Madura

Published in Madura

Sidak Bupati Sumenep Hanya Temukan Parkir Liar & Gerbang Kumuh

Jun 22, 2018 Publish by 
Hari pertaa mask kerja pasca Lebaran Bupati Sumenep Busyro melakukan inspeksi ke semua kantor dilingkungan Pemkab. Namun tidak ditemukan ASN yang mbolos dan hanya menemukan parkir liar dan gerbanang pintuk masuk yang kumuh.
Hari pertaa mask kerja pasca Lebaran Bupati Sumenep Busyro melakukan inspeksi ke semua kantor dilingkungan Pemkab. Namun tidak ditemukan ASN yang mbolos dan hanya menemukan parkir liar dan gerbanang pintuk masuk yang kumuh. (kt/fidz)

Sumenep (KoranTransparansi.com) – Sidak di hari pertama setelah cuti bersama ramadan dan Idul Fitri 1439 Hijriyah, Bupati Sumenep tidak menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) pada sejumlah dinas di Kabupaten Sumenep.

Namun saat sidak ke sejumlah kantor dinas, bupati menemukan “parkir liar” dan pintu masuk kantor dinas yang rusak.

“Sidak ini, tidak hanya melihat kehadiran ASN saja. Tapi juga bagaimana menata kantor dan lingkungannya” tutur A. Busyro Karim, Bupati Sumenep.

Temuan “parkir liar” di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep, menurut Busyro, merupakan bukti bahwa masih ada pengelolaan lingkungan kantor dinas yang tidak benar dan tidak bagus.

“Liat di (Dinas) koperasi, parkirnya saja tidak ditempatnya. Di pintu utama malah ditempati sepeda motor, cara parkirnya saja kocar kacir” keluhnya.

Selain “parkir liar” tambah Busyro, temuan pintu masuk yang rusak di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) juga bagian dari pengelolaan lingkungan kantor yang tidak maksimal. Terkesan diabaikan.

“Apa harus nunggu APBD semuanya kalau Cuma pintu kantor seperti itu (rusak)” sesalnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep, Imam Trisnohadi berdalih, “parkir liar” di depan pintu masuk dinas terpaksa dilakukan karena lahan parkir yang ada di dinas setempat terbilang sempit.

“Memang parkirnya lahannya sini sempit, di belakang tidak cukup jadi disini jadi tempat,” kilahnya.

Namun hal tersebut dibantah oleh bupati. Sebab menurut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep tersebut, khusus di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep lahan parkir di bagian belakang masih luas.

“Tidak, alasan itu salah.” pungkas Busyro dengan nada kesal (fidz).

 

 
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...