Madura

Published in Madura

DPKS Anggap Disdik Kabupaten Sumenep Gagal Fokus

Jul 04, 2018 Publish by 
 Mohammad Suhaidi
Mohammad Suhaidi (kt/fidz)

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur,  yang nilainya miliaran rupiah dinilai Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep gagal fokus.

Pasalnya, dari  sejumlah sekolah yang dikelola Disdik, ternyata masih banyak sekolah yang tidak mendapat perhatian. Kasus ini baru terkuak setelah  DPKS melakukan pemantauan disejumlah sekolah beberapa waktu lalu.

"Kelihatan sekali Disdik Sumenep ini tidak serius mengalokasikan DAK tahun 2018, ketika kami melakukan pemantauan dibeberapa sekolah menengah dan melihat dari sisi  kualitas fisik juga sarpras disejumlah sekolah SMP di kabupaten sumenep itu jauh dari harapan," ungkap Mohammad Suhaidi, kepada KoranTransparansi.com. Selasa 03/07/2018.

Kata Suhaidi, ada sejumlah sekolah seperti dilihat sebelah mata oleh Disdik sumenep. Salah satunya di SMPN Batu Putih dan SMPN Lenteng. Kondisi ini sangat  memperihatinkan dan tidak layak dikatakan sekoalah negeri. Coba saja lihat dari segi bangunan dan sarprasnya, ya sangat malu dikatakan sekolah negri untuk saat ini" jelasnya.

Ketahuan kalau DAK Disdik Sumenep tahun 2018 ini  kata Suhaidi, tidak fokus pada sekolah yang betul-betul membutuhkan, sehingga dampak dari ketidak seriusan Disdik kembali pada sekolah itu sendiri, bagaimana masyarakat melihat dan meresponnya.

"ini sebagai catatan Disdik sumenep, bahwa ketika kondisi fisik dan sarprasnya sekolah kelihatan tak layak seperti itu, maka secara otomatis tidak akan dilirik oleh siapapun dan bahkan dijauhin masyarakat. Jadi kami berharap, tolong Disdik harus fokus dan benar benar memperhatikan sekolah yang betul betul membutuhkan DAK itu" tegasnya pada korantransparansi.com.

Apabila semisal DAK tersebut tidak cukup ya setidaknya Disdik seharunya meng alokasikan dana khusus pada sekolah yang terang terang membutuhkan."saya meyakini bila Disdik tetap tidak mau diingatkan dan membiarkan hal tersebut, maka sekolah negri akan kalah saing dengan sekolah suwasta. Baik itu di Desa desa atau ditingkat kecamatan dan kota. Kita lihat saja nanti seperti apa kedepannya" lanjutnya.

"Tetapi kami tidak sampai disitu, saat ini kami mempertanyakan DAK di dua sekolah SMPN Batu putih dan SMPN Lenteng ini, kemana selama ini? Dananya cukup besar mulai tahun 2011 - 2018 ini?" katanya.

M Iksan, Kabid SMP Disdik Sumenep, saat dikonfirmasi korantransparansi.com, saat ini masih ada diluar kota. Dan belom bisa menjelaskan terkait hal demikian itu (fidz).

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...