Madura

Published in Madura

The Khilafah Yang Meresahkan Masyarakat Sumenep

Apr 17, 2018 Publish by 
The Khilafah Yang Meresahkan Masyarakat Sumenep
(kt/fidz)

 

Sumenep (KoranTransparansi.com)– Dikabupaten Sumenep, Madura, digegerkan dan meresahkan beredarnya foto dengan hastag #Return The Khilafah. Foto tersebut tersebar luas dijejaring media sosial, seperti Facebook, dan pesan WhatsApp.

Selain foto berhastag #ReturnTheKhilafah, juga bertuliskan #Khilafah Ajaran Islam dalam banner berukuran panjang yang dibentangkan empat orang berpakaian serba putih itu.

Belum diketahui secara pasti kapan foto tersebut diambil. Pantauan media ini, foto yang beredar di Facebook tersebut sudah beberapa kali dibagikan dan juga di sukai oleh para netizen

Foto tersebut diunggah oleh pemilik akun Facebook Hidayatullah Al Furqon pada tanggal 15 April 2018 sekira pukul 02.01 AM. Dengan cuitan statusnya berisi

“Salam Ukhuwah Settong Dhere dhe’ Satheje Taretan… Yuk bantu Viralkan yg lagi trending topic…” Setelah statusnya kemudian ada hastag #KhilafahAjaranIslam #ReturnTheKhilafah #SyariahIslamHukumAllah #YukAmalkanPerjuangan #2019GantiRezimGantiSistem

Menyikapi hal tersebut, Dandim Sumenep, A. Sudiatna mengaku masih belum menerima informasi tersebut. Namun pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, utamanya Polres Sumenep untuk menindaklanjuti apabila hal itu benar terjadi.

“Secara pribadi saya baru tahu. Kami masih mau melakukan koordinasi dengan Pak Kapolres,” katanya, Senin 16/4/2018.

Ia mengatakn apabila itu benar adanya maka akan segera ditindaklanjuti dan akan dilakukan penyelidikan.

Selain itu, pihaknya juga berpesan agar selalu menjaga kondusifitas warga. Apalagi, warga Madura itu tidak seperti yang banyak dibicarakan oleh orang-orang.

 “Warga Madura ini baik-baik, santun-santun. Kabupaten Sumenep ini solonya Madura. Jadi tolong jangan membuat panas,” tukasnya.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim ikut berkomentar terkait postingan #ReturnTheKhilafah yang tengah viral di media sosial baru-baru ini.

Hastag kontroversi tersebut menjadi viral lantaran ditampilkan pada benner besar dan dibentangkan oleh empat orang tepat didepan pintu Masjid Jamik Sumenep lalu di posting di facebook.

“Secara formal dan aturan yang ada (Organisasi HTI dan konsep Khilafah) kan sudah dilarang, harus seperti itu kan tidak boleh terjadi,” ujar Busyro, Senin (16/4/2018).

Menurutnya, siapapun dan pihak manapun termasuk Takmir Masjid harus bisa menyesuaikan dengan aturan yang sudah diketahui bersama (fid).

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...