Madura

Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sowan ke kediaman RKH Muhammad Syamsul Arifin di Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan, Madura

Pamekasan (KoranTRansparansi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sowan ke kediaman RKH Muhammad Syamsul Arifin di Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan, Madura. Kedatangan Khofifah disambut baik para asatiz dan kiai pesantren Madura.

Kedatangan Khofifah ini pun disambut langsung RKH Syamsul Arifin. Bersama kiai salah satu pesantren tertua di Madura ini, Khofifah tampak akrab berbincang berbagai hal. 

Silturahmi Khofifah ini disambut dukungan Kiai Syamsul. Kiai berpengaruh Madura ini menegaskan akan mendukung Khofifah-Emil sebagai kandidat yang didukung PPP. 

"Iya, yang jelas saya mendukung yang diusung PPP. Semuanya untuk urusan PPP saya mendukung," kata  RKH Muhammad Syamsul Arifin menegaskan.

Kiai Syamsul juga mendoakan Ketua Umum Muslimat NU ini sukses memenangkan kontestasi Pilkada Gubernur Jatim. Menurutnya, Khofifah sosok yang religius.

"Orang yang Sholehah, Saya mendoakan sukses. Insyaallah, Allah akan menolong hamba yang menolong saudaranya," tuturnya kepada Khofifah.

Kiai yang juga Wakil Ketua Majelis Syariah DPP PPP ini menyebut pantas jadi suri tauladan bagi masyarakat. Khofifah dinilai sosok contoh yang memberikan kebaikan.

"Ibu Khofifah mau bersilaturahim dia yang mendatangi lebih dulu. Oreng ta' enda' aba' enda' (orang lain tidak mau dirinya mau) bersilaturahim. Makanya kami angkat bu Khofifah kedatangannya ke sini demi kebaikan, inilah contoh Bu Khofifah, mudah-mudahan bermanfaat, barokah," ucapya.

Kedatangan Khofifah ini didampingi pengurus PPP Pamekasan. Salah satunya, Anggota DPR RI, Achmad Baidowi. Dia menegaskan dukungan dari RKH Syamsul  semakin menguatkan posisi pasangan Khofifah-Emil.

"PPP selalu konsisten dengan keputusan yang dibuat DPP. Dukungan beliau RKH Syamsul terhadap PPP menjadi bagian dari dukungan terhadap Khofifah," tegas Baidowi.

Sementara itu Khofifah menyampaikan  terima kasih atas sambutan dan dukungan yang diberikan RKH Syamsul. Khofifah juga menyampaikan apresiasinya terhadap PPP yang konsisten mendampinginya.

"Kami menyampaikan terima kasih. Mudah-mudahan ini hari Allah menentukan silaturrahim membawa kemualian. Kami mohon doa pak Kiai. Kami diantarkan banyak pengurus PPP karena salah satu yang mengantarkan, mengusung kami mencalonkan gubernur-wakil gubernur,"

Menteri Sosial 2014-2018 ini menyambut dan mengapresiasi dari KH Syamsul. Smenurutnya ini, akan menajdi rnacangan rekomendasi strategis untuk pasangan Khofifah-Emil.

"Seluruh proses silaturahmi ini akan menjadi nyambung jiwa, olah rasa. Jadi silaturahmi itu sambung doa. Ada rasa yang terbangun dan ada doa yang akan dimunajatkan," pungkasnya. (min)

Bupati Sumenep A Busryo Karim saat menjadi  isnpektur upacara pada perngatan ahri lahir Pancasila di Sumenep, Senin (4/6/2018)

SUMENP (KoranTransparansi.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar upacara memperingati hari lahirnya pancasila ke 73. Upacara tersebut digelar dihalaman pemkab setempat,Senin (04/06/2018).

Bupati Sumenep, A. Buya Busryo Karim bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam sambutannya Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang tetap konsisten dalam menjaga, mengamalkan dan mewariskan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 

Selama 73 tahun, pancasila sudah menjadi bintang pemandu bangsa indonesia. Selama 73 tahun itu Pancasila sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya. 

"Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-bhinneka tunggal ika. Insya Allah sampai akhir zaman, Pancasila akan terus mengalir di denyut nadi seluruh rakyat indonesia. 

Sungguh, pancasila adalah berkah yang indah yang diberikan tuhan yang maha esa kepada kita, melalui perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para pendiri bangsa," Ungkapnya.

Menurut orang nomer satu di Kabupaten Sumenep ini , peringatan hari lahir pancasila setiap tanggal 01 juni harus dimanfaatkan sebagai momen pengingat, pemacu dan aktualisasi nilai-nilai pancasila. 

"Marilah kita amalkan warisan mulia para pendiri bangsa ini untuk kemajuan bangsa.

negara manapun di dunia, akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bineka dan majemuk" ujarnya.

Bupati juga mengajak para tokoh agama, politisi, jajaran aparat pemerintahan, TNI dan Polri, para pelaku ekonomi serta seluruh komponen bangsa, untuk bersama-sama mengamalkan pancasila dalam keseharian kita. 

"Semangat bersatu, berbagi dan berprestasi akan meneguhkan derap langkah kita dalam membawa indonesia menuju negara yang maju dan jaya" Jelasnya.

Diahir sambutannya bupati  menyampaikan, terima kasih kepada seluruh masyarakat sumenep khususnya kalangan birokrasi, karena untuk pertama kalinya pemerintah kabupaten sumenep meraih predikat opini “wajar tanpa pengecualian”  (WTP) atas laporan hasil pemeriksaaan keuangan bpk tahun anggaran 2017. 

"Prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras dan semangat semua pihak dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional dan akuntabel" Harapnya.

Prestasi tersebut, lanjut bupati,  disatu sisi merupakan kebanggaan, tetapi di sisi lain merupakan tantangan besar untuk mempertahankannya. 

"Saya yakin, dengan semangat kebersamaan semua pihak, kita akan mampu mempertahankan prestasi tersebut. Yakinlah bahwa tidak akan ada perjuangan yang sia-sia" Tutupnya (fidz).

 

Foto : Imam Sukandi Plt. BPPKAD. Sumenep

 

Sumenep (KoranTransparansi.com) Pengelolaan aset milik pemerintah daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, boleh dibilang masih belum maksimal. Sebanyak 805 bidang tanah yang dimiliki pemerintah ini, kini terancam melayang. Sebab, tanah milik Pemkab Sumenep sebagian sudah ditempati bangunan sekolah maupun perkantoran.

Namun lahan tersebut masih bisa dikuasai kembali oleh pemilik lahan maupun ahli warisnya. Sebab 805 bidang tanah tersebut, masih belum bersertifikat. kata Imam Sukandi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKAD) Sumenep, Sabtu (2/6/2018).

Menurutnya, berdasarkan data tim Penertiban Aset Setkab Sumenep, aset milik pemerintah Kabupaten Sumenep, masih 805 bidang tanah yang belum memiliki sertifikat. Padahal sebagian besar lahan tersebut telah terbangun gedung sekolah. Sebagian lagi dibangun perkantoran.

"Ada beberapa aset milik pemerintah Daerah  yang harus diinventarisasi lagi, seperti kantor kami (BPPKAD) kantor tersebut, belum ada penyerahan dari Pemerintah Pusat, karena itu dulu adalah kantor Cipta Karya Provinsi," mengingat hal ini,  kata Imam menjadi perhatian serius Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera diselesaikan. Sehingga sejumlah aset pemerintah daerah itu segera diurus kepemilikannya.

Harapan saya  di tahun ini setidaknya ada semacam kepastian masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga aset kepemilikan lahan tersebut segera masuk di neraca masing-masing OPD. pungkasnya (Sal)

Kecamatan Manding dan Batun Belum Terima Rastra

Sumenep (korantransparansi.com) - Dari 27 Kecamatan di Kabupaten Suemep, Madura, tersisa dua kecamatan saja yang belum menerima penyaluran beras sejahtera (Rastra). Ada beberapa kenala sehingga dua kecamatan terlambat.

“Sampai saat ini masih ada dua Kecamatan yang belum menyalurkan Rastra, Kecamatan Manding dan Batuan” kata Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setkab Sumenep, Mustangin. Kamis, 31/5/2018.

Karena saat ini sudah mau memasuki bulan keenam, pihaknya berharap para kepala desa di dua kecamatan tersebut segera melakukan penyaluran rastra. Sehingga bantuan itu cepat dirasakan oleh masyarakat.

“Jika memang ada kendala di dua kecamatan itu, silahkan segera konsultasikan. Agar kami bisa carikan jalan keluarnya" tambah mantan Camat Gapura itu.

Secara aturan, menurut dia sejauh ini belum ada perubahan terkait batas waktu pendistribusian. Artinya, selama belum akhir tahun (Desember), jatah rastra tidak akan hangus.

”Namun jika sampai akhir Desember tetap tidak diasalurkan, secara aturan akan hangus. Namun, kami sudah betul-betul tekankan agar dua kecamatan tersebut segera melakukan penyaluran rastra” pungkasnya (fidz).

 

Kali Pertama Pemkab Sumenep Terima WTP

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk pertama kalinya meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diserahkan pada Kamis (31/5/2018) . 

WTP ini merupakan opini audit yang diterbitkan atas laporan keuangan karena dianggap memberikan informasi yang bebas dari salah satu material.

Opini WTP dari BPK RI diterima langsung Bupati Sumenep Dr. KH. A. Busyro Karim M. Si di Kantor BPK perwakilan Jawa Timur, kamis 31/5/2018. “Keberhasilan opini WTP itu adalah bentuk ikhtiar dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menciptakan pemerintahan yang akuntabel dan transparan” kata Bupati Sumenep, pada hari kamis, 31/5/2018.

Ia mengayakan, bahwa raihan tersebut memutus “kutukan” Kabupaten Sumenep yang selama ini hanya meraih opini WTP. Bupati Sumenep mengapresiasi dan menyatakan jika prestasi tersebut adalah buah dari komitmen semua pihak dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel dan profesional.

“Diharapkan prestasi tersebut tidak membuat puas kalangan birokrasi Sumenep, karena mempertahankan prestasi tersebut jauh Iebih berat” tutur Bupati dua periode ini.

Pada kesempatan tersebut pula Bupati Sumenep dipercaya mewakili Bupati dan walikota di Jawa Timur untuk memberikan review terhadap kinerja BPK selama ini sekaligus berbagi pengalaman kesuksesan Sumenep meraih WTP (fidz).

 

 

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam GMNI Sumenep melakjukan aksi turun jalan menuntut agar Dishub Sumenep lebih transparan dalam mengelola per parkiran

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumenep, melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep. 

Pasalnya Dishub tersebut menarik uang parkir berlangganan di Kabupaten Sumenep senilai Rp. 15000 pertahunnya. Mahasiswa menilai, bahwa Dinas tersebut terkesan main - main dan kurang serius menangani persoalan area parkir mana yang gratis, sebab inilah yang membuat Mahasiswa GMNI datangi Dinas Perhubungan Sumenep. 

"Kami datang meski panas menyengat tubuh dibulan puasa hari ini, semata-mata untuk memperjelas fasilitas area parkir berlangganan dimana saja di sumenep ini, tidak jelas sama sekali dan Dinas terkait terkesan kurang serius dan tidak tegas dalam persoalan ini" kata Mansur,  Korlap Aksi GMNI Sumenep saat menyampaikan aspirasinya didepan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep.

Ia melanjutan tuntutannya, yaitu Dishup untuk memberikan pilihan pada masyarakat, mereka memilih parkir apa tidak. Mensejahterakan juru parkir selama ini apa tidak ? dan seharusnya Dishub harus transparansi terkait pendàpatan parkir berlangganan itu satu tahunnya berapa? 

Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Sustono menyambut baik puluhan Mahasiswa yang mendatangi dan menuntut dirinya terkait fasilitas parkir di area sumenep yang terkesan tak jelas. "Saya menanggapi baik masukan dari Mahasiswa GMNI Sumenep, dan saya aku setiap manusia pasti memiliki kekurangan atau kesempirnaan" kata Sustono. Pada hari Kamis (31/5/2018)

Menanggapi tuntutan Mahasiswa tersebut, Sustono mengatakan bahwa area parkir berlangganan di Kabupaten Sumenep yang ditarik Rp. 15000 pertahun itu sebenarnya ditepi jalan umum. "Area parkir geratis itu adalah ditepi jalan umum, kalau parkir didepan  Masjid Jamik itu adalah parkir khusus dan juga seperti di Rumah sakit RSUD Anwar itu juga khusus. Artinya tetap ditarik, karena bukan area parkir geratis" katanya.

Cuman kata Sustono, bahwa Juru Parkir hanya menarik biaya parkir bagi pelat yang bukan asli sumenep "kalau asli sumenep itu tidak ditarik, kalau itu terjadi laporkan sama kami, dan akan kami pecat" katanya. Dan pihaknya akan melengkapi fasilitas dan menulis papan nama area parkir geratis, itu nanti ditiap-tiap jalan umum yang khusu parkir yang berlangganan.

"Kalau diarea parkir geratis jangan kasi uang sepeserpun jukir itu, kalau ada yang menarik silahkan serahkan buktinya pada kami dan akan kami beri sangsi pecat" tegasnya saat dimintai ketetangan oleh wartatransparansi.com Sumenep (fidz).

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...