Kediri

Nampak dua pelajar berprestasi saat bersama Walikota Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi) - Dua pelajar SMA Negeri 1 Kediri menorehkan prestasi dikancah internasional dengan memperoleh medali silver dalam ajang International Young Scientist Innovation Exhibition yang berlangsung 9-13 Juli di Malaysia.

Mereka, Shona Fa’iqa Febiastuti dan Aulia Fidia Syahrina, yang duduk dibangku kelas XI .Adapun penemuan baru yang dicetuskan dua pelajar itu, yakni The Organic Antiseptic Hand Sanitizer Wipes berupa tissu yang dapat menurunkan panas tubuh dan menyerap virus serta bakteri.

Dari serangkaian prestasi tersebut membuat Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar bangga. Hal ini, diungkapkan Walikota yang akrab disapa Mas Abu ini saat menerima Shona dan Aulia di Rumah Dinas Walikota Kediri, Senin (16/7/2018).

Orang nomor satu di Kota Kediri mengaku senang, lantaran ada remaja di Kota Kediri yang mengikuti ajang internasional seperti ini,apalagi menorehkan prestasi sebagai juara kedua ditingkat internasional. 

" Sebagai Kepala Daerah saya senang sekali anak-anak di Kota Kediri dapat menorehkan prestasi yang luar biasa seperti ini,” imbuhnya.

Walikota Kediri juga mengungkapkan, 

dengan mengikuti ajang internasional seperti ini, dapat menaikkan competitiveness dari siswa-siswa.

 “Jadi mereka tidak hanya belajar saja namun juga bisa mengimplementasikan. Anak-anak ini belajar biologi dan kimia lalu dapat mengaplikasikannya menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat bahkan diakui hingga tingkat internasional,”ucapnya

Untuk itu, Walikota Kediri berharap kedepanya akan bermunculan banyak anak-anak yang mengharumkan nama Kota Kediri ditingkat internasional.

 “Semoga ke depan semakin banyak pelajar ataupun mahasiswa di Kota Kediri yang melakukan penelitian bermanfaat untuk masyarakat seperti ini. Kami dari Pemerintah Kota Kediri pastinya akan selalu mendorong dengan anak-anak ini meskipun exhibitionnya jauh pasti akan tetap kita support,” pungkasnya.

Sementara, Shona dan Aulia menceritakan penelitian ini berawal dari kecintaan mereka berdua akan dunia penelitian. Kemudian, di SMA Negeri 1 Kediri diberikan wadah bagi siswa-siswi yang menyukai karya ilmiah yang diberi nama OASE.

Lalu, Shona dan Aulia memanfaatkan bawang merah dan blimbing wuluh sebagai antiseptik pada penelitiannya. Hand Sanitizer Wipes yang dibuatnya pun telah melalui beberapa uji lab bahkan diujikan kepada bakteri dan hasilnya memang bagus.Hingga, hasil penelitian ini berhasil mewakili Indonesia di ajang internasional.(bud)

 

Foto : Menjelang akhir pendaftaran Caleg 2019, masih satu Parpol yang mendaftar di kantor KPU Kota Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi).com) - Jelang masa akhir pendaftaran Calon Legeslatif (Caleg) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri, Senin (16/7/2018), masih satu Partai Politik (Parpol) yang mendaftar.

Menurut Ketua KPU Kota Kediri,Agus Rofiq, yang baru mendaftar hanya Partai Berkarya yang memasukan 6 Bacalegnya. Meliputi, Dapil 1 Kecamatan Kota 2 orang, Dapil 2 Kecamatan Pesantren sebanyak 2 orang dan Dapil 3 Kecamatan Mojoroto sebanyak 2 orang.

" Total keseluruhan dari Partai Berkarya sebanyak 6 orang," ungkap Agus.

Dia menambahkan, pendaftaran Bacaleg dibuka mulai 4 Juli sampai 17 Juli 2018. Dan, mayoritas Parpol diperkirakan akan mendafarkan pada hari terakhir pendaftaran.

" Ya, diperkirakan 15 Parpol lainya dari total keseluruhan 16 Parpol peserta Pemilu, akan mendaftar dihari terakhir " imbuhnya.

Agus Rofiq juga menambahkan, apabila hari terakhir pendaftaran masih terdapat Parpol yang belum mendaftar, pihaknya tidak akan memberikan perpanjangan waktu.

"Sudah sesuai aturan PKPU RI dan KPU di daerah hanya sebatas menjalankan untuk  pendaftaran akan ditutup Selasa, 17 Juli 2018, sampai pukul pukul 00.00 WIB," pungkasnya.(bud)

  Foto : Aksi Komunitas Peduli Pendidikan saat menggelar aksi demo

KEDIRI (koran transparansi.com) - Langkah yang ditempuh Komunitas Peduli Pendidikan melakukan aksi demo di depan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, bertempat di Jalan Jaksa Agung Suprapto Mojoroto Kota Kediri, yang menyuarakan masih masaknya pungutan liar ( pungli) tingkat SMA/SMK, Senin (16/7/2018), masih dalam pembahasan internal Dinas Pendidikan.

Saat melakukan orasi, Supriyo SH selaku koordinator aksi mengatakan,bahwa sistem pendaftaran online melalui PPDB yang telah diberlakukan tidak memiliki aturan yang jelas terkait prosedural pendaftaran, anggaran maupun penerimaan siswa. Akibatnya, di dalam pelaksanaan banyak yang bermain uang agar bisa masuk di sekolah favorit.

“Dengan tidak jelasnya aturan itu,diduga mereka bermain. Ahirnya, orang tua yang tidak berkecukupan tidak memiliki akses. Buktinya,anak – anak kita yang mempunyai nilai diatas rata – rata mempunyai prestasi justru malah tidak diterima di sekolah – sekolah favorit. Malah anak anak yang dari luar daerah yang nilainya tidak baik malah diterima,” jelas Priyo, saat orasi, Jumat (13/7/2018),lalu.

Lelaki yang keseharianya menjadi advokat tersebut juga mengatakan, dengan gamblang bahwa di dalam sistem PPDB terdapat pungutan liar yang menyusahkan masyarakat.

“Kita paham ada isu uang disana. Makanya kita kesini juga bertanya apa itu uang gedung? kalau dasar terbitnya aturan memang untuk pemeliharaan gedung itu nanti akan terjadi doubel RAB tidak? karena yang saya tahu dari provinsi juga ada uang pemeliharaan gedung,” terangnya.

Priyo juga menyoroti terkait adanya iuran sukarela komite yang seharusnya tidak terus menerus dimintai.

 “Dasarnya apa? Dibuat apa? Sampai sekarang kita semua kan tidak tahu. Yang ada orang tua hanya di getok ada pembayaran PPDB, uang gedung hingga uang masuk yang dasarnya hanya kedok daripada pungutan liar,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Trisilo Budi P mengatakan, terkait beberapa pembayaran pihaknya akan menindak lanjuti temuan itu. Namun, dirinya mengaku pada dasarnya untuk operasional sekolah memang dibutuhkan dana yang cukup besar.

“Pada dasarnya untuk menciptakan siswa yang berkualitas, pandai dibutuhkan dana yang cukup besar salah satu contoh yang utama yaitu guru harus yang berkualitas dan hal itu membutuhkan dana yang cukup besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut mengenai uang gedung Trisilo mengatakan akan membicarakan hal tersebut dengan sekolah – sekolah terkait. Ia berharap nantinya akan ada kesepakatan ditiadakannya uang gedung tersebut.

“Saya juga siap menindak lanjuti terkait uang gedung. Nantinya saya upayakan untuk uang gedung ditiadakan atau dengan kesepakatan bersama tidak ada paksaan,” tegasnya.

Sementara, apabila memang ditemukan adanya pungutan liar nantinya pihaknya akan memberikan sanksi kepada pihak terkait dalam hal ini kepala sekolah.(bud)

Foto : Pemkot Kediri melalui Dinas PUPR saat menggelar doa bersama dibawah jembatan Brawijaya
 
KEDIRI (KoranTransparansi) - Niatan Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam merampungkan mangkraknya jembatan Brawijaya selama beberapa tahun, akhirnya terjawab dan akan melanjutkan proses pembangunan jembatan dalan tahun ini.
 
Hal ini terlihat, dalam doa bersama dalam mewujudkan pembangunan jembatan, Sabtu (14/7/2018), yang bertempat di bawah jembatan Brawijaya.Dan, saat acara berlangsung berjalan lancar dan penuh hikmat. 
 
Menurut Sunyata, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Kediri, acara doa bersama ini merupakan langkah awal dilanjutkannya proyek pembangunan Jembatan Brawijaya Kota Kediri yang sempat mangkrak.
 
 “Kemarin kami sudah melakukan uji beban jembatan dan sudah teken kontrak " ujar Sunyata, pelaksana harian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 
 
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa pembangunan jembatan nantinya meliputi plat lantai, pengaspalan jalan, penggantian elastemer beserta asesoris arsitekturnya seperti lampu gapura. 
 
“Semua sudah diinvetarisasi, mana-mana yang harus dikerjakan untuk kelanjutan pembangunan ini. Kemungkinan nanti area tepat di bawah jembatan juga akan di lokalisir sementara untuk pengamanan,” terangnya.
 
Selain doa bersama, dalam acara tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng yang dilanjutkan dengan ramah tamah. Turut hadir dalam acara ini sejumlah tokoh agama, tokoh masayarakat , Inspektur Kota Kediri, Satpol PP beserta beberapa personil Dinas Pekerjaan Umum.(bud)
 
 
 
Area 
Foto : Terlihat antusiasme warga yang memadati Street Food Fest di Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri

 

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Luar biasa, inilah antusiasme pengunjung di Street Food Fest Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2018. Setidaknya, terdapat 30 stand makanan dan minuman, tak ada satupun yang sepi pengunjung. Bahkan, ada yang rela antri panjang demi menu kesukaannya.

Foto : Sederetan artis Ibu Kota Jakarta dan Jatim yang akan menyemarakan HUT PT Gudang Garam, Tbk Ke 60

KEDIRI(KoranTransparansi.com) - Pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk Kediri menggelar acara HUT yang ke 60 tahun ini.Dan, perusahaan rokok terbesar Se Asia Tenggara ini, mendatangkan puluhan artis Ibu kota dan Jawa Timur dalam acara yang digelar 12-13 Juli 2018.

Mereka, artis dangdut Cita Citata,Imeymey,  dan group Setia Band serta group dangdut kenamaan Jatim, Monata. Tidak ketinggalan, host atau pembawa acara kondang Cak Lontong duet bersama Dita Fahkrana,Putri Indonesia 2017, juga akan hadir dalam acara tersebut.

Kepala Bidang Kehumasan PT Gudang Garam, Tbk, Iwhan Tri Cahyono mengatakan,  perayaan HUT ke 60 tahun ini mengambil tema, 'Sebarkan Nyalamu' akan menampilkan konsep panggung modern dengan penuh cahaya. Dan, PT GG berusaha memberikan tontonan istimewa bagi seluruh karyawan yang tersebar di beberapa daerah. 

"Kegiatan rutin yang digelar perusahaan ini memang bertujuan memberikan hiburan seluruh karyawan dan masyarakat " ujar Iwhan dalam jumpa pers di Grand Surya Hotel Kediri, Kamis (13/7/2018).

Pria bernampilan maskulin ini juga menambahkan, selain memberikan hiburan bagi karyawan, perusahaan ingin seluruh karyawan dapat meningkatkan rasa memiliki perusahaan. Apabila seluruh karyawan bekerja semakin baik, maka rasa memiliki terhadap perusahaan juga semakin meningkat.

Masih kata Iwhan, acara yang digelar selama dua hari ini rencananya mengundang semua karyawan yang tersebar di beberapa daerah. Meski dengan hiburan yang mewah, perusahaan tetap mengutamakan jangan sampai produksi terganggu.

"Untuk luar kota juga akan diatur secara giliran. Kita tetap memperhitungan agar operasional perusahaan tidak terganggu, tetapi karyawan tetap bisa menikmati hiburan," tandas Iwhan.

Sekedar diketahui, sebelum pentas, sejumlah artis diajak berkeliking melihat aktivitas pekerja di pabrik. Mereka ditontonkan para karyawan pabrik saat bekerja membuat rokok dengan alat manual.

Terpisah, Dita Fahkrana, Puteri Indonesia 2017 yang kerap muncul sebagai Host olah raga di sejumlah TV Nasional mengaku, kagum melihat ketangguhan para ibu-ibu yang mayoritas menjadi karyawan perusahan rokok terbesar di Kediri. 

"Saya sangat mengagumi mereka.Pastinya, saya akan memberikan penampilan terbaik bersama Cak Lontong sebagai pembawa acara nanti," tuturnya. (bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...