Madura

Hari pertaa mask kerja pasca Lebaran Bupati Sumenep Busyro melakukan inspeksi ke semua kantor dilingkungan Pemkab. Namun tidak ditemukan ASN yang mbolos dan hanya menemukan parkir liar dan gerbanang pintuk masuk yang kumuh.

Sumenep (KoranTransparansi.com) – Sidak di hari pertama setelah cuti bersama ramadan dan Idul Fitri 1439 Hijriyah, Bupati Sumenep tidak menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) pada sejumlah dinas di Kabupaten Sumenep.

Namun saat sidak ke sejumlah kantor dinas, bupati menemukan “parkir liar” dan pintu masuk kantor dinas yang rusak.

“Sidak ini, tidak hanya melihat kehadiran ASN saja. Tapi juga bagaimana menata kantor dan lingkungannya” tutur A. Busyro Karim, Bupati Sumenep.

Temuan “parkir liar” di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep, menurut Busyro, merupakan bukti bahwa masih ada pengelolaan lingkungan kantor dinas yang tidak benar dan tidak bagus.

“Liat di (Dinas) koperasi, parkirnya saja tidak ditempatnya. Di pintu utama malah ditempati sepeda motor, cara parkirnya saja kocar kacir” keluhnya.

Selain “parkir liar” tambah Busyro, temuan pintu masuk yang rusak di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) juga bagian dari pengelolaan lingkungan kantor yang tidak maksimal. Terkesan diabaikan.

“Apa harus nunggu APBD semuanya kalau Cuma pintu kantor seperti itu (rusak)” sesalnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep, Imam Trisnohadi berdalih, “parkir liar” di depan pintu masuk dinas terpaksa dilakukan karena lahan parkir yang ada di dinas setempat terbilang sempit.

“Memang parkirnya lahannya sini sempit, di belakang tidak cukup jadi disini jadi tempat,” kilahnya.

Namun hal tersebut dibantah oleh bupati. Sebab menurut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep tersebut, khusus di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep lahan parkir di bagian belakang masih luas.

“Tidak, alasan itu salah.” pungkas Busyro dengan nada kesal (fidz).

 

 
Pemkab Sumenep Gelar Gema Takbir Idul Fitri

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Gema Takbir dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

Acara yang digelar secara rutin tiap tahun itu di buka oleh Bupati Sumenep, A. Busyro Karim dengan dihadiri oleh segenap pimpinan perangkat daerah setempat guna menggelorakan takbir secara bersama-sama.

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep menyampaikan bahwa takbir dan tahmid yang dilantunkan dalam kesempatan itu merupakan penyambutan dalam rangka hari kemenangan.

“Semoga berlalunya Bulan Ramadhan menambah rasa ketaqwaan kita kepada Allah SWT” kata Bupati.

Menurutnya, Idul Fitri merupakan kemenangan besar yang mengembalikan semua pada fitrahnya. Dimana jiwa kembali bersih karena dibasuh dengan ibadah, fitrah, saling memaafkan serta rezeki telah dicuci dengan ditunaikannya zakat fitrah.

Bupati dua periode ini juga mengajak masyarakat sekitar untuk terus menyambung tali silaturrahim guna mempererat tali persaudaraan.

“Dalam surat Al-Imran ayat 112 Allah berfirman: Mereka itu akan ditimpa kehinaan dimana saja mereka berada, kecuali jika mereka menyambung tali hubungan baik dengan Allah dan tali hubungan baik dengan sesama manusia” terangnya.

Selebihnya, melalui Bupati, Pemeritah Kabupaten Sumenep mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

“Semoga kita semua kembali ke fitrahnya, kembali pada jiwa yang suci” tutup Bupati (fidz).

Gempa Sumenep Akibatkan Kerusakan Rumah Warga

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Gempa tektonik dengan kekuatan 4,8 Skala Richter (SR) menggucang wilayah Kabupaten Sumenep Rabu (13/6/2018) sekitar pulul 20.06 WIB, menimbulkan banyak kerusakan rumah warga.

Selain menciptakan kepanikan warga gempa yang guncangannya sangat dirasakan ini juga membuat kerusakan rumah sejumlah bangunan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd Rahman Riadi mengatakan, laporan sementara yang diterima kerusakan bangunan akibat gempa terjadi pada sejumlah bangunan pada wilayah Kecamatan Dasuk dan Batuputih.

"Mengenai jumlah bangunan yang rusak kami belum tau pasti, kita tunggu informasi lebih lanjut dari bawah" kata Abd Rahman Riadi, Rabu (13/6/2018) malam.

Ditambahkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait mengenai adanya bencana alam ini. Diharapkan tidak ada korban jiwa.

"Masih kita koordinasikan. Kita akan terus cari informasi kerusakan bangunan. Semoga tidak ada gempa susulan" paparnya.

Sementara rilis yang dikeluarkan Balai Besar BKG Wilayah III Denpasar, pusat gempa terjadi pada koordinat 6,88 Lintang Selatan (LS) dan 113,94 Bujur Timur (BT). Tepatnya di darat pada jarak sekitar 6 kilometer arah timur laut Sumenep dengan kedalaman 12 kilometer.

Gempa yang terjadi di wilayah Kabupaten Sumenep ini merupakan jenis intraplate dengan hiposenter dangkal akibat aktivitas patahan lokan dan tidak berpotensi tsunami (fidz).

 Sumenep dan Pamekasan di Guncang berkekuatan 4,8 SR meski tidak menimbulkan kerusakaan

Sumenep (KoranTransparansi.com) – Pusat gempa yang dirasakan warga Kabupaten Sumenep dan Pamekasan, Madura, Jawa Timur berjarak 6 KM arah timur laut Sumenep.

Gempa terjadi sekitar pukul 20.06.40 WIB, Rabu 13/6/2018 dan tidak berpotensi tsunami.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan menyebutkan, gempa bumi berkekuatan 4.8 skala richter (SR) itu, dengan episenter pada koordinat 6,88 lintang Selatan dan 113,94 bujur timur.

“Tepatnya di darat pada jarak sekitar 6 km arah Timur Laut Sumenep-Jawa Timur dengan kedalaman 12 kilometer” terang M. Taufik Gunawan dalam siaran persnya.

Dikatakan, dampak dari gempa bumi tersebut menimbulkan guncangan di Sumenep II Skala Intensitas Gempa bumi (SIG) BMKG atau III-IV MMI.

“Gempa bumi yang terjadi ini merupakan jenis gempa bumi intraplate dengan hiposenter dangkal akibat aktivitas patahan lokal” ujarnya.

Hasil emodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan (fidz).

 

Sumenep dan Sampang di Guncang berkekuatan 4,8 SR meski tidak menimbulkan kerusakaan

Sumenep (KoranTransparansi.com) – Pusat gempa yang dirasakan warga Kabupaten Sumenep dan Pamekasan, Madura, Jawa Timur berjarak 6 KM arah timur laut Sumenep.

Gempa terjadi sekitar pukul 20.06.40 WIB, Rabu 13/6/2018 dan tidak berpotensi tsunami.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan menyebutkan, gempa bumi berkekuatan 4.8 skala richter (SR) itu, dengan episenter pada koordinat 6,88 lintang Selatan dan 113,94 bujur timur.

“Tepatnya di darat pada jarak sekitar 6 km arah Timur Laut Sumenep-Jawa Timur dengan kedalaman 12 kilometer” terang M. Taufik Gunawan dalam siaran persnya.

Dikatakan, dampak dari gempa bumi tersebut menimbulkan guncangan di Sumenep II Skala Intensitas Gempa bumi (SIG) BMKG atau III-IV MMI.

“Gempa bumi yang terjadi ini merupakan jenis gempa bumi intraplate dengan hiposenter dangkal akibat aktivitas patahan lokal” ujarnya.

Hasil emodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan (fidz).

 

SAMPANG (KoranTransparnsi.com) - Kalangan ulama dan lora dari Kabupaten Sampang, Madura, melakukan pemantapan untuk memenangkan Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno.

Pemantapan untuk kandidat nomor 2 Pilkada Jawa Timur itu dilakukan di Pondok Pesantren Karangdurin, Jalan Raya Tlambah, Trebung, Senin (11/6/2018). Sekitar seratus ulama dan lora (gus) hadir di pertemuan.

Pimpinan Pondok Pesantren Karangdurin, KH. Ach. Fauzan Zaini, selaku tuan rumah, mengatakan, bahwa pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno didukung oleh jumhur ulama se-Jawa Timur.

“Untuk itu, kita akan maksimal, bersama seluruh ulama dan lora. Gus Ipul adalah representasi pilihan ulama karena sudah 10 tahun menjadi Wakil Gubernur. Gus Ipul adalah figur yang berpengalaman,” kata Kiai Fauzan.

Ulama lain, KH Suhaimi Baghdad, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al-Bahgdadi, dari Kedundung, mengatakan dirinya tidak pernah tertarik dengan politik.

“Tetapi, kali ini, saya rajin turun untuk mengajak masyarakat, juga tetangga, untuk memilih Gus Ipul-Mbak Puti. Kemenangan Gus Ipul adalah kemenangan ulama,” kata Kiai Suhaimi. 

Dalam pemantapan itu, para ulama juga melakukan istighotsah. Para ulama saling memberi dukungan dan membulatkan untuk memenangkan Pilkada 2018.

Aspek pengalaman Gus Ipul di bidang pemerintahan menjadi menjadi kunci penting yang diangkat para ulama di pertemuan tersebut. 

“Sejak awal kami mendukung Gus Ipul untuk melanjutkan perjuangan, memimpin Jawa Timur,” kata KH Fauzan Hoilur Rahman dari Pondok Pesantren Karangdurin.

Di akhir pertemuan, para kiai dan lora bersepakat untuk memperluas lagi suara dukungan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno di masyarakat.(den)
 

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...