Kediri

Foto : Bupati Kediri saat memberikan penghargaan atlit berprestasi

KEDIRI (KoranTransparansi.com)Peringatan Hari Olahraga Nasional ke-35 Tahun 2018, yang mengusung dengan berolahraga kita akan memiliki jiwa dan raga yang sehat serta mampu berpartisipasi untuk Indonesia. 

Bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional ke-35 ini, Pemerintah Kabupaten Kediri turut memperingati dengan menggelar upacara Hari Olahraga Nasional ke-35, yang bertempat di halaman belakang Pemkab Kediri, Senin (17/9/2018)

Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB, bertindak sebagai Inspektur Ucapara, Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno, Komandan Upacara, Joko Suwono, S.Sos, M.Ap, Perwira Upacara, Randy Agatha Sakaira, S.ip, M.Si dan diikuti oleh para atlet berprestasi Kabupaten Kediri, serta seluruh pegawai Pemerintah Kabupaten Kediri.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kediri juga menyampaikan aspresiasi dari Menteri Pendidikan dan Olahraga melalui sambutan yang dibacakannya.

 “Dengan banyak atlet yang berprestasi menunjukkan bahwa kita Indonesia memiliki jiwa dan raga yang kuat,” ujarnya. 

Tidak hanya Menpora, Bupati Kediri pun turut memberikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada para pelatih, KONI, serta para atlet Kabupaten Kediri yang berprestasi baik di tingkat Jawa Timur, nasional, dan internasional. 

" Adanya prestasi yang diraih, tinggal bagaimana kita nantinya akan tetap memberikan pembinaan serta bimbingan secara berjenjang,” ucapnya.

Selain apresasi, piagam penghargaan juga diserah kepada 11 perwakilan atlet berprestasi Kabupaten Kediri di berbagai cabang olahraga dan tingkat prestasi. Pada akhir upacara, terdapat penampilan atraksi dari salah satu Pasukan Pencak Silat Kabupaten Kediri. 

Dan, atraksi jurus Empi yang merupakan salah satu jurus melumpuhkan lawan dari berbagai arah ini mampu menciptakan decak kagum seluruh peserta upacara. (kominfo/adv/bud)

Foto: Dropping air bersih yang terus dilakukan dan pembenahan pipa air masih berjalan
KEDIRI (KoranTransparansi) - Pasca kejadian kebakaran hutan pada petak 148 wilayah kurnia atau tepatnya di Dusun Kebon Ringin Putih, Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Senin (17/9/2018), krisis air diwilayah tersebut. Hingga, BPBD Kabupaten Kediri melakukan dropping air bersih.
 
Keterangan Randy Agatha, Kepala BPBD Kabupaten Kediri, dampak kebakaran hutan di petak 148 yang berlangsung, Sabtu (15/9/2018) lalu dan mengakibatkan pipa saluran air bersih mengalami kerusakan.
 
" Tahap awal, pasca kebakaran terjadi, kami sudah melakukan droping air bersih sebanyak 2 unit mobil tangki. Dan, sampai saat ini sudah 9 tangki air bersih didroping didaerah terdampak" kata Randy Agatha, Senin (17/9/2018).
 
Menurutnya, dropping air bersih akan terus dilakukan hingga kondisi diwilayah Sepawon membaik. Terlebih lagi, tim BPBD Kabupaten juga akan selalu siaga dalam menerima keluhan dan aduan dari warga.
 
" Pastinya, pendistribusian akan terus dilanjutkan sampai pipa air yang diperbaiki bisa kembali normal dan berfungsi kembali" pungkasnya.(bud)
 
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          
Foto : Antusiasme warga Kota Kediri saat mengikuti gerakan senam.

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Dalam rangka mewujudkan hidup sehat semua kalangan, Komunitas Aerobik Kota Kediri mengajak ratusan warga Kota Kediri, senam bersama di acara Car Free Day Jalan Dhoho Kota Kediri, Minggu (16/9/3018).

Senam bersama tersebut, juga sebagai wujud ajakan warga untuk berperilaku hidup sehat dan uforia prestasi Indonesia di ASIAN GAMES.

Menariknya, acara yang digelar mulai pukul 06.00 wib, diikuti remaja hingga manula melakukan senam bersama di lokasi Car Free Day (CFD).Mereka, mengikuti gerakan Indonesia sehat yang diberikan instruktur senam. Selain senam aerobik, instruktur juga memberikan gerakan senam goyang dayung yang lagi viral di ASIAN GAMES.

Keterangan salah satu instruktur senam aerobik Komunitas Indonesia Sehat, Hestiawati,kegiatan ini bukan hanya ajakan berperilaku hidup sehat, melainkan ikut memeriahkan terlaksananya ASIAN GAMES yang berjalan sukses.

“Kegiatan senam khan saat ini lagi viral.Jadi kita ingin Kota Kediri juga ikut berpartisipasi dan meramaikan kemeriahan ASIAN GAMES dalam gerakan dayung,” ujarnya usai senam.

Menurutnya, gerakan senam viral ini tidak begitu susah. Sehingga, warga mudah untuk mengikuti gerakan dayung.Dan, antusias warga pun meningkat ketika gerakan dilakukan, hingga warga yang berjalan di Car Free Day juga spontan mengikuti senam bersama. 

Tak hanya warga, melainkan tukang sapu dari Dinas Kebersihan Kota Kediri juga ikut melakukan gerakan tersebut.

“Semua senang, antusias dan juga meriah. Pokoknya semangat untuk Kota Kediri dalam gerakan ASIAN GAMES gerakan dayung,” urainya.

Terakhir, Hestiawati berharap, ajakan hidup sehat dengan gerakan senam bersama dan memperkenalkan gerakan dayung tidak hanya dilakukan di acara car free day. 

" Dengan semangat warga Indonesia, maka prestasi Indonesia bisa meningkat pada perhelatan olahraga lainnya " pungkasnya.(bud)

Foto : Dari kanan, Beni Wicaksono,Nasrullah dan Sonaji dari perwakilan BI Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi) - Dalam rangka mendukung program Nasional, Kantor Perwakilan Bank lndonesia Kediri dan perbankan se-wilayah Eks Karesidenan Kediri dan Madiun, Minggu (16/9/2018), akan menggelar kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Acara tersebut, akan diisi dengan kegiatan jalan santai Pimpinan dan Karyawan Perbankan, yang bertempat di halaman Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri. 

Keterangan Beni Wicaksono, Deputi Bank Indonesia Perwakilan Kediri, Gerbang Pembayaran Nasional, adalah suatu sistem yang mengintegrasikan berbagai instrumen dan kanal pembayaran secara nasional. 

Dan Kampanye GPN akan dilanjutkan dengan pekan penukaran kartu, yang akan berlangsung 17-21 September 2018, yang bertempat di kantor cabang Bank Indonesia.Lalu, halaman Kantor Pemerintah Kota Kediri tangal 18-19 September.

" Untuk jadwal di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, akan berlangsung 20-21 September 2018.Diharapkan, melalui kegiatan ini masyarakat memperoleh kesempatan untuk menukarkan kartu ATM/Debet bank yang dimilikinya menjadi kartu berlogo GPN" kata Beni Wicaksono, Jumat (14/9/2018) sore.

Menurutnya, pekan penukaran kartu berlogo GPN merupakan tindak Ianjut acara peluncuran bersama kartu berlogo GPN di Jakarta, yang sudah berlangsung 3 Mei 2018, lalu.

" Titik poinya, dengan tema kampanye "GPN Pemersatu Transaksi Pembayaran Nasional". Hingga, dengan menggunakan kartu berlogo GPN, masyarakat mendapatkan kemudahan untuk melakukan transaksi pembayaran pada seluruh kanal pembayaran (EDC) yang sudah saling terkoneksi dan interoperabilitas, serta akan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya" pungkasnya.

Sekedar diketahui, diluncurkanya GPN akan menjamin keamanan data lebih terjaga, karena seluruh proses dilakukan di dalam negeri melalui jaringan domestik (ATM Bersama, Prime, Alto, dan Link) dan tidak menggunakan jasa pihak asing.

Bahkan, masyarakat juga dapat menikmati biaya administrasi yang lebih murah, lantaran seluruh pemrosesan dilakukan di domestik dengan biaya transaksi yang lebih rendah dan bank tidak dikenakan biaya lisensi logo.(bud)

 

 

Foto : Terlihat lalu lalang truk pengangkut pasir yang meresahkan warga.
KEDIRI(Koran Transparansi) - Warga Desa Wonorejo Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengeluhkan jalan rusak akibat dilintasi truk pengangkut pasir. Dari kondisi ini, mengakibatkan polusi, lantaran debu di jalan raya bertebaran hingga kerumah warga.
 
Sejauh ini, banyak warga yang terdampak dan mengalami sesak nafas hingga batuk-batuk. Terutama, hal ini menimpa anak kecil akibat menghirup udara bercampur debu. 
 
Agus Susilo, warga Desa Wonorejo Trisulo mengaku, kerusakan jalan ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. Jalan beraspal hancur akibat dilintasi kurang lebih 400 unit truk pengangkut manterial pasir, yang berasal dari area pertambangan di aliran lahar Gunung Kelud yang ada di Sungai Ngobo.
 
"Truk-truk bermuatan material pasir setiap hari melintasi jalan ini. Lama kelamaan jalan rusak berat," kata Agus Susilo, Rabu (12/9/2018).
 
Bahkan, tiap harinya, gangguan debu di kawasan jalan tersebut semakin menyesakkan dada. Lantaran, kerusakan jalan yang belum diperbaiki, sehingga debu beterbangan saat di lintasi kendaraan.
 
Masih kata Agus, kesehatan warga terganggu akibat banyaknya debu yang bertebaran hingga kedalam rumah. Bahkan, sejumlah warga sudah mengalami sesak nafas. 
 
"Panjang jalan yang rusak ini mencapai 5 kilometer. Kondisinya sangat memprihatinkan," imbuh Agus Susilo.
 
Dan, warga pernah mengadakan pertemuan dengan pemilik armada truk. Dalam pertemuan tersebut disepakati jika jalur truk dialihkan melalui jalan alternatif. 
 
" Tapi, para sopir truk lebih memilih tetap melalui jalan yang rusak tersebut karena jarak tempuhnya lebih pendek" pungkasnya.(bud).
Foto   : Tim dari Perhutani yang berusaha memadamkan api di area Gunung Wilis
KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Setidaknya 25 Hektar hamparan ilalang dan dataran hijau di Gunung Wilis ludes dilalap api. Hingga, Senin (10/9/2018), kepulan asap masih terjadi. Karena lokasi terjal dan sulit digapai anggota, pemadaman belum bisa dilakukan secara maksimal.
 
Rathmanto, Kepala Adm Perhutani Kediri, mengatakan, kebakaran terjadi di wilayah Gunung Wilis atau tepatnya petak 54 A, RPH Salam Judeg, BKPH Pace, KPH Kediri. Lokasi ini, memang masuk wilayah administrasi Dusun Salam Judeg, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.
 
"Benar, telah terjadi kebakaran area illalang di Gunung Wilis yang masuk wilayah Nganjuk.Anggota dibantu pihak terkait telah memonitor dan terus melakukan upaya pemadaman," ucap Rathmanto, saat dihubungi, Senin, (10/9/2018).
 
Menurutnya, kobaran api diketahui muncul sejak Sabtu (8/9/2018), sekitar pukul 10.00 Wib. Dan, luasan api mencapai 25 Hektar, hingga Minggu (9/9/2018) malam, masih berkobar dan belum bisa dipadamkan. Hal itu, lantaran lokasi terjal dan material kebakaran berupa ilalang serta tumbuhan yang diduga cepat merambat.
 
" Memang, sampai Minggu (9/9/2018) malam api masih berkobar, material kebakaran berupa ilalang dan tumbuhan bawah lain dengan kondisi sangat kering dan tebal disertai angin yang sangat kencang membuat api sulit dipadamkan," imbuhnya.
 
Dia juga menjabarkan, upaya pemadaman dilakukan dengan membuat ilaran api sebagai sekat bakar, tidak bisa dilakukan pemadaman secara langsung karena tiupan angin kencang dan medan terjal. 
 
Disinggung mengenai penyebab kebakaran, Rathmanto mengaku, api dapat muncul dan dipicu oleh beberapa hal.Mulai dari sisa serpihan abu rokok dan bekas api unggun.
 

 

"Mohon doanya, kendati medan terjal dan curam  api hari ini bisa dipadamkan petugas dibantu masyarakat dan instansi terkait,' pungkasnya.(bud)
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...