Lamongan

Lamongan Kekurangan Tenaga Penyuluh KB

Lamongan (KoranTransparansi.com) - Kabupaten Lamongan memiliki Kampung Keluarga Berencana (KB) terbanyak se Jawa Timur. Di sisi lain, petugas penyuluh KB belum memenuhi kuantitas ideal. Di Kabupaten Lamongan terdapat 64 Kampung KB.

"Jumlah tersebut adalah yang terbanyak se Propinsi Jawa Timur, “ ungkap Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Hamdani Azhari saat Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-25 Tahun 2018 di Pendopo Lokatantra, Selasa (24/7). 

Dijlaskan, Kampung KB merupakan wahana pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung. “Ini dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas, “ katanya menambhkan. 

Sementara Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Propinsi Jawa Timur Ajeng Lukitowati mengungkapkan bahwa di Jawa Timur terdapat 2.262 penyuluh KB. Dari jumlah tersebut, 96 diantaranya di Kabupaten Lamongan. Menurut dia, idealnya seorang penyuluh KB hanya membawahi 2 desa atau kelurahan. 

Sementara di Lamongan terdapat 474 desa dan kelurahan. karena seharusnya 1 penyuluh KB hanya membawahi dua desa”, Ungkap Ajeng Lukitowati. 

Namun menurut Ajeng Lukitowati, keterbatasan tersebut bisa diatasi dengan bantuan mitra kerja seperti kelompok tani, Kades, Petugas Lapangan Keluarga Berencana dan TP PKK. Sementara Bupati Fadeli mengapresiasi keberhasilan BPPKB membentuk 64 Kampung KB tersebut. 

Sehingga menjadi yang terbanyak di Jawa Timur. “Sebenarnya target Kampung KB hanya 27, namun dalam pelaksanaannya ternyata mencapai 64. Hal tersebut sangat membanggakan. Saya berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan,” ujar Fadeli. 

Menurut Fadeli, dalam mewujudkan keluarga kecil bahagia Pemkab Lamongan telah menelurkkan berbagai program inovatif. Seperti Program 1821, Program Bebas Pasung, Program ODF (bebas buang air besar sembarangan) dan target harus tercapainya Lamongan 100 persen Universal Health Coverage (UHC). 

Dalam memperingati Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-25, BPPKB Lamongan telah melakukan penilaian Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dan pengelolaan KB terbaik di tingkat kecamatan dan kabupaten. (jon)

foto: Kepala Kemenag Lamongan Sholeh AZ memberikan sambutan dalam upacara di halaman MAN 1 Lamongan

Lamongan - Momen upacara setiap hari Senin yang digelar civitas akademika MAN 1 Lamongan tampaknya tidak disia-siakan Kepala Kemenag Lamongan, Sholeh AZ. Pejabat kelahiran Gresik ini memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan wejangan kepada civitas akademika MAN 1 Lamongan. Apalagi, saat ini masih segar-segarnya tahun masuk ajaran baru 2018/2019.

Bertindak sebagai pembina upacara, orang nomor satu Kemenag Lamongan ini menyampaikan lima pesan pada 1.210 siswa yang mengikuti upacara di halaman madrasah. “Ada lima hal yang ingin saya sampaikan anak-anakku semua,” kata Sholeh mengawali sambutannya dalam upacara,  Senin (23/07/2018).

Pertaa, lanjut pejabat yang mendalami ilmu-ilmu sosial program pasca sarjana ini, bersyukur kepada Allah Swt. Sebab, kata dia, siswa MAN 1 Lamongan berjumlah 1.210 anak merupakan orang-orang pilihan. “Banyak saudara kita, teman-teman kita yang ikut daftar, ingin masuk ke sini tapi tidak bisa. Kalian harus bersyukur, keinginan kalian masuk ke sini sudah tercapai,” tutur Sholeh.

Cara bersyukurnya, lanjut dia, dengan rajin belajar sehingga menjadi orang sukses di kemudian hari. Tidak kalah dengan kakak-kakak kelas yang tahun ini berhasil menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Tahun ini, tercatat 150 siswa MAN 1 Lamongan berhasil masuk PTN ternama. “Alangkah senangnya hati bapak-ibu kalian bila melihat kalian sukses. Luruskan niat bersekolah, jangan seperti anak Kalimantan, baru sunat menikah,” pesan dia.

Hal kedua, kata dia, memiliki cita-cita tinggi seperti mantan Wakil Presiden BJ Habibie yang mampu membuat pesawat terbang. Ketiga, tambah dia, mencari teman yang baik, tidak sembarangan, apalagi ikut-ikutan nongkrong di warung-warung kopi. Dia mengaku prihatin melihat fenomena warung-warung kopi yang menjamur di hampir semua sudut Lamongan. Apalagi yang nongkrong di warung-warung kopi itu justru para pelajar.

“Padahal besoknya mereka masuk sekolah,” ucap dia. Dua hal lain yang jadi pesannya adalah mengenai sholat dan sikap tawakkal. “Andaikata kita punya cita-cita jadi pilot tidak terwujud, tapi jadi direktur BUMD ya nggak papa. Akhir dari semua usaha adalah tawakkal. Usaha dibarengi doa dan jangan lupa sholat,” pesan dia.

Fenomena pelajar yang lebih suka nongkrong di warung kopi rupanya jadi perhatian serius bagi Sholeh, hingga dia pun perlu mengumpulkan para guru setelah acara upacara, khusus untuk memberikan wejangan soal itu. Di ruang khusus aula, Sholeh memberikan arahan. Dia mengaku prihatin, apalagi pernah suatu ketika melewati jalan menuju Glagah, Lamongan selepas maghrib. Di tiap sudut menjamur warkop (warung kopi) dan penuh dengan pelajar.

Mereka, kata dia, nongkrong sampai pagi dan tidak baca buku, apalagi belajar. Pemandangan ini menggejala di mana-mana dan sudah menjadi bagian dari tantangan yang dihadai para siswa era sekarang. Dia berharap semua guru punya jiwa kepemimpinan dan punya tanggung jawab untuk mencetak anak didik unggul. “Jadi guru jangan hanya sekadar mengajar tetapi punya semangat membawa anak didik menjadi unggul. Itulah guru sesungguhnya,” pesan dia pada guru.

Selain punya jiwa kepemimpinan, dirinya berharap para guru respek pada lingkungan madrasah yang beradab. Diingatkan bahwa pelajar sekarang ini memiliki pola pikir dan karakter berbeda-beda. “Jangan dianggap semua pintar atau sama. Didiklah mereka sesuai dengan kondisinya dan bapak-ibu lebih tahu perbedaan itu pada siswa masing-masing,” tutur dia.

Selain itu, lanjut dia, guru seharusnya menguasai materi pembelajaran, apalagi sekarang eranya sudah sangat berbeda dengan dulu. Sehingga, kata dia, guru sudah seharusnya melakukan update biar tidak ketinggalan zaman. Semangat untuk terus mengupgrade diri itu penting dimiliki semua guru. “Dan tidak kalah pentingnya adalah sikap dan jiwa guru untuk menfasilitasi siswa untuk belajar,” kata dia.

Juga, lanjut dia, guru seharusnya senantiasa melakukan refleksi. Mengevaluasi terhadap apa yang sudah dilakukan secara terus menerus sebagaimana pesan dari sahabat Nabi, Umar bin Khatab: Hasibu anfusakum qobla an tuhasabu (koreksilah dirimu sekalian sebelum dikoreks orang lain). “Mari kita semua menghitung, mengevaluasi diri. Mungkin metodenya kurang pas, atau terlalu cepat, apa apa,” ucap dia.

Menurut dia, mengajar dengan baik tidak ada ruginya bagi guru. Justru pendidikan bisa dijadikan sebagai ladang mencari amal.  Dikatakan, anak didik merupakan lahan luar biasa untuk mencari surga karena guru ikut kontribusi pada kepintaran dan kesuksesan mereka. “Kalau mengajar hanya karena ingin gaji dan tunjangan, ya nanti yang didapat hanya itu. Tapi kalau niatnya karena Allah, maka dua-duanya, dunia akhirat akan didapat,” kaa dia.

Jadi, lanjut dia, niatkan untuk memberikan kontribusi pada prestasi akademik siswa. Kualitas guru itu, kata dia, bisa dilihat kesuksesan siswa. “Kalau siswa berhasil, mudah nerima pelajaran, itulah kontribusi guru.  Kalau ada 150 siswa MAN 1 Lamongan masuk PTN seperti ITS, Unair, dan lain-lain. Itu adalah kontribusi guru.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh mengajak semua dewan guru untuk berdoa supaya diberi petunjuk dan kekuatan Allah Swt mewujudkan cita-cita itu. “Mudah-mudahan kita diberi petunjuk,” kata Najikh. (min)

 

LAMONGAN MASUK TOP 99 SINOVIK

Inovasi Pertanian Jagung Modern (Tani Jago) Lamongan masuk jajaran Top 99 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik). Mengalahkan lebih dari 2.900 proposal inovasi dari seluruh Indonesia. Terkait itu, Bupati Fadeli melakukan presentasi di Jakarta, Selasa (17/7). Pengujinya, 7 profesor dari berbagai disiplin ilmu. Diantaranya JB. Kristiadi, Eko Prasojo danSiti Zuhro

Sebanyak 1200 siswa baru MAN l Lamongan mengikuti upacara masa ta'aruf di hari petama masuk sekolah

Lamongan (KoranTansparansi.com) - Seluruh siswa di tanah air serentak masuk sekolah hari ini, Senin (16/07/2018) setelah libur panjang. Begitu juga dengan siswa MAN 1 Lamongan. Bahkan sejak pukul 06.30 WIB, seluruh siswa MAN 1 Lamongan berjumlah 1.210 anak sudah mulai berkumpul di halaman madrasah untuk lebih dahulu mengikuti upacara pembinaan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) tahun ajaran 2018/2019.

Bukan hanya siswa, seluruh civitas akademika madrasah juga ikut dikumpulkan untuk sekaligus mendapat arahan dari Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh. Seluruh siswa membentuk baris berigade di halaman madrasah berdasarkan kelas masing-masing, sementara para guru dan karyawan berjajar di seberang depan siswa. 

“Saya ucapkan selamat datang di kampus hijau,” ucap Akhmad Najikh mengawali sambutan pembinaanya, Senin (16/07/2018).

Akhmad Najikh mengaku senang melihat wajah-wajah para civitas akademika yang berseri-seri penuh ceriah datang ke madrasah mengawali tahun ajaran baru.Dirinya yakin ke depan madrasah akan lebih baik lagi karena dirinya melihat adanya potensi itu, baik dari siswa maupun dari para guru. 

“Karena untuk menjadikan madrasah hebat, faktor utama bukan kepala madrasah. Saya ini tidak ada apa-apanya. Yang bisa membuat madrasah hebat adalah karena adanya sinergitas siswa dan guru. Kalau siswa dan guru saling terintegrasi, semuanya akan tercapai,” tegas dia.

Untuk itu, dirinya perlu menyampaikan tiga pesan untuk mewujudkan semua itu. Pertama, lanjut dia, seluruh civitas akademika diharapkan masuk ke madrasah secara totalitas jiwa dan raga, baik untuk siswa maupun guru. 

Diharapkan ke depan, tidak ada lagi siswa datang ke madrasah hanya fisiknya semata, sementara jiwa dan pikirannya di rumah atau di tempat main. “Bapak-ibu guru juga demikian, mengajar dengan hati, dengan jiwa jasmani dan rohani. Anak-anak juga harus begitu, mengikuti pelajaran dengan hatinya,” ujar dia.

Kedua, kata dia, dirinya berharap siswa berniat ke madrasah untuk belajar mencari ilmu, bukan berniat ingin bertemu siapa atau kepentingan lain, apalagi datang karena dipaksa orang tua. Bagi dia, niat tersebut akan sangat menentukan hasil. “Kalau niatnya sudah salah, maka hasilnya juga akan tidak maksimal,” tutur dia.

Ketiga, kata dia, disiplin. Menurut dia, disiplin akan menjadi faktor penting dalam proses belajar mengajar di madasah. Disiplin bukan hanya menjadi keharusan bagi siswa, tetapi juga semua dewan guru. “Mari kita sama-sama berdoa supaya anak-anak madrasah ini menjadi anak hebat bermartabat. Belajar dengan baik untuk menjadi ilmu yang bermanfaat,” kata dia.

Sementara  itu, Waka Kurikulum MAN 1 Lamongan Suminto menambahkan kegiatan matsama siswa baru kelas X akan dilasnakan selama empat hari, mulai Senin (16/07/2018) hingga Kamis (19/07/2018). 

Dikatakan, kegiatan matsama ini penting untuk mengenalkan madrasah pada para siswa baru. Diharapkan, mereka tahu jati diri madrasah, mulai dari visi-misinya hingga program yang dimiliki madrasah. “Madrasah kita ini punya ciri khas dan keunggulan, berbeda dengan sekolah lain,” tutur Sumino.

Selain memang memberikan porsi konten agama sebagaimana madrasah lain, lanjut dia, MAN 1 Lamongan memiliki program unggulan di bidang ketrampilan. Bahkan, madrasah juga menjalin kerjasama dengan ITS Surabaya untuk membuka Program Pendidikan Terapan dalam Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Prodistik), sebuah program serata diploma. Jadi, siswa lulus dari madrasah sekaligus mendapat ijazah diploma dari ITS.

Selain prodistik, lanjut dia, materi lain yang juga akan disampaikan pada siswa baru adalah mengenai adiwiyata, ICT, kegiatan-kegiatan ektrakurikuler mulai kegiatan drumband hingga jurnalistik. 

“Dan tidak kalah penyingnya adalah mengenai absensi karena kita sudah bertekad untuk menjadikan MAN 1 Lamongan sebagai madrasah digital. Jadi, semua siswa yang masuk atau tidak akan otomatis muncul laporan yang langsung terbaca oleh orang tua masing-masing,” ucap dia. (min)

 

Foto: Suasana saling bermaaf-mafalan dalam kegiatan halal bi halal keluarga besar MAN 1 Lamongan di Hotel Ibis Malang

Lamongan (KoranTransparansi.com) - Civitas akademika MAN 1 Lamongan menggelar kegiatan familiy gathering dalam rangka halal bi halal, Sabtu (30/06/2018) malam. Kegiatan yang diikuti seluruh keluarga besar MAN 1 Lamongan ini diadakan di Hotel Ibis Malang. 

Mereka diajak berkumpul dalam satu ruang hall untuk bisa mengenal lebih dekat dan saling bermaaf-maafan setelah diajak refreshing ke sejumlah tempat.

Acara berlangsung meriah dan penuh khidmat. Selain guru dan karyawan madrasah, para suami dan istri serta anak-anak mereka juga ikut diajak bersama dalam kegiatan halal bi halal yang memang rutin diadakan tersebut. 

Acara kian seru setelah putra-putri dari keluarga besar juga ikut tampil menunjukkan kebolehan masing-masing di depan panggung. Ada yang joget, bernyanyi, dan tidak sedikit juga menunjukkan hafalan al Quran mereka.

Karuan, suara riyuh tepuk tangan disertai tawa terus menghiasi selama acara. Apalagi setelah dua bocah kembar berusia lima tahunan, putra dari guru Bahasa Indonesia, Sa’i, S.Pd, M.Pd tampil menunjukkan kebolehan berjoget tampa gerak di atas panggung. 

Seisi ruang berjumlah 300 orang itu kontan tertawa terbahak-bahak menyaksikan tingkah lucu dua bocah kembar itu di atas panggung. Maklum, alunan musik pengiring joget sudah dimulai bahkan sudah diulang beberapa kali, tapi dua boleh itu  tidak juga berjoget, dan malah saling memandang satu sama lain dengan polosnya. “Ayo joget!” teriak yang hadir menyaksikan tingkah lucu mereka.

Selain kegiatan saling bermaaf-maafan, kegiatan halal bi halal ini juga sekaligus dimanfaatkan madrasah untuk memberikan kenang-kenangan kepada guru dan karyawan yang sudah purna dan pindah tugas. Mereka adalah Waka Kurikulum MAN 1 Lamongan Nur Endah Mahmudah yang pindah karena dapat promosi menjadi Kepala MTs Negeri 2 Glagah dan Hj. Anis Nurul Yatim dan Hj Sulaimah yang sudah purna tugas.

“Selaku penanggung jawab acara ini, saya mengucapkan terima kasih,” kata Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh mengawali sambutannya.

Dalam kesempatan itu, Akhmad Najikh berharap kegiatan halalbi halal ini benar-benar menjadi sarana efektif untuk bisa semakin meningkatkan tali silaturrahmi antar sesama keluarga besar civitas akademika madrasah. 

Dirinya juga berharap pada semua pendamping masing-masing guru dan karyawan madrasah, baik itu istri atau suami untuk bisa semakin menguatkan pada pasangan masing-masing agar makin bisa meningkatkan etos kerjanya. “Ada empat hal yang ingin saya titipkan dalam forum ini untuk keluarga besar madrasah,”  tutur Najikh.

Pertama, lanjut dia, etos kerja. Menurut dia, keluarga besar madrasah perlu punya etos kerja tinggi dalam bekerja, apalagi berpuasa selama sebulan penuh telah memberikan pelajaran untuk itu. Selama satu bulan penuh, keluarga besar madrasah telah melaksanakan puasa dan terus berupaya mendekatkan diri pada Allah SWT. 

“Maka di sini kita teruskan ibadah itu. Kita perkuat  hubungan kita dengan Allah Swt dan mencari rizki-Nya. Kalau selama puasa kita disiplin, ya kita teruskan untuk disiplin. Kalau sudah waktunya masuk sekolah, ya rebutan masuk kelas seperti kita rebutan ketika berbuka puasa,” tutur dia.

Kedua, kata dia, adalah pengawasan melekat (waskat) diri. Dikatakan, selama bulan puasa, unsur waskat itu selalu dijaga oleh masing-masing pribadi muslim seperti terus menjaga agar tidak batal puasa. “Mari unsur waskat itu kita pelihara terus. Ada atau tidak ada kepala madrasah, tetap kerja dan tidak malas karena kita punya waskat seperti ketika kita puasa itu,” tutur dia.  

Ketiga, kata dia, adalah tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Dikatakan, setiap guru dan karyawan sudah punya tupoksi masing-masing. Dirinya berharap tupoksi itu dilaksanakan sesuai tugas dan fungsi masing-masing. “Sama seperti ketika selama berpuasa, kita melaksanakan tugas agama seperti baca al Quran, kita lakukan tanpa ada komando karena memang sudah menjadi tupoksi kita sebagai hamba Allah,” ucap dia.

Dan keempat atau terakhir, lanjut dia, adalah saling membantu. Dikatakan, selama bulan puasa, sikap saling membantu tersebut sudah melekat pada diri setiap muslin dengan rajin untuk mengeluarkan infak dan shodaqoh. Itu merupakan salah satu bentuk fungsi sosal dalam hidup dan kehidupan manusia. 

“Maka mari kita implementasikan untuk juga saling membantu tugas di sekolah, apalagi program kerja di sekolah juga sangat banyak. Saya titip empat hal ini, semoga apa yang kita lakukan dicatat oleh Allah Swt sebagai ibadah,” harap dia.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Waka Humas MAN 1 Lamongan Elli Tripuspita juga ikut berharap kegiatan halal bi halan menjadi tonggak untuk terus memberikan hal terbaik bagi madrasah dan masyaratat. 

Dirinya berharap, madasah yang sudah go public dengan meraih SNI Award, Adiwiyata Nasional, juga predikat ISO bidsa terus berkiprah dan sukses. Dan untuk menjadi sukses, lanjut dia, dua unsur harus dimiliki, yakni kemampuan dan kemauan yang saling terkait.

“Kemauan tanpa kemampuan akan menjadi lemah. Kalau kemampuan tanpa kemauan jadinya akan malas,” kata dia. (den)

 

 

 

Alumni Langitan Kumpul di Lamongan, Siap Menangkan Gus Ipul dan Mbak Puti

LAMONGAN (KoranTransparnsi.com) - Ribuan alumni pondok pesantren Langitan, Tuban, siap membantu langkah pemenangan pasangan Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. 

Berlangsung di pondok pesantren Darul Mustaghitsin, Jalan Veteran Banjarmendalan, Lamongan, deklarasi dukungan ini pun dilakukan.

Hadir pada acara ini: KH.Macsoem Faqih (Ponpes Langitan), KH Mas'ud Mujnar (Ponpes Almuataghisin Lamongan), KH Abdullah Tamam (Ponpes Al Islah, Buden Deket), KH Yamin Mualim (Ponpes Al Mubarok, Babat), KH Abdus Salam (Ponpes) Darul Istiqomah, Lamongan, KH Abdullah Mujib (Ponpes Darul Fiqhi Lamongan), hingga beberapa ulama lainnya. 

Satu di antara juru bicara alumni Ponpes Langitan, KH Yamin Mualim, mengatakan bahwa saat ini ribuan alumni telah memiliki pesantren dan juga santri. Sehingga, dengan jaringan santri yang dimiliki tersebut diharapkan dapat menambah suara secara signifikan. 

Menurut Kiai Yamin yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Baroqah Babat, Lamongan ini, untuk mengajak para alumni turun memberikan suara kepada Gus Ipul, bukanlah hal yang sulit. 

Sebab, rekomendasi dukungan itu diberikan oleh jumhur (mayoritas) ulama. Termasuk, pengasuh pondok pesantren Langitan Tuban, KH Ubaidilah Faqih. 

"Para santri dan kiai (Pondok Pesantren) Langitan, kini sudah memiliki santri semua. Semua patuh dengan kiai. Yakni patuh dengan jumhur ulama," kata Kiai Yamin pada sambutannya di hadapan peserta pertemuan, Jumat (1/6/2018). 

Menurut Kiai Yamin, rekomendasi tersebut turun dengan tak asal pilih. Namun, dengan mempertimbangkan kapabilitas Gus Ipul yang telah sukses mendampingi Gubernur Soekarwo selama dua periode. 

Serta, dengan melalui berbagai 'ikhtiar langit'. Sehingga, karena dipilihkan ulama, maka dipastikan membawa kemakmuran untuk umat. 

"Para kiai, insya Allah menjadi lampunya dunia, lenteranya akhirat. Insya Allah tak akan tersesat," kata Kiai Yamin. 

Untuk diketahui, ponpes Langitan Tuban merupakan satu di antara ponpes besar di Jawa Timur. Berdiri sejak 1852, ponpes ini telah memiliki ribuan alumni.

Bahkan, beberapa di antaranya juga telah memiliki pesantren. Saat ini, Ponpes yang berlokasi di Desa Widang, Kacamatan Widang, Kabupaten Tuban ini telah berkembang pesat dan menempati tanah seluas tujuh hektar di tepi Sungai Bengawan Solo.

Dengan adanya dukungan ini, Gus Ipul pun menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan perhatian kepada madrasah diniyah. 

Sebab menurutnya, pengembangan pendidikan Islam di pesantren menjadi salah satu program titipan para kiai

"Tanpa bimbingan kiai dan ulama, tak mungkin Jawa Timur bisa meraih kemajuan sejauh ini. Sehingga, mengawal intruksi ulama, sama halnya dengan memperjuangkan kesejahteraan umat," kata Gus Ipul yang juga salah satu Ketua PBNU ini di tempat yang sama.(med)

 

  •  Start 
  •  1 
  •  End 
banner

> BERITA TERKINI lainnya ...