diatas panggung Lajoeng Conspiracy #7.

Beberapa band yang naik panggung di antaranya Slanky, Nendes Kombet, BSP, Ruang 23, Lampu Merah, Ocehan Orang To, Ras Tahu Tempe, Primitif, Duwek Lungset, Lafuerza Old School, SkyWay, MBC, Radio Kobong, dan lain-lain.

Parade band Lajoeng Conspiracy merupakan agenda rutin yang digelar Karang Taruna RT 8-9-10 RW 14 Kelurahan setempat untuk mengisi peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap 28 Oktober.

"Selain dalam rangkaian Sumpah Pemuda, kami ingin agar teman-teman mendapat pamggung untuk menampilkan karya mereka," ujar Dery Bramesta, Ketua Pelaksana.

Ajang tahunan ini berawal dari kegemaran pemuda dalam bermain band. Sebab, banyak pemuda setempat memiliki band baik di lingkungan kerja, sekolah, hingga pertemanan.

"Mereka butuh panggung. Walaupun dibilang ini masih sebatas festival kampung, tetapi band-band besar pun tentu lahir dari panggung-panggung kecil," tambahnya.

Ketua RW 14 Kelurahan Bunulrejo Harum Buchori menuturkan bahwa sejak awal gelaran parade band tersebut digelar agar anak-anak muda setempat memiliki kegiatan positif dan berkarya. Selain parade band, ada juga pembacaan teks Sumpah Pemuda dan pentas tari-tari tradisional oleh anak-anak setempat.

"Kegiatan ini semoga bisa memberi kontribusi bagi bangkitnya musik di Kota Malang. Bagi sebagian orang, musik band dianggap mengganggu. Padahal ini memang masa-masa mereka. Hanya bagaimana mengarahkan, bukan melarang," tuturnya. (Yat)

Cegah Praktik Pungli, Inspektorat Kota Malang Ingatkan Pejabat OPD

MALANG (KT) - Bagian Inspektorat Pemerintah Kota Malang, menggelar Sosialisasi Pencegahan Pungutan Liar (Pungli) khususnya di lingkungan OPD Pelayanan Publik Pemerintah Kota Malang, Kamis (26/10).

Dihadiri seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga Camat dan Lurah, sosialisasi dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji.

Dalam sambutannya, Sutiaji mengatakan, keberadaan Tim Saber Pungli sebagaimana amanah dari Presiden RI, Joko Widodo ini tak lain adalah upaya untuk memperbaiki layanan publik,  khususnya yang ada di Kota Malang. Karenanya, menurut Sutiaji, sosialisasi yang dilakukan pada hari ini sangat tepat dengan menghadirkan para Kepala OPD khususnya yang bersentuhan langsung dengan layanan publik.

"Kepercayaan masyarakat kepada birokrasi harus ditingkatkan, karena itu maka harus ada peningkatan kualitas layanan, salah satunya adalah tidak melakukan pungutan liar," Kata Sutiaji.

Wakil Wali Kota dalam kesempatan itu juga mengimbau kepada Tim Saber Pungli dan Inspektorat agar juga melakukan sosialisasi terkait pungli kepada masyarakat. Sebab, jika warga mengerti dan memahami Standar Operasional Prosedur (SOP) maka peluang terjadinya pungli sangat kecil dan bahkan tidak ada.

"Termasuk pemahaman bersama antara masyarakat dan pemerintah terkait apa  makna pungli, karena hal itu sangat penting agar tidak terjadi simpang siur di masyarakat," ungkapnya.

Kepala Inspektorat Pemkot Malang, Subari menegaskan jika kegiatan sosialisasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang pungli kepada kepala perangkat daerah, hingga camat dan lurah.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini pencegahan pungli bisa dilakukan di lingkungan Pemkot Malang sekaligus mampu meningkatkan layanan publik," kata Subari.

Acara diisi dengan penyampaian materi dari sejumlah tokoh, antara lain AKBP Hufron dari Unit Saber Pungli Polda Jatim hingga tim dari akademisi yang diwakili Bambang Sugiri dari Universitas Brawijaya. (yat)

banner