Kediri

 Foto : Bupati Kediri berbaur mengikuti jalan sehat

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kediri Ke-1214, ribuan masyarakat mengikuti jalan sehat yang bertempat di area Simpang Lima Gumul (SLG), Kecamatan Ngasem, Minggu (22/4/2018)

Bupati Kediri, dr. H.j Haryanti Sutrisno memberangkatkan secara langsung peserta jalan sehat itu. Dalam sambutannya, agar masyarakat menjadikan kegiatan olahraga sebagai kebiasaan yang dilakukan sehari-hari.

“Jalan sehat ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri. Juga merupakan bentuk ajakan agar masyarakat Kabupaten Kediri senantiasa menyempatkan olahraga dalam pola hidup mereka,” jelasnya.

Sekedar diketahui, acara yang berlangsung sejak pukul pukul 05:00 WIB, para peserta sudah berkumpul di depan start, yakni depan Bank Daerah. Sebagai pemanasan, peserta diajak untuk senam aerobik yang dipimpin oleh instruktur.

Dan, jalan sehat ini menempuh jarak sekitar lima kilometer. Dengan rute start di depan Bank Daerah SLG, lalu melewati Desa Sumberejo dan Desa Paron. Selanjutnya kembali ke finish di depan Bank Daerah. Hadiah utama yang diperebutkan yakni dua unit sepeda motor. (Kominfo/adv/bud)

 

Foto : Petugas Dishub Kota Kediri saat melakukan sosialisasi RAS di SMPN 6 Kota Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi) - Untuk mengurangi angka kecelakaan yang tinggi pada anak khususnya pelajar, Dinas Perhubungan Kota Kediri, gencar menggelar sosialisasi Rute Aman Sekolah (RAS). Acara ini,  digelar disejumlah SMPN yang tersebar diwilayah Kota Kediri.

Dalam penerapanya, petugas dari Dinas Perhubungan Kota Kediri satu persatu memaparkan Rute Aman Sekolah kepada para pelajar SMPN Kota Kediri, yang menjadi perwakilan kelas masing-masing, dari kelas 7 hingga kelas 9.

Ferdi Sukananda, Kasi Manajemen Keselamatan Jalan Dinas Perhubungan Kota Kediri, mengatakan, digelarnya sosialisasi ini karena tingginya angka kecelakaan di Jawa Timur, yang melibatkan usia produktif atau pelajar. 

Selain itu, acara digelar sebagai upaya untuk menumbuhkan budaya positif dalam berlalu lintas yang baik dan tertib, serta selalu mematuhi peraturan rambu-rambu lalu lintas.

" Kami melakukan sosialisasi RAS disemua SMPN yang tersebar diwilayah Kota Kediri. Dan, sosialisasi kami awali di SMPN 6, hingga berlanjut ke sekolah lainya " kata Ferdi Sukananda, Minggu (22/4/2018)

Untuk itu, pihaknya juga berharap, para pelajar tidak menggunakan sepeda motor. Karena, pemerintah telah memberikan fasilitas angkutan bus sekolah. Bahkan, sosialisasi RAS bukan hanya diberikan pelajar tingkat SMP, melainkan dilakukan secara berjenjang hingga tingkat SD, TK, dan PAUD.(bud)

Lagi, Gambar SB Dicopot Dalam Pameran Otomotif

KEDIRI (KoranTransparansi) - Munculnya gambar Slamer Budiono ( SB) Ketua Komunitas Trail Kediri ( KTK) dan penasehat Forum Otomotif Kediri ( FOK), dalam tiap event otomotif, mengusik sejumlah kalangan. Hal ini terbukti, dari pemasangan gambar yang dilakukan pencopotan.

Seperti halnya saat pameran yang berlangsung di halaman Dinas Perhubungan, Kabupaten Kediri, Minggu (22/4/2018), gambar SB yang dipasang pada pintu masuk  tempat digelarnya pameran otomotif oleh komunitas FOK, juga dilarang.

Padahal, acara yang disponsori oleh PT Gudang Garam Tbk, tersebut, merupakan event yang mengumpulkan para komunitas otomotif dari berbagai kalangan, guna menjalin tali silaturahmi dan kebersamaan.

" Kita diminta untuk menurunkan gambar yang terdapat gambarnya SB " ungkap beberapa panitia, saat dilokasi.

Saat ditanya akan penurunan gambar SB, beberapa panitia juga tidak bisa menjelaskan akan hal itu.

" Alasannya kurang jelas, yang pasti dari pihak Dishub yang menyuruh menurunkan gambar " ucap beberapa panitia.

Keterangan Slamet Budiono, Ketua KTK sekaligus penasehat FOK, bahwa niatanya menggelar event otomotif ini, tanpa tedensi apapun dan sebagai wadah berkumpulnya para pecinta otomotif.

" Ini makna positif dan tidak ada tedensi apapun, dalam gelaran pameran otomotif yang digelar " ucap Slamet Budiono, yang juga salah satu Direksi PT Gudang Garam, Tbk.

Terpisah , Munasir Huda Ketua FOK mengatakan, pihaknya membantah jika ada inseden penurunan gambar SB.

" Tidak ada inseden penurunan gambar , memang gambar dilarang dipasang di pintu masuk namun jika didalam lokasi diperbolehkan " kata Munasir Huda yang juga Ketua Ansor Kabupaten Kediri, saat dilokasi.

Sekedar diketahui, terhitung dua kali ini acara yang disponsori oleh PT Gudang Garam Tbk, diwarnai aksi penurunan Gambar SB. Sebelumnya, terjadi dalam acara trail Adventure Kelud oleh komunitas Trail Kediri ( KTK) beberapa waktu lalu, dilapangan Desa Tawang Wates, Kabupaten Kediri.(bud)

Jaga Tradisi Jelang Musim Giling, PG Pesantren Gelar Manten Tebu

KEDIRI(KoranTransparansi.com) - Dalam menjaga tradisi menjelang musim giling tebu, Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru, Kota Kediri, Sabtu (21/4/2018), menggelar prosesi pernikahan ( manten) dua batang tebu. Hal ini, menjadi perhatian dan memukau ribuan masyarakat yang menyaksikan acara tersebut.

Apalagi, moment juga bertepatan dengan Hari Kartini. Dimana, para Direksi dan jajaran PTPN X yang hadir diwajibkan mengenakan pakaian khas ala Kartinian.

Meski digelar setiap tahun, tetapi tidak menyurutkan minat warga untuk melihat. Mereka tertarik dengan keunikan resepsi pernikahan dua batang tebu tersebut. 

Bahkan, kemeriahan dan kemegahan pernikahan dua batang tebu ini tidak kalah dengan pernikahan manusia pada umumnya. Dimana, dua batang tebu yang dinikahkan juga dirias layaknya pengantin sungguhan.

Dan, dua batang tebu dibawa oleh dua orang sesuai jenis kelaminnya. Selama perjalanan, para pengiring bersholawat bersama. Hingga, sesampainya di PG lokasi, 'kedua mempelai' diserahkan.

Menurut General Menager PG Pesatren Baru, HB Koes Darmawanto, prosesi ini merupakan tradisi budaya yang dilaksanakan sejak dulu. Seluruh pegawai, petani, masyarakat dan jajaran pemerintah daerah hadir.

"Kami berharap proses giling tahun ini berjalan dengan lancar tidak ada kendala," katanya. 

Dia menjelaskan, penyatuan dua batang tebu ini merupakan wujud rasa syukur. Harapanya, PG Pesantren Baru dan petani dimusim giling tahun ini dapat berjalan dengan lancar, serta menghasilkan kristal gula yang erkualitas dengan melimpah.(bud)

 

Foto : Massa dari barisan Ansor saat memasuki kantor Panwaslu Kota Kediri.

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Anggota Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Kediri melakukan aksi Demo di depan kantor Bawaslu Kota Kediri, Kamis (19/4/2018).

Massa yang hadir menuntut tegaknya demokrasi di kalangan Panwaslu.Hal ini terjadi, lantaran muncul dugaan pelanggaran etik yang dilakukan beberapa anggota Panwascam dan juga Panwaslu.

“Hari ini kit meminta agar Panwaslu deperiksa secara etik, jadi kami kira ada pelanggaran etik disini yang dilakukan oleh beberapa oknum Panwaslu Kota Kediri,” ujar Bagus Wibowo, LBH Ansor Kota Kediri.

Lelaki yang akrab disapa Ahong tersebut juga menguraikan, dirinya dan seluruh anggota GP Anshor meminta agar tiap – tiap anggota Panwaslu tahu dan melek hukum

Bahkan, Dia juga menjabarkan, kalau perekrutan anggota Panwascam maupun Panitia Pengawas Lapangan (PPL), diduga juga muncul indakan suap atau KKN.

" Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Kota Kediri mendapatkan temuan adanya praktek suap yang tidak bisa ditolerir dalam peraturan perundang-undangan " imbuh Ahong.

Dirinya juga menegaskan, bahwa data temuan ada di LBH GP Ansor dan akan dikirimkan ke Bawaslu Provinsi Jawa Timur serta DKPP.

“Data mengenai perbuatan suap dalam rekrutmen panwascam dan PPL kami bawa. Tetapi, kami tidak bisa sebutkan, karena berkaitan dengan saksi yang harus dilindungi. Tetapi, hal inu akan kami beberkan, apabila Komisi Etik maupun Bawaslu Jatim yang melakukan pemeriksaan membutuhkan data, akan kami sampaikan,” pungkasnya

Ditempat terpisah, Ketua Panwaslu Kota Kediri Ir R Yoni Bambang Suryadi membantah, semua tuduhan yang dilontarkan GP Anshor tersebut. Menurutnya, himbauan mundur kepada beberapa PPL dari kalangan Ansor hanya bersifat sementara, selama proses pengawasan berlangsung untuk menjaga netralitas. Dan, mengenai somasi GP Ansor Kota Kediri, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu.

“Dari somasi tersebut, kita perlu pelajari dulu. Sehingga kita memberikan jawaban sesuai undang-undangan dan aturan yang berlaku. Dan yang meminta anggota Panwascam dan PPL mundur siapa ? Pastinya, kami tidak pernah memberikan pernyataan seperti itu " ucap Yoni.

Dan, dirinya juga membeberkan perihal masalah keanggotaan, Panwaslu tidak pernah meminta mundur, kecuali yang ada di kepengurusan Ormas.

" Sebagaimana petunjuk Bawaslu Jawa Timur, sementara off dulu dari keanggotaan ormas,” pungkasnya.(bud)

Foto : Adi Suwono, Ketua Bapilu, DPC PDI P Kota Kediri

 

 

KEDIRI (KoranTransparansi) - Pasangan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno, Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, ditargetkan akan meraih 60 persen suara di Pilkada serentak, untuk wilayah Kota Kediri.

Hal itu diungkapkan, Adi Suwono, Ketua Badan Pemenangan Pemilu ( Bapilu) DPC PDIP Kota Kediri, jika hasil pemetaan dan mapping, suara Gus Ipul - Mbak Puti bisa mencapai 60 persen.

" Data ini realistis dan bisa dipertanggung jawabkan. Kalau lebih dari 60 persen, sesuai permintaan mbak Puti saat berkunjung ke Kota Kediri, Rabu (18/4/2018), kemarin, saya rasa lebih baik. Tapi, yang tahu karakter warga Kota Kediri, adalah kami" kata Adi Suwono, Kamis (19/4/2018)

Lelaki yang juga pengusaha Hotel di Kediri ini juga menguraikan, indikator capaian suara realistis mencapai 60 persen, lantaran banyak faktor yang tidak bisa disampaikan.

" Banyak kantong suara milik PDIP di wilayah barat sungai dan juga timur sungai Kota Kediri, yang harus kita maksimalkan " imbuhnya.

Adi Suwono juga menjabarkan, bahwa pihaknya optimis akan target Bapillu DPC PDIP Kota Kediri, target suara secara realistis pemilih mencapai 60 persen. Dan hal ini, akan dilakukan evaluasi secara berkala.

" Ini adalah pertaruhan kami sebagai Bapillu dan berharap jangan sampai kalah " pungkasnya. (bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...