Madura

Pemkab Sumenep Gelar Gema Takbir Idul Fitri

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Gema Takbir dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

Acara yang digelar secara rutin tiap tahun itu di buka oleh Bupati Sumenep, A. Busyro Karim dengan dihadiri oleh segenap pimpinan perangkat daerah setempat guna menggelorakan takbir secara bersama-sama.

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep menyampaikan bahwa takbir dan tahmid yang dilantunkan dalam kesempatan itu merupakan penyambutan dalam rangka hari kemenangan.

“Semoga berlalunya Bulan Ramadhan menambah rasa ketaqwaan kita kepada Allah SWT” kata Bupati.

Menurutnya, Idul Fitri merupakan kemenangan besar yang mengembalikan semua pada fitrahnya. Dimana jiwa kembali bersih karena dibasuh dengan ibadah, fitrah, saling memaafkan serta rezeki telah dicuci dengan ditunaikannya zakat fitrah.

Bupati dua periode ini juga mengajak masyarakat sekitar untuk terus menyambung tali silaturrahim guna mempererat tali persaudaraan.

“Dalam surat Al-Imran ayat 112 Allah berfirman: Mereka itu akan ditimpa kehinaan dimana saja mereka berada, kecuali jika mereka menyambung tali hubungan baik dengan Allah dan tali hubungan baik dengan sesama manusia” terangnya.

Selebihnya, melalui Bupati, Pemeritah Kabupaten Sumenep mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

“Semoga kita semua kembali ke fitrahnya, kembali pada jiwa yang suci” tutup Bupati (fidz).

Gempa Sumenep Akibatkan Kerusakan Rumah Warga

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Gempa tektonik dengan kekuatan 4,8 Skala Richter (SR) menggucang wilayah Kabupaten Sumenep Rabu (13/6/2018) sekitar pulul 20.06 WIB, menimbulkan banyak kerusakan rumah warga.

Selain menciptakan kepanikan warga gempa yang guncangannya sangat dirasakan ini juga membuat kerusakan rumah sejumlah bangunan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd Rahman Riadi mengatakan, laporan sementara yang diterima kerusakan bangunan akibat gempa terjadi pada sejumlah bangunan pada wilayah Kecamatan Dasuk dan Batuputih.

"Mengenai jumlah bangunan yang rusak kami belum tau pasti, kita tunggu informasi lebih lanjut dari bawah" kata Abd Rahman Riadi, Rabu (13/6/2018) malam.

Ditambahkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait mengenai adanya bencana alam ini. Diharapkan tidak ada korban jiwa.

"Masih kita koordinasikan. Kita akan terus cari informasi kerusakan bangunan. Semoga tidak ada gempa susulan" paparnya.

Sementara rilis yang dikeluarkan Balai Besar BKG Wilayah III Denpasar, pusat gempa terjadi pada koordinat 6,88 Lintang Selatan (LS) dan 113,94 Bujur Timur (BT). Tepatnya di darat pada jarak sekitar 6 kilometer arah timur laut Sumenep dengan kedalaman 12 kilometer.

Gempa yang terjadi di wilayah Kabupaten Sumenep ini merupakan jenis intraplate dengan hiposenter dangkal akibat aktivitas patahan lokan dan tidak berpotensi tsunami (fidz).

 Sumenep dan Pamekasan di Guncang berkekuatan 4,8 SR meski tidak menimbulkan kerusakaan

Sumenep (KoranTransparansi.com) – Pusat gempa yang dirasakan warga Kabupaten Sumenep dan Pamekasan, Madura, Jawa Timur berjarak 6 KM arah timur laut Sumenep.

Gempa terjadi sekitar pukul 20.06.40 WIB, Rabu 13/6/2018 dan tidak berpotensi tsunami.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan menyebutkan, gempa bumi berkekuatan 4.8 skala richter (SR) itu, dengan episenter pada koordinat 6,88 lintang Selatan dan 113,94 bujur timur.

“Tepatnya di darat pada jarak sekitar 6 km arah Timur Laut Sumenep-Jawa Timur dengan kedalaman 12 kilometer” terang M. Taufik Gunawan dalam siaran persnya.

Dikatakan, dampak dari gempa bumi tersebut menimbulkan guncangan di Sumenep II Skala Intensitas Gempa bumi (SIG) BMKG atau III-IV MMI.

“Gempa bumi yang terjadi ini merupakan jenis gempa bumi intraplate dengan hiposenter dangkal akibat aktivitas patahan lokal” ujarnya.

Hasil emodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan (fidz).

 

Sumenep dan Sampang di Guncang berkekuatan 4,8 SR meski tidak menimbulkan kerusakaan

Sumenep (KoranTransparansi.com) – Pusat gempa yang dirasakan warga Kabupaten Sumenep dan Pamekasan, Madura, Jawa Timur berjarak 6 KM arah timur laut Sumenep.

Gempa terjadi sekitar pukul 20.06.40 WIB, Rabu 13/6/2018 dan tidak berpotensi tsunami.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan menyebutkan, gempa bumi berkekuatan 4.8 skala richter (SR) itu, dengan episenter pada koordinat 6,88 lintang Selatan dan 113,94 bujur timur.

“Tepatnya di darat pada jarak sekitar 6 km arah Timur Laut Sumenep-Jawa Timur dengan kedalaman 12 kilometer” terang M. Taufik Gunawan dalam siaran persnya.

Dikatakan, dampak dari gempa bumi tersebut menimbulkan guncangan di Sumenep II Skala Intensitas Gempa bumi (SIG) BMKG atau III-IV MMI.

“Gempa bumi yang terjadi ini merupakan jenis gempa bumi intraplate dengan hiposenter dangkal akibat aktivitas patahan lokal” ujarnya.

Hasil emodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan (fidz).

 

SAMPANG (KoranTransparnsi.com) - Kalangan ulama dan lora dari Kabupaten Sampang, Madura, melakukan pemantapan untuk memenangkan Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno.

Pemantapan untuk kandidat nomor 2 Pilkada Jawa Timur itu dilakukan di Pondok Pesantren Karangdurin, Jalan Raya Tlambah, Trebung, Senin (11/6/2018). Sekitar seratus ulama dan lora (gus) hadir di pertemuan.

Pimpinan Pondok Pesantren Karangdurin, KH. Ach. Fauzan Zaini, selaku tuan rumah, mengatakan, bahwa pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno didukung oleh jumhur ulama se-Jawa Timur.

“Untuk itu, kita akan maksimal, bersama seluruh ulama dan lora. Gus Ipul adalah representasi pilihan ulama karena sudah 10 tahun menjadi Wakil Gubernur. Gus Ipul adalah figur yang berpengalaman,” kata Kiai Fauzan.

Ulama lain, KH Suhaimi Baghdad, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al-Bahgdadi, dari Kedundung, mengatakan dirinya tidak pernah tertarik dengan politik.

“Tetapi, kali ini, saya rajin turun untuk mengajak masyarakat, juga tetangga, untuk memilih Gus Ipul-Mbak Puti. Kemenangan Gus Ipul adalah kemenangan ulama,” kata Kiai Suhaimi. 

Dalam pemantapan itu, para ulama juga melakukan istighotsah. Para ulama saling memberi dukungan dan membulatkan untuk memenangkan Pilkada 2018.

Aspek pengalaman Gus Ipul di bidang pemerintahan menjadi menjadi kunci penting yang diangkat para ulama di pertemuan tersebut. 

“Sejak awal kami mendukung Gus Ipul untuk melanjutkan perjuangan, memimpin Jawa Timur,” kata KH Fauzan Hoilur Rahman dari Pondok Pesantren Karangdurin.

Di akhir pertemuan, para kiai dan lora bersepakat untuk memperluas lagi suara dukungan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno di masyarakat.(den)
 

 

Prosesi penyerahan zakat Pemkab Sumenep kepada Takmir Masjid oleh Bupati Busyro

Sumenep (KoranTransparansi.com) – ADA suasana berbeda saat penyerahan Zakat Fitrah Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kepada Takmir Masjid Jamik Sumenep yang dilakukan pada Senin (11/6/2018).

Jika tahun tahun sebelumnya cukup diserahkan begitu saja . Namun penyerahan zakat kali ini bak upacara adat atau upacara peringatan hari jadi Kabupaten. Bupati Sumenep, Dr. KH. Al Busyro Karim yang didampingi istrinya Nur Fitriana Busyro, dikawal oleh punggawa kerajaan, layaknya seorang Adipati Kerajaan tempo dulu. 

Bahkan, Bupati Sumenep yang dikawal beberapa prajurit keraton, berjalan kaki dari Pendopo Agung Keraton Sumenep menuju Masjid Jamik.

Sesampainya di Masjid Jamik, Bupati beserta rombongan Keraton diterima oleh sesepuh keturunan Raja-raja Sumenep. Kemudian secara simbolis Bupati Sumenep menyerahkan Zakat Fitrah ke Masjid Jamik untuk disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Penyerahan Zakat Fitrah ke Masjid Jamik dari Keraton Sumenep ini, memang sengaja kami lakukan ala Keraton. Dengan maksud untuk mengingatkan kembali adat keraton Sumenep” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A Busyro Karim. Senin 11/6/2018.

Menurutnya, sebagaimana dalam catatan sejarah, penyerahan zakat fitrah raja bersama keluarga dan sentana (bangsawan) keraton dilakukan setiap bulan ramadhan dengan berjalan kaki dari keraton hingga mesjid jamik.

Raja berjalan kaki (alomampa) dengan dipayungi payung cèndi emas, dan diiringi oleh gustè patè (wabup), lora jagakarsa (sekda), santana (bangsawan) para lora ajeg (Kadis) para Badhana Ares (camat) dan para prajurit keraton.

“Zakat dipasrahkan pada nadzir masjid jamik untuk dibagikan pada fuqara wal masakin” cerita Bupati Sumenep dua periode ini.

Prosesi adat tersebut pertama kali dilakukan oleh raja keturunan Bindara Saod, Raden Tumenggung Tirtonegoro, yakni panembahan somala yang juga pendiri masjid jamik Sumenep ini.

“Panembahan Sumolo merupakan Raja Sumenep Periode 1762-1811 masehi dan ini baru kembali dihidupkan dan tradisi ini juga dilanjutkan pada masa pemerintahan Sultan Abdurahman sampai dengan masa Ario Prabuwinoto pada tahun 1929 masehi atau periode terakhir sistem kerajaan di Kabupaten Sumenep” tuturnya.

Mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode ini mengatakan, saat ini potensi zakat belum tergarap maksimal. Potensi zakat nasional bisa mencapai Rp 286 triliun akan tetapi hanya terealisasi Rp 5 triliun. “Padahal zakat srategis sebagai salah satu cara mensejahterkan masyarakat” tegasnya.

Studi baznas Kabupaten Sumenep menunjukkan bahwa potensi zakat profesi (khusus asn) di sumenep bisa mencapai Rp 853 juta.  Namun, setiap tahun penghimpunan zakat dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih rendah berkisar rata-rata Rp 65 juta dan tahun ini lumayan meningkat menjadi Rp 85 juta. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama di masa mendatang, bagaimana potensi zakat fitrah kalangan asn sumenep bisa lebih optimal.

“Zakat dalam islam termasuk rukun islam. Di dalam pembahasan fiqih kitab-kitab klasik, zakat dibahas begitu panjang lebar, baik syarat-syaratnya, kategorisasinya, subyek yang berzakat serta mustahiqqiin” ucapnya.

Perintah zakat merupakan salah satu paling sering disebut di dalam al-qur’an, sehingga perintah zakat itu selalu digandeng dengan perintah shalat, artinya zakat merupakan realitas kebajikan sosial sekaligus kesalehan individual.

“Saya harap, dengan prosesi ini memotivasi masyarakat sumenep untuk senantiasa berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan. Karena berdasar data bps, pengeluaran masyarakat miskin 25 persen adalah untuk membeli beras. Sedangkan pengeluaran orang kaya malah 25 persen membeli pulsa” pungkasnya (fidz).

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...