Madura

Published in Madura

Masyarakat Keluhkan Mahalnya Harga Tiket Pelabuhan Talango Sumenep

Feb 20, 2018 Publish by 
Masyarakat Keluhkan Mahalnya Harga Tiket Pelabuhan Talango Sumenep
(kt/fid)

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Mahalnya harga tiket masuk dan pelayanan penyebrangan pelabuhan Talango - Kalianget di Sumenep, menjadi keluhan para penumpang yang hendak bepergian. 

Pasahal mestinya melalui penyeberangan masyarakat .dapat kemudahan. Lagi pula pelayanan petugas pelabuhan dianggap tidak ramah.

Pelabuhan ini menjadi pintu utama bagi masyarakat dan wisatawan domistik  yang hendak berziarah, seperti ke Asta Yusuf, Wisata Gili Labak.

Ahmad Rofiki, salah satu anggota rombongan peziarah ke Asta Yusuf merasa tidak mendapatkan layanan kurang baik saat hendak berziarah ke Asta Yusuf.

"Pelayanannya saat di perahu  (Tongkang) itu sangat kasar, kami merasa tidak nyaman mas" ujar laki - laki menggunakan kopyah hitam dan baju putih itu saat koran transparansi.com melakukan investigasi ditempat itu.

Khalilatur Rahmah, perempuan muda sebagai juru bicara warga asal Desa Poteran, kecamatan Talango Sumenep, Senin (19/2/2018)  mempertanyakan sikap  pemerintah terkait keluhan dan pelayanan yang meresahkan masyarakat bahwa tiket kapal penyebrangan pelabuhan di Kecamatan Talango - Kalianget diduga melanggar peraturan.

 

Perempuan asal Desa Poteran itu menyatakan, pemerintah seharusnya cepat menyikapi keluhan warga kecamatan Talango "Tiket penyebrangan pelabuhan Talango Kalianget itu sangat mahal, itu sangat tidak wajar sekali"  tutur perempuan muda itu saat ditemui korantransparansi.com.

"Tiket yang masih terus berlaku saat ini tidak sesuai dengan peraturan Bupati (perbub) Tahun 2015, kalau ini tetap dibiarkan maka jangan salahkan kami jika nantik berteriak keras didepan kantor DPRD Sumenep itu" ujarnya dengan semangat.

Lanjut Khalila, "secepat mungkin kami akan melakukan gerakan seribu warga untuk menyuarakannya ke kantor parlemen DPRD Sumenep" paparnya.

Sementara Drs. Ec Sustono, MM, M. Si. kepala Dinas perhubungan (Dishub) Sumenep yang memiliki kebijakan terkait hal tersebut saat hendak dikonfirmsi  dikantornya tidak ada, dihubungi melalui telpon juga sulit dan tidak aktif.

Drs. Ec. H. Mulyadi, MM. Sekretaris DISHUB pun juga enggan menanggapi hal demikian dikantornya saat dikonfirmasi.

Akis Jazuli angota komisi  II DPRD sumenep sangat menyayangkan Dinas Perhubungan (DISHUB)  Sumenep apa bila tidak mau menyikapi terkait pelayanan dan bahkan tiket yang sangat mahal dan diduga melanggar peraturan daerah itu.

"Perbub tahun 2015, tentang penyebrangan Kalianget - Talango, yang memiliki kebijakan didalamnya ini adalah dinas perhubungan (DISHUB), sangat tidak masuk akal bila demikian tidak tau permasalahan didalamnya" ungkap politisi Muda putra Talango saat dimintak komentarnya melalui telepon oleh Korantransparansi.com siang tadi.

Akis menambahkan, sebagai politisi yang bersentuhan langsung dengan Masyarakat selalu pro rakyat dan bahakan akan selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Sementara Dul Siam, S, Ag, M. Pd. ketua komisi III DPRD Sumenep saat hendak dikonfirmasi Korantransparansi.com dikantornya tidak ada dan bahkan sulit untuk dihubungi melalui telpon (fid).

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...