Madura

Partai Nasdem mulai mengenalkan diri ke masyasarakat dengan menggelar Festival Budaya Kerapan Kambing .

SUMENEP (KoranTransparansi.com) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasden, Kabupaten Sumenep, gelar Festival Budaya Kerapan Kambing sekabupaten sumenep, sekaligus untuk memperkenalkan Partai NasDem kepada masyarakat sumenep.

Kegiatan tersebut bertempat di lapangan Gridu Ellong, Desa Poteran, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, pada hari Minggu, 22/04/2018 jam 14.00.

Tampak hadir pengurus Partai Nasdem, Rendra Kresna (DPW) Jawa timur yang diwakili H. Abdurrahman Mahmud, pengurus harian Partai Nasden. Tirmizdi ketua (DPD) Kota Sumenep, dan Akis Jazuli Sekretaris (DPD) Partai Nasdem Sumenep dan Kapolsek setempat.

"Kegiatan Nasdem festival ini untuk memguatkan niai - nilai budaya yang sudah menjadi budaya lokal dan sekaligus menegaskan bahwa Partai NasDem peduli akan nilai kebudayan luhur yang harus dipertahankan” kata Akis Jazuli salah satu politisi muda sekretaris DPD Kota Keris ini.

Anggota DPRD komisi II Sumenep itu menambahkan, bahwa politik hari ini tidak hanya berbicara infrastruktur, pembangunan fisik, tetapi partai politik itu harus mengedepankan kearifan lokal yang sesuai selera masyarakat, seperti festifal budaya kerapam kambing yang berlangsung saat ini.

"kita harus benar-benar peduli pada kearifan lokal dan tetap melestarikannya, sebab dengan adanya gelobalisasi kita khawatir budaya lokal kita hilang tak berjejak, sehingga Nasdem menjadi garda terdepan dalam melestarikannya" tutur Akis Jazuli politisi asal kecamatan talango itu.

Ketua DPW partai Nasdem melalui H. Abdurrahman Mahmud menyampaika, sangat mengapresiasa digelarnya festival budaya kerapan kambing sekabupaten sumenep.

"Politisi muda seperti Akis Jazuli itu perlu kita dukung, sebab jiwa kepeduliannya untuk tetap mempertahankan terhadap budaya lokal selalu  diwujudka seperti saat sekarang ini" tuturnya Abdurrahman pengurus harian DPW Nasdem.

Pengurus harian DPW Abdurrahman asal Kabupaten Bangkalan itu berharap, digelarnya  pesta rakyat ini semuga dapat menghibur dan bermanfaat bagi masyarakat sumenep.

"Semuga masyarakat tetap antusias bahwa partai Nasdem itu hadir untuk membawa perubahan dan mengajak kepada elemen masyarakat untuk bersama-sama melestarikan kearifan lokal salah satunya seperti kerapan kambing ini" tutupnya (fidz).

AKBP Fadilah Zulkanain

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Meninggalnya Ibnu Hajar, (42) warga Dusun Ban Ban Desa Cabbiya Kecamatan Talango, yang ditembak orang tidak dikenal sebanyak 4 kali, kini Polres Sumenep telah melakukan autopsi terhadap korban penembakan.

Autopsi di lakukan tim DVI Polda Jatim di rumah sakit daerah Moh. Anwar Sumenep, Sabtu, 21/04/2018.

Sekitar empat jam proses auptopsi oleh Tim DVI Polda Jatim, hasilnya ada 2 peluruh yang mengenai tubuh korban, masing-masing mengenai dada sebelah kanan korban tembus ke belakang, dan satu peluru yang bersarang di tubuh korban mengenai bagian belakang pantat sebelah kanan.

AKBP. Fadillah Zulakarnaen, Kapolres Sumenep, pada waktu mendampingi proses autopsi korban di rumah sakit daerah Moh. Anwar Sumenep menyampaikan, ada dua peluru mengenai tubuh korban, yang menyebabkan korban meninggal peluru yang mengenai bagian dada korban mengenai paru-paru,” kata Akbp. Fadillah Zulakarnaen.

Ia menambahkan, jenis peluru yang bersarang di tubuh korban mirip senjata Kaliber 38, namun untuk memastikan senjata yang di gunakan pelaku, polisi masih akan mendalaminya.

“Pelurunya jenis Kaliber 38, kita akan dalami pastinya senjata jenis apa, organik atau rakita" tegasnya.

Anak korban, Roziki (30) meminta polisi secepat mungkin menemukan dan menangkap pelaku, karena khawatir ada korban lain setelah kejadian ini, karena kejadian tersebut benar-benar membuat keluarga korban takut, karena pelaku menggunakan senjata.

“Saya minta kapolres, kapolda selaku yang berwajib segera menangkap pelaku apa motifnya dan jangan sampai ada korban lain" pintanya Roziki (anak korban).

Pantauan korantransparansi.com menurut keterangan saksi yang sudah di mintai keterangan oleh polisi, pelaku sudah menunggu korban sebelumnya.

Sehingga saat Ibnu Hajar (korban) keluar rumah saat mau mengantar beras ke panti asuhan dengan mengendara sepeda motor honda beat warna putih, baru berjarak sekitar 10 meter dari rumahnya korban langsung di tembak oleh pelaku sebanyak empat tembakan, dua tembakan mengenai korban dan menyebabkan korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP) sementara korban kabur dengan berjalan kaki dan sampai saat ini polisi masih menyelidiki (fidz).

Ingin Melerai Perkelahian Malah Kena Sabet Hingga Tangan Nyaris Putus

SUMENEP -  Kasus tindak pidana diwilayah hukum Sumenep makin sering terjadi. Terakhir menimpa Satrawi (35)  warga Dusun Laok Lorong, Desa Andulang, Kecamatan Gapura, Sumenep.

Bermaksut ingin melerai perkelahian, Sutrawi malah diserang dengan parang hingga mengakibatkan tanganya nyaris putus. Insiden yang di alami Sutrawi  membuat warga setempat panik itu, bermula saat berlangsungnya lomba layang-layang di Dusun Gunung Montok Desa Andulang Kecamatan Gapura, sekitar pukul 14.30 Wib.

Satrawi (korban) menjelaskan, kejadiannya bermula saat berlangsungnya lomba layang-layang di Dusun Gunung Montok Desa Andulang, saat itu lomba tersebut akan dimulai oleh panitia.

Menurut keterangan korban, layang-layang milik pelaku masih berada di belakang,  sedangkan layang-layang milik peserta yang lain sudah berada di depan dan siap di perlombakan. Sehingga layang-layang milik pelaku tidak perbolehkan ikut bertarung dalam lomba tersebut, kata Satrawi, sabtu, 21/4/2018.

“Karena tidak terima layang-layang miliknya ditolak oleh peserta lomba yang lain, tiba-tiba pelaku mengeluarkan sebilah pisau untuk melakukan pengancaman pembunuhan terhadap salah satu peserta lomba layang-layang" ceritanya.

Lanjut Satrawi, karena dirinya melihat pelaku ingin membunuh Iskandar warga Kalianget Satrawi langsung melerai pelaku. Namun naas pisau yang dipegang pelaku malah mengenai tangan Satrawi.

“Dengan kejadian tersebut tangan kanan Satrawi (korban) mengalami luka parah hampir putus. Dan korban Satrawi masih dirawat diPuskesmas Gapura untuk memdapatkan perawatan medis.

Pantauan korantransparansi.com Kanit berserta anggotanya masih dalam melakukan penyidikan terhadap korban dan pelaku kini diamankan di Polsek Gapura. 

Sampai saat ini, berita ini naik belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Gapura (fidz).

Ibnu Hajar Korban Penenembakan, 4 Saksi Mulai Diperiksa Polisi

Sumenep (korantransparansi.com) -  Polisi Sumenep tengah melakukan penyelididikan atas kasus penembakan oleh orang tak dikenal pada Jumat (20/4/2018) malam yang menelan korban meninggal atas nama Ibnu Hajar (42), warga Desa Cabbiya, Kecamatan Talangi, Sumenep.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukid mengatakan, bahwa ada empat saksi tersebut, semuanya masih kerabat korban. Selain itu, anggota tim juga terus menggali informasi lain di lapangan guna mengungkap kasus penembakan tersebut, katanya pada sabtu siang.

Insiden itu terjadi pada Jum'at, 20/04/2018 malam sekitar pukul 18.45 WIB, warga Dusun Banban, Desa Cabbiya, Kecamatan Talango, Pulau Talango, Ibnu Hajar ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak.

Pada saat korban yang mengendarai motor tersebut, tiba - tiba ditembak orang tidak dikenal ketika baru saja keluar dari rumahnya, sekitar 10 meter. 

Saat itu, korban pamit kepada kerabatnya akan ke rumah warga Dusun Beringinan, Desa Gapurana, Kecamatan Talango.

Tim dari Polsek Talango dan Polres Sumenep melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sejak Jumat, 20/04/2018 malam hingga Sabtu dini hari pukul 03.00 WIB.

Empat saksi yang telah dimintai keterangan oleh polisi adalah Ahmad Raziki (putra korban), Sumina (menantu korban), Isawarda (putri korban), dan Sahwatun (mertua korban).

"Sesuai hasil keterangan saksi, korban diduga ditembak dari arah utara atau posisi orang tak dikenal yang menembak korban berada di sebelah utara. Semua keterangan para saksi didalami oleh anggota," kata Mukid.

Mukid menambahkan, tiga dari empat saksi mendengar empat kali bunyi letusan setelah korban yang mengendarai motor itu baru keluar dari rumahnya.

Saat bunyi letusan tembak tersebut, korban ditemukan meninggal dunia oleh saksi dalam posisi terjatuh di sebelah kanan motor yang jatuh.

Korban yang meninggal dunia dengan luka tembak di dada sebelah kanan masih diotopsi di RSD dr Moh Anwar Sumenep di Kecamatan Kota sumenep (fidz).

 

Sedang Mengecet Gudang, Jatuh Lalu Tewas. Terkena aliran Listrik

 

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Mengenali lingkungan kerjanya lebih baik ketimbang bernasip kurang baik. Ini dialami seorang laki-laki di Dusun Brumbung, Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep, bernama Jalaluddin (48), ketika sedang bekerja mengecet gudangnya.

Jalaludin tiba tiba saja terjatuh setinggi sekitar enam meter. Lalu terkapar dan  meninggal seketika. Usut usut punya Jalaludin meninggal bukan karena seang sakit, namun Jalaludin tewas akibat sengatan aliran listrika.

Peristiwa yang mengakibatkan meninggalnya Jalaluddin itu, terjadi pada Jum’at (20/04/2018) sekira pukul 09.00 wib di gudang milik H. Hafid dengan alamat dusun biyen desa Kapedi kabupaten Sumenep.

Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukit memberikan keterangan bahwa peristiwa yang menimpa Jalaluddin adalah kecelakaan murni. Tidak ada indikasi lain. Dia tersengat aliran listrik hingga terjatuh saat melaksanakan pekerjaan mengecat gudang milik H. Hafid dengan memakai tangga ketinggian 6 meter.

“Pada saat Jalaludin mengecat gudang milik H. Hafid dengan memakai tangga, dan diduga korban terkena sengatan listrik sehingga terjatuh” kata Mukit.

Mukit menambahkan bahwa yang menemukan pertama kali mayat Jalaluddin adalah H. Tajullah dan anaknya Risqi yang datang ke gudang milik H. Hafid yang bermaksud hendak melihat mobil yang akan di jual.

Keduanya melihat Jalaluddin terlentang dengan posisi kepala menghadap kearah utara dekat tangga. Lalu keduanya menghampiri korban, dan di ketahui korban sudah tidak bernyawa lagi.

Kemudian Risqi memanggil Joyo dan Fauzi pemilik bengkel yang berada di sebelah gudang, dan Fauzi menghubungi H. Hafid untuk mengabarkan pula kepada keluarga korban bahwa korban meninggal dunia jatuh dari tangga saat mengecat gudang.

Mendapat informasi bahwa ada kejadian kecelakaan tunggal, Polsek Bluto mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) yang di pimpin langsung oleh Kapolsek Bluto IPTU Wahyudi Kusdarmawan, SH bersama Kanit Reskrim dan 3 orang anggota Polsek Bluto.

“Hasil dari pemeriksaan Medis bahwa korban mengalami luka pada kepala bagian belakang bengkak dan robek lebih kurang 3 cm, dan luka pada pelipis hingga kebagian kelopak mata bengkak”, papar Mukit.

Kejadian tersebut, pihak keluarga korban telah menerima dengan ikhlas bahwa kematian korban adalah kehendak takdir dari yang kuasa, dan keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dengan dikuatkan Surat pernyataan resmi (fidz).

 

Kabid Dikdas Sumenep Tanggapi Soal Program Diniyah : Sudah Berjalan dengan Baik

 

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Drs Fajarisman,MH menjelaskan bahwa pelaksanaan program wajib belajar pendidikan diniyah yang dilaksanakan ditingkat SD di Kecmatan Kota sudah terlaksana dengan baik.

Pernyataan tersebut sekaligus menanggapi pemberitaan transparansi sebelumnya atas statemen Ketua Dewan Pendidikan Sumenep. 

Dalam berita itu disebutkan bahwa Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep menganggap Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep gagal dalam melaksanakan program Madrasah diniyah. Padahal anggaran untuk program tersebut telah disediakan melalui APBD. Besaranya mencapai Rp 1 miliar.

Program  Madrasah Diniyah dianggap menjadi unggulan  Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim, M. Si. Karena progam itu dianggap bagus maka DPRD Kabupaten Sumenep menyetujuhi permintaan pengajuan anggaran eksekutif sebesar Rp 1 miliar.  

"Alhamdulillah untuk yang ula/SD sudah berjalan dengan lancar, artinya sudah melakukan program wajib belajar diniyah" tutur  Fajarisman.

Beberapa tokoh Di Sumenep ketika ditemui koran ini memberikan pendapat yang berbeda. Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Sumenep Habib Jakfar menilai bahwa program ini sangat bagus buat insan-insan pendidikan Diniyah dan perlu di bec up total, artinya ini suatu trobosan luar  biasa bapak Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim, untuk menangkap dalam tanda kutip anak-anak yang memang orang tuanya tidak begitu kler dengan pendidikan agama.

"Kesan awal terpaksa anak-anak mereka, tapi lama kelamaan ketika lillahita'ala dari keterpaksaan menjadi kebutuhan" tuturnya saat dimintak keterangan, kamis, 19/04/2018.

Habib mengatakan, selaku pelaksana dilapangan, beliau betul betul mengharap dukungan masyarakat, teruama mulai dari legislatifnya samapai eksekutifnya dan tokoh masyarakat yang lain untuk betul-betul mendukung program trobosan yang menjadi amal jariah bapak Bupati Sumenep ini.

Habib menilai bahwa ini adalah program yang masih jauh dari kata sempurna, namnya program dari sisi pelaksanaan dan seterusnya masing masing dari kita mengambil peran dalam tanda petik mengamankan program ini, katanya.

"Sehingga kalau pendanaannya sekian, yang sampai kebawah, maaf tidak terlalu banyak hilang ditengah" kata ketua FKDT sumenep itu.

Disinggung maksimal tidaknya pilot projec  program wajib belajar Madrasah Diniyah di perkotaan, beliau mengungkapkan kalau indikatornya sederhana, contoh ada murid ada pembelajaran, ada rapot dan ada hal hal yang  menjadi tuntutan dasar dari program belajar mengajar, saya katakan iya.

Tetapi kata Habib, bagaimana bisa memaksimalkan sedangkan buku panduan dan juknis itu tidak ada. Dan parahnya sampai saat ini bantuan pemerintah hanya rapot, papan dua kali, setelah itu tidak ada dan bahkan selama ini kami tidak pernah diajak rembuk dalam pengadaan barang.

"Itu urusan mereka kami tidak terlalu menuntut karena bagaimanapun mereka juga punyak tanggung jawab dihadapan Allah" tutupnya (fidz)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...