Madura

Diduga tidak memberikan respon terhadap keluhan mayarakat ruang rapat komisi ll DPRD Sumenep disegel

Sumenep (KoranTransparansi.com)  - Komunitas Pemuda Anti Korupsi (Kompak) Sumenep terpaksa menyegel Ruang rapat Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Senin (19/2/2019) di segel.

Penyegelan tersebut merupakan kritik kekecewaan Komunitas Pemuda Anti Korupsi (Kompak) Sumenep lantaran sering mblolos, tidak masuk kerja. Padahal di wilayah hukum Sumenep banyak kasus yang perlu ditangani.

Hasil investigasi Korantransparansi.com, KOMPAK  mendatangi kantor DPRD sumenep tersebut sekira pukul 09.40 dalam rangka audiensi terkait beberapa permasalahan yang terjadi di Sumenep beberapa waktu ini.

Namun, hingga pukul 10.20, para anggota wakil rakyat tersebut belum juga datang. Alhasil, mereka langsung menyegel ruang rapat Komisi II.

Koordinator audiensi, Shohib Ghani mengatakan, aksi segel kantor komisi dalam rangka kekecewaannya kepada para anggota dewan, Sebab, seharusnya anggota dewan mengutamakan aspirasi dan kepentingan rakyat. "Ini malah tidak ngantor," kata korlap KOMPAK itu.

Shohib mengatakan, surat audiensi yang mereka layangkan sudah berumur satu minggu. Namun tidak ada kepastian dari para anggota dewan.

Sampai saat ini, belum ada anggota DPRD Sumenep yang bisa dikonfirmasi. Kantor yang berada di Jalan Trunojoyo Sumenep tersebut sepi wakil rakyat. "Pimpinan DPRD juga tidak ngantor," jelas (Fid).

 Arifin (49), warga asal Jalan Raya Pelabuhan, Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget kabupaten Sumenep ditangkap polisi karena kedapatan  positif pemakai narkotika jenis sabu-sabu.

Sumenep (KoranTransparansi.com)  - Arifin (49), warga asal Jalan Raya Pelabuhan, Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget kabupaten Sumenep ditangkap polisi karena kedapatan  positif pemakai narkotika jenis sabu-sabu. 

Arifin ditangkap dan diamankan kepolisian Resort Sumenep,  Senin (19/2/2018) sekitar  pukul 12.30 Wib.

Kejadian Arifin tersebut, mulanya dari informasi warga, bahwa terlapor itu sering melakukan transaksi narkoba dirumah kontrakannya itu.

Melalui kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukid memaparkan "Setelah mendapat informasi, kami mencoba menelusuri keberadaan terlapor," katanya.

lanjut Mukid, petugas langsung melakukan penyelidikan terhadap gerak gerik terlapor. 

Laporan masyarakat ternyata tidak hanya sekali saja melainkan sydah duakali. Laporan kedua itu baru kami memastikan dan lngsung bergerak menuju sasaran.

"Betul ternyata tersangka Arifin memiliki stok narkoba dm siap di konsumsi, " tegas AKP Mukid.

Dikatakan bahwa Kami akan terus melakukan pengembangan atas kasus ini mengingat tersangka tidak hanya pengguna namun juga pengedar. Tersangka punya jaringan sendiri dan sudah lama menjadi pemakai.

Dari tangan tersangka Polisi berhasil menyita barang buktin sabu-sabu seberat total 1,34 gram, kepolisian juga mengamankan satu bungkus kantong plastik klip kecil berisi narkotika seberat 0,40 gram, seperangkat alat hisap, dua buah korek api gas, satu buah sedotan sebagai sendok dan satu buah telepon genggam warna hitam.

Akhirnya petugas langsung membawa terlapor untuk ditangkap dan diamankan dan dalam rangka penyelidikan lebih lanjut.

"Sementara pasal yang kami sangkakan yakni 114 ayat (1) subs. Pasal 112 ayat (1) UU 35 Tahun 2009 ttg Narkotika," ungkapnya (fid).

Masyarakat Keluhkan Mahalnya Harga Tiket Pelabuhan Talango Sumenep

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Mahalnya harga tiket masuk dan pelayanan penyebrangan pelabuhan Talango - Kalianget di Sumenep, menjadi keluhan para penumpang yang hendak bepergian. 

Pasahal mestinya melalui penyeberangan masyarakat .dapat kemudahan. Lagi pula pelayanan petugas pelabuhan dianggap tidak ramah.

Pelabuhan ini menjadi pintu utama bagi masyarakat dan wisatawan domistik  yang hendak berziarah, seperti ke Asta Yusuf, Wisata Gili Labak.

Ahmad Rofiki, salah satu anggota rombongan peziarah ke Asta Yusuf merasa tidak mendapatkan layanan kurang baik saat hendak berziarah ke Asta Yusuf.

"Pelayanannya saat di perahu  (Tongkang) itu sangat kasar, kami merasa tidak nyaman mas" ujar laki - laki menggunakan kopyah hitam dan baju putih itu saat koran transparansi.com melakukan investigasi ditempat itu.

Khalilatur Rahmah, perempuan muda sebagai juru bicara warga asal Desa Poteran, kecamatan Talango Sumenep, Senin (19/2/2018)  mempertanyakan sikap  pemerintah terkait keluhan dan pelayanan yang meresahkan masyarakat bahwa tiket kapal penyebrangan pelabuhan di Kecamatan Talango - Kalianget diduga melanggar peraturan.

 

Perempuan asal Desa Poteran itu menyatakan, pemerintah seharusnya cepat menyikapi keluhan warga kecamatan Talango "Tiket penyebrangan pelabuhan Talango Kalianget itu sangat mahal, itu sangat tidak wajar sekali"  tutur perempuan muda itu saat ditemui korantransparansi.com.

"Tiket yang masih terus berlaku saat ini tidak sesuai dengan peraturan Bupati (perbub) Tahun 2015, kalau ini tetap dibiarkan maka jangan salahkan kami jika nantik berteriak keras didepan kantor DPRD Sumenep itu" ujarnya dengan semangat.

Lanjut Khalila, "secepat mungkin kami akan melakukan gerakan seribu warga untuk menyuarakannya ke kantor parlemen DPRD Sumenep" paparnya.

Sementara Drs. Ec Sustono, MM, M. Si. kepala Dinas perhubungan (Dishub) Sumenep yang memiliki kebijakan terkait hal tersebut saat hendak dikonfirmsi  dikantornya tidak ada, dihubungi melalui telpon juga sulit dan tidak aktif.

Drs. Ec. H. Mulyadi, MM. Sekretaris DISHUB pun juga enggan menanggapi hal demikian dikantornya saat dikonfirmasi.

Akis Jazuli angota komisi  II DPRD sumenep sangat menyayangkan Dinas Perhubungan (DISHUB)  Sumenep apa bila tidak mau menyikapi terkait pelayanan dan bahkan tiket yang sangat mahal dan diduga melanggar peraturan daerah itu.

"Perbub tahun 2015, tentang penyebrangan Kalianget - Talango, yang memiliki kebijakan didalamnya ini adalah dinas perhubungan (DISHUB), sangat tidak masuk akal bila demikian tidak tau permasalahan didalamnya" ungkap politisi Muda putra Talango saat dimintak komentarnya melalui telepon oleh Korantransparansi.com siang tadi.

Akis menambahkan, sebagai politisi yang bersentuhan langsung dengan Masyarakat selalu pro rakyat dan bahakan akan selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Sementara Dul Siam, S, Ag, M. Pd. ketua komisi III DPRD Sumenep saat hendak dikonfirmasi Korantransparansi.com dikantornya tidak ada dan bahkan sulit untuk dihubungi melalui telpon (fid).

Ketemu Pedagang Blega, Gus Ipul Ingin Perkuat Pasar Tradisional

Bangkalan (KofanTransparansi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) blusukan ke Pasar Rakyat Blega, Bangkalan, Senin (19/2). Gus Ipul maupun pasangannya Puti Guntur Soekarno memiliki komitmen untuk merevitalisasi pasar-pasar rakyat di Jawa Timur.

Dalam kunjungannya kali ini, Calon Gubernur nomor urut 2 ini menyapa para pedagang di Pasar Blega. Ia berdialog dan menanyakan bagaimana kondisi perekonomian para pedagang di kawasan Pulau Madura ini. Dimulai dari pendapatan harian, hingga taraf kehidupan mereka.

Para pedagang setempat menyambut kedatangan Wakil Gubernur dua periode itu, bahkan tak jarang meminta untuk berselfie bersama. Gus Ipul menyalami dan berdialog satu persatu dengan warga dan pedagang.

Gus Ipul juga sempat menjajal menjahit di kios jahit yang ada di dalam pasar. Saat bertemu pedagang pakaian, Gus Ipul membeli baju dan sabuk khas Madura dan langsung dia kenakan. Celurit dan sabit khas Madura juga sempat dia beli sebagai oleh-oleh dibawa ke Surabaya.

Menurut Gus Ipul, Pasar Blega merupakan salah satu pusat perekonomian di Madura. "Kalau orang mau ke Sampang, Sumenep dan Pamekasan, pasti lewat Pasar Blega ini," ungkap dia.

Ia menambahkan, revitalisasi pasar menjadi penting untuk dilakukan. Dengan adanya revitalisasi, tingkat penjualan pedagang diyakini dapat leboh baik. Selain itu juga menimbulkan suasana yang kondusif untuk melakukan kegiatan transaksi jual-beli.

"Bahkan kebijakan ini dinilai pro perempuan. Melihat pasar menjadi tempat dimana kaum perempuan banyak beraktifitas," tutur Gus Ipul. Sehingga bisa meningkat indeks pembangunan perempuan.

Tantangannya, sejauh mana dialog dapat dibangun menjelang revitalisasi dilakukan. Banyak pedagang yang merasa khawatir, revitalisasi membuat pendapat mereka menurun. Padahal, justru perbaikan pasar ini berdampak positif bagi penjualan.

"Kedatangan ini menjadi bagian kita menjalin dialog dengan pendagang dan meyakinkan mereka, langkah ini justru dapat menaikkan penjualan mereka. Dan juga bisa bersaing," pungkas dia. Sekaligus memetakan pasar mana yang diprioritaskan pembangunannya.

Selain itu, komitmen revitalisasi pasar tradisional ini sejalan dengan arah pembangunan ekonomi kerakyatan yang ditawarkan Gus Ipul-Puti untuk Jawa Timur.(min/fid)

 

 
Program unggulan yaitu Visit Sumenep dinilai tidak memberikan manfaat karena tidak sesuai master plan. Selain tidak jelas arahnya, program tesebut juga asal asalan.

Sumenep (KoranTransparansi.com)  - Program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumenep, yakni Visit Sumenep 2018, kembali mendapat sorotan tajam sejumlah mahasiswa, Senin (19/2/2018) pagi.

Program unggulan pemerintah tersebut belum jelas master plannya. Sehingga puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahsiswa Peduli Rakyat (AMPERA) melakukan aksi demo ke kantor pemkab setempat.

Ahmad Junaidi selaku Korlap Aksi saat melakukan orasi di depan gedung Pemerintah Kabupaten Sumenep menuding program visit Sumenep 2018 terlalu dipaksakan, pasalnya master plan dari program tersebut dianggap  tidak jelas dan asal asalan.

Selain itu, Junaidi mengatakan segala sesuatu yang menunjang untuk suksesnya Program Visit Sumenep 2018  oleh Pemerintah tidak benar-benar di perhatikan, misal seperti prasarana dan juga inprstruktur yang belom layak,

"Seharusnya pemerintah dalam hal ini peka terhadap apa saja yang menjadi faktor untuk suksesnya program visit tersebut, namun dalam hal ini pemerintah tidak cukup peka dengan faktor-faktor tersebut, katanya

Dalam orasinya junaidi juga mengatakan jika program visit sumenep seakan-akan  hanya untuk mempertebal kantong-kantong pemerintah saja, pasalnya sejauh ini masyarakat sekitar tempat wisata belom sepenuhnya merasakan manisnya adanya program tersebut.

"Kami berharap kepada pemerintah dalam hal ini benar-benar memperhatikan dampak positif yang akan di dapat oleh masyarakat dengab adanya program visit tersebut, harapnya.

Kemudian demontrasi yang di lakukan oleh beberapa mahasiswa tersebut bubar dengan rasa kecewa di karenakan tidak ada satupun pemerintah setempat yang menemuinya (fid).

Warga Desa Legung Sumenep menyesalkan pelayanan Puskesmas Legung yang dinilainya tidak profesional sehingga pasien banyak dirugikan.

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Masriyanto juru bicara Gerakan pemuda peduli (GP2) Dapenda kecamatan Batang-Batang Sumenep mengeluhkan dan bahkan meragukan pelayanan UPT. Puskesmas Legung Senin, 19/2/2018 pagi.

"Masyarakat disini banyak mengeluh, karena pelayanan dan penangananya kurang sehat dan kurang hati-hati sehingga masyarakat enggan untuk periksa di UPT. Puskesmas Legung ini"  paparnya saat ditemui korantransparansi.com dirumahnya.

Masriyanto menambahkan, beberapa  bulan lalu sekitar tanggal 21 Agustus 2017 ada pasien bernama Nabil Hidayat, umur 12 tahun, setatus masih pelajar, asal Dusun Dapende Timur Desa Dapende Kecamatan Batang batang mengeluhkan rasa sakit dibagian kakinya sampai saat ini.

"Nabil tersebut mengalami luka tidak seberapa, setelah diperiksa dan dijahit di UPT Puskesmas Legung seharusnya semakin sembuh namun ini mengalami pembengkakan, akhirnya pihak keluarga membawa Nabil ke Kota" tuturnya 

Kata Masriyanto ini menunjukkan bahwa UPT. Puskesmas Legung kurang profesional dan masih banyak keluhan warga yang lain

"Kalau sampai masalah ini belum terselesaikan dan warga masih banyak mengeluh, maka kami semua masyarakat mulai dari pemuda hingga tokoh agama akan melaporkan kepada anggota DPRD sumenep di komisi IV nanti dan kepada pihak-pihak yang berwajib" lanjutnya pada koran transparansi.com saat melakukan investigasi. 

Sementara H. Syamsuri sebagai kepala UPT. Puskesmas Legung saat dikonfirmasi sangat merespon apa yang menjadi keluhan warga setempat.

"Ya benar mas, saudara Nabil Hidayat tersebut dulu memang periksa disini, tapi pihak keluarga meminta dirawat dirumahnya, bahkan kami sudah memaksa untuk tetap dirawat dirumah sakit tapi tetap tidak mau" tuturnya saat dikonfirmasi melalui telepon korantransparansi.com.

"Mengenai masalah tersebut kami sudah komunikasi baik dengan pihak keluarganya" jelasnya

Sementara Moh. Subaidi ketua komisi IV  DPRD sumenep saat mau dikonfirmasi di kantor parlemen tersebut tidak ada, bahkan dikonfirmasi melalui telpon pun sampai saat ini sangat sulit (fid).

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...