Kediri

Foto : Soni Tatag, Wakil Ketua MKKS Kota Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Munculnya kesalah pahaman pihak sekolah SMAN di Kota Kediri dengan Wali Murid akan kewajiban pembelian seragam, Selasa (3/7/2018), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah ( MKKS ) Kota Kediri, angkat bicara.

Dan, secara garis besarnya MKKS meminta maaf pada masyaraka dan sudah menghimbau dan meminta terhadap masing-masing pihak sekolah, untuk tidak mewajibkan Wali Murid akan pembelian seragam.

" Intinya, kami meminta maaf dan sudah menghimbau serta meminta masing-masing SMAN 1 sampai 8, untuk tidak mewajibkan pembelian seragam di Koperasi Siswa (Kopsis).Dan, mempersilahkan Wali Murid beli dimanapun" kata Soni Tataq, Wakil Ketua MKKS Kota Kediri, Selasa (3/7/2018)

Soni Tatag yang juga Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Kediri itu juga menguraikan, dari hasil rapat yang sudah digelar, MKKS juga meminta masing-masing sekolah juga memberikan kemudahan bagi warga yang tidak mampu, perihal pembayaran.Apabila, dalam kategori kurang berada bisa menyertakan Surat Keterangan Tidak Mampu ( SKTM ).

" Apabila, dari kalangan kurang berada, pihak Sekolah juga harus memprioritaskan keringanan pembayaran, asalkan menyertakan SKTM dan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KPI)" pungkasnya.

Terpisah , Trisilo Budi Kepala Cabang Pendidikan Propinsi Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Kediri, pihaknya membenarkan jika pihak sekolah dilarang memungut biaya sekolah yang membebani Orang tua.

" Untuk seragam memang bukan dari dana bos dan aturan di SMAN diwajibkan memakai seragam. Tetapi, kalau tidak punya dan tidak memakai seragam juga tidak apa apa.Silahkan, bagi siswa yang tidak bisa beli seragam, mengenakan seragam apa adanya dulu tidak apa-apa"  kata Trisilo 

Lebih lanjut Trisilo menjelaskan , dana BOS untuk SMA dan juga SMK memang ada.Namun, kegunaan dana tersebut diperuntukkan kegiatan bayar listrik sekolah, membayar honorer guru, membayar PDAM, membayar peningkatan mutu guru, membayar gaji satpam dan pemeliharaan gedung.

" Sebetulnya biaya operasional sekolah itu besar dan perlu adanya sumbangan dari Komite Sekolah, dari para alumni dan sebagainya yang sifatnya tidak mengikat. Hal ini dilakukan, semata-mata untuk peningkatan kwalitas anak didik atau siswa" pungkasnya.(bud)

Foto : Pelatihan saat berlangsung dan jajaran Direksi PTPN X dan tamu undangan usai pelatihan

KEDIRI (KoranTransparansi) -PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X mengadakan Pelatihan Petani Milenial angkatan ke-II di Kediri, Jawa Timur, Senin (2/7/2018) di Ballrom Grand Surya, Kota Kediri.Pelatihan yang digelar selama dua hari ini, bertujuan untuk memotivasi dan mentransfer knowledge kepada para petani generasi muda untuk giat berbudidaya tebu.

Ada sebanyak 50 orang petani muda yang ikut dalam pelatihan selama dua hari ini. Mereka petani milenial binaan dari 9 pabrik gula milik PTPN X yang tersebar mulai Sidoarjo, Jombang, Nganjuk, Kediri dan Tulungagung. Kesemuanya mengikuti materi yang disampaikan oleh petugas tanaman dari PTPN X. 

Tak hanya itu, materi tersebut diikuti dengan diskusi tentang Peluang Bisnis Tebu dan Perkembangan Potensi Tebu bersama perwakilan APTRI yang bertempat di Hotel Grand Surya, Kediri.

Acara itu, juga dihadiri Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jatim, Suhadi. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menyampaikan tentang dana PKBL sejumlah Rp 25 miliar guna pengembangan kompetensi petani tebu PTPN X.

Direktur Operasional PTPN X, Mustaqim menjelaskan, PTPN X selalu berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan on farm, termasuk secara aktif membina para petani di masing-masing wilayah pabrik gula melalui pelatihan milenial kali ini. Pelatihan milenial kali ini akan menumbuhkan semangat generasi penerus petani tebu yang berkualitas. 

“PTPN X memiliki jumlah petani tebu sebanyak 9.000 kelompok tani. Mengingat saat ini sudah terjadi pergeseran kepemilikan lahan tebu dari orang tua kepada anaknya, maka menjadi penting untuk memberikan transfer knowledge kepada petani-petani tebu milenial ini. Pelatihan ini merupakan strategi untuk memotivasi petani muda dalam hal menanam tebu," ungkap Mustaqim.

Bukan hanya melalui pelatihan, upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada petani, imbuhnya melalui penerapan mekanisasi. Penggunaan alat mesin yang sudah dimulai sejak tahun 2011 dan hingga saat ini mengarah pada penerapan mekanisasi penuh. 

Penerapan mekanisasi ini bertujuan untuk membuat pekerjaan on farm lebih efektif dan efisien sehingga pertumbuhan tanaman menjadi seragam. Selain itu, adanya mekanisasi juga membuat kualitas Bahan Baku Tebu (BBT) terdongkrak, yang pada ujungnya semua upaya intensifikasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Upaya lainnya adalah melalui pelaksanakan rating varietas yang bertujuan untuk menilai keragaan dan potensi tebu dengan memberikan gambaran langsung kepada petani akan adanya varietas-varietas unggul pilihan lainnya. 

Ada sembilan varietas yang memiliki potensi lebih unggul daripada Bululawang yang bisa dipilih petani untuk meningkatkan pendapatan kebunnya sekaligus meningkatkan minat budidaya tebu secara lebih luas lagi. Lima varietas di antaranya adalah hasil rekayasa pemuliaan di Puslit Gula Jengkol.

Selain itu, juga disediakan warung tebu sebagai kebun display varietas-varietas tebu unggulan yang dapat dipilih oleh petani, yang sedang dikembangkan di Jombang dan Kediri, disertai dengan penerbitan buku katalognya. Dengan demikian, diharapkan petani akan lebih mudah dalam memilih atau memesan bibit unggul kepada pabrik gula pembinanya, sesuai dengan rencana bulan tanam maupun tipologi lahannya. (bud)

Foto : Terlihat gambar ataupun mekanisme penerimaan PPDB On line tingkat SMPN

KEDIRI (koranTransparansi) - Luar biasa, inilah antusiasme masyarakat Kota Kediri yang menginginkan anaknya bisa mengenyam pendidikan di SMPN. Hal ini terbukti, Senin (2/7/2018), hari pertama Pendaftaran Peserta Didik Baru ( PPDB ) SMPN Kota Kediri secara mayoritas sudah terpenuhi.

Dari delapan SMPN semuanya sudah terpenuhi kuotanya dan hanya SMPN 6 kota Kediri yang masih kekurangan 70 siswa , dari jumlah kuota 270 siswa.

Cevy Ning Suyudi Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri mengatakan, jika Kuota untuk siswa SMPN sudah terpenuhi. Meliputi, SMPN 1,2,3,4,5,7 dan 8.

" Hanya SMPN 6 yang kekurangan 70 siswa " ungkap Cevy, Senin (02/06 /2018) sore.

Menurutnya, kuota tersebut termasuk kuota dalam kota maupun luar kota semua sudah terpenuhi.

" Kuota SMPN 1 : 270 siswa , SMPN 2 : 240 Siswa, SMPN 3 : 238 Siswa , SMPN 4 : 271 Siswa ,SMPN 5 : 270 Siswa , SMPN 6 : 200 yang masih tersisa kuota 70 siswa dan SMPN 7 : 273 Siswa serta SMPN 8: 268 Siswa, ditambah sekolah terbuka : 28 siswa" imbuhnya.

Cevy juga menguraikan, jika kuota untuk jalur prestasi dan inklusi juga sudah terpenuhi sebelum dimulainya PPDB online . Adapun jumlah jalur prestasi yang langsung diterima sejumlah 30 siswa.

" Yang termasuk siswa berprestasi dalam bidang Olah raga , kesenian , akademik maupun non akademik . Sedangkan, untuk jalur inklusi ada 14 siswa" pungkasnya.

Sekedar diketahui, penutupan PPDB online tingkat SMPN akan dilakukan, Kamis (05/07/2018) nanti. (adu/bud)

 Foto : Terlihat TPS 04 di Desa Susuh Bango,Kecamatan Ringinrejo.

KEDIRI(KoranTransparansi.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Tempat Pemungutan Suara (TPS). PSU dilaksanakan, setelah Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) setempat menemukan adanya pasangan suami istri (pasutri) dari luar daerah yang mencoblos di Kediri, tanpa menunjukkan form A5, pada 27 Juni 2018 lalu.

Ketua KPU Kabupaten Kediri, Sapta Andaru Iswara mengatakan, berdasarkan keputusan rapat pleno, PSU dilaksanakan di TPS 004 Desa Susuh Bango, Kecamatan Ringinrejo, pada Minggu (1/7/2018).

"Mulai kelengkapan logistik sudah kita mintakan ke KPU Propinsi  Jatim. Dan, proses PSU sudah berlangsung sesuai mekanisme " kata Sapta Andaru Iswara, saat dilokasi.

Diakui Sapta apabila petugas KPPS melakukan kesalahan. Penyelenggara di TPS memberikan kesempatan pemilih dari luar kota menggunakan hak pilih nya di Kabupaten Kediri tanpa form A5 (pindah pilih). Mereka ada dua warga setempat yang sudah pindah domisi ke Kabupaten Jember.

"Awalnya dia penduduk asli di desa tersebut. Kemudian dia nikah dan pindah domisili. Pada saat pemungutan suara berlangsung, 27 Juni 2018 keduanya pulang karena hari libur. Lalu menggunakan hak pilihnya di TPS 04," beber Sapta.

Kedua pemilih ini, lanjut Sapta, memiliki C6 yang terdaftar di DPT tempat tinggalnya di Jember. Tetapi, mereka lupa untuk mengurus A5 pindah pilih di Kabupaten Kediri. 

"Petugas kami menerima keduanya setelah menunjukkan E-KTP. Pemikiran petugas karena ini Pilgub, maka cakupan wilayahnya se- Jawa Timur dan sudah menunjukkan KTP, sehingga diberikan hak memilih. Tetapi harusnya menunjukkan A5 pindah pilih," tandas Sapta.

Ketua KPU Kabupaten Kediri mengakui kesalahan yang dilakukan penyelenggara. Tetapi, pihaknya menyayangkan kurang tanggapnya pengawas di TPS yang tidak melakukan teguran secara langsung sehingga persoalan tersebut bisa langsung diatasi saat itu juga.

Terpisah, Mohammad Sulton Nur Hadi, Komisioner Panwaslu Kabupaten Kediri mengatakan, KPPS di TPS 004 Desa Susuh Bango kurang teliti, sehingga orang yang tidak memiliki hak pilih bisa mencoblos. Seharusnya KPPS meminta agar pemilih tersebut menunjukkan form A5 dan teliti melihat domisili di E-KTP nya.

"Kami menemukan dua orang tidak punya hak pilih menggunakan hak pilih nya. Itu warga Kabupaten Jember yang mencoblos tanpa form A5 atau bukti pindah pilih. Kesalahannya tidak dicek E-KTP. Sehingga setelah menggunakan hak pilihnya, baru tahu kalau dia dari luar daerah," jelas Sulton.

Panwaslu kemudian menindaklanjuti temuan itu dengan melakukan klarifikasi kepada KPPS dan saksi saksi. Akhirnya Panwaslu menyimpulkan terjadi pelanggaran terhadap pasal 59 ayat 2 huruf e PKPU No 8 Tahun 2018. Bunyinya, apabila lebih dari satu orang yang tidak terdaftar sebagai pemilih mendapatkan kesempatan menggunakan hak pilih.

komendasi ke KPU. Kemudian KPU membuat keputusan PSU," pungkas Sulton. 

Sekedar diketahui, di TPS 004 Desa Susuh Bango ini jumlah DPT-nya kurang lebih 400 pemilih. KPU dan Panwaslu berharap seluruh masyarakat yang tercantum dalam DPT bisa menggunakan hak pilih nya pada PSU yang dimulai pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB. (bud)

Foto : Ketua DPRD Kota Kediri, Kholifi Yunon

KEDIRI (KoranTransparansi.com)Mundurnya Sujono Teguh Widjaya dari keanggotaan Komisi C DPRD Kota Kediri, dari Fraksi Golkar akhirnya dicarikan pengganti. Yakni, Endang Yuniwati yang akan mengisi kursi DPRD Kota Kediri, dari Fraksi Golkar hingga Pemilu 2019 mendatang.

Foto : Semua wahana di Kediri Water Park yang bisa dinikmati secara gratis, hanya dengan Rp 30 ribu, untuk tiket masuk

 

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Demi memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat, utamanya bagi mereka yang ingin menikmati wisata air terbesar diwilayah Jawa Timur, managemen Kediri Water Park memberikan paket murah bagi masyarakat guna menikmati semua wahana yang ada di lokasi wisata tersebut.

Keterangan Fendy Prasetiyo, Kehumasan Kediri Water Park, layanan paket murah diberikan sebagai program terobosan mendekatkan diri kepada masyarakat, supaya bisa menikmati wisata air dengan berbagai layanan.

" Mulai Senin (2/7/2018), tiket masuk di Kediri Water Park hanya Rp 30 ribu, tiap tiket, baik dewasa maupun anak-anak " kata Fendy Prasetiyo, Minggu (2/7/2018), saat dilokasi.

Menurutnya, yang lebih menarik lagi, dengan tiket masuk yang relatif murah itu, pengunjung bisa menikmati semua layanan maupun wahana di Kedii Water Park.

" Layanan mobil gratis keliling areal wisata Kediri Water Park, fliying fox, kereta keliling, perahu goyang dan masih banyak wahana lain dan semuanya biss dinikmati secara gratis" imbuhnya

Fendy juga menguraikan, untuk layanan lainya seperti gocar hanya dibebani biaya Rp 40 ribu, tiap orang, Cinema atau bioskop Rp 30 ribu, per orang dan menaiki serunya ATV hanya membayar Rp 30 ribu, tiap orangnya.

" Yang lebih menarik lagi, wahana slide pool dengan jalur berkelok-kelok dan terpanjang diwilayah Jatim, menjadi tantangan tersendiri bagi pengunjung. Ditambah lagi, arena food court juga bisa dikunjungi diareal Kediri Water Park, usai puas menikmati semua wahana"pungkasnya. (bud) 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...