Madura

Muslimat NU Sampang: Kita Istikomah Menangkan Khofifah

 

SAMPANG (KoranTransparansi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghandri Harlah (Hari Lahir) Muslimat Nahdhatul Ulama' (NU) ke-72 dan tahlil kubro di hotel Trunojoyo, Sampang, Jawa Timur (2/5/2018). Kedatangan Khofifih langsung disambut dukungan meriah ribuan warga Muslimat yang hadir.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Sampang, Dra. Hj. Kautsar Muhtarom mengajak para jemaah ikut menyosialisasikan program Khofifah-Emil ke masyarakat.

"Kepada semua anggota Muslimat NU Kabupaten Sampang, telah kami sampaikan. Bahwasanya Ibu Ketua kita, Bunda Khofifah Indar Parawansa akan maju calon gubernur Jawa Timur," kata Hj. Kautsar Muhtarom dalam sambutannya. Rabu, (2/5/2018).

Nyai Hj. Kautsar juga menegaskan, Muslimat NU Sampang siap untuk memenangkan Khofifah dan Emil. Dihadapan Khofifah, ia juga menyampaikan permohonan doa dan dukungan kepada Muslimat Sanpang. Agar suara Muslimat Sampang bertambah banyak, serta diberi hidayah untuk mendukung Khofifah. 

"Ibu ketua muslimat ampon rabu (telah hadir), ngereng panjenengan sadajah paongguwan kaangguy (mari kita semua sungguh-sungguh untuk) mengawal dan memenangkan Ibu Khofifah di Jawa Timur," harapnya. 

aloloh, mantona, rakana ana'en ajak kappi kaangguy meleh nomor settung, (bukan hanya Muslimatnya, menantunya, suaminya dan anaknya semua diajak untuk memilih nomor urut 1)," ucap nyai Hj. Kautsar Muhtarom.

Di tempat yang sama, Khofifah mengatakan dukungan Muslimat di Pilgub 2018 dinilai penting. Khofifah meminta jemaah Muslimat NU mengajak kerabat, saudara untuk memilih pasangan nomor satu, Khofifah-Emil.

"Nyuwun pangestu, nyuwun dukungan ke ibu-ibu Muslimat NU. Sampai di rumah sampaikan ke suaminya, tetangganya memilih bu Khofifah, pilih nomor satu," 

Turut hadir dalam harlah itu, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Timur, nyai Hj. Masruroh Wahid, Istri Bupati Sampang. (min)

Polisi menciduk enam tersangka pesta miras oplosan pada Minggu (29/4/2018) dinihari

SUMENEP (KoranTransparansi.com) – Polres Sumenep mengamankan enam remaja yang tengah menggelar pesta miras oplosan di Jalan Lingkar Barat, Kabupaten Sumenep, Madura, Sabtu malam. 

Remaja belasan tahun itu duketahui petugas polisi ketika sedang melakukan patroli rutine. Mereka diciduk polisi sedang teler diantaranya Abd Syukur (22), Muhammad Nur Fawaid (19), Taufiqurrahman (20), Moh Hanif (23), Widad Fuadi (22), Abd Ra’uf (16). 

Lokasi itu rupanya menjadi langganan remaja pemabok . Itu sebab petugas sejak sore mulai mengintai.

Pantauan KoranTransparansi, polisi menyita barang buktu berupa 2 botol aqua besar berisi Miras jenis arak + 1 botol sprite (dicampur dengan sprite dan hemaviton), 1 unit sepeda motor honda Beat nomor polisi M-2373-VV tanpa dilengkapi surat surat, 1 unit sepeda motor honda Beat, nomor polisi M-5523-WT tanpa dilengkapi surat surat, Kartu Mahasiswa UNIJA atas nama Widad Fuad, dan 1 buah Borgol.

Selanjutnya, enam pemuda dan barang bukti miras diamankan ke Mapolres Sumenep. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi memutuskan untuk tidak menahan enam orang itu. Polisi membebaskan mereka dengan syarat mereka harus kembali pada Senin 30 April 2018 besok untuk dilakukan sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

Kasubag Humas Pllres Sumenep Akp Abd Mukit menjelaskan, bahwa 6 tersangka kembali hari senin 30 april 2018 jam 09.00 Wib, untuk dilaksanakan Pemeriksaan dan selanjutnya akan dilaksanakan Sidang Tipiring (fidz).

 

Di Sumenep  : Ibu rumah Tangga  di Ciduk Reskoba Polres Sumenep

SUMENEP (Korantransparansi.com) - Naas menimpa, Baira Bin Hasim (42) Alamat Dusun Kalowang. Desa Kalikatak. Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur. Diciduk Satuan Reserse Narkoba saat berada dirumahnya, karena di duga menjadi Pengedar Sabu-sabu

Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 17.25 Wib, ( 26/4 ) Polsek Kangean ungkap kasus Narkotika jenis sabu-sabu terhadap tersangka bernama Baira dan tersangka ditangkap saat berada dirumahnya sendiri,  Baira sering melakukan transaksi( menjual ) narkotika jenis sabu-sabu di wilayah hukum Polsek Arjasa, ”   Kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Mukit. (27/4)

Di katakan Mukit, Dari hasil penyelidikan terhadap tersangka dan petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka ditemukan barang bukti pada tangan kanan tersangka berupa 5 (lima) poket/kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu, ” ucapnya Mukit.

Lebih jauh dikatakan mantan Kapolsek Lenteng ini menjelaskan beberapa barang bukti yang disita dari tersangka, buah Hp merk nokia warna putih, lima kantong plastik berisi narkotika jenis sabu sabu dengan berat kotor masing 0,30 gram. 0,29 gram. 0,31 gram. 0,30 gram. 0,30 gran.

Selain itu juga, ada sedotan plastik yg diduga sebagai alat sendok. Dua buah sedotan plastik warna putih. Sebuah pipet kaca terdapat sisa sabu sabu. Sebuah bong terbuat dari botol kaca minuman you C1000.Sebuah korek api gas dan Uang tunai sebesar Rp. 400.000.

Selanjutnya tersangka berikut barang buktinya diamankan diPolsek Arjasa guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut dan tersangka dijerat Pengetrapan pasal : 114 ayat (1) subs. Pasal 112 ayat (1) UU 35 Tahun 2009 ttg Narkotika dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.( sal )

Dianggap melewati batas kewilayahan Kapal nekayan asal Sumenep akhirnya ditangkap pengauasa keamanaan Australia

SUMENEP (KoranTransparansi.com) - Pemerintah Australia menangkap 13 orang nelayan asal Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep yang diduga telah  berlayar melewati batas antar Indonesia dengan Australia. 

Oleh sebab itulah Maritime Border Command (MBC), gugus tugas multi-lembaga dalam Angkatan Perbatasan Australia (ABF), dan Otoritas Manajemen Perikanan Australia (AFMA), berani mengamankan dua kapal nelayan Indonesia di Laut Timor, sekitar 100 mil laut timur dari Ashmore Pulau.

Insiden itu mencuat ketika pesawat ABF Dash-8 melakukan pengintaian di area yang terletak di kapal yang berjarak sekitar satu mil laut di dalam Australian Fishing Zone (AFZ) dan memperingatkan MBC pada Kamis (19/4/2018)

Akhirnya HMAS Broome bertugas menanggapi area sesuai ketentuan Undang-Undang Kekuatan Maritim 2013, mencegat kedua kapal tersebut 3,9 mil laut di luar perairan Australia.

Saat itu juga MBC menggeledah dua kapal, dan didalam kapal itu menemukan 13 orang, 100 kilogram ikan karang segar dan 50 kilogram ikan karang yang sudah dibekukan.

Menurut Komandan MBC Laksamana Muda Peter Laver menegaskan pendekatan keseluruhan pemerintah untuk mendeteksi dan mencegah penangkapan ikan asing ilegal terbukti potensial.

Kata Admiral Laver bahwa Jumlah kapal penangkap ikan asing yang terdeteksi dan dihadang di perairan Australia telah menurun dari lebih dari 300 per tahun pada 2006 menjadi hanya 15 tahun keuangan lalu dan upaya kami memiliki dampak positif terhadap kehidupan laut di perairan kami, terutama di dekat Ashmore.

“Komitmen tetap waspada dan terus bekerja dengan mitra keamanan maritim kami untuk mencegat mereka yang berusaha menembus AFZ dan merusak sumber daya laut kami yang unik" katanya.

Manajer Umum Operasi Perikanan AFMA, Peter Venslovas, mengatakan bahwa kru akan diselidiki untuk menentukan apakah ada pelanggaran Undang-Undang Pengelolaan Perikanan 1991.

"Australia tidak memiliki toleransi terhadap penangkapan ikan ilegal, dan pendekatan kolaboratif antara AFMA dan MBC menunjukkan sikap kuat kami tentang masalah ini," kata Venslover.

Australia adalah target para pemburu dan mereka yang memilih untuk mengambil secara ilegal saham laut Australia dapat mempercayai bahwa mereka akan ditangkap dan menanggung akibatnya (ali f syahbana).

 

Dua remaja ini ditangkap polisi lantaran kedapatan mencuri kotak amal Masjid

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Dua orang pria terpksa diamankan polisi lantaran didugaencuri  kotak amal di Masjid Al-Hidayah di Dusun Bun Malang Desa Saronggi, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Rabu, (25/04/2018) sekira pukul 21.00.

Dua ptua itu Moh. Nurkholis (21) dan Akhmad Kholifi Aziz (1989) asal Pamekasan Dusun. Tanjung tengah Desa Tanjung Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Kasubag Humas polres sumenep AKP Abd Mukid menjelaskan ketika saksi Moh. Herfiyanto Furmaliyadi berada di warung kopikopi dekat masjid saat itu, kemudian datang Pak Adin dan memberitahu ada orang yang mencurigakan di selatan Masjid Al Hidayah.

"Mengetahui insiden tersebut kemudian saksi Moh. Herfiyanto Furmaliyadi berangkat menuju masjid Al Hidayah dan ketika itu juga telah menegur seseorang yang mencurigakan itu" kata Mukid pada hari kamis, 26/04/2018.

Selanjutnya saksi Moh. Herfiyanto Furmaliyadi menuju wisata Kirmata untuk memberitahukan kejadian aneh tersebut kepada teman temannya, kemudian saat kembali lagi ke masjid Al Hidayah dan pada saat melihat kearah masjid ternyata  melihat pintu masjid sebelah selatan terbuka dan melihat ada bayangan orang di dalam masjid tersebut.

"Saksi Moh. Herfiyanto Furmaliyadi dan saksi Beny gus Sudaryanto masuk ke masjid dan kemudian saksi berhasil menangkap seseorang yang positif mau mencuri kotak amal Masjid tersebut" tuturnya.

Kata Mukid saat itu juga warga di sekitar Masjid berdatangan mengamankan 2 orang yang diduga melakukan pencurian uang kotak amal Masjid tersebut, atas kejadian tersebut kemudian saksi Moh. Herfiyanto Furmaliyadi memberitahu kejadian tersebut kepada K. Akhmad Jazuli (43) selaku Takmir Masjid Al Hidayah di Desa Saronggi tersebut.

Mendapatkan informasi kejadian itu polisi mengamankan dan membawa 2 orang yang diduga melakukan pencurian uang kotak amal masjid itu dan sampai saat ini polisi masih melakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Polisi mengamankan barang bukti (BB) berupa sebuah kotak amal terbuat dari besi warna hijau muda yang didalamnya berisi uang amal masjid dalam keadaan digembok dan sebuah Nocksek dengan panjang kurang lebih 30 Cm dan tas ransel terbuat dari kain parasut warna hijau berisi dua buah obeng, sebu

Sebagai saksi dalam kejadian itu Beny Agus Sudaryanto (1987) dan Moh. Herfiyanto Furmaliyadi, kedua saksi tersebut sama-sama Dusun Bun malang Desa Saronggi Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep (Fidz)

 

Kejaksanaan Negeri Sumenep memeriksa Camat Kalianget atas dugaan korupsi PTSL

SUMENEP (Korantransparansi.com) - Abd Basid Camat Kalianget, Kabupaten Sumenep kini tengah diperiksa tim penyidik Kejaksan Negeri (Kejari) Sumenep terkait kasus  korupsi Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) tahun 2017. 

Sebelumnya Kejari Sumenep juga menetapkan Dekky Candra Permana kepala Desa Kertasada menjadi tersangka. Basid camat kalianget itu diperikasa oleh penyidik Kejari di lantai dua kantor kejari Sumenep.

Pantauan KoranTransparansi.com, Basid diperikasa sejak pagi menjelang siang. Hingga sekitar pukul 11.30 Wib pemeriksaan masih berlangsung.

Sekitar pukul 12.00 Wib penyidik menghentikan pemeriksaan sementara untuk melaksanakan shalat Dzuhur. Setelah itu pemeriksaan baru dilanjutkan sekitar pukul 12.30 Wib. 

Basid mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap dirinya masih sementara dan akan berlanjut karena masih belum selesai,  kata Camat Kalianget Abd Basid saat dimintai keterangan usai keluar dari ruang penyidik.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep Bambang Panca Wahyudi Hariadi melalui Kasi Intel Wisnu Wardana membenarkan adanya pemeriksaan camat itu. “Siapapun yang mengetahui dan berkaitan dengan kasus itu pasti dimintai keterangan. Hari ini memang ada pemeriksaan,” katanya saat dikonfirmasi.

Sementara berita sebelumnya pada hari senin 16 April 2018, Kejaksaan Negeri (Kekari) Sumenep, menetapkan dan menahan Kepala Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Sumenep Dekky Candra Permana atas dugaan pungli Program PTSL tahun 2017.

Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui, tersangka melakukan pungutan liar kepada pemohon PTSL tahun 2017. Modus yang dilakukan dengan cara mengambil uang lebih dari pemohon diluar ketentuan biaya sebagaimana yang ditentukan Pemerintah. Hasil pungutan berkisar Rp157 juta.

Tindakan tersangka melanggar Pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah Undang-Undan RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomo 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, subsider Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah Undang-Undan RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomo 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (fidz).

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...