Madura

Published in Madura

Ratusa Nelayan Sumenep Demo di Kantor DPRD

May 08, 2018 Publish by 
Nelayan Sumenep Jaw Timu melakukan aksi demo damai di depan gdung DPRD setempat menyusul munculnya banyak nelayan luar kabupaten yangmemasuki perairan Sumenep.
Nelayan Sumenep Jaw Timu melakukan aksi demo damai di depan gdung DPRD setempat menyusul munculnya banyak nelayan luar kabupaten yangmemasuki perairan Sumenep. (kt/fidz)

 

Sumenep (Korantransparansi.com) - Ratusan nelayan dari kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep  lakukan unjuk rasa didepan kantor DPRD Kabupaten Sumenep. 

Mereka menuntut keadilan dan menyampaikan aspirasinya  kepada Wakil Rakyat sumenep terkait alat tangkap ikan  menggunakan jaring sarkak yang merusak karang dan memusnahkan bibit ikan diperairan Talango yang dilakukan oleh nelayan luar daerah tersebut.

Imam salah satu anggota aksi melayan dari kecamatam Talango tersebut mengatakan bahwa alat tangkap jaring sarka' tersebut sangat menindas tempat nelayan dan bahkan mencekik mata pencaharian ekonomi masyarakat dikecamatan talango.

"Kalau alat tangkap ikan dengan menggunakan alat sarkak itu terus dibiarkan maka kami sebagai nelayan setempat mau makan apa, terutama kami sebagai nelayan bubu ya habis pendapatan kami bil terus dibiarkan" kata Imam pada media ini saat aksi berlangsung, pada hari senin, 07/05/2018.

Ia berharap Wakil Rakyat Kabupaten Sumenep benar-benar serius menangani nasib ekonomi nelayan diperairan Talango dan juga terhadap Polairut setempat tidak main-main dengan masalah nelayan luar yang telah merusak ekosistem laut yang datang dipinggiran perairan setempat dengan menangkap ikan menggunakan alat sarkak itu.

Ketua DPRD Kabupaten Sumenep yaitu Herman Dalikusuma mengatakan saat menemui para nelayan yang melakukan unjuk rasa, mengatakan bahwa kalau sudah ada larangan dari Permendagri yang jelas itu ada sansi hukum terhadap pelaku.

"Kalau pelakunya ditangkap dikeluarkan, ditangkap lagi lalu dikeluarkan lagi, ini tidak boleh menurut saya, ini telah memancinga karahan para nelayan" kata ketua DPRD Sumenep politisi PKB itu.

Herman menambahkan bahwa akan memanggil wilayah setempat, seperti polsek bluto, saronggi, dungkek, untuk melakukan sosialisasi mengenai masalah ini.

"Upaya kita dari DPRD Sumenep harus duduk bersama, seperti apa untuk mengkondisikan masalah ini" katanya saat dimintai keterangan setelah menemui ratusan massa nelayan dari kecamatan Talango (fidz).

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...