Madura

Kepala Biro Humas Pemprov Jatim Benny Sampirwanto,MSi

SURABAYA (KT) - Pemprov. Jatim Siap membantu warga Sampang yang kekurangan air bersih. Ini karena, peran air bersih sangat penting bagi aktivitas keseharian masyarakat.

Mengutip informasi dari BPBD Provinsi, Benny Sampirwanto, Kepala Boro Humas & Protokol Lemprov Jatim  mengatakan, Pemprov Jatim  siap membantu Kab. Sampang dalam menyediakan air bersih untuk kebutuhan masyarakat.

”Masyarakat membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Oleh sebab  itu tersedianya air bersih bagi masyarakat Kab. Sampang merupakan hal penting," jelasnya.

Untuk memperoleh bantuan tsb,  Benny menjelaskan, harus ada usulan data terperinci. Misalnya wilayah mana saja yang terdampak kekeringan dan siapa saja yang kekurangan air bersih. “Besaran bantuan yang  akan disalurkan menyesuaikan dengan surat pengajuan Pemkab," ujarnya.

Karena tu, ia minta permohonan bantuan air bersih segera dikirimkan ke Pemprov. Jatim sehingga segera bisa ditindaklanjuti. Biasanya, lanjut Benny, permohonan tsb dikuatkan oleh monitoring tim terkait.

Benny menambahkan  untuk jangka waktu kebutuhan air masyarakat, menyesuaikan pengajuan yang ditetapkan dan ditandatangani oleh bupati dalam dalam surat pernyataan darurat

Tentang permohonan air bagi 12 Kecamatan yang diberitakan media mengalami kekurangan air di Sampang, Benny mengakui pengajuan tsb belum diterima Pemprov. "Barangkali Pemkab Sampang masih mendata warga terdampak secara detail guna menghindari revisi-revisi," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan media, Kepala BPBD Kabupaten Sampang, Anang Djoenaedi menyatakan belum bisa memberikan bantuan air bersih kepadap enduduk yang wilayahnya dilandakekeringan.

Hal tersebut disebabkan padaanggaran tahun ini BPBD Sampang tidak mengalokasikan anggaran penanganan bencana kekeringan. Oleh karenanya, pihak BPBD akan berkoordinasi dengan Pemprov Jatim untuk meminta bantuan bagi para korban kekeringan di 16 desa di Kabupaten Sampang (min).

Bupati Sumenep Dr. Abuya Busyro Karim, M.Si bersama Istri, Ny. Nurfitriana Busyro Karim, saat liburan ke Eropa

Menanggapi kepastian tidak bisa terima gaji selama 6 bulan, Bupati Sumenep A. Busyro Kariem mengaku enjoy saja.  “Tidak dapat gaji. Biarin saja. Nggak apa-apa. Bebas!” jawab Busyro kepada para wartawan saat dikonfirmasi soal gaji tersebut.

Bupati Sumenep, A Busyro Karim

Sumenep (KT) - Setelah selesai pembahasan struktur organisasi perangkat daerah (SOPD), Pemerintah Kabupaten Sumenep, Bupati Sumenep, A Busyro Karim, akan melakukan mutasi secara massal dpada awal tahun 2017. “Awal tahun 2017 mutasi akan dilakukan,” katanya, Sabtu (24/12).

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...