Madura

DPKS Mulai Turba Pantau Bntuan Dana DAK

Sumenep (KoranTransparansi.com) – Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) Sumenep mulai melakukan pemantauan kelokasi terkait bantuan dana alokasi khusus (DAK) yang diberikan Dinas Pendidikan (Disdik) sumenep di sekoalah  SD sekabupaten Sumenep. Itu dilakukannya sesuai dengan peraturan presiden no.5 tahun 2018 untuk melakukan pertimbangan, dukungan dan pengawasan pada bantuan DAK tersebut.

Moh. Suhaidi, M. Th.I. Sekretaris DPKS sumenep turun langsung ke lokasi penerima bantuan DAK di sekolah SD Kabupaten Sumenep untuk memastikan apakah sekolah penerima DAK layak atau tidak sehingga nanti akan menjadi bahan pertimbangan apakah bener-benar layak atau tidak, sehingga pihaknya sangat serius menanganinya.

"Kamiturun langsung ke lokasi yang sudah disiapkan oleh Disdik sumenep bagi sekolah yang akan menerima DAK, supaya kami tahu apakah sekolah tersebut layak atau tidak untuk menerimanya. Dan setelah data sudah akurat baru kami akan melakukan pertimbangan dan dukungan" kata Suhaidi yang masih aktif sebagai Dosen di STKIP PGRI Sumenep, pada hari sabtu, 12/05/2018.

Ia menambahkan bahwa dengan turun langsung sebelum DAK itu terealisasi agar benar-benar memastikan apakah sekolah itu lay

"Dan kedua nanti DPKS akan terus melakukan pengawasan setelah bantuan DAK itu turun, dan temuan kami nanti menjadi catatan bagi kami karena selama ini Dinas pendidikan dan penerima DAK tidak pernah melakukan koordinasi dengan kami" katanya.

Masih kata Suhaidi, padahal sudah jelas dalam juknis posisi kami sebagai DPKS terkait bantuan pelaksanaan DAK tahun 2018. 

"Karena kami tidak mau bantuan DAK tersebut dibagikan tidak sesuai dengan penerima yang sepantasnya, artinya sekolah itu layak apa tidak" tegasnya (fidz).

 

Kepala Dusun Maddungan Sumenep Nyabu : Diamankan Polisi.

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Hayyi bin Sukdin, Kepala Dusun (Kadus) Maddungan, Desa Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep,  diamankan Petugas Kepolisian  Sektor Lenteng tersangkut kasus Narkoba jenis sabu-sabu.

Ia diamankan ketika tengah melakukan transaksi barang haram tersebut, tepatnya di rumah Suhartatik, warga Dusun Taman,  Desa Billapora Rebba, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Jum'at, 11/05/2018.

Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Abd Mukit menyampaikan bahwa "Insiden tersebut awalnya informasi warga, sehingga dengan cepat kami langsung melakukan penyelidikan, sampai akhirnya kami melakukan  penangkapan" kata Abd Mukit, mantan kapolsek lenteng itu pada hari Sabtu, 12/05/2018.

Ternyata kata Mukit setelah melakukan penggeledahan, ada sebuah barang bukti empat kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu-sabu dengan berat kotor keseluruhan kurang lebih 2,80 gram dengan rincian :

a. 1 (satu) kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu-sabu dengan berat kotor kurang lebih 1 gram.

b. 1 (satu) kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu-sabu dengan berat kotor kurang lebih 1 gram.

c. 1 (satu) kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu-sabu dengan berat kotor kurang lebih 0,50 gram.

d. 1 (satu) kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu-sabu dengan berat kotor kurang lebih 0,30 gram.

2. 1 (satu) kantong plastik ukuran 6 x 4 cm berisi sebanyak 26 kantong plastik klip kecil.

3. 1 (satu) buah bong terbuat dari botol plastik merk Coca Cola yang tutupnya terdapat 2 (dua) lubang tersambung sedotan plastik warna putih.

4. 1 (satu) buah pipet terbuat dari kaca.

5. 1 (satu) buah korek api gas warna silver kombinasi kuning.

6. 1 (satu) buah kompor terbuat dari korek api gas yang terdapat sumbu.

7. 1 (satu) buah potongan sedotan warna putih yang digunakan sebagai sendok sabu.

8. 1 (satu) buah Handphone merk Samsung warna hitam.

Semua barang tersebut didapat dari hasil membeli dari seorang yang menjadi target operasi (TO) kepolisian berinisial ET asal seorang warga Kecamatan Sokobanah, Sampang yang nklainya seharga Rp2,4 juta. 

Akhirnya Hayyi dikenakan hukuman dengan Pasal 114 ayat (1) Subs. 112 ayat (1), Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (fidz).

Kasus Pembunuhan Burahwi Masih Gelap

 

Sumenep (KoranTransparansi.com) – Kasus pembunuhan yang menimpa Burahwi (40) alamat dusun Brumbung Desa Lombang kecamatan Batang batang kabupaten Sumenep, Jawa timur masih dalam proses penyelidikan, sehingga diadakan pembahasan yang di gelar di Polres Sumenep, Jum’at, 11/05/2018.

Hadir dalam pembahasan tersebut Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Tego Marwoto, SH, MH beserta anggota dan pihak keluarga korban yang di dampingi oleh salah seorang aktivis Aminullah yang di mulai sekira pukul 09.00 sampai 10.30 wib.

Dalam kesempatan itu Kasat Reskrim menyampaikan kepada pihak keluarga korban bahwa pihak kepolisian tetap menangani secara serius kasus pembunuhan ini sehingga nantinya pihak kami akan mengungkap siapa otak di balik pembunuhan ini.

“Pelaku sudah di amankan di Polres Sumenep dan sudah di lakukan pemeriksaan di tambah dengan keterangan dua saksi, dan kami sudah mengantongi bukti bukti secara komprehensif" jelas Kasat.

Petugas melaksanakan secara maksimal karena ini kasus besar terkait dengan pembunuhan sehingga kami secara intensif melakukan lidik dan akan mengembangkan kasus ini sehingga akan terbongkar sampai ke akarnya.

Pihak keluarga korban berharap pihak kepolisian secepatnya bisa memproses dengan baik kasus pembunuhan ini, karena ini sudah menyangkut kriminalitas yang menghilangkan nyawa seseorang.

Anak korban Rusahwan memaparkan bahwa  sangat berharap petugas kepolisian bisa mengungkap kasus pembunuhan orang tua saya dan kalaupun ada orang lain di balik itu petugas bisa mengusut tuntas karena saya sangat percaya kepada pihak penegak hukum, jelasnya.

Sementara itu Forum Masyarakat Peduli Keluarga Korban (FMPK) Aminullah menyampaikan kasus pembunuhan terhadap Busahwi pada 11/05/2018 harus cepat di proses dan yang di jadikan terduga cepat di naikkan menjadi tersangka, kalau sudah ada bukti yang menguatkan dan keterangan dari beberapa saksi bahwa dialah pelaku pembunuhan tersebut.

“Sesuai dengan proses hukum kalau sudah di kuatkan dengan saksi dan bukti - bukti secepatnya yang di tersangkakan MSK (inisial) di proses" jelas Aminullah.

Lebih dari itu proses apabila sudah di jadikan tersangka secepatnya kasus pembunuhan ini berkasnya di limpahkan ke kejaksaan agar supaya proses persidangan cepat di gelar (fidz).

Pemkab Sumenep membuat terobosan baru dengan me-Lounching absensi pegawani negeri sipil dengan sistem online

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Pemerintah Kabupaten Sumenep Launcing sistim absensi pegawai (SIAGA) online dan Smart ID Card bagi kepulauan yang ditempatkan di pendopo Agung Karaton Sumenep. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia Dr. Ir. Bima Haria Wibisana, MSi,Jum'at (11/5/2018).

KH. A. Busyro Karim, M.Si. mengatakan bahwa jumlah pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Sumenep sesuai data yang ada sampai bulan April 2018 sebanyak 9423 orang dengan rincian (66 persen laki-laki) dan 3.159 orang (24 persen perempuan).

“Kabupaten Sumenep yang terdiri dari 126 kepulauan sehingga tingkat kendala sangat tinggi seperti kendala Giografis, Klimatologis dan Sosiologis juga Teknis, yang mana dari total PNS di kabupaten Sumenep sekitar 1840 orang bertugas di kepulauan yang mana 77 persen jabatan fungsional seperti Guru dan petugas kesehatan, sehingga pengembangan pengawasan PNS yang berada di kepulauan sangat terkendala" kata Bupati Sumenep.

Ia menambahkan dari ketiga kendala tersebut sangat tidak memungkinkan karena daya tempuh dari kabupaten Sumenep ke kepulauan bisa mencapai 21 jam bahkan kendala cuaca atau iklim yang sering kali tidak menentu, dan kendala yang ke tiga yaitu budaya kerja, pengawasan dan pengendalian juga online.

“Pemerintah kabupaten Sumenep sudah melakukan pemasangan mesin absensi di 49 OPD yang ada di Daratan dan 7 di wilayah kepulauan, pelaksanaan tersebut mulai April tahun 2017" katanya.

Bupati dua periode ini berharap dengan pelaksanaan sistem absensi online ini bisa meningkatkan kedisiplinan semua pegawai negeri yang ada di kabupaten Sumenep.

“Dengan penerapan Smart ID Card. sebagai instrumen peningkatan disiplin aparatur, meningkatkan kemudahan akses dan pelayanan administrasi kepegawaian, yang dipadukan dengan fungsi perbankan”, imbuhnya

Selama ini Smart ID Card hanya sebagai tanda pengenal, tetapi smart ID Card di sumenep multi fungsi yakni sebagai profil data dan layanan administrasi kepegawaian PNS, absensi, serta fungsi perbankan

Semua kepentingan terkait dengan pencairan tunjangan kinerja pegawai negeri sipil (PNS) akan di mulai tahun 2019 dengan sistem ATM, discon Card dan e-money, hal tersebut akan bekerja sama dengan Bank jatim untuk daerah daratan dan Bank BRI untuk kepulauan.

Dalam kegiatan tersebut ikut hadir pula dalam acara tersebut Bupati Sumenep Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, beserta OPD se kabupaten Sumenep (fidz).

 

 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak semakin tak terbendung. Kali ini Khofifah mendapat hadiah jingle kampanye baru dari KH Mahrus Bangkalan.

BANGKALAN (KoranTransparansi.com) - Dukungan untuk pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak semakin tak terbendung. Kali ini Khofifah mendapat hadiah jingle kampanye baru dari KH Mahrus Bangkalan.

Dukungan itu diberikan saat Khofifah bersilaturahmi ke Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (8/4/2018). Sebagai bentuk dukungan Kiai Mahrus membuatkan jingle baru untuk Khofifah-Emil. 

Lagu yang dibuat merupakan lagu yang diaransemen Kiai Mahrus bersama alumni santri Raudlatul Ulum Bangkalan. Jingle kali ini berjudul lagu 'Wis Wayahe'.

Latar musik yang digunakan kali ini bergenre EDM (Elektronik Dance Music). Dentuman musik wis wayahe kali ini lebih enerjik dan bernuansa milenialis.

"Wis wayahe. Ibu Khofifah jadi Gubernur. Wis wayahe. Kami berikan dukungan untuk ibu Khofifah. Kami hanya bisa menyumbang," kata Kiai Mahrus.

Mahrus yakin dengan segudang pengalaman masyarakat Jawa Timur akaj memberikan mandat untuk Khofifah dan Emil. Dukungan kiai Bangkalan ini pun semakin menguatkan suara Khofifah-Emil di pilgub Jatim 2018 ini.

"Semoga dari tempat ini pula bisa memulai menjadi Gubernur Jawa timur. Amiin," pungkasnya.(m

Tim DPKS Sumenep mulai pantau penyaluran dana ke pulau pulau terpencil

Sumenep (KoranTransparansi.com) – Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) Sumenep mulai melakukan pemantauan kelokasi terkait bantuan dana alokasi khusus (DAK) yang diberikan Dinas Pendidikan (Disdik) sumenep di sekoalah  SD sekabupaten Sumenep. Itu dilakukannya sesuai dengan peraturan presiden no.5 tahun 2018 untuk melakukan pertimbangan, dukungan dan pengawasan pada bantuan DAK tersebut.

Moh. Suhaidi, M. Th.I. Sekretaris DPKS sumenep turun langsung ke lokasi penerima bantuan DAK di sekolah SD Kabupaten Sumenep untuk memastikan apakah sekolah penerima DAK layak atau tidak sehingga nanti akan menjadi bahan pertimbangan apakah bener-benar layak atau tidak, sehingga pihaknya sangat serius menanganinya.

"Kami turun langsung ke lokasi yang sudah disiapkan oleh Disdik sumenep bagi sekolah yang akan menerima DAK, supaya kami tahu apakah sekolah tersebut layak atau tidak untuk menerimanya. Dan setelah data sudah akurat baru kami akan melakukan pertimbangan dan dukungan" kata Suhaidi yang masih aktif sebagai Dosen di STKIP PGRI Sumenep, pada hari sabtu, 12/05/2018.

Ia menambahkan bahwa dengan turun langsung sebelum DAK itu terealisasi agar benar-benar memastikan apakah sekolah itu layak atau tidak menerimanaya.

"Dan kedua nanti DPKS akan terus melakukan pengawasan setelah bantuan DAK itu turun, dan temuan kami nanti menjadi catatan bagi kami karena selama ini Dinas pendidikan dan penerima DAK tidak pernah melakukan koordinasi dengan kami" katanya.

Masih kata Suhaidi, padahal sudah jelas dalam juknis posisi kami sebagai DPKS terkait bantuan pelaksanaan DAK tahun 2018.

"Karena kami tidak mau bantuan DAK tersebut dibagikan tidak sesuai dengan penerima yang sepantasnya, artinya sekolah itu layak apa tidak" tegasnya (fidz

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...