Madiun

Foto  : Diknas Kabupaten Sumenep melakukan diskjusi dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Kepulauan mengingat selama ini dianggap masih jauh ketinggalan dengan yang ada di perkotaan.

SUMENEP  (Korantransparansi.com) - Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS)  menggelar kegiatan Focus group discussion (FGD) dengan tema "Peningkatan Kualitas Pendidikan Kepulauan" yang bertempat di Aula Potre Koning Bappeda Sumenep,Rabu, (09/05/2018).

Sampai saat ini kualitas SDM Pendidikan dikepulauan Kabupaten Sumenep masih jauh dari Kompetensi dan profesionalitas guru dalam penguasaan materi dan metode pembelajarannya samapai penguasaan IT. Inilah yang kurang mendapatkan perhatian secara serius pemerintah kabupaten sumenep.

Sehingga DPKS kabupaten sumenep melakukan upaya untuk diskusi dan menghadirkan Praktisi Pendidikan, LSM, Forum Pemuda Kepulauan, Disdik Sumenep, dan Kemenag, suapaya semua problematika pendidikan di kepulauan sumenep ini bisa terselesaikan.

Syaiful A'la Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep mengungkapkan bahwa digelarnya diskusi yang cukup serius ini merupakan program DPKS Sumenep.

"Ini memang program dpks sumenep untuk merumuskan pendidikan mengingat pentingnya mutu pendidikan di kepulauan sumenep ini" kata A'la saat ditemui media ini setelah acara diskusi.

Ia menambahkan bahwa DPKS selama ini menerima masukan dari berbagai pihak terkait minimnya kualitas dan sarana danbprasarana pendidikan dikepulauan sumenep.

"Dari masukan tersebut kita jadikan program kali ini dan setelah disampaikan kepada Bupati sumenel KH. A. Busyro Karim ternyata direkomendasikan langsung oleh beliau" katanya.

Sehingga pihaknya akan terus berupaya untuk melanjutkan program yang menjadi pembahasan diskusi tentang meningkatkan mutu pendidikan agar tidak ada perbedaan antara pendidikan didarat dan dikepulauan sumenep ini (fidz).

 

Cagub Khofifh Indar Parawansa menganggap bahwa kualitas Wortel lokal melebihi kualitas Wortel Impor

 

 

 

Kualitas Wortel Lokal Melebihi Kualitas Wortel Impor

MAGETAN - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa mendorong peningkatan produksi wortel dari Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Hal itu diungkapkan Khofifah usai blusukan ke Pasar Maospati, Magetan, Minggu (6/5/2018). 

Pasalnya selama blusukan ke Pasar Maospati, Khofifah banyak menemukan wortel dengan kualitas bagus. Bahkan menurut mantan Menteri Sosial ini kualitas wortel dari Plaosan ini lebih baik dari wortel yang diimpor dari luar Indonesia.

Setiap ada pedagang di Pasar Maospati yang menjual wortel, Khofifah langsung menghampiri dan membeli dalam jumlah banyak. 

"Wortelnya bagus-bagus di sini, lihat besar-besar. Saya beli sepuluh kilo ya," kata Khofifah pada penjual. 

Tak hanya satu pedagang sayur yang wortelnya diborong oleh Khofifah. Setiap ada pedagang yang menjual wortel ia selalu berhenti dan membeli beberapa wortel. Total, ia membeli tiga puluh kilogram wortel. 

"Jadi saya sengaja membeli wortel cukup banyak, di beberapa penjual karena saya ingin memastikan bahwa memang supply ada dan ternyata sangat bagus," kata Khofifah. 

Setelah dicek ternyata wortel yang menyuplai Pasar Maospati adalah hasil wortel dari pertanian Plaosan. 

Khofifah mengakui surprise bahwa hasil wortel Jawa Timur tersebut sangat berkualitas. Selain besar juga warnanya merah, layak dijual ke pasar modern. 

Bahkan jika dibandingkan dengan wortle impor, wortel Plaosan memiliki banyak nilai lebih. Seerti ukurannya yang lebih besar, juga harganya yang jauh lebih murah. 

Untuk wortel impor biasanya per kilogram dijual dengan harga minimal Rp 14 ribu. Jika dolar sedang menguat justru harganya malah naik. 

Sedangkan wortel dari Plaosan ini justru murah. Wortel jenis premium tersebut dijual di pasar dengan harga mulai Rp 6 ribu per kilogramnya. Paling mahal harganya Rp 10 ribu untuk yang ukurannya lebih besar. 

"Menurut saya kualitasnya bahkan diatas wortel impor yang biasa saya beli untuk makanan kelinci di rumah. Kalau ini bisa dibudidayakan lebih luas dan banyak lagi, maka pasarnya ini bisa masuk ke pasar-pasar modern di kota besar, Surabaya minimal yang terdekat, Jakarta yang marketnya luar biasa," ucap Khofifah yang juga mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu. 

Lebih lanjut Khofifah mengaku ingin melihat langsung peratanian di Plaosan. Supaya bisa dihitung ke depannya luasan lahan pertaniannya betapa. Dan jika akan diadakan ekstensifikasi lahan pertanian seperti apa. 

"Sebab saya ingin ada ekstensifikasi dengan kualitas lebih bagus dari pada wortel impor. Kalau harga ini sangat murah, dibandingkan dengan harga wortel impor yang biasa saya beli, dengan kualitas yang lebih baik," pungkas Khofifah. 

Tidak hanya meninjau di Pasar Maospati, namun di Magetan Khofifah juga blusukan ke Pasar Barat Magetan. Tak sendiri Khofifah blusukan ke pasar bersama partai pengusung dan juga relawan. 

Dukungan untuk mengembangkan pertanian Plaosan ini sudah masuk dalam program nawa bhakti satya yang digagas oleh Khofifah dan Emil Elestianto Dardak. Yaitu dalam program Jatim Agro. Yang akan menggelontorkan program teknologi pertanian dan juga dukungan pemberian pupuk. (den)

 

   Sebagai bukti keseriusan mengusung pasangan Khofifah - Emil Dardah, Susilo Bambang Yudhoyono rela menjadi Jurkam, bahkan blusukan berama Khofifah di wilayah Mataraman. Wilayah ini juga menjadi basis Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo.

Madiun (KoranTransparansi.com) - Komitmen Partai Demokrat memenangkan pasangan Khofifah Indar parawasa ,petinggi Partai Demokrat menurunkan jurkam nasionalnya. Bahkan Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono bersama Khofifah Indar Parawansa blusukan ke kampung kampung dan pasar tradisonal mulai dari TuLungagung, Kediri sampai Madiun.

Wilayah Mataraman bukan saja menjadi basis pendukung SBY di Pilpres lantaran Pacitan adalah tanah kelahiran SBY, namun Mataraman juga pendukung utama Pakde Karwo dalam duakali Pilgub. Kehadiran SBY di wilayah ini hanya ingin mempertegas bahwa Mataraman adalah milik Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.  

Dalam kegiatan kampanye terbuka pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Madiun nomor urut 1 Ahmad Dawami Ragil Saputra-Hari Wuryanto (Berkah) di Desa Sendangrejo, Kabupaten Madiun, Senin malam, SBY mengajak masyarakat Kabupaten Madiun untuk bersatu memenangkan pasangan Cagub Khofifah Indar Parawansa dan Cawagub Emil Dardak. 

"Warga Kabupaten Madiun jangan lupa untuk memilih nomor 1. Nomor satu untuk Pilkada Jawa Timur pasangan Khofifah-Emil dan nomor satu untuk Pilkada Kabupaten Madiun yakni pasangan Ahmad Dawami-Hari Wuryanto (Berkah)," ujar SBY dalam sambutannya.

Adapun, kedatangan Presiden RI ke-6 tersebut, didampingi sang istri Ani Yudhoyono serta Putranya Edhi Baskoro Yudhoyono. Hadir pula, Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta sejumlah partai pengusung dan tim pemenangan.

Rombongan tersebut disambut oleh atraksi pencak silat seni yang menjadi salah satu unggulan budaya asli wilayah Kabupaten Madiun.

Dalam kesempatan tersebut, SBY mengatakan pencak silat di Madiun harus dilestarikan sebagai peninggalan budaya. Pencak silat merupakan karakter bangsa dan membantu menjaga keamanan.

"Saya bangga Madiun punya banyak pendekar silat. Karenanya, Madiun harus aman jelang pilkada serentak Juni mendatang," kata dia. 

Hal senada juga disampaikan Khofifah. Ia akan memajukan pencak silat karena hal itu sudah masuk dalam sembilan program yang dijanjikannya jika terpilih. "Pencak silat menjadi salah satu dari sembilan program unggulan saya, jika terpilih nanti," kata Khofifah.

Menurut dia, keberadaan pencak silat merupakan bagian dari budaya Mataraman yang menjadi penyatu Jawa Timur yang guyub rukun dan harus dilestarikan.

Sementara itu, Calon Bupati Madiun Ahmad Dawami dari Partai Demokrat berterimakasih atas kedatangan SBY dan Khofifah dalam kampanye terbukanya. "Insyaallah, kami yang punya nomor urut sama dengan pasangan calon gubernur akan membawa berkah untuk Jawa Timur dan Kabupaten Madiun," kata Ahmad Dawami. 

Seperti diketahui, kedatangan SBY bersama rombongan memang untuk memenangkan calon yang diusung Partai Demokrat, baik di Pilkada Jawa Timur maupun kota/kabupaten. SBY bersafari dari Tulungagung, Magetan, dan Madiun untuk menjadi jurkam. (fir/bud))

Sejumlah pemudik dari Jakarta dan Bandung turun di Stasiun Madiun, Sabtu (16/12/2017)

MADIUN (KT)  - Manajer Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun Supriyanto menyatakan seluruh pegawai PT KAI dilarang mengambil cuti selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017/2018 berlangsung guna mendukung kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa kereta api. 

Produk mie kering merek "Kimpling" yang disita BPOM Surabaya karena belum ada izin edarnya. (Foto : Diskominfo Kota Madiun). (Razia BPOM)

MDIUN (KT) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya bersama Lembaga Perlindungan Konsuem (LPK), Dinkes Kota Madiu,n serta kepolisian setempat menggelar razia gabungan produk tak layak edar di sejumlah pasar swalayan di Kota Madiun. 

Petugas Bidang Pemeriksaan dan Penyelidikan BPOM Surabaya Mustajab, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan barang yang beredar di masyarakat layak jual dan konsumsi. Terlebih, permintaan barang cenderung meningkat menjelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. 

"Hasil razia, ada beberapa produk yang terpaksa kami amankan karena diduga belum memiliki izin edar," ujar Mustajab saat menggelar razia di pasar swalayan Samudra, Jumat.     

Adapun, timnya mengamankan 91 bungkus mie kering merek "Kimpling" dan mesin dari swalayan. Bukan karena kedaluwarsa. Namun, karena belum adanya kode izin edar dari BPOM.     

Menurut dia, kode izin tersebut wajib ada pada setiap produk yang beredar di pasaran. Sebab, banyak proses yang dilakukan BPOM sebelum memberikan izin edar.      

Di antaranya proses uji mutu. Pihaknya, ragu mutu produk tersebut sudah teruji. Makanya, kedua produk terpaksa diamankan.      

"Secara pemeriksaan tadi memang belum tampak kode izin edarnya. Tetapi ini tentu perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Apakah memang belum atau masih dalam proses. Makanya ini kami tahan dulu," kata dia.  

Selain mengamankan mie, pihaknya juga menarik empat kaleng susu dan dua kaleng makanan yang kemasannya sudah penyok.  

BPOM meminta pihak toko agar lebih teliti sebelum menjual produk. Barang yang masuk dari produsen hendaknya diperiksa secara detail. Mulai tanggal kedaluwarsa hingga kode izin yang harus dilengkapi    

Ia menegaskan, barang wajib ditolak jika dirasa belum lengkap aturan edar. Pelanggaran dapat berujung pidana, terutama untuk produsen. Sementara pihak toko bakal mendapat peringatan karena hanya sebatas distributor. 

Sementara, Supervisor Pasar Swalayan Samudra Muhammad Nurul Amin menyatakan kedua produk langsung ditarik dari pajangan. Produk tidak boleh keluar sebelum ada kepastian dari BPOM. Ia mengaku tidak tahu jika kode izin edar tersebut wajib ada, sebab, sudah tertera kode dari Kemenkes.      

"Kami tidak tahu kalau harus ada izin edarnya. Belum ada sosialisasi. Beberapa pemeriksaan sebelumnya juga tidak pernah dipersoalkan. Makanya kami kira juga tidak apa-apa," kata Muhammad Nurul.    

Adapun, kode izin edar wajib ada. Sebab, kode izin edar dari BPOM tersebut guna memastikan produk tersebut layak dikonsumsi masyarakat. Namun kenyataannya, masih banyak produsen nakal yang tidak patuh prosedur. Diharapkan masyarakat semakin waspaada. (fir)

Suasana pameran produk unggulan IKM 2017 binaan Disnaker Kota Madiun di atrium Sun City Mal Kota Madiun, Jumat (10/11)

Madiun (KT) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Madiun, Jawa Timur menggelar pameran produk unggulan bagi pelaku industri kecil menengah (IKM) binaannya guna meningkatkan pasar dan pendapatan usaha tersebut.

  •  Start 
  •  1 
  •  End 
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...