Kediri

Ribuan Warga Rela Antri Mengharap Berkah PT GG

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Masyarakat Kediri rela antri hingga mengular demi mendapatkan uang Rp 20 ribu, dalam tradisi 'Salam Tempel' yang digelar PT GG Tbk, Rabu (15/6/2018) Meski antrian sangat panjang, namun tak ada insiden di acara tersebut.

Kabid Humas PT GG Tbk, Iwhan Tri Cahyono, menuturkan, bahwa tradisi salam tempel adalah salah satu wujud bentuk bantuan sosisal PT GG kepada masyarakat Kediri. 

"Melalui program ini perusahaan ingin lebih dekat dengan masyarakat dalam mewujudkan kepedulian sosial," terangnya

Menurutnya, meski nominal yang diberikan 'hanya' Rp 20 ribu, masyarakat rela mengantri dengan tertib mengikuti arahan dari petugas, dari Satpam PT GG maupun pihak kepolisian yang berjaga. 

"Kami tidak ingin ada insiden. Oleh sebab itu, kami lakukan koordinasi dengan petugas gabungan TNI dan Polri, supaya acara ini berjalan dengan baik dan lancar," tutur Kabid Humas PT GG.

Lebih jauh dijabarkan Iwhan, program sosial ini digagas pendiri PT GG dan digelar sejak berdirinya perusahaan dan terselenggara sampai saat ini.

"Kisaran tahun 1958 silam, program salam tempel ini sudah terselenggara " pungkasnya.(bud)

Foto : Suasana guyub bhakti sosial saat digelar

KEDIRI (KoranTransparansi) - Dalam rangka mewujudkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan, pengusaha hotel Bukit Daun Kediri, Minggu (11/6/2018), menyantuni anak yatim dan wanita berstatus janda yang dikemas dalam buka bersama.

Acara yang digelar di Jalan Stasiun, Kota Kediri yang juga merupakan rumah kelahiran pemilik hotel Bukit Daun, yakni Adi Suwono, juga dihadiri ratusan warga setempat yang antusias mengikuti acara sosial tersebut.

erangan Regina Nadya Suwono, Manager Hotel Bukit Daun sekaligus putri ketiga pemilik Hotel, jika agenda santunan ke anak yatim dan janda sudah menjadi agenda tahunan selama 12 tahun Hotel berdiri.Tapi, acara tahun ini diadakan secara berbeda.

" Tahun sebelumnya biasanya digelar di Hotel. Namun, tahun ini kami ingin bersilahturahmi dengan tetangga di Jalan Stasiun yang merupakan tanah kelahiran Ayah saya" ungkap Regina, Alumnus salah satu Universitas Australia ini 

Menurutnya, jumlah santunan anak yatim hampir 100 anak, ditambah 13 wanita janda.Harapanya, dengan moment ini juga menjadi ajang mengakrabkan diri terhadap warga Jalan Stasiun.

" Lama juga, kita sekeluarga meninggalkan tempat tinggal kami yang berkisar 10 - 12 tahun.Dan, untuk merajut kembali  tali silaturahmi  ke tetangga kita adakan acara sosial yang dikemas buka bersama" imbuhnya.

Regina juga menambahkan, dirinya juga ada niatan menetap di Indonesia usai lulus dari mengenyam pendidikan di Australia dan ingin menetap di Indonesia.

" Rasanya kurang pas,jika ilmu yang saya dapat harus diberikan ke negara lain.Karena, bangsa saya ini lebih membutuhkan, hingga saya memilih menetap di Indonesia " tandasnya.

Bahkan, erempuan yang akrab disapa Gina itu juga menguraikan, dirinya ingin mengandeng dan terjun ke komunitas muda yang ada di wilayah Kota Kediri, untuk membuat program yang bermanfaat bagi banyak masyarakat Kota Kediri 

" Acuanya, generasi muda merupakan penerus bangsa , dan generasi muda juga punya kesempatan untuk menunjukkan kreativitasnya" pungkasnya.(bud)

 

Cegah Kelangkaan Elpiji, Hiswana Migas Kediri Kerahkan Satgas

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Kediri tidak ada kelangkaan dan menjamin ketersediaan gas elpiji untuk kebutuhan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H.Bahkan, Hiswanamigas Kediri menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Pemantau Elpiji untuk mencegah terjadinya kelangkaan.

"Ketersediaan elpiji, khususnya melon (ukuran 3 kilogram) aman-aman saja. Tidak ada kendala di lapangan terutama di Karesidenan Kediri, termasuk di Tulungagung dan Trenggalek," kata Ketua Hiswanamigas Kediri, David Tompo Iswahyudi ditemui di Depot Pertamina Kediri Jalan Sultan Agung, No 52, Kota Kediri, Senin (11/6/2018).

Menurutnya, mendekati Lebaran, permintaan gas elpiji di wilayah kerja Hiswanamigas Kediri yang meliputi Karesidenan Kediri meningkat. Penyebabnya adalah tradisi mudik lebaran. Dimana, masyarakat menambah konsumsi gas elpiji untuk keperluan memasak untuk keluarga

"Karena ini menjelang Lebaran, otomatis pendatang semakin banyak, keluarga banyak dan mereka masaknya luar biasa. Sehingga terjadi peningkatan permintaan elpiji," beber David. 

Melihat adanya fenomena ini di lapangan ini, Hiswanamigas Kediri mengambil kebijakan untuk menambah pasokan gas elpiji melalui permintaan ke Pertamina.

"Ada penambahan pasokan yang artinya bersifat fakultatif pada hari libur antara 5-10 persen. Dan terus kita pantau perkembangannya di lapangan. Kalau pengguna masyarakat terus meningkat, kita tambah pasokannya," tegasnya. 

Selain menjamin ketersediaan stok elpiji, Hiswanamigas juga memastikan harga elpiji dijual sesuai dengan Harga Eceran Tetap (HET). Untuk gas elpiji ukuran 12 kilogram seharga Rp 140 ribu per tabung,  Bright Gas Rp 36 ribu dan elpiji melon subsidi pemerintah Rp 16 ribu per tabung.

"Kita imbau kepada masyarakat kalau membeli elpiji melon, belinya di agen resmi elpiji dengan harga Rp 16 ribu," tegas David.

Hiswanamigas memastikan agen maupun pangkalan elpiji tidak akan menjual diatas HET. Tetapi apabila di lapangan terjadi penjualan elpiji diatas HET, dipastikan berasal dari pengecer, bukan agen maupun pangkalan resmi.

"Pangkalan tidak boleh menjual diatas HET. Kalau diatasnya, itu pasti pengecer, karena mereka ambilnya di pangkalan. Sementara kami hanya bisa melakukan pemantauan sampai tingkat pangkalan, " imbuh David. 

Dalam memantau ketersediaan elpiji di lapangan, Hiswanamigas Kediri menerjunkan Satgas Pantau Elpiji. Mereka bergabung dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Di dalam TPID ini juga ada unsur Kepolisian dan Pertamina. 

"Personil kami yang ada di Satgas Pemantau Elpiji hanya ada dua, kemudian kepolisian ada dua orang, Pemerintah Daerah dua orang, dan Pertamina dua orang. Sehingga totalnya antara delapan sampai 10 orang. Tugas mereka monitoring di lapangan. Kalau ada kelangkaan, kita terjun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Setelah itu, kita mengajukan tambahan ke Pertamina sampai pada kegiatan dropping," pungkasnya. 

Data dari Hiswanamigas Kediri menyebutkan, total fakultatif penambahan pasokan elpiji melon untuk wilayah Kabupaten Trenggalek sampai 14 Juni 2018 sebesar 38.640 tabung.

Rinciannya, pada 1 Juni sebesar 10.080 tabung, 5-8 Juni sebesar 11.760 tabung,11-14 Juni sebesar 16.800 tabung.

Sementara untuk wilayah Kabupaten Tulungagung, pada 1 Juni 2018 sebanyak 21.280 tabung, 5- 8 Juni 2018 sebanyak 20.720 tabung, 11 - 14 Juni 2018 sebanyak  35.840 tabung. Sehingga totalnya sebanyak 77.480 tabung.(bud)

Foto : Rangakaian acara Dikpol saat berlangsung di kantor DPC Kota Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Meski perhelatan Pemilihan Legeslatif ( Pileg) masih berlangsung 2019 mendatang, tapi koordinasi dan persiapan masing-masing Partai Politik ( Parpol) sudah menggeliat di Kediri. Salah satunya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Kediri, Minggu (10/6/2018) petang, yang sudah memberikan pendidikan Politik ( Dikpol ) pada Struktural partai dan para kader partai Gerindra untuk memenangkan pemilu 2019 mendatang.

Bahkan, target yang akan diraih, yakni meraih kursi Ketua DPRD Kota Kediri. Hal ini, seperti diungkapkan Huda Salim, Ketua DPC Partai Gerindra kota Kediri. Bahwa, Dikpol yang digelar sebagai modal awal untuk memenangkan Pemilu 2019 nanti.

" Baian dari strategi partai Gerindra adalah Dikpol, agar nanti jika mendapatkan kursi DPRD para anggota sudah memahami arti Politik " ungkap Huda Salim, saat dikantor Partai Gerindra DPC Kota Kediri 

Menurutnya, para peeserta Dikpol yang dilibatkan meliputi struktural partai dan kader yang sudah mendaftarkan diri ke Partai Gerindra, guna maju pada Pileg 2019 nanti.

 " Sudah ada 22 formulir yang diambil oleh  pendaftar " ucapnya.

Berbicara target, Huda Salim menguraikan, partai Gerindra akan membatasi pendaftar Caleg 30 pendaftar. Dan, jumlah ini sudah termasuk perwakilan perempuan dari jumlah tiga dapil yang tersebar diwilayah Kota Kediri.

" Target partai tiap dapil mendapatkan tiga kursi " ungkapnya 

Dan, strategi pemenangan dalam pemilu 2019 selain memberikan Dikpol pada caleg, partai Gerindra kota Kediri juga akan menggaet  pemilih pemula dengan agenda beberapa program untuk pemuda dan pemilih pemula.

" Tentunya formula yang kami berikan sangat rahasia" pungkasnya.

Sekedar diketahui, pembicara dalam Dikpol partai Gerindra DPC kota Kediri menghadirkan Aizzudin calon Walikota Kediri yang diusung oleh partai Gerindra , PKB , PPP dan Golkar. Yang bersangkutan diundang, lantaran juga sebagai salah satu pendiri partai Gerindra saat di Jakarta. (bud)

 

 Foto : Kapolresta Kediri bersama Instansi yang terlibat saat melakukan cek kesehatan para pengemudi.

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Mendekati Hari Raya Idul Fitri,  jajaran Polresta Kediri dan Dinas Perhubungan serta BNN Kota Kediri melakukan cek kesehatan bagi para pengemudi angkutan umum, Minggu (10/6/2018),  bertempat di Terminal Tamanan Kota Kediri.

Tak hanya cek kesehatan bagi pengendara, petugas juga melakukan cek fisik kendaraan yang ditumpangi. Hal ini bertujuan, guna mewujudkan keamanan penumpang selama mudik lebaran.

“Untuk cek kedaraan kita sampai sekarang belum menemukan kendaraan yang tidak layak jalan dan untuk cek kesehatan pengendara hari ini di lakukan tes urine untuk memastikan pera pengemudi angkutan umum  khususnya Bus ,” jelas Kapolreta Kediri AKBP Anthon Haryadi, saat dilokasi. 

Menurutnya, saat tes kesehatan dilakukan memang terdapat satu sopir yang positif ada indikasi menggunakan narkoba, ketika dicek urinya. Namun,positif tersebut bukan dalam kategori pengguna.

“Kita sudah tanya sama Dokter yang memeriksa  bukan positif narkoba, melainkan sebagai pengonsumsi obat lantaran si sopir menderita sakit jantung" imbuhnya

Ditempat yang sama, Kasi P2M BNN Kota Kediri Kompol DN Indrawati membenarkan hal tersebut. Menurutnya, untuk satu orang yang positiv dalam pengecekan urin memang saat ini sedang dalam terapi pengobatan satu penyakit tertentu.

“Kita tidak bisa serta merta melakukan tindakan khusus karena biasanya di dalam obat tertentu seperti obat flu itu kan ada obat penenangnya. Asesmen nya kan jelas saat ini dia sedang menggunakan obat untuk terapi,” ucapnya.

Sekedar diketahui, dalam pemeriksaan kesehatan kali ini, selain tes urine BNN Kota Kediri juga melakukan screning tes termasuk cek tekanan darah.Dan, target pemeriksaan berkisar 500 pengemudi kendaraan jurusan AKDP. (bud)

Foto : Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi

KEDIRI (KoranTransparansi) - Munculnya keresahan masyarakat akan keberadaan parkir liar ditindaklanjuti Polresta Kediri.Langkah yang dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, utamanya Dinas Perhubungan Kota Kediri dalam menangani hal itu.

Dijelaskan Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, upaya dini yang dilakukan dengan melakukan pendataan akan keberadaan kantong-kantong parkir liar diwilayah Kota Kediri.

" Kami akan segera melakukan pendataan keberadaan parkir liar bersama Dinas Perhubungan. Jangan sampai, keberadaan para Jukir liar justru meresahkan masyarakat " kata Kapolresta Kediri, Minggu (10/6/2018).

Menurutnya, moment jelang Hari Raya Idul Fitri memang rentan dimanfaatkan para juru parkir (jukir) liar. Lantaran, kebutuhan masyarakat untuk berbelanja di beberapa titik pusat perbelanjaan relatif tinggi.

" Akan melakukan monitoring semaksimal mungkin, guna mencegah praktek pungutan parkir yang melebihi ketentuan. Kalaupun, keberadaan jukir masih bisa dibina akan diberikan toleransi. Namun, kalau upaya ini diabaikan, secara otomatis langkah hukum diterapkan " pungkasnya.

Sementara, pantauan dilapangan akan keberadaan para jukir liar berada disepanjang Jalan Hasanudin atau sekitar Kediri Mall Town Square dan sepanjang Jalan Doho, Kota Kediri.(bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...