Madura

Published in Madura

Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Wira Usaha Sumekar (WUS) Sumenep, Sitrul Arsyih Musa'ie, di Tahan

Oct 17, 2017 Publish by 
Sitrul Arsyih Musa'ie, ( pakai baju batik memakai rompi berkacamata ) digiring ke mobil saat hendak di Tahan.
Sitrul Arsyih Musa'ie, ( pakai baju batik memakai rompi berkacamata ) digiring ke mobil saat hendak di Tahan. KT/sal

SUMENEP (KT) - Akhirnya Kejaksaan tinggi (Kejati) Jawa Timur menangkap Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Wira Usaha Sumekar (WUS) Sumenep,  Sitrul Arsyih Musa'ie,

Pria yang saat ini santer dibicarakan calon terkuat ketua salah satu partai di Sumenep itu, akhirnya dijebloskan ke tahanan karena diduga menerima participating interest (PI) 10% sebagai bagian hasil pengelolaan minyak dan gas (migas) di wilayah Kabupaten Sumenep dari PT Santos Madura Offshore.

Menurut Kasi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Richard Marpaung, modus tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka adalah dengan membuka kantor perwakilan di Jakarta dan secara pribadi membuka rekening di Bank Mandiri. Rekening itu bisa menerima aliran dana dalam bentuk rupiah dan dolar Amerika Serikat.

Rekening pribadi secara sengaja dibuka untuk menampung dana PI sebesar 10%. Tersangka dijerat dengan pasal 2 subsider pasal 3 UU Nomor 61 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. "Penerimaan dana participasing interest ini tanpa sepengetahuan Pemkab Sumenep," katanya, Jum'at (13/10/2017).

Jumlah uang yang masuk ke rekening tersangka dari PI sebesar USD773.702. Dana tersebut digunakan tersangka sebesar Rp3,9 miliar. Jumlah itu sesuai dengan kerugian negara yang ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dugaan penyimpangan keuangan di tubuh BUMD Pemkab Sumenep itu mengemukan ke publik setelah ada laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK pada Agustus 2016. Diduga banyak penyimpangan pada kegiatan operasional dan investasi PT WUS.

Di ketahui, Pada Januari 2017, PT WUS melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) dengan agenda penggantian jajaran direksi. "Tersangka kami tahan agar tidak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti. Dengan ditahan, akan mempermudah pemeriksaan terhadap tersangka," jelas Richard kepada wartawan

Tersangka sendiri, saat digelandang petugas kejaksaan menuju mobil tahanan tidak banyak bicara. Saat ditanya awak media, tersangka yang mengenakan baju batik dibalut rompi tahanan itu  hanya menyunggingkan  senyuman

Setelah masuk ke tahanan, petugas langsung membawa pria berkacamata itu ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Medaeng di Sidoarjo.

Kasus ini bermula dari penggeledahan yang dilakukan Kejari Sumenep di kantor PT WUS pada Februari lalu. Penggeledahan selama hampir 11 jam itu dipimpin Kepala Kejari Sumenep, Bambang Sutrisna. Penggeledahan itu juga dikawal ketat aparat kepolisian dari Polres Sumenep dengan bersenjata lengkap.

Dari hasil penggeledahan, sejumlah barang bukti disita petugas. Antara lain 3 unit CPU dan beberapa berkas.

Penggeledahan dilakukan setelah korps adhiyaksa itu menerima laporan masyarakat terkait adanya dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan daerah yang berasal dari beberapa usaha yang dikelola PT WUS. Antara lain, bengkel mobil, SPBU dan dana PI dari beberapa perusahaan migas yang ada di Kabupaten Sumenep.

Dugaan penyimpangan tersebut sudah lama dilaporkan masyarakat lantaran PT WUS selalu merugi. Sehingga muncul dugaan ada pengelolaan yang salah di tubuh perusahaan. Sejak jum’at kemarin, berita penahanan Sitrul Arsih Musai, Mantan Direktur PT WUS (BUMD) Sumenep oleh pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menjadi magnet tersendiri dikalangan para penggiat anti korupsi.

Sebelum ditahan, Sitrul Arsyih Musa’ie sempat menjalani pemeriksaan selama 5 jam oleh penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejati Jatim di Surabaya.

Sitrul menjabat sebagai Direktur Utama PT WUS sejak 2011-2015. PT WUS merupakan salah satu perusahaan pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Sumenep yang mengelola perbengkelan, SPBU dan migas.

sementara anggota Aliansi Indonesia (AI) Kab. Sumenep Abdullah Affas  mengatakan pihaknya dengan tegas akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Menurutnya, kasus PT WUS ini diyakininya banyak orang-orang besar yang terlibat didalamnya,

“Kami yakin banyak aktor lain yang lebih besar selain Sitrul dalam sakandal korupsi ditubuh PT WUS sumenep. Aparat harus menyeret semua pihak yang terlibat, kabupaten Sumenep harus bersih dari koruptor di setiap satker yang ada  timpalnya meyakinkan. (sal)

banner