KEDIRI (KoranTransparansi) - Sekolah Favorit tingkat SD maupun SMP di Kota Kediri, seakan menjadi rebutan warga dari luar Kota Kediri. Hal ini terlihat, akan meningkatnya jumlah permohonan perubahan Kartu Keluarga (KK) di kantor Dispendukcapil, jelang Pendaftaran Peserta Didik Baru ( PPDB) yang dijadwalkan Juni 2018.

Muncul dugaan, warga dari luar daerah yang mempunyai saudara di Kota Kediri, menitipkan  anaknya dengan cara memasukan ke Kartu Keluarga ( KK). Tujuanya, agar bisa ikut seleksi masuk di sekolah negeri favorit yang ada di Kota Kediri.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak Dinas Pendidikan Kota Kediri memberikan aturan penerbitan KK harus enam bulan, sebelum pelaksanaan PPDB.

Menurut Ida Indriyatni, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kediri (Dispendukcapil), perihal meningkatnya perubahan KK menjelang PPDB tahun ini,dirinya belum mengetahui jumlahnya.

" Untuk jumlah pastinya, saya belum paham. Karena, perubahan KK terjadi dalam setiap harinya"  ungkap Ida, saat dihubungi Minggu (20/5/2018).

Menurutnya, kalaupun perubahan KK dilakukan warga luar daerah yang ingin masuk Kota Kediri asalkan mempunyai sanak saudara, pihaknya juga tidak bisa melarang.

" Kalau orang tua mau menitipkan anaknya ke sanak saudara di Kota Kediri, dengan cara memasukan administrasi di KK hingga terdata sebagai warga Kota Kediri, kami tidak bisa melarang dan ini hak mereka " tandasnya.

Diubungi terpisah, Siswanto Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri mengatakan, jika PPDB tahun 2018 ini, Sekolah Negeri favorit maupun tidak, memang secara prioritas diperuntukan bagi warga Kota Kediri, yang kuotanya mencapai 80 persen.

Dan, sebagai persyaratanya, yakni Kartu Keluarga guna mengetahui domisili Siswa Siswi.Tapi, apabila terdapat data yang dari luar Kota Kediri masuk dalamKK warga kota Kediri, pihaknya akan melihat kapan diterbitkannya KK tersebut.

" Karena, sesuai aturan perubahan KK harus  enam bulan sebelum PPDB dilaksanakan " kata Siswanto

Dia juga menguraikan, sebenarnya kuota PPDB untuk domisili luar Kota Kediri juga relatif besar dan mencapai 20 persen.

" Sebenarnya, kuota untuk luar Kota Kediri juga relatif besar, yakni mencapai 20 persen dengan melihat zona yang tolak ukurnya letak domisili siswa siswi dari sekolah yang dituju" pungkasnya.(bud)

 

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Salah satu kunci sukses dalam perjuangan adalah persatuan dan kesatuan. Nilai-nilai inilah yang kemudian menjadi ciri khas Bangsa Indonesia dan harus terus dipegang hingga saat ini.

“Persatuan dan kesatuan ini pula yang terbukti menyatukan daerah-daerah di nusantara menjadi satu kesatuan NKRI. Saya kira ini yang harusnya menetes hingga sekarang, walaupun ada perbedaan tapi tetap satu,” kata Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo usai menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (harkitnas) ke-110 tahun 2018 di Halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (21/5) pagi.

Menurutnya, persatuan dan kesatuan yang berbasis adalah agama dan kultur dikreasikan oleh para pendiri Republik Indonesia sebagai Pancasila. Bila Pancasila terus dipegang teguh sebagai ideologi atau pandangan hidup, maka kasus-kasus seperti terorisme tidak akan terjadi.

Dalam konteks negara, sebuah perbedaan perlu dan bisa dibicarakan yakni dengan musyawarah mufakat, melalui duduk bersama. “Apapun pendekatannya, masyarakat harus dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan,” katanya.

Terkait dengan era digital saat ini, Pakde Karwo mengatakan sebagai era  hak semua orang, bukan hanya generasi milenial saja. Kepada anak-anak muda atau generasi milenial, diingatkannya, harus dibangun sebagai generasi yang produktif.

“Implementasi working ideology di era digital ini,  saat ini sedang dirumuskan. Misalnya, anak muda harus diyakinkan bahwa pembangunan ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan keadilan,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Pakde Karwo meyakini mereka bisa diajak bicara bahwa segala hal yang kontraproduktif harus dicegah. Demikian pula, generasi milenial juga berkewajiban memelihara hak asasi.

Era digital ini, lanjut Pakde Karwo, menjadi salah satu peluang yang harus dimanfaatkan, termasuk dalam bidang ekonomi. Ini telah dilakukan Jatim. Sebagai contoh, saat terjadi terorisme kemarin, ekonomi di Jatim terus berjalan, salah satunya karena didukung akses digital.

“Kemarin saya bersama Kapolda dan Pangdam keliling melihat kondisi sudah stabil, ekonomi ramai dan kasus terorisme tidak mengganggu karena digital ekonominya jalan. Selain ke mall, masyarakat belanja secara online dan pesan lewat aplikasi seperti gojek, ini sebagai solusi baru terhadap keterbatasan,” ungkapnya.

Sementara itu,  saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Gubernur Pakde Karwo mengatakan, dua tahun lagi Indonesia akan memasuki masa bonus demografi. Generasi bonus demografi yang beririsan dengan generasi milenial ini pada saat yang sama terpapar oleh masifnya perkembangan teknologi, terutama teknologi digital. Digitalisasi di berbagai bidang ini bisa menjadi peluang maupun ancaman.

“Ia akan menjadi ancaman jika hanya pasif menjadi pengguna dan pasar, namun menjadi berkah bila mampu menjadi pemain yang mampu menentukan lanskap ekonomi berbasis digital dunia,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, banyak anak muda kreatif yang mampu menaklukkan gelombang digitalisasi dengan mencari berkah di dalamnya. Mereka menjadikan internet, media sosial, situs web dan layanan multimedia aplikasi ponsel sebagai lahan dan pasar menjanjikan untuk berkarya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjauhkan dunia digital dari konten-konten negatif pemecah belah bangsa, agar anak-anak bebas bekreasi, bersilaturahmi, berekspresi dan mendapatkan manfaat. Juga, bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan untuk menghindari perpecahan.

“Dalam konteks digitalisasi ini, kita semua harus dalam irama yang serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi para pembuat masalah,” ungkapnya.

Peringatan harkitnas tahun 2018 ini mengambil tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional di Era Digital”. Selain dihadiri Forkopimda Jatim, upacara kali ini juga dihadiri berbagai elemen pemerintahan, masyarakat dan keagamaan seperti PW NU Jatim, PW Muhammadiyah Jatim, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia Jatim. Juga, berbagai forum etnis yang ada di Jatim seperti Nias, Minang, Sunda, dan Bugis. (min)

SURABAYA - Gubernur Jatim H Soekarwo, Kapolda Jatim Irjen Pol Mahfud Arifin dan Pngdam V Brawijaya Mayjen TNI Arief Rahman  melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Dr. Soetomo, di Jalan Bubutan Surabaya.

Ziarah ke makam ini merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Peringatan Harkitnas tersebut mestinya hari minggu, namun mundur sehari, Senin (21/5/2018)

Pakde Karwo selaku pimpinan ziarah bersama rombongan tiba pukul 09.15 WIB. Sebagai awal kegiatan, Pakde Karwo memberikan penghormatan umum kepada Pahlawan Nasional Dr. Soetomo yang diikuti oleh seluruh peserta ziarah. 

Kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan sekaligus mendoakan arwah Pahlawan Nasional Dr. Soetomo, serta meletakkan karangan bunga oleh pimpinan ziarah.

Sebelum mengakhiri kegiatan ziarah, Pakde Karwo kembali memberikan penghormatan dan melakukan tabur bunga yang diikuti Forkopimda Jatim dan peserta ziarah lainnya di Makam Dr. Soetomo.

Hadir dalam ziarah makam Dr. Soetomo tersebut antara lain Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, Pangarmatim sejumlah pejabat utama dari Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya, pejabat di lingkungan Pemprov Jatim, pelajar, anggota pramuka. (min)

 

 

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Peningkatan arus mudik dari Bali menuju pulau Ra'as Kabupaten Sumenep sudah mulai dirasakan meski puasa ramadhan belum genap satu munggu. 

Du prediksi puncaknya akan terjadi pada sekitar tanggal 10 Juni 2018. Ratusan perantau  dan transmigran asal pulau Ra'as yang ada di Bali . Mereka akan menumpang kapal Express Bahari secara gratis.

Ahmadi, pengusaha asal Pulau Raas yang sukses ada di Bali kini menyewa kapal Expres Bahari untuk masyarakat Pulau Ra'as yang diberikan secara Geratis bagi masyarakatnya guna untuk mengurangi padatnya arus mudik kekampung hlamannya.

"Iya benar mas, itu guna mengurangi padatnya arus mudik dari Jangkar - Ra'as, sehingga saya sewa Kapal Expres Bahari untuk masyarakat Ra'as yang sedang bekerja sebagai tenaga migran di Bali. Sehingga merasa nyaman dan aman nanti tidak seperti sebelum-sebelumnya  susah dan antre" kata Ahmadi pengusaha sukses yang ada di Bali. Senin 21/5/2018.

bahkan kata Ahmadi seperti tahun sebelumnya sampai tidak bisa pulang lantaran begitu antre dan kehabisan tiket.

"Saya tidak mau kejadian seperti itu terung kembali, saya sangat prihatin sebab saya juga asal pulau Ra'as Sumenep" tutunya (fidz).

 

Page 1 of 1601
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...