Madura

Published in Madura

Kadis Perikanan Sumenep Arief Rusdi : Nelayan Luar Daerah Bikin Rusaknya Perairan Talango

Apr 14, 2018 Publish by 
Foto : Kadis Perikanan Kabupaten Sumenep Arief Rusdi
Foto : Kadis Perikanan Kabupaten Sumenep Arief Rusdi (kt/fidz)

SUMENEP (KoranTransparansi.com) - Rusaknya terumbu karang dan ekosistem keberlangsungan ikan di perairan Talango Sumenep, akibat pencari ikan luar daerah sumenep yang menggunakan alat sarka' (cakar) itu sejak beberapa tahun yang lalu hingga baru-baru ini terkesan dibiarkan oleh yang berwajib.

Hal itu memprihatinkan banyak kalangan, terutama aktivis nelayan dan tokoh masyarakat dilingkungan kecamatan Talango, kabupaten Sumenep, Madura, yang saat ini mendatangi Dinas perikanan sumenep untuk menyatakan sikap menolak keras pengguna alat sarka' (cakar) yang merusak keaneka ragaman hayati laut terutama diperairan talango, Jum'at, 13/04/2018.

Sunahmanto, perwakilan sejumlah nelayan usai audensi di kantor Dinas perikanan sumenep mengaku sangat prihatin atas insiden tersebut.

Kita datang kesini (Dinas Perikanan,red), untuk menyatakan sikap penolakan,” tegasnya.

Ia mengatakan, beberapa hari lalu, kita amati ada sekitar 50 jaring sarka’ beroperasi di perairan Talango, mereka semua berasal dari nelayan Kecamatan lain,” imbuhnya.

Diketahui, di perairan Talango ada kawasan konserfasi padang lamun yang mendapatkan atensi dari Provinsi, sehingga dikhawatirkan akan merusak kawasan tersebut.

“Itu dikhawatirkan dapat merusak konserfasi yang kami rintis, oleh karenanya kami menggalang dukungan untuk gerakan peduli laut, bahkan kami di dukung 4 kepala Desa setempat,” tandasnya.

Pihaknya berharap ada langkah tegas dari pihak terkait, dalam hal ini Dinas Perikanan dan Polairud, kita akan sampaikan surat ini (pernyataan sikap) ke mereka.

Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Arief Rusdi mengatakan, berdasarkan UU nomor 23 tahun 2014 terkait laut 0 sampai 12 Mil sudah bukan menjadi kewenangan Kabupaten melainkan sudah menjadi tanggung jawab Provinsi.

Persoalan alat tangkap sarka’, Arief menegaskan bahwa alat tersebut bukan merupakan alat terlarang (legal), artinya sesuai aturan alat tersebut diperbolehkan digunakan nelayan dengan beberapa ketentuan.

“Sarka’ ini kan ada dua macam, ada sarka’ aktif dan sarka’ yang pasif, alat sarka’ aktif pengoperasiannya menggunakan mesin, sementara yang pasif yang menggunakan tenaga tangan itu, seperti yang kerap digunakan nelayan kita,” terangnya.

Arif melanjutkan, sesuai aturan alat sakra’ aktif yang menggunakan tenaga mesin diperbolehkan beroperasi pada lokasi 1B (2,5 Mil kedepan), sementara untuk yang pasif bebes, karena pengoperasiannya manual dengan menggunakan tenaga manusia.

“Sarka’ pasif tidak apa-apa digunakan karena menggunakan tenaga manusia, kan tidak merusak itu, ini yang perlu diberikan pemahaman untuk nelayan,” bebernya.

Namun, jika ditemukan pelanggaran dari penggunaan alat tersebut, semisal sarka’ aktif beroperasi di pinggiran, nelayan bisa melaporkan ke Polairut, termasuk ke Provinsi. Atau paling tidak ke Polsek terdekat.

“Kami tidak punya wewenang apa-apa, jika ditemukan pelanggaran langsung saja laporkan ke yang berwajib yaitu Polairut, ke provinsi atau bisa Polsek disana,” tuturnya.

Akis Jazuli angota komisi  II DPRD sumenep sangat menyayangkan Polairud dan Dinas Perikanan sumenep apa bila seolah-olah terkesan membiarkan begitu saja terkait laporan masyarakat nelayan yang dilakukan para oknum  dalam menangkap ikan menggunakan alat sarka' (cakar) di perairan talango.

"Kalau jelas - jelas ada temuan pelanggaran yang merusak terumbu karang dan ekosistem keberlangsungan ikan diperairan talango, kami lembaga DPRD Sumenep sangat mendukung tindakan yang menyatakan sikap menolak keras insiden tersebut" kata politisi muda Akis Jazuli yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dilingkungannya saat dikonfirmasi korantransparansi.com.

Ia menbahkan seharusnya pemerintah daerah atau pemprof sekalipun itu harus proaktif melakukan pengawasan khusus langsung kelapangan.

"Laporan warga itukan laporan sangat valid, sebab nelayan itu sumber perekonomiannya dilaut" tegasnya (fidz).

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...