Lamongan

Bupati Lamongan Fadeli (kanan Mendagri Tjahyo Kumolo menerima penghargaan Leadership Award yang di serahkan di Jakarta Senin (18/12/2017)

Lamongan (KoranTransparansi.Com) - Berkat kepemimpinanannya yang mampu membawa kemajuan daerah, Bupati Lamongan Fadeli mendapat penghargaan Kepemimpinan Kepala Daerah (Leadership Award) dari Mendagri Tjahjo Kumolo di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, Senin (18/12).

Hanya segelintir kepala daerah yang diakui kontribusinya bagi kemajuan daerah dan mendapat penghargaan ini.

Selain Bupati Lamongan, diantara yang mendapat Leadership Award adalah Walikota Surabaya dan Bandung serta Bupati Banyuwangi.

Bupati Fadeli seusai menerima penghargaan itu menyampaikan pentingnya sosok kepala daerah yang bukan hanya bisa memerintah, namun juga memberi inspirasi.

Sejumlah program yang sukses dilaksanakan di Lamongan terjadi karena adanya inspirasi itu.

"Sudah menjadi kewajiban kami untuk bekerja keras dan semaksimal mungkin demi kesejahteraan rakyat. Penghargaan ini akan semakin mempertebal semangat kami untuk membawa Lamongan lebih sejahtera dan berdaya saing, " ujar Fadeli.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan menjelaskan Leadership Award 2017 adalah bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mencari sosok pemimpin di daerah yang memang layak dijadikan contoh.

Leadership Award, kata dia, secara khusus memotret kualitas seorang kepala daerah. Bagaimana kepala daerah tersebut menjalankan perannya sebagai pemimpin di daerah.

Leadership Award ini seolah menjadi pemungkas kalender Lamongan selama 2017 yang sarat prestasi.

Lamongan sebelumnya sudah ditetapkan sebagai kabupaten dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah terbaik di Indonesia dengan diterimanya Tanda Kehormatan Samkarya Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden RI. (min)

Bupati Lamongan Fadli dan Kasdim Lamongan melakjkan gerakan mengatasi hama Tikus yang dinilainya sudah angat meresahka karena menyerang raibuan hektar lahan pertanian.

Lamongan (Koran Transparnsi.Com) - Lahan pertanian padi seluas 608,95 hektare di Lamongan diserang hama tikus. Untuk mengatasi itu, Pemkab Lamongan membagikan 2.800 kilogram pestisida dan melakukan gerakan gropyokan.

Gropyokan itu diawali oleh Bupati Fadeli di Desa Dradahblumbang Kecamatan Kedungpring, Jum’at (29/12). “ Ini cobaan, agar kita tidak lupa untuk bersyukur dan ingat kepada yang memberi nikmat ketika hasil panen bagus, “ pesan Fadeli.

“Terpenting pula, jangan patah semangat. Lamongan selama ini dikenal sebagai lumbung pangan karena jasa para petani yang selalu bekerja keras, “ katanya menambahkan.

Dia menyebutan ada bantuan beras yang sebagian akan dibagi rata kepada petani yang swahnya diserang hama tikus. Sebagian lagi nanti agar diberikan kepada yang berhasil menangkap tikus.

“Tadi ada yang usul agar yang mendapat 10 tikus diberikan 1 kilogram beras. Boleh itu, biar semangat, “ ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Aries Setiadi menjelaskan serangan hama tikus terjadi di lahan seluas 608,95 hektare di 19 kecamatan. Dia menyebutkan serangan masih dalam skala ringan dan terjadi di beberapa titik.

Kepada petani, juga diberikan bantuan berupa pestisida sebanyak 2.800 kilogram dari dana APBD Lamongan dan Pemprov Jatim.

Selain itu, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan juga mengadakan pengamatan secara intensif terhadap tanaman yang ada di lahan sawah, dan mengadakan kegiatan pengendalian secara serentak.

Gerakan gropyokan hama tikus itu dilakukan dengan menggunakan metode pengasapan belerang. batangan belerang yang sudah dibakar dimasukkan di lubang tikus untuk membunuh tikus kecil dan memaksa tikus dewasa untuk keluar sehingga mudah ditangkap

Jika dirinci, dari keseluruhan 608,95 ha tanaman yang terserang hama tikus, 15 hektare terjadi di Kecamatan Lamongan, 14 hektare di Kecamatan Turi, 125 hektare di Kecamatan Kembangbahu, dan 11 ha di Kecamatan Sugio.

Kemudian 6 hektare di Kecamatan Tikung, 14,95 hektare di Kecamatan Sarirejo, 8 hektare di Kecamatan Sukodadi, 7 hektare di Kecamatan Pucuk, 75 hektare di Kecamatan Babat, 47 hektare di Kecamatan Sekaran, dan 13 hektare di Kecamatan Modo.

Selanjutnya 219 hektare di Kecamatan Kedungpring, 12 hektare di Kecamatan Kalitengah, 4 hektare Kecamatan Karangbinangun, 2 hektare di Kecamatan Ngimbang, 16 hektare Kecamatan Bluluk, 3 hektare di Kecamatan Maduran, 4 hektare di Kecamatan Sekaran dan 3 hektare di Kecamatan Laren. (ard)

banner

> BERITA TERKINI lainnya ...