Madiun

 Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Machfud Arifin (keempat kanan) memberikan penjelasan saat inspeksi dan merilis sitaan balon udara di Mapolres Ponorogo, Jawa Timur, Senin (18/6). (Foto: Istimewa)

Ponorogo (KoranTransparansi.com) - Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Machfud Arifin memerintahkan anggotanya untuk melakukan tindakan tegas melalui proses hukum bagi penerbang balon udara tanpa awak.

"Masyarakat sudah diberi edukasi. Kalau tidak mempan, mau tidak mau ya harus dilakukan proses hukum sampai persidangan di pengadilan," tegas Kapolda Machfud Arifin saat mengumumkan sitaan balon udara di Mapolres Ponorogo, Jawa Timur, Senin.

Menurut dia, menerbangkan balon udara yang menggunakan tenaga asap dan api yang selama ini dilakukan masyarakat Ponorogo berbahaya bagi penerbangan.

"Menerbangkan balon udara sangat membahayakan penerbangan. Sangat mempengaruhi penilaian Indonesia terhadap penilaian penerbangan sipil internasional," ujarnya.

Dikutip dari Antara Jatim , Kapolda Machfud Arifin mengungkapkan banyaknya balon udara berukuran besar dengan api yang besar pula terbang hingga mencapai ketinggian 35 ribu kaki.

"Balon berukuran besar dengan api yang besar terbangnya bisa mencapai ketinggian 35 ribu hingga 40 ribu kaki. Ini sangat membahayakan, karena terbangnya bisa sampai tiga hari," jelasnya

Sementara itu, Kapolres Ponorogo AKBP Radiant menyebutkan tim gabungan Polri dan TNI telah melakukan patroli kewilayahan. Dalam patroli tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan 43 balon udara.

Setiap merayakan Hari Raya Idul Fitri masyarakat Ponorogo memiliki tradisi menerbangkan balon udara. Sebagian lagi, balon udara tersebut ditambah petasan yang akan meledak ketika di udara.(jon)

Sambil Terisak, Guru Madin Ini Berikan Testimoni Keberhasilan Gus Ipul

MAGETAN (KoranTransparansi.com) - Ada kejadian menarik kala Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf bertemu relawannya di Magetan, Selasa (29/5/2018). 

Di forum bertajuk "Konsolidasi Relawan Pemuda Nahdliyin Kabupaten Magetan untuk Kemenangan Gus Ipul dan Mbak Puti" ini, Gus Ipul mendapat testimoni dari seorang guru madrasah diniyah (madin). 

Yang mana, guru tersebut merupakan satu di antara penerima beasiswa pendidikan S1 yang digagas oleh Gus Ipul ketika masih menjabat Wakil Gubernur. 

Di hadapan Gus Ipul dan peserta pertemuan yang juga dihadiri oleh ribuan guru madin yang tergabung di Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Magetan, guru perempuan tersebut lantas bercerita. 

"Mohon izin. Kami ingin menyampaikan kegembiraan saya bisa bertemu kembali dengan Gus Ipul," ujar Siti Fariningsih, seorang penerima beasiswa program S1 dengan terisak yang lantas terdiam.

"Saya mengalami sendiri dampak positif program madin yang digagas oleh Gus Ipul. Alhamdulillah, berkat Gus Ipul, saya bisa kuliah S1," kata Siti melanjutkan. 

Ia bercerita, bahwa sejak program madin diluncurkan pada 2010 silam, ia antusias untuk ikut mendaftar sebagai salah satu penerima program beasiswa. Baru pada 2013 silam ia akhirnya menjadi salah satu penerima di antara ribuan guru madin penerima beasiswa di tahun yang sama. 

"Akhirnya saya lulus sarjana tepat waktu pada 2017 lalu," cerita Siti yang merupakan guru madin Baitul Ulum, Karangsono ini. 

Ia menjelaskan, sulit baginya untuk melanjutkan jenjang sarjana andai tanpa program beasiswa. Salah satu kendalanya adalah biaya. "Oleh karenanya, saya berterimakasih. Insya Allah, program ini memberikan kebaikan terhadap pendidikan di Jawa Timur," kata alumnus jurusan Tarbiyah di salah satu perguruan tinggi Islam di Magetan ini. 

Dengan semangat ini pula, ia bersama rekan-rekannya masuk dalam tim pemenangan pasangan Gus Ipul dan Puti. 

"Program ini harus dilanjutkan. Banyak teman saya yang kini bisa menempuh pendidikan S1. Kami juga masih punya cita-cita untuk melanjutkan program ke S2," kata perempuan yang telah 15 tahun menjadi guru madin ini. 

Mendengar cerita Siti, Gus Ipul pun membenarkan bahwa pemerintah provinsi selama ini telah mengalokasikan anggaran khusus pengembangan madin. Yang mana, jumlahnya mencapai ratusan miliar tiap tahunnya. 

"Bahkan, Jatim menjadi satu-satunya provinsi yang memberikan anggaran khusus bagi madin Di indonesia," kata Gus Ipul pada sambutannya. 

Satu di antara program pengembangan madin ini menyasar guru melalui pemberian beasiswa. Tercatat, ribuan guru madin mendapat beasiswa ini, baik untuk jenjang S1 maupun S2. 

"Inilah yang nantinya kami lanjutkan melalui program madin plus. Kami akan perluas cangkupan penerimanya," kata Gus Ipul. 

Tak hanya melalui beasiswa, pihaknya juga akan memberikan kepastian upah guru melalui Upah Minimum Guru (UMG). 

Menanggapi dukungan kalangan Nahdliyin dan juga para guru madin, Gus Ipul pun kian optimistis meraih hasil positif di Magetan. 

"Kalau semuanya bekerja, maka Insya Allah kita akan membuat sejarah. Kita lanjutkan program pro kesejahteraan rakyat agar terwujud "Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur," kata Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode ini. (den)

Kuatkan Suara di Mataraman, Khofifah Konsolidasi bersama Relawan Ngawi

NGAWI (KoranTransparansi.com) - Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak semakin menyosialisasikan diri dan program di wilayah selatan Jawa Timur. Utamanya daerah Mataraman.

Hal itu juga demi menguatkan suara pasangan Khofifah-Emil di wilayah barat Jawa Timur. Demi mewujudkan itu, Khofifah melakukan kondolidasi bersama relawan di Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (26/5/2018).

Sejumlah elemen juga disiapkan untuk mengamankan suara pasangan calon nomor 1 tersebut. Dukungan dari masyarakat yang tergabung dalam komunitas relawan ini menjadi amunisi tambahan untuk Khofifah-Emil.

"Kami terus maksimalkan. Penguatan itu akan berseiring dengan relawan Rengganis Kofdar, bagi kami ini kekuatan yang luar biasa. Mereka bikin menyiapkan bikin korwil, korcam, kordes dan menyiapkan saksi," kata Khofifah.

Kondolidasi relawan ini juga, dikatakan Khofifah, untuk menguatkan sinergi kekuatan relawan di seluruh wilayah Jawa Timur. Hadir dalam kondolidasi tersebut seluruh relawan dari berbagai wilayah Ngawi.

"Ini akan berseiring dengan penguatan tim di setiap kota mengikuti energi menurut kami akan menjadi kekuatan yang menstimulir seluruh kekuatan yang selama ini kami sinergikan. Baik yang terbuka dan tertutup. Semoga membawa kemenangan untuk masyarakat Jawa Timur untuk Khofifah-Emil," pungkasnya.(min)

Foto  : Diknas Kabupaten Sumenep melakukan diskjusi dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Kepulauan mengingat selama ini dianggap masih jauh ketinggalan dengan yang ada di perkotaan.

SUMENEP  (Korantransparansi.com) - Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS)  menggelar kegiatan Focus group discussion (FGD) dengan tema "Peningkatan Kualitas Pendidikan Kepulauan" yang bertempat di Aula Potre Koning Bappeda Sumenep,Rabu, (09/05/2018).

Sampai saat ini kualitas SDM Pendidikan dikepulauan Kabupaten Sumenep masih jauh dari Kompetensi dan profesionalitas guru dalam penguasaan materi dan metode pembelajarannya samapai penguasaan IT. Inilah yang kurang mendapatkan perhatian secara serius pemerintah kabupaten sumenep.

Sehingga DPKS kabupaten sumenep melakukan upaya untuk diskusi dan menghadirkan Praktisi Pendidikan, LSM, Forum Pemuda Kepulauan, Disdik Sumenep, dan Kemenag, suapaya semua problematika pendidikan di kepulauan sumenep ini bisa terselesaikan.

Syaiful A'la Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep mengungkapkan bahwa digelarnya diskusi yang cukup serius ini merupakan program DPKS Sumenep.

"Ini memang program dpks sumenep untuk merumuskan pendidikan mengingat pentingnya mutu pendidikan di kepulauan sumenep ini" kata A'la saat ditemui media ini setelah acara diskusi.

Ia menambahkan bahwa DPKS selama ini menerima masukan dari berbagai pihak terkait minimnya kualitas dan sarana danbprasarana pendidikan dikepulauan sumenep.

"Dari masukan tersebut kita jadikan program kali ini dan setelah disampaikan kepada Bupati sumenel KH. A. Busyro Karim ternyata direkomendasikan langsung oleh beliau" katanya.

Sehingga pihaknya akan terus berupaya untuk melanjutkan program yang menjadi pembahasan diskusi tentang meningkatkan mutu pendidikan agar tidak ada perbedaan antara pendidikan didarat dan dikepulauan sumenep ini (fidz).

 

Cagub Khofifh Indar Parawansa menganggap bahwa kualitas Wortel lokal melebihi kualitas Wortel Impor

 

 

 

Kualitas Wortel Lokal Melebihi Kualitas Wortel Impor

MAGETAN - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa mendorong peningkatan produksi wortel dari Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Hal itu diungkapkan Khofifah usai blusukan ke Pasar Maospati, Magetan, Minggu (6/5/2018). 

Pasalnya selama blusukan ke Pasar Maospati, Khofifah banyak menemukan wortel dengan kualitas bagus. Bahkan menurut mantan Menteri Sosial ini kualitas wortel dari Plaosan ini lebih baik dari wortel yang diimpor dari luar Indonesia.

Setiap ada pedagang di Pasar Maospati yang menjual wortel, Khofifah langsung menghampiri dan membeli dalam jumlah banyak. 

"Wortelnya bagus-bagus di sini, lihat besar-besar. Saya beli sepuluh kilo ya," kata Khofifah pada penjual. 

Tak hanya satu pedagang sayur yang wortelnya diborong oleh Khofifah. Setiap ada pedagang yang menjual wortel ia selalu berhenti dan membeli beberapa wortel. Total, ia membeli tiga puluh kilogram wortel. 

"Jadi saya sengaja membeli wortel cukup banyak, di beberapa penjual karena saya ingin memastikan bahwa memang supply ada dan ternyata sangat bagus," kata Khofifah. 

Setelah dicek ternyata wortel yang menyuplai Pasar Maospati adalah hasil wortel dari pertanian Plaosan. 

Khofifah mengakui surprise bahwa hasil wortel Jawa Timur tersebut sangat berkualitas. Selain besar juga warnanya merah, layak dijual ke pasar modern. 

Bahkan jika dibandingkan dengan wortle impor, wortel Plaosan memiliki banyak nilai lebih. Seerti ukurannya yang lebih besar, juga harganya yang jauh lebih murah. 

Untuk wortel impor biasanya per kilogram dijual dengan harga minimal Rp 14 ribu. Jika dolar sedang menguat justru harganya malah naik. 

Sedangkan wortel dari Plaosan ini justru murah. Wortel jenis premium tersebut dijual di pasar dengan harga mulai Rp 6 ribu per kilogramnya. Paling mahal harganya Rp 10 ribu untuk yang ukurannya lebih besar. 

"Menurut saya kualitasnya bahkan diatas wortel impor yang biasa saya beli untuk makanan kelinci di rumah. Kalau ini bisa dibudidayakan lebih luas dan banyak lagi, maka pasarnya ini bisa masuk ke pasar-pasar modern di kota besar, Surabaya minimal yang terdekat, Jakarta yang marketnya luar biasa," ucap Khofifah yang juga mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu. 

Lebih lanjut Khofifah mengaku ingin melihat langsung peratanian di Plaosan. Supaya bisa dihitung ke depannya luasan lahan pertaniannya betapa. Dan jika akan diadakan ekstensifikasi lahan pertanian seperti apa. 

"Sebab saya ingin ada ekstensifikasi dengan kualitas lebih bagus dari pada wortel impor. Kalau harga ini sangat murah, dibandingkan dengan harga wortel impor yang biasa saya beli, dengan kualitas yang lebih baik," pungkas Khofifah. 

Tidak hanya meninjau di Pasar Maospati, namun di Magetan Khofifah juga blusukan ke Pasar Barat Magetan. Tak sendiri Khofifah blusukan ke pasar bersama partai pengusung dan juga relawan. 

Dukungan untuk mengembangkan pertanian Plaosan ini sudah masuk dalam program nawa bhakti satya yang digagas oleh Khofifah dan Emil Elestianto Dardak. Yaitu dalam program Jatim Agro. Yang akan menggelontorkan program teknologi pertanian dan juga dukungan pemberian pupuk. (den)

 

   Sebagai bukti keseriusan mengusung pasangan Khofifah - Emil Dardah, Susilo Bambang Yudhoyono rela menjadi Jurkam, bahkan blusukan berama Khofifah di wilayah Mataraman. Wilayah ini juga menjadi basis Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo.

Madiun (KoranTransparansi.com) - Komitmen Partai Demokrat memenangkan pasangan Khofifah Indar parawasa ,petinggi Partai Demokrat menurunkan jurkam nasionalnya. Bahkan Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono bersama Khofifah Indar Parawansa blusukan ke kampung kampung dan pasar tradisonal mulai dari TuLungagung, Kediri sampai Madiun.

Wilayah Mataraman bukan saja menjadi basis pendukung SBY di Pilpres lantaran Pacitan adalah tanah kelahiran SBY, namun Mataraman juga pendukung utama Pakde Karwo dalam duakali Pilgub. Kehadiran SBY di wilayah ini hanya ingin mempertegas bahwa Mataraman adalah milik Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.  

Dalam kegiatan kampanye terbuka pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Madiun nomor urut 1 Ahmad Dawami Ragil Saputra-Hari Wuryanto (Berkah) di Desa Sendangrejo, Kabupaten Madiun, Senin malam, SBY mengajak masyarakat Kabupaten Madiun untuk bersatu memenangkan pasangan Cagub Khofifah Indar Parawansa dan Cawagub Emil Dardak. 

"Warga Kabupaten Madiun jangan lupa untuk memilih nomor 1. Nomor satu untuk Pilkada Jawa Timur pasangan Khofifah-Emil dan nomor satu untuk Pilkada Kabupaten Madiun yakni pasangan Ahmad Dawami-Hari Wuryanto (Berkah)," ujar SBY dalam sambutannya.

Adapun, kedatangan Presiden RI ke-6 tersebut, didampingi sang istri Ani Yudhoyono serta Putranya Edhi Baskoro Yudhoyono. Hadir pula, Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta sejumlah partai pengusung dan tim pemenangan.

Rombongan tersebut disambut oleh atraksi pencak silat seni yang menjadi salah satu unggulan budaya asli wilayah Kabupaten Madiun.

Dalam kesempatan tersebut, SBY mengatakan pencak silat di Madiun harus dilestarikan sebagai peninggalan budaya. Pencak silat merupakan karakter bangsa dan membantu menjaga keamanan.

"Saya bangga Madiun punya banyak pendekar silat. Karenanya, Madiun harus aman jelang pilkada serentak Juni mendatang," kata dia. 

Hal senada juga disampaikan Khofifah. Ia akan memajukan pencak silat karena hal itu sudah masuk dalam sembilan program yang dijanjikannya jika terpilih. "Pencak silat menjadi salah satu dari sembilan program unggulan saya, jika terpilih nanti," kata Khofifah.

Menurut dia, keberadaan pencak silat merupakan bagian dari budaya Mataraman yang menjadi penyatu Jawa Timur yang guyub rukun dan harus dilestarikan.

Sementara itu, Calon Bupati Madiun Ahmad Dawami dari Partai Demokrat berterimakasih atas kedatangan SBY dan Khofifah dalam kampanye terbukanya. "Insyaallah, kami yang punya nomor urut sama dengan pasangan calon gubernur akan membawa berkah untuk Jawa Timur dan Kabupaten Madiun," kata Ahmad Dawami. 

Seperti diketahui, kedatangan SBY bersama rombongan memang untuk memenangkan calon yang diusung Partai Demokrat, baik di Pilkada Jawa Timur maupun kota/kabupaten. SBY bersafari dari Tulungagung, Magetan, dan Madiun untuk menjadi jurkam. (fir/bud))

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...