Kediri

Foto : Pemkot Kediri melalui Dinas PUPR saat menggelar doa bersama dibawah jembatan Brawijaya
 
KEDIRI (KoranTransparansi) - Niatan Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam merampungkan mangkraknya jembatan Brawijaya selama beberapa tahun, akhirnya terjawab dan akan melanjutkan proses pembangunan jembatan dalan tahun ini.
 
Hal ini terlihat, dalam doa bersama dalam mewujudkan pembangunan jembatan, Sabtu (14/7/2018), yang bertempat di bawah jembatan Brawijaya.Dan, saat acara berlangsung berjalan lancar dan penuh hikmat. 
 
Menurut Sunyata, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Kediri, acara doa bersama ini merupakan langkah awal dilanjutkannya proyek pembangunan Jembatan Brawijaya Kota Kediri yang sempat mangkrak.
 
 “Kemarin kami sudah melakukan uji beban jembatan dan sudah teken kontrak " ujar Sunyata, pelaksana harian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 
 
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa pembangunan jembatan nantinya meliputi plat lantai, pengaspalan jalan, penggantian elastemer beserta asesoris arsitekturnya seperti lampu gapura. 
 
“Semua sudah diinvetarisasi, mana-mana yang harus dikerjakan untuk kelanjutan pembangunan ini. Kemungkinan nanti area tepat di bawah jembatan juga akan di lokalisir sementara untuk pengamanan,” terangnya.
 
Selain doa bersama, dalam acara tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng yang dilanjutkan dengan ramah tamah. Turut hadir dalam acara ini sejumlah tokoh agama, tokoh masayarakat , Inspektur Kota Kediri, Satpol PP beserta beberapa personil Dinas Pekerjaan Umum.(bud)
 
 
 
Area 
Foto : Terlihat antusiasme warga yang memadati Street Food Fest di Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri

 

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Luar biasa, inilah antusiasme pengunjung di Street Food Fest Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2018. Setidaknya, terdapat 30 stand makanan dan minuman, tak ada satupun yang sepi pengunjung. Bahkan, ada yang rela antri panjang demi menu kesukaannya.

Foto : Sederetan artis Ibu Kota Jakarta dan Jatim yang akan menyemarakan HUT PT Gudang Garam, Tbk Ke 60

KEDIRI(KoranTransparansi.com) - Pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk Kediri menggelar acara HUT yang ke 60 tahun ini.Dan, perusahaan rokok terbesar Se Asia Tenggara ini, mendatangkan puluhan artis Ibu kota dan Jawa Timur dalam acara yang digelar 12-13 Juli 2018.

Mereka, artis dangdut Cita Citata,Imeymey,  dan group Setia Band serta group dangdut kenamaan Jatim, Monata. Tidak ketinggalan, host atau pembawa acara kondang Cak Lontong duet bersama Dita Fahkrana,Putri Indonesia 2017, juga akan hadir dalam acara tersebut.

Kepala Bidang Kehumasan PT Gudang Garam, Tbk, Iwhan Tri Cahyono mengatakan,  perayaan HUT ke 60 tahun ini mengambil tema, 'Sebarkan Nyalamu' akan menampilkan konsep panggung modern dengan penuh cahaya. Dan, PT GG berusaha memberikan tontonan istimewa bagi seluruh karyawan yang tersebar di beberapa daerah. 

"Kegiatan rutin yang digelar perusahaan ini memang bertujuan memberikan hiburan seluruh karyawan dan masyarakat " ujar Iwhan dalam jumpa pers di Grand Surya Hotel Kediri, Kamis (13/7/2018).

Pria bernampilan maskulin ini juga menambahkan, selain memberikan hiburan bagi karyawan, perusahaan ingin seluruh karyawan dapat meningkatkan rasa memiliki perusahaan. Apabila seluruh karyawan bekerja semakin baik, maka rasa memiliki terhadap perusahaan juga semakin meningkat.

Masih kata Iwhan, acara yang digelar selama dua hari ini rencananya mengundang semua karyawan yang tersebar di beberapa daerah. Meski dengan hiburan yang mewah, perusahaan tetap mengutamakan jangan sampai produksi terganggu.

"Untuk luar kota juga akan diatur secara giliran. Kita tetap memperhitungan agar operasional perusahaan tidak terganggu, tetapi karyawan tetap bisa menikmati hiburan," tandas Iwhan.

Sekedar diketahui, sebelum pentas, sejumlah artis diajak berkeliking melihat aktivitas pekerja di pabrik. Mereka ditontonkan para karyawan pabrik saat bekerja membuat rokok dengan alat manual.

Terpisah, Dita Fahkrana, Puteri Indonesia 2017 yang kerap muncul sebagai Host olah raga di sejumlah TV Nasional mengaku, kagum melihat ketangguhan para ibu-ibu yang mayoritas menjadi karyawan perusahan rokok terbesar di Kediri. 

"Saya sangat mengagumi mereka.Pastinya, saya akan memberikan penampilan terbaik bersama Cak Lontong sebagai pembawa acara nanti," tuturnya. (bud)

Foto : Kapolresta Kediri dan Walikota Kediri serta unsur Muspida saat meninjau ruang ICC dan E-SPKT

KEDIRI (KoranTransparansi) - Dalam mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dari kepolisian, Polresta Kediri telah melauncing Integrated Command Center (ICC) dan e-SPKT. Acara tersebut berlangsung di kantor Polres Kediri Kota Jalan KDP Slamet, Rabu (11/7/2018)

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi menjelaskan,ICC merupakan aplikasi untuk mengawasi tugas anggota dan mengendalikan kerja anggota. Tentunya akan ada reward bagi anggota yang melakukan kerjanya dengan baik. 

“Dengan adanya ICC saya berharap akan bisa melihat kinerja dari anggota kepolisian,” jelasnya.

AKBP Anthon Haryadi menambahkan, untuk e-SPKT dibuat untuk memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dari kepolisian. 

“Jadi untuk membuat SKCK maupun yang lainnya dapat diakses melalui aplikasi tersebut,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menghadiri Integrated Command Center (ICC) dan e-SPKT yang dilakukan oleh Polres Kediri Kota.

Dengan dilaunchingnya ICC dan e-SPKT masyarakat akan lebih cepat, mudah dan efisien untuk mendapatkan pelayanan dari kepolisian karena berbasis teknologi.

Ditemui usai meninjau ruang command center, Abdullah Abu Bakar merasa bangga karena kepolisian memiliki sistem untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat yang sangat bagus. 

“Seperti kita lihat tadi ada ruang pelayanan SPKT yang standar ruang pelayanannya mengikuti arahan Kemenpan RB. Lalu diatas ada ruang command center,” ujarnya.

Dengan adanya sistem yang terintegrasi ini, lanjut walikota muda berusia 38 tahun ini mengatakan tentunya masyarakat akan terlayani dengan lebih baik. 

“Saat ini masyarakat ingin dilayani dan kepolisian telah berbenah sedemikian baik untuk melayani masyarakat. Tentunya ini sangat bermanfaat untuk memengkas waktu pelayanan. Jadi masyarakat dapat terlayani dengan cepat dan efisien,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, launching ICC dan e-SPKT ini dilakukan usai Upacara dan Tasyakuran Hari Bhayangkari ke-72. Dalam tasyakuran tersebut, Walikota Kediri mendapatkan penghargaan dari Polres Kediri Kota karena telah membantu tugas kepolisian. Selain itu diserahkan pula hadiah bagi pemenang-pemenang lomba dalam rangka HUT Bhayangkara.

Hadir dalam acara ini, Forkopimda Kota Kediri, Ketua Bhayangkari Kota Kediri Fitriyani Anthon Haryadi beserta pengurus Bhayangkari, Ketua OPD dilingkungan Pemerintah Kota Kediri, tokoh agama dan tokoh masyarakat.(bud)

  Foto : Bupati Kediri saat mengunjungi stand pameran di Pekan Budaya dan Pariwisata

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Pekan Budaya dan Pariwisata menjadi event yang ditunggu masyarakat dengan antusiasme para peserta pameran dalam mengikuti event ini. Dan, aneka produk baik dari SKPD maupun UMKM se-Kabupaten Kediri mampu menyedot perhatian masyarakat, ditambah lagi akan pagelaran kesenian dan pentas kreatif yang siap menghibur.

Hal ini tak luput dari perhatian Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno, Senin (9/7/2018),  yang bertepatan hari kedua penyelenggaraan Pekan Budaya dan Pariwisata, Bupati mengunjungi stan-stan pameran yang dipusatkan di Kawasan SLG tersebut. 

Saat berkunjung, Bupati tidak sendiri melainkan bersama putri, menantu beserta dua orang cucunya. Mereka, juga diajak untuk mencoba aneka olahan produk UMKM khas Kabupaten Kediri.

Selain melihat langsung penyelenggaraan pameran, kunjungan ini sebagai wujud support Bupati, bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Kediri. Selain menanyakan produk yang ditawarkan, Bupati juga memberi masukan agar mereka selalu memperhatikan kualitas, baik dari segi komposisi, rasa maupun kemasan. 

Begitu juga, dengan produk garmen, aksesoris, handicraft maupun karya seni, Bupati juga berpesan harus mengutamakan kualitas agar terus bertahan dan berdaya saing.

“Selain di pameran ini, nanti juga ke zona desa wisata dan dukungan harus diberikan.Tahun ini, ada 20 desa wisata, siapa tahu tahun depan bisa meningkat. Karena terbukti keberadaan desa wisata ini dapat mengangkat perekonomian masyarakat,” terang Bupati.

Menurut Bupati, tidak hanya memperkenalkan dan memasarkan produk-produk unggulan daerah, pameran ini juga sebagai sarana pembinaan UMKM. 

" Para pelaku diharapkan terus meningkatkan kualitas produk yang disertai dengan kreativitas dan inovasi, demikemajuan produktifitas UMKM Kabupaten Kediri" pungkasnya.(kominfo/adv/bud

Foto : Soni Tatag, Wakil Ketua MKKS Kota Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Munculnya kesalah pahaman pihak sekolah SMAN di Kota Kediri dengan Wali Murid akan kewajiban pembelian seragam, Selasa (3/7/2018), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah ( MKKS ) Kota Kediri, angkat bicara.

Dan, secara garis besarnya MKKS meminta maaf pada masyaraka dan sudah menghimbau dan meminta terhadap masing-masing pihak sekolah, untuk tidak mewajibkan Wali Murid akan pembelian seragam.

" Intinya, kami meminta maaf dan sudah menghimbau serta meminta masing-masing SMAN 1 sampai 8, untuk tidak mewajibkan pembelian seragam di Koperasi Siswa (Kopsis).Dan, mempersilahkan Wali Murid beli dimanapun" kata Soni Tataq, Wakil Ketua MKKS Kota Kediri, Selasa (3/7/2018)

Soni Tatag yang juga Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Kediri itu juga menguraikan, dari hasil rapat yang sudah digelar, MKKS juga meminta masing-masing sekolah juga memberikan kemudahan bagi warga yang tidak mampu, perihal pembayaran.Apabila, dalam kategori kurang berada bisa menyertakan Surat Keterangan Tidak Mampu ( SKTM ).

" Apabila, dari kalangan kurang berada, pihak Sekolah juga harus memprioritaskan keringanan pembayaran, asalkan menyertakan SKTM dan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KPI)" pungkasnya.

Terpisah , Trisilo Budi Kepala Cabang Pendidikan Propinsi Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Kediri, pihaknya membenarkan jika pihak sekolah dilarang memungut biaya sekolah yang membebani Orang tua.

" Untuk seragam memang bukan dari dana bos dan aturan di SMAN diwajibkan memakai seragam. Tetapi, kalau tidak punya dan tidak memakai seragam juga tidak apa apa.Silahkan, bagi siswa yang tidak bisa beli seragam, mengenakan seragam apa adanya dulu tidak apa-apa"  kata Trisilo 

Lebih lanjut Trisilo menjelaskan , dana BOS untuk SMA dan juga SMK memang ada.Namun, kegunaan dana tersebut diperuntukkan kegiatan bayar listrik sekolah, membayar honorer guru, membayar PDAM, membayar peningkatan mutu guru, membayar gaji satpam dan pemeliharaan gedung.

" Sebetulnya biaya operasional sekolah itu besar dan perlu adanya sumbangan dari Komite Sekolah, dari para alumni dan sebagainya yang sifatnya tidak mengikat. Hal ini dilakukan, semata-mata untuk peningkatan kwalitas anak didik atau siswa" pungkasnya.(bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...