Madura

Masyarakat Talango Menilai Bupati Sumenep Gagal Dalam Pembangunan

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Masyarakat Talango mengaku sangat kecewa dengan kinerja Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim. Ini menyusul tidak segera di bngunnya bwberapa fasilitas masyarakat. 

Dalam beberapa tahun terakhir warga menginginkan adanya jembatan penghubung antara Kecamatan Talango dengan Kecamatan Kalianget (KATA). Pasalnya, jembatan penghubung tersebut selain mempermudah transportasi juga akan meningkatkan perekonomian warga. 

Tetapi, aspirasi masyarakat tersebut sampai saat ini belum ada jawaban yang jelas dari Perintah Kabupaten (Pemkab) sumenep, dan bahkan Bupati Sumenep terkesan tutup telinga.

Pantauan korantransparansi.com di pelabuhan tersebut, pada hari senin 02/07/2018 sekitar jam 8:00 malam ini,  terjadi kemacetan yang sangat panjang dan menelan waktu sekitar empat jam. Kami sangat kecewa dengan kemacetan ini, sudah berjam jam mau menyebrang. sudah saatnya pemerintah daerah membangun jembatan yang menghubungkan Kecamatan Talango–Kecamatan Kaliangat ini" ujar salah satu pengendara roda empat, yang ketika ditanya sejak sore tadi masih macet dan enggan menyebutkan namanya.

Kemacetan yang berkepanjangan itu, memdapat respon keras dari anggota DPRD Komisi II Kabupaten sumenep, Akis Jazuli menyatakan bahwa ini merupakan dampak Pemkab sumenep tidak merespon aspirasi masyarakat, khususnya kecamatan talango dan kecamatan kalianget. 

"Kemacetan ini adalah dampak dari Pemkab yang tidak mendengarkan aspirasi kami beberapa tahun lalu, sehingga macet yang berkepanjangan ini meresahkan warga" ujar politisi muda yang bersentuhan langsung dengan masyarakat itu.

"Kami anggota DPRD sangat kecewa pada Pemkab sumenep, karena sekitar dua tahun yang lalu sudah mengusulkan adanya penghubung jembatan Kalianget - Talang (KATA) ini kepada Pemerintah, tapi sampai saat ini Bupati orang nomer satu di Kabupaten ini terkesan tutup mata" lanjutnya Pemuda dari partai NasDem itu.

Bahkan kata putra kecamatan talango tersebut, bahwa kemacetan ini tidak hanya kali ini. " ini kemacetan terjadi sudah dua tahun samapai saat ini, kenapa Bapak Bupati Sumenep yang terhormat tidak segera merealisasikannya?"lanjutnya.

Karena masyarakat sudah mulai resah dengan kemacetan yang hampir tiga kilo itu, Akis Jazuli memintak Pemkab segera menganggarkan pembangunan Jembatan tersebut. "Tidak ada solusi lain, hanya itu solusinya. Ini semua demi kenyamanan masyaakat dan mengatasi kemacetan di pelabuhan Kalianget -talango" tutupnya kepada wartawan korantransparansi.com (fidz).

Paspor untuk Calon Jamaah Haji Sumenep dipastikan beres

Sumenep (Korantransparansi.com) – Soal kesiapan paspor untuk para calon jamaah haji (CJH) di Kabupaten Sumenep, tidak perlu khawatir. Hal tersebut, dihimbau oleh Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Jawa Timur. Mingu 01/07/2018.

Rifa’i Hasyim, Kasi Penyelenggaran Haji dan Umrah Kemenag Sumenep, memastikan, saat ini pembuatan paspor seluruh jamaah sudah selesai. “Pembuatan paspor untuk jamaah sekarang alhamdulillah sudah selesai” tuturnya.

Bahkan kata Rifa'i, pembuatan paspor untuk CJH sudah melebihi target. “Karena untuk paspor cadangan pun sudah ada” tambah mantan Kasi Pendma Kemenag Sumenep itu.

Hanya saja, sambung dia, paspor yang telah dibuat itu tidak diberikan kepada para jemaah. Karena pihak Kemenag khawatir terjadi hal-hal tak diinginkan. Misalnya hilang atau rusak.

“Paspornya sudah ada. Cuma belum diberikan kepada jamaah. Karena langsung kami kirim ke Jakarta untuk proses pembuatan visa. Jadi para jamaah tidak perlu khawatir” kata Rifa’i.

Masih kata dia, menyampaikan bahwa tahun ini jumlah jamaah asal Sumenep yang akan berangkat ke Tanah Suci sebanyak 665 orang. Jumlah tersebut dibagi menjadi dua kloter (kelompok terbang), yakni kloter 10 dan 11.

Sedangkan rinciannya, kloter 10 sebanyak 220 jamaah akan diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, dari Sumenep pada tanggal 19/07/2018. Sedangkan 445 jamaah yang tergabung di kloter 11 akan berangkat pada 20/07/2018 nanti (fidz).

Diduga Konsleting Listrik, Kebakaran Hanya Ludeskan Telor dan Botol Saos

Pamekasan (Korantransparansi.com) - Saat ini, Kabupaten Pamekasan dihebohkan sijago merah, yang hampir meludeskan toko di Pasar Gurem, yang berada di Desa Laden, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Minggu 01/07/2018. 

Informasi yang dihimpun korantransparansi.com, toko yang hampir disamaratakan dengan tanah itu milik H. Muzanni, warga Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Kebetulan, pada saat kejadian, pemilik toko sedang tidak berada di toko tersebut, sehingga tidak mengetahui akan terjadinya kebakaran yang hampir menghanguskan tokonya.

Budi Cahyono, Posdalops BPBD Pamekasan mengatakan, kejadian kebakaran itu sekitar pukul 18.15 WIB. "Korban jiwa nihil, kerugian tumpukan tempat telur dan botol-botol saus yang terbakar," katanya.

Budi mengatakan, saat memadamkan api, BPBD Pamekasan dibantu Damkar, anggota Polsek dan Babinsa setempat dan masyarakat juga ikut membantu memadamkan api yang semakin menjadi itu.

"Alhamdulillah, api bisa dipadamkan 15 menit kemudian oleh Damkar, BPBD, Polsek, Babinsa dan di bantu masyarakat setempat" tuturnya.

Lanjutnya, Budi menjelaskan, bahwa kejadian itu masih belom diketahui penyebabnya. "Penyebabnya masih di selidiki pihak Kepolisian" tuturnya saat dimintai keterangan (fidz).

Bupati Sumenep Busyiro Karim melantik Ir Rasiyadi sebagai Sekda yang baru.

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Ir Edy Rasiyadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas PU Bina Marga kini resmi menjabat Sekretaris Daerah kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur.

Setelah pagi tadi, Senin 25/06/2018 sekira pukul 07.00 wib di halaman Kantor Bupati Sumenep. Bupati Sumenep Dr. KH. A. Busyro Karim resmi melantik sebagai sekretaris Daerah yang sebelumnya di jabat oleh Pj Drs R Idris, MM.

Bupati Sumenep mengatakan bahwa dari hasil seleksi yang di lakukan oleh tim seleksi maka di putuskan Ir Edy Rasiyadi yang resmi sebagai Sekda Kabupaten Sumenep.

“Dengan di lantiknya Sekda yang baru semoga bisa meningkatkan kinerja yang sebelunya sudah baik, mampu meningkatkan pelayanan publik disemua Organisasi perangkat Daerah (OPD)” jelasnya.

Sebagai Sekda harus mampu memimpin secara Administrasi juga mampu memberikan dorongan kepada semua pihak dalam kepemerintahan kabupaten Sumenep. Sehingga akan tercipta kinerja yang lebih baik di lingkungan Pemkab Sumenep.

Selain itu Sekda Definitif Ir Edy Rasiyadi mengatakan dukungan dari semua pihak kami harapkan sehingga akan sama sama menjalin kebersamaan dalam meningkatkan kinerja dalam kepemerintahan.

“Semoga dukungan dari semua pihak menjadikan motifasi bagi saya untuk meningkatkan kerja Administrasi untuk mendorong peningkatan pelayanan publik kepada semua OPD" tuturnya.

Sebelumya tim seleksi melakukan penyeleksian terhadap 8 (delapan) orang yang mengikuti seleksi Sekda Kabupaten Sumenep yang terdiri para Kepala Dinas di kepemerintahan Kabupaten Sumenep (fidz).

Korban pengeroyokan istri dan anaknya sendiri

Sumenep (Korantransparansi.com) – Zakiya (60) Dusun Tembing Desa Batudinding Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur. Di larikan ke Puskesmas Gapura akibat di duga dianiaya oleh ponaannya sendiri.

Kejadian tersebut pada hari Senin, 18/6/2018  sekitar pukul 08.00 Wib, di halaman rumahnya korban Dusun Tembing Desa Batudinding Kecamatan Gapura.

"Saat itu saya dipukul oleh yang bernama inisial YY di bagian kepala saya menggunakan tangannya” kata Zakiya saat di temui di ruang rawat inap Puskesmas Gapura. Kamis 25/6/2018.

“Setelah kepala dipukul lalu saya di jatuhkan ke lantai sama YY ” jelasnya Zakiya.

Sedangkan YY memukul korban( Zakiya ) tidak sendirian melainkan dibantu oleh ibu kandungnya yang bernama inisial MY” terangnya.

“Pantauan media ini korban (Zakiya) mengalami luka-luka di bagian kuping dan bagian kepala mengalami pusing yang tak sembuh-sembuh akhirnya korban di larikan ke Puskesmas Gapura untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara Kapolsek Gapura Iptu Ali Ridho melalui Kanit Reskrim Aiptu Rois membenarkan kejadian yang menimpah korban (Zakiya).

“Ya mas betul kemarin memang ada warga Tembing Desa Batudinding melapor terkait penganiayaan tersebut. Sedangkan kasus tersebut masih kami lakukan penyelidikan dan apalagi kejadiannya sudah 3 hari (fidz)

 Pekerja mengangkut logistik Pilkada Jatim 2018 yang akan dikirim ke PPK Lenteng, Sumenep, untuk dimasukkan ke truk, Minggu (24/6).

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, mendistribusikan logistik Pilkada Jawa Timur 2018 ke 26 panitia pemilihan kecamatan (PPK), baik di wilayah kepulauan maupun daratan.

"Pada Minggu ini, kami memang ingin menyelesaikan distribusi ke 26 PPK. Sementara untuk PPK Kota akan dilakukan pada Senin (25/6), karena jaraknya dekat," kata Ketua KPU Sumenep A Warits di Sumenep, Minggu.

Sumenep terdiri atas 27 kecamatan dan sembilan di antaranya berada di wilayah kepulauan .

Sejak beberapa hari lalu, KPU Sumenep telah mendistribusikan logistik Pilkada Jatim ke PPK. Baca juga: KPU Sumenep Distribusikan Logistik ke Kecamatan Daratan

Distribusi logistik ke PPK di sejumlah kecamatan di wilayah kepulauan terjauh, yakni Sapeken, Masalembu, Kangayan, dan Arjasa, didahulukan, karena jadwal pemberangkatan kapal/perahu ke pulau-pulau tersebut tidak setiap hari.

Sesuai prosedur, distribusi logistik yang dilakukan KPU Sumenep ke jajarannya itu dkawal polisi dan diawasi oleh panitia pengawas pemilu (panwaslu).

"Alhamdulillah, hingga saat ini sesuai laporan yang kami terima dari pimpinan PPK, distribusi logistik berjalan lancar, termasuk yang ke PPK di wilayah kepulauan terjauh," kata Warits, menerangkan.

Pilkada Jatim 2018 yang akan digelar pada 27 Juni itu diikuti oleh dua pasang calon gubernur-wakil gubernur, yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di nomor urut 1 dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno di nomor urut 2. (min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...