Madura

Foto : Saifiddin/ ketua LIPK// kt. Faisal

Sumenep (KOranTransparansi.com) - Pasca ditetapkannya sebagai tersangka atas Pungutan Liar (Pungli) pendaftaraan Tanah sistematika lengkap (PTSL) Tahun  2017, Sekretaris Desa Prenduan (MM) ditahan oleh Kejaksaan Negeri Kab. Sumenep,  beberapa hari kemarin.

Sebelumnya Kepala Desa Kertasada atas dugaan yang sama telah mendekam di jeruji besi, Kejaksaan Negeri Sumenep di minta untuk lebih tegas lagi awasi dugaan tersangka lainnya, sebab tidak menutup kemungkinan akan banyak kepala Desa yang lain terperangkap dalam pungutan liar (pungli) tersebut
 
Ketua Lembaga Independen Pengawas Keuangan (LIPK) kab. Sumenep, Zaifiddin mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kinerja kejaksaan negeri sumenep, karena telah terbukti memproses berbagai persoalan korupsi dan pungutan liar (pungli) di Kab. Sumenep. (26/09)
 
keseriusan ini terlihat dengan banyaknya kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri sumenep dalam memberantas tindak pidana korupsi perlu diajungkan jempol, sebab kejaksaan tidak tebang pilih dalam menegakkan supre masi hukum 
 
seperti santer diberitakan di berbagai media cetak dan online terkait Pungli prona dilakukan sejumlah kades yang ada. Prona ini sangat rentan dan menjadi topik menarik bagi kejaksaan, hal ini banyak kepala Desa mendekam di sel penjara karena diduga kuat melakukan pungli yang bisa merugikan negara.
 
Di katakan zai, Setelah dua kepala Desa ditetapkan sebagai tersangka melakukan pungutan liar (Pungli) Kejaksaan Negeri harus mengkaji kembali beberapa Desa yang ada di Kab. Sumenep termasuk Desa Aeng panas
 
untuk diketahui, Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) ini adalah program pemerintah yang di subsidi oleh pemerintah pusat bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk masyarakat yang kurang mampu.(sal)
Foto : Kegiatan lauching dan bedah buku antologi Isyarat Gelombang II
Sumenep (KoranTransparansi.com) - Peluncuran buku Antologi Isyarat Gelombang II merupakan karya dari beberapa Alumni santri Annuqayah dan santri aktif. Bertempat di Aula Asysyarqawi pondok pesantren Annuqayah Guluk-guluk sumenep Madura (16/09)
 
Hadir pada acara tersebut,  para penulis buku Isyarat Gelombang II dan beberapa sanggar yang ada di Annuqayah, ratusan peserta launching buku merasa sangat antusias menyaksikan acara yang dikemas oleh Sanggar Andalas pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Raya 
 
Acara teatrikal dan Hadrah Albanjari  dari sanggar Andalas menjadi pembuka acara launching buku, berikut pemberian secara simbolys oleh ketua panitia kepada para nara sumber yang memang sudah mempunyai nama di kancah nasional sebagai sastrawan budayawan dan penyair.
 
Tepuktangan para hadirin memenuhi ruangan di Aula bany Asysyarqawi setelah Syam S Tamoe tampil membacakan puisinya di depan para hadirin, berikut pembacaan puisi oleh anak Sanggar Andalas, dan santriwati dengan meembacakan karya Maymun syamsuddin ketiga pembaca puisi itu mendapat penghargaan buku Isyarat Gelombang II yang diregues langsung oleh ketua panitia.
 
Ketua Panitia pelaksana, Zairi Amin mengatakan kalau dirinya merasa sangat bangga dengan suksesnya peluncuran Antologi Isyarat gelombang II meskipun prosesnya terbilang cukup lama, kepada Kiai Moh. Faizi dan Syaf Anton WR ucapan terima kasih terus disunggingkan karena sebagai pembina proses kreatif dari awal sampai terbitnya antologi Isyarat Gelombang II 
 
Kiai Moh. Faaizi mengatakan, Kehidupan keseharian santri itu sudah puitis, maka tak heran jika santri Annuqayah itu menjadi penulis puisi yang puitis, didalam buku Antologi Isyarat Gelombang II ini, sangat menarik karena momentnya bersamaan dengan acara reuni Annuqayah  dengan tema kembali ke Annuqayah 
Isyarat Gelombang II belum sepenuhnya bercermin puisi karena mungkin penulisnya mengalami jeda setelah menjadi alumni, namun  rasa semangat yang dimilikinya mencontohkan kalau mereka masih ingin berproses
 
Raedu Basha, mengatakan kalau buku isyarat gelombang II itu diibaratkan sebagai ritual bagi santri, apalagi santri yang sudah banyak menghafalkan nadhaman barzanji yang memang sudah menjadi kebiasaan para santri sehari-harinya
 
Dalam berproses menulis puisi tidaklah mudah tapi  perlu melakukan terobosan-terobosan baru, semisal karyanya ditolak oleh Media, lalu berhenti berkarya, nah ini sebuah kegagalan penulis dalam berproses, makanya penulis itu harus berani menghadapi tantangan kalaupun karyanya ditolak harus terus berupaya untuk berproses kreatif. Punkasnya. (Sal)
 Foto : Polindes Di Desa Palokloan Gapura kab. Sumenep yang dituding bermasalah    Terkait Jasmas 2015

 

Foto : Polindes Di Desa Palokloan Gapura kab. Sumenep yang dituding bermasalah

 

Terkait Jasmas 2015

POLRES SUMENEP LAMBAN ATASI KASUS 

 

Sumenep (KoranTransparansi.com) -  Ketua Indepandent Pengawas Keuangan (LIPK) kab. Sumenep,  mendesak Polres kab. Sumenep lebih serius mengatasi Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah dari Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) tahun 2015 yang sudah dilimpahkan kepada pihak polres.

Dana anggaran sebesar 150 juta di hibahkan oleh Ketua DPRD kab. Sumenep ke Dinas kesehatan dan dikelola untuk pembangunan Gedung Polindes di Desa Palokloan Kecamatan Gapura kab. Sumenep, oleh politisi partai PKB yang saat ini masih menjabat sebagai ketua DPRD kab. Sumenep, Herman Dali Kusuma, Kata Sayfiddin ketua Lembaga Independent Pengawas Keuangan (LIPK) kab. sumenep (12/9)

Menurut zai  seharusnya pihak polres tidak lamban mengusut tuntas persoalan jasmas 2015 yang sudah jelas-jelas melanggar hukum, saya tidak main-main dengan hukum, apalagi dalam hal ini di lakukan oleh Ketua DPRD kab. Sumenep

" saya akan kawal persoalan ini sampai keranah hukum" kilah dia.

Di katakan Zai, kinerja Polres patut dipertanyakan jika tidak bisa menyelesaikan masalah Jasmas 2015 ini yang di kelola oleh Ketua DPRD Kab. Sumenep, dan saya sangat menyayangkan jika kasus ini nantinya mandek ditempat dan tak ada solusi. Publik harus tahu. Pungkasnya

sementara Kabag Humas (polres ) Kab. Sumenep, Ibda Agus Suparno, belum bisa memberikan keterangan terkait hal tersebut, pihaknya masih mau konsultasi dengan Kasat Reskrim sehubungan hal tersebut.

Saya akan konfrmasi dulu  kepada bapak Kasat Teskrim sehubungan dengan hal tersebut. Saat dikonfimasi Via watshaf oleh wartatransparansi.com. (sal)

 

Pemain depan Prancis Kylian Mbappe (tengah) berebut bola dengan gelandang Belgia, Moussa Dembele (kiri) selama pertandingan sepak bola semi final Piala Dunia 2018 antara Prancis dan Belgia di Stadion Saint Petersburg di Saint Petersburg (10 Juli 2018).

St Petersburg, Rusia (KoranTransparansi.com) - Belgia harus membayar mahal harga kegagalan memanfaatkan peluang mereka melawan Prancis, tetapi sekarang mereka harus menyingkirkan kekecewaan dan fokus untuk finis ketiga di Piala Dunia, pelatih Roberto Martinez mengatakan setelah kekalahan timnya di semifinal.

Samuel Umtiti menyundul dari sudut untuk gol semata wayang dalam pertandingan itu untuk menyingkirkan Belgia, dan Martinez pun mengatakan bahwa untuk sementara dia juga senang karena timnya mampu mengatasi ancaman serangan balik Prancis meski para pemainnya tidak menunjukkan kepiawaian yang biasa mereka lakukan di depan gawang.

"Itu pertandingan yang ketat," kata pelatih asal Spanyol itu kepada wartawan. "Tidak banyak momen besar ... Perbedaan antara kekalahan dan kemenangan hanyalah pada satu situasi bola mati.

"Kami mengendalikan serangan balik mereka. Kami menguasai bola tetapi harus memberikan pujian atas cara Prancis bertahan. Kami tidak dapat menemukan sedikit keajaiban di depan gawang."

Pertandingan itu merupakan adu taktik yang memukau, dengan Prancis memilih bermain bertahan dan memanfaatkan kecepatan Kylian Mbappe untuk menaklukkan Belgia lewat serangan balik.

Martinez mengatakan timnya telah melakukan pertahanan dengan baik untuk meniadakan ancaman Prancis dari permainan terbuka dan menyangkal bahwa keputusannya memainkan Mousa Dembele di lini tengah memiliki pengaruh besar pada hasil akhir.

Demble merupakan pilihan mengejutkan untuk mengisi posisi Yannick Carrasco, dengan Martinez lebih memilih untuk mulai menurunkan pengatur permainan Kevin De Bruyne di sisi kanan serangan bukannya di lini tengah.

Tapi momen terbaik De Bruyne hadir ketika ia dikombinasikan dengan Eden Hazard di sisi yang berlawanan dengan yang ia biasa ditempatkan, dan Belgia kehilangan kemampuannya untuk langsung menyerang serta striker Romelu Lukaku juga jarang mendapatkan umpan.

Setelah timnya tertinggal, Martinez melepas Dembele dan menarik De Bruyne kembali ke lini tengah, dan meskipun Belgia tidak mendapatkan gol, mereka mengendalikan permainan lebih baik dan menciptakan lebih banyak peluang.

"Saya tidak melihat Prancis melarikan diri dari permainan," tambah Martinez. "Gol itu datang dari tendangan sudut. Itulah mengapa saya tidak berpikir penampilan turun ke individu."

Dari memimpikan final Piala Dunia pertama, Belgia sekarang harus puas dengan playoff untuk tempat ketiga, tetapi Martinez mengatakan dia bangga dengan para pemainnya dan akan melakukan semua yang dia bisa untuk membuat mereka siap untuk pertandingan terakhir mereka di turnamen.

"Kekecewaan sangat besar ... Ini ruang ganti yang sangat menyedihkan saat ini," katanya. "Saya tidak ingin pemain saya menjadi frustrasi dan kecewa.

"Ini adalah emosi yang sulit untuk diatasi. Anda kecewa karena kalah di semifinal, dan sangat sulit untuk melihat peluang memainkan permainan lain secara positif.

"Kami harus berkumpul kembali, memulihkan diri dan melihat peluang. Untuk mencoba menyelesaikan di posisi ketiga Piala Dunia jarang terjadi. Satu-satunya momen yang terjadi di sepak bola Belgia adalah pada 1986, ketika kami menempati posisi keempat.

"Kami perlu memahami ini sebagai pertandingan penting, tetapi saya sangat sulit menerima hal ini setelah pertandingan dengan emosi yang kami miliki hari ini. Ketika Anda memiliki ambisi untuk mencapai final, maka akan sulit secara individu dan kolektif untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya." Demikian laporan Reuters.(nov)

 Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep Edy Rosyadi

Sumenep (Korantransparansi.com) - Meski diberbagai media sosial (Medsos)  ramai diberitakan terkait adanya rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS), namum Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengaku belum menerima surat edaran (SE) dari Pemerintah Pusat tentang formasi CPNS 2018. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep Edy Rosyadi ketika ditemui wartatransparansi.com mengaku juga belum tahu soal rekrutmen CPNS tahun 2018. 

Pihaknya mengatakan, bahwa surat edaran (SE) terbaru yang diterimanya, menyebutkan belum ada rekrutmen CPNS untuk tahun ini.

Jadi, masyarakat harus tahu informasi ini dan jangan mudah percaya informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya" kata Edi, Selasa (10/7/2018).

Berdasarkan data di Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Sumenep membutuhkan sekitar 943 orang untuk ditempatkan dibeberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti tenaga medis di Dinas Kesehatan dan guru di lingkungan Dinas Pendidikan.

Kekurangan abdi negara itu disebabkan karena banyak ASN yang pensiun setiap tahun. Kekurangan itu tidak diimbangi dengan adanya rekrutmen CPNS. Sehingga banyak struktural di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) kosong.

"Tapi karena SE terakhir menyatakan belum ada rekruitmen dan belum ada intruksi, ini artinya belum ada rekrutmen CPNS" tegasnya kepada awak media.

Oleh karenanya, mantan Kepala Dinas PU Bina Marga ini menghimbau agar masyarakat waspada dengan informasi terkait pengangkatan PNS, apalagi terhadap ajakan menjadi PNS oleh oknum-oknum tertentu.

"Misalnya ada pihak yang meminta imbalan tertentu lalu memberi iming-iming akan lulus PNS, jangan percaya. Lebih baik menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat melalui pemerintah daerah" tutupnya (fidz).

 

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Rekapitulasi penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim tingkat Kabupaten itu, kini dipantau langsung oleh Kepala Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, Madura Jawa Timur AKBP Fadilah Zulkarnain.

Kasubag Humas Polres Sumenep, Iptu Joni menyampaikan. Bahwa, dalam menjaga keamanan rekapitulasi penghitungan suara, Polres Sumenep menerjunkan sedikitnya 210 personel ditambah dengan 55 personel dari Kodim 0827, juga dari Satpol PP dan Dishub setempat.

Kasubag Humas Polres Sumenep menyampaikan, bahwa Personel pengamanan tidak hanya dari polres, tetapi juga dari TNI sebanyak 50 orang. Jadi total pengamanan 265 personel gabungan polisi dan TNI. Itu masih ditambah dengan Satpol PP. Rabu 04/07/2018.

Digelarnya rapat pleno terbuka tersebut, dimulai pukul 08.45 WIB dengan dihadiri oleh kedua saksi pasangan calon yang berlaga pada Pilgub Jatim. penghitungan tersebut bertempat di Jl. Raya lenteng, Islamic Center sumenep.

“sebelum pelaksanaan rekapitulasi manual, pihaknya terlebih dahulu melakukan sterilisasi lokasi. Termasuk di pintu masuk, juga dilakukan penjagaan" tambahnya.

Kami melakukan pengamanan dengan sistem terbuka dan tertutup. Pengamanan terbuka dilakukan oleh anggota berseragam, sedangkan pengamanan tertutup dilakukan anggota tanpa baju dinas” tuturnya.

“dari pantauan di lokasi rekapitulasi penghitungan suara masih berlangsung aman. Sejumlah PPK sudah membacakan hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan" tutupnya (fidz). 

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Proses rekapitulasi penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jatim tingkat Kabupaten Sumenep mendapat pengawalan langsung dari Polres Sumenep, Madura.  Kapolres Sumenep AKBP Fadilah Zulkarnain, juga turun lapangan untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

Kasubag Humas Polres Sumenep, Iptu Joni mengungkapkan  dalam menjaga keamanan rekapitulasi penghitungan suara, Polres Sumenep menerjunkan sedikitnya 210 personel ditambah dengan 55 personel dari Kodim 0827, juga dari Satpol PP dan Dishub setempat.

Kasubag Humas Polres Sumenep menyampaikan, bahwa Personel pengamanan tidak hanya dari polres, tetapi juga dari TNI sebanyak 50 orang. Jadi total pengamanan 265 personel gabungan polisi dan TNI. Itu masih ditambah dengan Satpol PP. Rabu 04/07/2018.

Digelarnya rapat pleno terbuka tersebut, dimulai pukul 08.45 WIB dengan dihadiri oleh kedua saksi pasangan calon yang berlaga pada Pilgub Jatim. penghitungan tersebut bertempat di Jl. Raya lenteng, Islamic Center sumenep.

“sebelum pelaksanaan rekapitulasi manual, pihaknya terlebih dahulu melakukan sterilisasi lokasi. Termasuk di pintu masuk, juga dilakukan penjagaan" tambahnya.

Kami melakukan pengamanan dengan sistem terbuka dan tertutup. Pengamanan terbuka dilakukan oleh anggota berseragam, sedangkan pengamanan tertutup dilakukan anggota tanpa baju dinas” tuturnya.

“dari pantauan di lokasi rekapitulasi penghitungan suara masih berlangsung aman. Sejumlah PPK sudah membacakan hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan" tutupnya (fidz).

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...