Madura

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam GMNI Sumenep melakjukan aksi turun jalan menuntut agar Dishub Sumenep lebih transparan dalam mengelola per parkiran

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumenep, melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep. 

Pasalnya Dishub tersebut menarik uang parkir berlangganan di Kabupaten Sumenep senilai Rp. 15000 pertahunnya. Mahasiswa menilai, bahwa Dinas tersebut terkesan main - main dan kurang serius menangani persoalan area parkir mana yang gratis, sebab inilah yang membuat Mahasiswa GMNI datangi Dinas Perhubungan Sumenep. 

"Kami datang meski panas menyengat tubuh dibulan puasa hari ini, semata-mata untuk memperjelas fasilitas area parkir berlangganan dimana saja di sumenep ini, tidak jelas sama sekali dan Dinas terkait terkesan kurang serius dan tidak tegas dalam persoalan ini" kata Mansur,  Korlap Aksi GMNI Sumenep saat menyampaikan aspirasinya didepan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep.

Ia melanjutan tuntutannya, yaitu Dishup untuk memberikan pilihan pada masyarakat, mereka memilih parkir apa tidak. Mensejahterakan juru parkir selama ini apa tidak ? dan seharusnya Dishub harus transparansi terkait pendàpatan parkir berlangganan itu satu tahunnya berapa? 

Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Sustono menyambut baik puluhan Mahasiswa yang mendatangi dan menuntut dirinya terkait fasilitas parkir di area sumenep yang terkesan tak jelas. "Saya menanggapi baik masukan dari Mahasiswa GMNI Sumenep, dan saya aku setiap manusia pasti memiliki kekurangan atau kesempirnaan" kata Sustono. Pada hari Kamis (31/5/2018)

Menanggapi tuntutan Mahasiswa tersebut, Sustono mengatakan bahwa area parkir berlangganan di Kabupaten Sumenep yang ditarik Rp. 15000 pertahun itu sebenarnya ditepi jalan umum. "Area parkir geratis itu adalah ditepi jalan umum, kalau parkir didepan  Masjid Jamik itu adalah parkir khusus dan juga seperti di Rumah sakit RSUD Anwar itu juga khusus. Artinya tetap ditarik, karena bukan area parkir geratis" katanya.

Cuman kata Sustono, bahwa Juru Parkir hanya menarik biaya parkir bagi pelat yang bukan asli sumenep "kalau asli sumenep itu tidak ditarik, kalau itu terjadi laporkan sama kami, dan akan kami pecat" katanya. Dan pihaknya akan melengkapi fasilitas dan menulis papan nama area parkir geratis, itu nanti ditiap-tiap jalan umum yang khusu parkir yang berlangganan.

"Kalau diarea parkir geratis jangan kasi uang sepeserpun jukir itu, kalau ada yang menarik silahkan serahkan buktinya pada kami dan akan kami beri sangsi pecat" tegasnya saat dimintai ketetangan oleh wartatransparansi.com Sumenep (fidz).

Bukan hanya melakukan oemantauan atas kemungkinan naiknya harga sembako, namun Oemkab Sumenep juga melakjukan operasi pasar dengan menggelar pasar murah di lingkungan oemkab Sumnep.
Sumenep (KoranTransparansi.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura Jawa Timur menggelar pasar murah Ramadan 1439 Hijriyah. Kegiatan yang bertempat di depan Labeng Mesem itu dibuka lansung oleh Wakil Bupati, Achmad Fauzi. Pada hari Kamis, 31/5/2018.

Wakil Bupati sumenep, Achmad Fauzi menyampaikan bahwa adanya pasar murah ramadan kali ini untuk menjaga stabilitas harga. Sebab, menurut dia, setiap kali menjelang Hari Raya, dalam hal ini Idul Fitri, harga kebutuhan bahan pokok mengalami kenaikan.

“Pemkab sengaja menyelenggarakan pasar murah salah satunya untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan. Supaya masyarakat tidak terlalu terbebani oleh banyaknya kebutuhan selama Ramadhan" tutur Wakil Bupati Sumenep.

Ia menambahkan, harga jual bahan pokok yang disediakan di pasar murah Ramadan lebih murah 25 persen dari harga pasaran. “Makanya, kami berharap bapak dan ibu yang sudah membeli barang di sini tidak dijual kembali. Namun dikonsumsi sendiri" harapnya Fauzi.

Pantauan media ini, masyarakat bergiliran mendatangi stand saat melakukan pembelian kebutuhan bahan pokok di pasar murah, depan labeng mesem Kota Sumenep, Kamis 31 mei 2018 pagi ini.

Sementara Asisten Bidang Perekonomian Setkab Sumeneo, Hery Koentjoro menerangkan, kegiatan pasar murah kali ini diselenggarakan di lima kecamatan eks pembantu Bupati Sumenep. Lima kecamatan itu ialah Kecamatan Kota di depan Labang Mesem; Kecamatan Bluto diletakkan di Lenteng; Kecamatan Batang-Batang diletakkan di Dungkek; Kecamatan Guluk-Guluk di Ganding; dan Kecamatan Ambunten di Dasuk" ujarnya.

“Kalau yang kami sediakan di pasar murah Ramadan sekarang di antaranya mie instan, minyak goreng, beras, gula pasir, sirup, kecap, teping trigu dan mentega. Khusus Dinas Ketahanan Pangan juga menjual daging sapi" tutupnya (fidz).

Istri Wakil  Bupati Sumenep belakangan mulai rajin menyaa masarakat. Kemarin Nia Kurnia Fauzi tampil dalam pameran dan bazae sembako di lingkungan Oemkab Sumenep

Sumenep (KoranTransaransi.com) – Sosok Nia Kurnia Fauzi acap kali terlihat dalam banyak kegiatan sosial di Kabupaten Sumemep, Jawa Timur. Kali ini, istri Wakil Bupati Sumenep itu terlihat memantau dan menyapa masyarakat di acara Pasar Murah Ramadan 1439 Hijriyah.

Ditemui di sela-sela kesibukannya, Nia mengaku senang melihat respons masyarakat yang begitu luar biasa terhadap kegiatan pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemkab Sumenep.

“Kegiatan ini merupakan salah satu cara pemerintah berbagi dengan masyarakat. Harga bahan pokok yang pemerintah sediakan harganya lebih murah 25 persen dibanding harga biasanya di pasar. Semoga dengan potongan tersebut pemerintah dapat membatu masyarakat" ujarnya. Kamis, 31/5/ 2018.

Perempuan yang juga menjabat sebagai ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sumenep ini juga berharap, pasar murah yang diselenggarakan tepat sasaran. Artinya, hanya warga kurang mampu dan membutuhkan yang membeli bahan pokok di pasar murah tersebut.

“Agar tepat sasaran, pemerintah sudah berupaya dengan memberi kupon kepada masyarakat, khususnya yang kurang mampu, agar dibawah saat hendak membeli bahan pokok” tuturnya.

Untuk diketahui, kegiatan pasar murah Ramadan diselenggerakan di lima kecamatan eks pembantu bupati. Bahan pokok yang disediakan di antaranya: mie instan, minyak goreng, beras, gula pasir, sirup, kecap, teping terigu, dan mentega dalam bentuk paket. Khusus Dinas Ketahanan Pangan juga menjual daging sapi (fidz).

Sumenep (KoranTransaransi.com) – Sosok Nia Kurnia Fauzi acap kali terlihat dalam banyak kegiatan sosial di Kabupaten Sumemep, Jawa Timur. Kali ini, istri Wakil Bupati Sumenep itu terlihat memantau dan menyapa masyarakat di acara Pasar Murah Ramadan 1439 Hijriyah.

Ditemui di sela-sela kesibukannya, Nia mengaku senang melihat respons masyarakat yang begitu luar biasa terhadap kegiatan pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemkab Sumenep.

“Kegiatan ini merupakan salah satu cara pemerintah berbagi dengan masyarakat. Harga bahan pokok yang pemerintah sediakan harganya lebih murah 25 persen dibanding harga biasanya di pasar. Semoga dengan potongan tersebut pemerintah dapat membatu masyarakat" ujarnya. Kamis, 31/5/ 2018.

Perempuan yang juga menjabat sebagai ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sumenep ini juga berharap, pasar murah yang diselenggarakan tepat sasaran. Artinya, hanya warga kurang mampu dan membutuhkan yang membeli bahan pokok di pasar murah tersebut.

“Agar tepat sasaran, pemerintah sudah berupaya dengan memberi kupon kepada masyarakat, khususnya yang kurang mampu, agar dibawah saat hendak membeli bahan pokok” tuturnya.

Untuk diketahui, kegiatan pasar murah Ramadan diselenggerakan di lima kecamatan eks pembantu bupati. Bahan pokok yang disediakan di antaranya: mie instan, minyak goreng, beras, gula pasir, sirup, kecap, teping terigu, dan mentega dalam bentuk paket. Khusus Dinas Ketahanan Pangan juga menjual daging sapi (fidz).

Samhaji (40), warga Dusun Komere, Desa Tambak Agung Barat, Kecamatan Ambunten, Sumenep terpaksa diamankan polisi karena keahliannya dalam membuat Mercon.

SUMENEP (KT) - Unit Resmob bersama Unit Idik III Tipiter Polres Sumenep berhasil mengamankan Samhaji (40), warga Dusun Komere, Desa Tambak Agung Barat, Kecamatan Ambunten, Sumenep. Samhaji, dimintai keterangan polisi karena keahliannya membuat membuat mercon, hal tersebut dibuktikan dengan keberadaan bahan-bahan untuk membuat mercon yang di dapat oleh petugas dirumahnya.

AKP Abd Mukit Kasubag Humas Polres Sumenep Menjelaskan penangkapan terhadap tersengka dilakukan setelah petugas mendapat informasi jika tersangka memiliki bahan-bahan untuk membuat mercon.

Dengan adanya info tersebut petugas langsung melakukan kegiatan penyelidikan terhadap terlapor, barulah petugas mendapatkan sebuah kebenaran jika terlapor benar memiliki bahan-bahan peledak tersebut.

"Tak berselang lama petugas dengan segera melakukan penangkapan terhadap tersangka", kata mukit, selasa 29/05/2018.

Kemudian lanjut Mukit, petugas melakukan penggeledahan dirumahnya, dan pada saat itu pula didapati tersangka sedang mempersiapkan bahan peledak yang berada disekitar rumahnya. Setelah itu pula Samhaji beserta barang buktinya di bawa ke Mapolres Sumenep guna untuk memperoleh keterangan lebih lanjut.

"Saat di introgasi Samhaji mengaku mendapatkan serbuk bahan peledak dari seorang sales, kemudian diracik dan racikan tersebut digunakan untuk membuat petasan" pungkasnya.

Sedangkan Barang bukti (BB) yang disita petugas dari tersangka yaitu:

1(satu) plastik berisi serbuk berwarna abu-abu yang diduga bahan peledak.

2 (Dua) buah karung berisi serbuk berwarna hitam yang diduga bahan pembuat sumbu mercon. 

3 (Tiga) bungkus plastik berisi serbuk berwarna putih yang diduga bahan pembuat mercon.

1 (satu) bungkus plastik berisi serbuk berwarna kuning yang diduga bahan pembuat mercon. 

19 (sembilan belas) buah sumbu pemicu petasan dengan panjang sekitar 50 cm.

2 (Dua) buah kayu balok dengan panjang balok pertama sekitar 30 cm lebar 20 cm, balok kedua panjang 20 cm dan lebar 15 cm.

“Pelaku melanggar pasal 1 ayat (1) Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951" tutupnya (fidz).

Akibat konsleting lisrik, Pom mini milih H Adnan ludes dilalap jago merah

SUMENEP (KT) – Stasiun Pengisihan Bahan Bakar  ( SPBU) atau POM mini milik keluarga H Adnan (48), warga Desa Batal Barat, Kecamatan Ganding, Sumenep, habis di lapap si jago merah. Bukan hanya usahanya saja yang ludes, rumah tinggal yang kebetulan menyatu dengan POM mini tersebut juga ikut terbakar habis. Ini tejadi pada Selasa (29/5/2018).

Diduga kebakaran terjadi di sebabkan adanya sebuah konsleting listrik yg berasal dari pompa air yang digunakan untuk mengalirkan bahan bakar dari tempat penampungan BBM menuju pengisian.

Tidak ada Korban jiwa pada peristiwa tersebut hanya saja kerugian yang di alami keluarga H. Adnan terbilang cukup besar sekitar Rp. 250 juta.

AKP Abd Mukid Kasubag Humas Polres Sumenep, menjelaskan awal mula kejadian Sekira pukul 07.30 wib H. Adnan hendak membuka tokonya yg bersebelahan degan Pom Mini Lk. 5 M. Kemudian H. Adnan mendengar sebuah ledakan semacan ledakan diarea Pom Mini dan langsung menyemburkan api. H. Adnan Bersama keluarganya terkejut dan langsung keluar dan mengamankan barang2 berharganya.

"Mendengar kabar tersebut Kapolsek Ganding dan 6 personil dibantu oleh Koramil Ganding langsung mendatangi TKP" kata mukit. Selasa 29/05/2018.

Sementara di lapangan warga bersama para petugas saling bahu-membahu untuk memadamkan api, dan sebagian petugas ada yang menghubungi pemadam kebaran.

"Api bisa dipadamkan sekira Pukul 09.00 wib berkat adanya 3 unit pemadam kebakaran" tuturnya.

Unutuk diketahui, kapasitas Volume BBM/Pom mini tersebut terdiri : 1. 200 L premium 2. 200 L Solar 3. 200 Pertamax. Seluruh BBM tersebut diatas dijadikan 1 ruang (fidz).

Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo seusai melantik Pj Bupati Pamekasan, Dr. Ir. H. RB Fattah Jasin, MS di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (28/5) pagi.

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Penjabat (Pj) Bupati Pamekasan harus mampu menjadi jembatan pengantar, antara Bupati Pamekasan sebelumnya dengan bupati periode berikutnya. Itu merupakan salah satu tugas yang perlu dilakukan selama masa transisi pemerintahan di Kabupaten Pamekasan.

Sebagai jembatan pengantar, Pj Bupati Pamekasan harus mempelajari naskah memori jabatan yang telah diterima serta mengetahui program-program pembangunan apa saja yang dapat dilakukan dan ditingkatkan di Kabupaten Pamekasan.ungkap Gubernur Soekarwo saat melantik Pj Bupati Pamekasan Dr Ir RB Fattah Jasin,MS di gedung negara Grahadi Surabaya, Senin (28/5/2018)

" Tidak semua prgram bisa ditindaklanjuti dalam waktu beberapa bulan periode kepemimpinan Pj, sehingga perlu dipilah yang prioritas bagi masyarakat Pamekasan," ungkap Gubernur Soekarwo saat melantik Pj Bupati Pamekasan Dr Ir RB Fattah Jasin,MS di gedung negara Grahadi Surabaya, Senin (28/5/2018).

Pakde Karwo mengingatkan, beberapa hal yang harus dilakukan Pj Bupati Pamekasan. Diantaranya, menyelenggarakan pemerintahan yang bisa dirasakan masyarakat Pamekasan. Artinya, pemerintah hadir untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat. 

Salah satu langkah yang bisa dilakukan, lanjutnya, Pj Bupati Pamekasan terus berkomunikasi dengan masyarakat melalui pemberdayaan dan partisipatoris. Dalam hal ini, masyarakat dilibatkan untuk ikut merumuskan kebijakan.  “Semakin banyak komunikasi dan partisipatoris, maka akan semakin baik pula dampaknya bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Pj Bupati Pamekasan hendaknya melakukan koordinasi dengan Forkopimda dan DPRD Kab. Pamekasan dengan baik. Sebab, dengan berkoordinasi, akan terjalin sinergi program, karena pemerintahan daerah terdiri dari eksekutif dan legislatif.  

"Apabila hubungan eksekutif dan legislatif lancar dalam merumuskan kebijakan, langkah selanjutnya, terutama  berkoordinasi dengan forkopimda, tokoh masyarakat, dan tokoh agama akan menjadi lebih mudah," tambahnya.

ntara itu, menjawab pertanyaan wartawan usai pelantikan, Pj. Bupati  Dr. Ir. H. RB Fattah Jasin, MS mengatakan, dirinya akan melanjutkan kebijakan-kebijakan dari pendahulu, baik bidang ekonomi, pembangunan, maupun kemasyarakatan. 

“Selain itu, saya akan memfasilitasi terselenggaranya pemilihan Gubernur dan Wagub Jatim, serta Pemilihan Bupati dan Wabup Pamekasan,” ucapnya yang ditunjuk sebagai Pj Bupati Pamekasan berdasarkan surat keputusan Mendagri Nomor 131.35 - 1690 Tahun 2018.

Usai acara pelantikan Pj Bupati Pamekasan, ditempat sama, gedung negara Grahadi, dilakukan serah terima jabatan Plt. Ketua Tim Penggerak PKK dan Plt. Ketua Deskranada Kabupaten Pamekasan. 

Penyerahan jabatan dilakukan dari Hj. Raudatul Jannah Khalil kepada Ir. Hj. Ani Fattah Jasin, dengan  serah terima ini disaksikan oleh Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Provinsi Jatim, Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si.

Hadir dalam kegiatan pelantikan Pj. Bupati Pamekasan dan Plt. Ketua Tim PKK dan Plt. Ketua Dekranasda Kab. Pamekasan ini, a.l. Sekretaris Daerah Prov. Jatim Dr. Akmad Sukardi, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Prov. Jatim, serta Forpimda Kab. Pamekasan. (min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...