Madura

Resmob Sumenep Tangkap Mucikari DH

Sumenep (KoranTransparansi.com) – Unit Reserse Mobil (Resmob) Polres Sumenep menangkap seorang mucikari berinisial DH (31) warga Desa Batuan Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep. 

Penangkapan dilakukan sekitar pukul 21.30 WIB di salah satu kamar hotel jalan Trunojoyo Kecamatan Kota Sumenep. Jum'at 25/5/2018.

DH dijerat pasal 506 KUHP dengan tuntutan kurungan penjara selama-lamanya 3 bulan karena diduga telah melakukan tindak pidana sebagai mucikari dengan mengambil untung dari pelacuran perempuan.

“Dijerat pasal 506 KUHP" kata AKP Abd Mukit, Kasubag Humas Polres Sumenep. Kata Mukit, dapat dipastikan DH akan melaksanakan lebaran di Penjara. 

Saat penangkapan dilakukan, Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya satu unit handphone dan uang tunai senilai 500 ribu rupiah.

Kronologi penangkapan DH bermula saat Unit Resmob melakukan giat lidik pelacuran wanita di wilayah hukum Kabupaten Sumenep sekitar pukul 15.30 WIB. Unit Resmob mendapatkan informasi bahwa DH sering menyediakan Wanita Tuna Susila (WTS).

“Langsung dilakukan penelusuran” tuturnya.

Sekira pukul 21.30 WIB, terbukti DH sedang menyediakan WTS dan menemani seorang tamu di salah satu kamar hotel. Unit Resmob pun langsung melakukan penangkapan dan tersangka DH diamankan ke Polres setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat diintrogasi, DH mengakui perbuatannya sebagai mucikari" tutup Mukit (fidz).

 

Mohmmad Iksan, Kabid Pendidikan Diknas Sumenep menolak tudingan DPKS

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Dinas pendidikan (Disdik) Sumenep, angkat bicara soal pelaksanaan wajib belajar Diniyah yang dinilai kurang bernafsu oleh  DPKS beberapa hari yang lalu. DPKS menilai bahwa Disdik sudah lalai dengan program Pemkab yang tertera dalam perbub no. 15 tahun 2016 dengan anggaran Rp. 1 Miliyar.

Kabid pembina SMP Disdik Sumenep Mohammad Iksan menolak tuding DPKS, bahwa wajib belajar pendidikan Diniyah selama ini terhadap siswa lembaga formal di Kabupaten Sumenep itu kurang maksimal. Kata Iksan , Kamis 24/05/2018.

“Program wajib Madin terhadap siswa untuk yang SMP di lembaga sekolah formal di sumenep itu, sudah dilaksanajan dan  berjalan  lancar. Bisa di cek seperti SMP N 1, SMP N 2, SMP N 3 dan SMP N 5 dan SMP N 6 itu semuanya melaksanakan program wajib Diniyah" kata Iksan saat dimintai keterangan media ini di kantornya. 

Iksan mengatakan, ada sekitar empat puluh empat asatidt diterjunkan dalam program wajib Madin tersebut. Selama ini kata Kabid SMP tersebut, pihaknya tidak tututp mata dalam menjalankan program wajib Madin ini.

Terkait masalah belom adanya Juknis dan buku, pihaknya mengakui bahwa itu menjadi kesepakatan dengan DPKS untuk membantu menuntaskannya.

"Tapi meskipun juknis itu dianggap masih kurang maksimal, program wajib Madin ini tetap berjalan dan sesuai yang tertera dalam perbub. Nah, itu sudah bisa dijadikan dasar dalam bekerja" katanya pada media korantransparansi.com.

Ia menambahkan, bahwa sejak tahun 2016/2017 samapai saat ini Program wajib sekolah Madin itu dilaksanakan dengan lancar meskipun tanpa buku. "Bukunya masih dalam proses penyelesaian, karena kalau pelelangan dilakukan secara sepotong - potong itu tidak maksimal" tuturnya.

Iksan menyatakan, bahwa pihaknya berjanji tahun ini pengadaan buku tersebut selesai dan akan masuk tahun ajaran baru. "Saya pastikan ya, setelah buku yang disususn oleh Al-karimiyah selesai langsung akan saya layangkan surat kepada lpsi untuk ditayangkan dan dilelang" lanjut Iksan. Dan dipastikan pada bulan september nanti akan selesai dan masuk pada tahun ajaran baru sekolah.

Ia berharap, program Madin ini adalah tidak lain untuk memberikan penguatan pembelajaran ke anak didik sejak dini dengan baik. Baik itu disekolah dan dimasyarakat, terutama terhadap moral siswa yang besangkutan (ali f syahbana)

FKMS & LIMA Gelar Aksi Bareng Tuding Disperindag Lakukan Pungli

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Aktivis Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) dan Lingkar Intelektual Mahasiswa (Lima) gelar unjuk rasa ke Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep. Aksi ini terkait praktik Pungutan Liar (Pungli) di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten paling timur ini.

Mahasiswa tersebut menyampaikan aspirasi hasil investigasinya dilapangan, bahwa adanya praktik pungutan liar (Pungli) uang retribusi kepada pedagang dan pemilik kios. Pendistribusian tersebut tidak sesuai dengan nominal yang tertera di karcis. Mestinya hanya Rp1.500, tapi malah dipungut antara Rp. 2000 hingga Rp. 5000.

“Sudah jelas itu ada indikasi praktek pungutan liar. Dan saya katakan tindakan pungli tersebut sangat terstruktural, karena tidak mungkin, jika bawahan menerjang perda (Peraturan Daerah)"   kata Korlap Aksi, Iklal Ilyas Husein dalam orasinya. Kamis 24/5/2018.

Iklal berharap, dengan adanya tindakan aksi tersebut dinas terkait, untuk seringkali lakukan tinjauan terhadap pasar-pasar tradisional di kabupaten sumenep.

“Saya mau Disperindag usut tuntas dengan adanya kasus pungli tersebut” tuturnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Syaiful Bahri berjanji akan melakukan Tinjauan langsung terkait temuan mahasiswa tersebut. “Kita akan tinjau terlebih dahulu kebenarannya" ucapnya.

"jika nanti dalam hasil tinjauan tersebut ditemukan pungutan, dia mengaku tidak segan memberikan sanksi kepada oknum tersebut. Bukan hanya kepala UPT sama petugasnya pun kita tindak jika terbukti melakukan pungli"  tegasnya.

Setelah aspirasi itu ditanggapi dari Kepala Dinas (Disperindag), dan puluhan Mahasiswa FKMS dan LIMA membubarkan aksinya dengan rasa senang, karena pihak terkait mau mendengarkan dan berjanji akan memberikan sansi tegas apabila temuannya itu benar faktanya (fidz).

 

Pickup penuh muatan kayu jati mengalami kecelakaan maut. Sementara enam penumpang luka luka

 

SUMENEP (KoranTransparansi.com) - Sebuah mobil pickup nopol M 9710 AB yang mengangkut kayu jati tiba tiba saja ringsek. Pickup mengalami rusak berat dan muatanpun berhaburan. Peristiwa itu terjadi  di Jalan Raya Blumbungan - Pakong, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Rabu(23/5/2018)sore tadi. 

Dugaan sementara mobil pickup kelebihan muatan. Enam Orang penumpangnya termasuk sopirnya mengalami luka luka. Namun anggota Polres Sumenep masih melakukan penyelidikan mengenai penyababnya. 

Salah satu penumpang mobil naas bernama Nurul Fajri (42) Warga asal Desa Majungan Kecamatan Padamawu Pamekasan yang mengalami luka robek disebagian tubuhnya. “Saya tidak menyangka akan terjadi musibah ini, dan saya baru sadar setelah digotong warga, dan penumpang mobil ini ada enam orang" katanya.

Ia menambahkan bahwa mobil yang bermuatan pohon jati itu adalah hasil tebangan dirinya bersama rekan kerjanya yang berniat dibawa ketempat Somil.

“Setelah ditebang pohon kayu jati ini rencana mau dibawa ketempat Somil, namun belum sampai tujuan mengalami kecelakaan. Mobil terguling guling. 

Enam penumpang yang menjadi korban kecelakaan mobil itu, semuanya selamat karena rata-rata hanya mengalami luka ringan.

Informasi yang dihimpun media korantransparansi.com petugas Kepolisian setempat,  yakni Polsek Kadur yang mendapatkan informasi tersebut, dengan cepat mendatangi lokasi untuk mengevakuasi enam korban serta mendata dan mengatur jalannya lalu lintas yang mulai macet di sekitar lokasi kejadian tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polisi lantas Polres Pamekasan belum bisa memberikan keterangan resmi karena masih melakukan olah TKP untuk mengatahui apa penyebab terjadinya Laka tersebut (fidz).

 

Jebolan SMP di Sumenep pengguna Narkoba yang kahirnya ditangkap polisi

 

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Satreskoba Polres Sumenep menangkap pengkonsumsi sekaligus pengedar Narkotika jenis sabu sabu, Jufri Mardiyanto bin Syamsul Arifin, asal Kabuaten Bangkalan.

Ia ditangkap di Jl, Kampung Desa Matanair Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, Selasa (22/5/2018) malam sekitar pukul 20.00.

"Awalnya ada informasi dari masyarakat bahwa terlapor sering mengkonsumsi dan bertransaksi narkotika jenis sabu. Setelah menurunkan petugas untuj melakukan pengintaian naru dilakukan penangkapan." tutur Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Abd Mukit, Rabu (23/5/2018) pagi.

Kata Mukit, Tersangka yang mengkonsumsi barang haram itu (Jufri Mardiyanto) yang belum tamat sekolah SMP  ternyata setelah diselidiki oleh polisi positif memiliki, menyimpan atau nembawa Narkotika jenis sabu dan diketahui posisi terlapor berada di di Desa Matanair Kecamatan Rubaru Kabupaten  Sumenep.

"Maka setelah informasi itu positif petugas langsung melakukan penghadangan, disertai penggeledahan. Setelah penggeledahan ditemukan barang bukti di box depan sebelah kanan sepeda motor yang dikendarai terlapor, berupa 1 (satu) buah rokok kosong merk Sampoerna Mild yang didalamnya terdapat 1(satu) poket/kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu yang dibungkus sobekan tissu warna putih" ungkap Mukit mantan Polsek Kecamatan Lenteng itu

Tersangka mengakui terus terang perbuatannya sebagai pengguna. Tersangka mengakui bahwa barang itu adalah miliknya, "selanjutnya tersangka dan barang buktinya kini diamankan guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut" kata Mukit.

Sementara BB yang diamankan polisi diantaranya 1 (satu) poket/kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu berat kotor ± 0,50 gram. Dan 1 (satu) buah Hp merk Samsung warna biru dongker kombinasi hijau. Kemudian 1 (satu) buah rokok merk Sampoerna Mild kosoong warna putih sebagai tempat menyimpan sabu. Sobekan tisu warna putih sebagai bungkus sabu dan 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Beat No.pol: M-5637-WQ warna putih berikut STNK.

Tersangka dikenak pengetrapan pasal : 114 ayat (1) subs. Pasal 112 ayat (1) UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (fidz)

Satpol PP Sumenep mulai melakukan razia wafrung warung pinggir jalan yang masih membuka disiang hari meski sebelmnya mereka sudah diingatkan,
 

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Lakukan Razia terhadap warung-warung yang masih buka di siang hari di bulan Suci ramadhan 1439 H. Razia tersebut berjalan di antaranya di terminal lama, jalan Lingkar Timur dan jalan MH Tamrin. Rabu 23/5/2018.

Razia yang di lakukan oleh Satpol PP. Terdapat warung yang masih buka di siang hari, tampak jelas warung tersebut menggunakan kain penutup, namun akses jual beli masih berlaku di dalamanya, nampak ada konsumen di dalamnya, warung tersebut berada di selatan pasar anom sumenep.

Subiyakto Kasi Sumber Daya Aparatur (SDA), Satpol PP Sumenep mengatakan ” Razia ini dalam rangka peringatan terhadap warung-warung yang masih buka di siang hari, namun jika sudah dua kali kami melakukan penegoran namun masih ngeyel, kami akan tindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku” tuturnya.

“Kami mengijinkan warung itu buka di sore hari tidak boleh buka di pagi hari pada bulan puasa ini, ataupun di siang harinya. Namun jika masih di temukan warung yang buka di siang hari, kami akan beri dia sangsi” kata Subiyakto.

Pihaknya berjanji terhadap para masyarakat untuk selalu intens melakukan Razia di warung-warung yang buka di siang hari. ” Kami akan selalu melakukan razia demi kenyamanan umat muslim di bulan ramadhan ini (fidz).

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...