Kediri

Foto : Proses Simulasi Pemilihan Suara saat berlangsung dihalaman kantor KPUD Kota Kediri.

Foto : Proses Simulasi Pemilihan Suara saat berlangsung dihalaman kantor KPUD Kota Kediri.

 

 

 

KEDIRI (koran transparansi.com) - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Kediri melakukan Simulasi pemilihan suara untuk Pilwali Kota Kediri maupun Pilgub Jatim yang dilakukan 27Juni 2018, mendatang . Simulasi berlangsung dihalaman KPUD Kota Kediri , Selasa (29/05/2018)

Dikatakan Agus Rofiq, Ketua KPUD Kota Kediri, jika pelaksanaan Simulasi berguna untuk melatih Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS ).

" Tujuanya, agar saat hari pelaksanaan pemilihan suara mereka memahami . ungkapnya

Menurutnya, dalam pemilihan suara di Pilwali Kota Kediri dan Pilgub Jatim nanti, akan dilakukan secara serentak. Jadi, pemilih nanti akan menerima dua kartu suara yaitu kartu suara Pilwali dan Kartu suara Pilgub Jatim.

" Masing-masing pemilih nanti, akan mendapatkan dua kartu suara, yakni untuk Pilwali Kediri dan Pilgub Jatim " imbuhnya

Agus Rofiq juga menguraikan, agar tidak terjadi kekeliruan dalam memasukan kartu suara , pihak KPU sudah menyiapkan petugas yang akan menunjukan kotak Pilwali dan kotak Pilgub. 

Dan, penghitungan hasil suara nanti yang didahulukan Pilgub Jatim terlebih dahulu, menyusul penghitungan suara Pilwali kalau penghitungan suara Pilgub usai.

" Pertimbangan KPU mendahulukan penghitungan suara Pilgub, agar saat dilakukan penghitungan Pilwali masyarakat masih banyak yang di TPS. Karena, diprediksi animo masyarakat lebih memilih penghitungan Pilwali, lantaran merupakan daerahnya sendiri " pungkasnya.

Sekedar diketahui, beberapa tahapan Pemilihan Suara dalam simulasi disampaikan Pusporini Indah Palupi, Komisioner KPUD Kota Kediri divisi Teknis. Meliputi, datangnya surat suara hingga proses pemilihan dilakukan.

Hingga, petugas diharap memberikan. penjelasan pada pemilih, agar tidak mendokumentasikan saat pemilih berada di bilik pemilihan suara dan Ponsel dititipkan ke KPPS.

" Tidak boleh pemilih membawa HP kedalam bilik  suara dan Ponsel pemilih bisa dititipkan ke Pengawas TPS. Dan, petugas diharap juga selalu mengingatkan pemilih yg mau ke bilik agar HP dititipkan ke KPPS " kata Pusporini .

Sementara, dalam Pemilihan suara nanti terdapat dua saksi untuk Pilgub Jatim dan tiga Saksi untuk Pilwali Kota Kediri.

" Diharap petugas melakukan kroscek identitas Saksi" pungkasnya.(bud)

Foto : Prosesi peresmian jembatan Wijaya Kusuma saat berlangsung

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Jembatan Wijaya Kusuma yang menghubungkan antara wilayah Kecamatan Ngadiluwih dan Kecamatan Mojo, Kabupaten  Kediri, Selasa (29/5/2018) siang, diresmikan tiga Menteri Republik Indonesia.

Diantaranya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.

Selain itu, Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno beserta para pejabat teras dan Forpimda Kota maupun Kabupaten Kediri, juga nampak hadir dalam peresmian jembatan tersebut.

Dijelaskan Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, bahwa impian pembangunan jembatan penghubung wilayah Timur dan Barat Kabupaten Kediri, sudah terbesit sejak.

" Ya Alhamdulillah akhirnya terwujud jembatan Wijaya Kusuma seperti yang diharapkan masyarakat. Karena, munculnya ide pembangunan jembatan ini akan keluh kesah masyarakat yang mayoritas petani dalam menjual hasil panennya " ungkap Pramono Anung.

Dari situlah, lanjut Pramono Anung, realisasi pembangunan jembatan Wijaya Kusuma diwujudkan. Hal ini, juga dalam rangka mendukung program Nawacita Presiden RI Jokowi.

" Dengan diresmikanya jembatan Wijaya Kusuma, diharapkan mampu meningkatkan geliat ekonomi masyarakat sekitar. Dan, hal ini juga sebagai wujud nyata program Nawacita Bapak Presiden " urainya.

Terakhir, Pramono Anung juga menjabarkan, dengan keberadaaan Jembatan Wijaya Kusuma, diharapkan bukan hanya menghubungkan Kota Kediri, melainkan kota lainya, seperti Tulungagung, Trenggalek, Pacitan dan Nganjuk.

Sekedar diketahui, jembatan Wijaya Kusuma panjang total 182,8 meter, lebar 7 meter dan tersedia trotoar kiri – kanan seluas 1 meter.

Dan, pembangunan jembatan dialokasikan dari APBN sebesar Rp. 32,7 miliar dan kesemuannya menggunakan rangka baja. Pembangunanya sendiri, diawali ground breaking 15 Mei 2017 lalu.(bud)

Foto : GP Ansor nyatakan Hoax akan munculnya gambar di Medsos yang diusung salah satu Paslon.

KEDIRI (KoranTransparansi) - Pasca munculnya gambar hoax  Ketua PCNU Kota Kediri di Media Sosial ( Medsos), yang seakan memberi dukungan pada salah satu pasangan Calon (Paslon) Pilwali Kediri, Senin (28/5/2018) Gerakan Pemuda ( GP) Ansor Kota Kediri, mulai bersikap.

Hal itu dilakukan, lantaran gambar GP Ansor juga dicatut akan munculnya gambar hoax yang banyak beredar di kalangan publik, baik media publik maupun media sosial

Menyikapi hal itu, Bagus Wibowo, Ketua LBH Ansor Kota Kediri mengatakan, jika gmbar yang beredar di publik melalui media apapun tersebut adalah Hoax.

"Gambar pemuda Ansor kota Kediri yang berfoto dengan salah satu Paslon tersebut adalah Hoax," ungkap Bagus saat dihubung, Senin (28/5/2018).

Bahkan, Gerakan Pemuda Ansor Kota Kediri juga sudah membuat pernyataan sikap diantaranya, Pertama, Gambar yang beredar yang memuat konten dukungan terhadap salah satu Paslon Pilwali Kota Kediri adalah tidak benar dan diduga gambar tersebut adalah palsu (editan) atau Hoak.

Kedua, Gerakan Pemuda Ansor Pengurus Cabang Kota Kediri belum pernah memberikan dukungan kepada salah satu Paslon Pilwali di Kota Kediri.

Lalu yang ketiga, Gerakan Pemuda Ansor Pengurus Cabang Kota Kediri sebagai salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama berprinsip bahwa organisasi Nahdlatul Ulama dan Badan Otonomnya tidak terlibat pada politik praktis, hal tersebut sesuai dengan khitah 1926.

Kemudian yang keempat, LBH Ansor Kota Kediri menghimbau agar gambar-gambar yang beredar agar tidak disebarkan pada khalayak ramai, oleh karena gambar-gambar tersebut adalah gambar palsu (editan) Hoak.

" Terakhir, apabila hal yang kami sebutkan sebagaimana pada poin 4 tidak di indahkan, maka kami akan melakukan upaya hukum terhadap siapa saja yang dengan sengaja ikut serta menyebarkan gambar tersebut" pungkas Bagus, yang juga sebagai Pengacara, ini.(bud)

Foto : Warga saat melakukan sortir dan pelipatan surat suara.

KEDIRI (koranTransparansi) - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Kediri menggandeng 40 warga sekitar, yang mulai menyortir dan melipat surat suara untuk Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri, bertempat di Rumah Pintar Pemilu (RPP), Senin (28/5/2018).

Dalam pelaksanaanya, surat suara yang disortir kali ini sejumlah 204.495 lembar. Jumlah lembar surat suara tersebut dihitung dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditambah 2,5 persen dari setiap DPT per Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Komisioner KPU Kota Kediri Mochammad Wahyudi Menjelaskan, bahwa prosesi penyortiran dan pelipatan ini diperkirakan akan selesai dalam waktu tiga hari.

Dan, untuk memastikan keamanan pada surat suara, masing-masing kelompok diawasi oleh dua petugas KPU. Saat pulang, atau keluar pun harus izin dan diperiksa untuk memastikan tidak ada surat suara yang dibawa pulang.

“Pada saat mereka masuk, semua tas dan sebagainya kita sisihkan. Seandainya nanti mereka mau keluar maka harus izin kepada petugas yang ada dan akan kita geledah dulu. Untuk memastikan mereka keluar itu hanya orang saja, dan tidak membawa surat suara,” ucapnya.

Dari hasil tahapan ini, surat suara akan dimasukkan dalam dua kategori. Yakni, surat suara yang tidak layak diklasifikasikan menjadi surat suara yang rusak, sedangkan yang layak dan tidak ada cacat, maka masuk dalam kategori surat suara yang bisa dipakai.

“Kategori surat suara yang tidak layak nanti kita sisihkan. Sementara surat suara yang bisa dipakai dalam prinsip utama surat, bahwa surat suara itu tidak ada kerusakan, tidak ada bercak tinta, tidak ada kotoran, tidak ada lubang dan sebagainya,” Pungkas Wahyudi.(adu/kpu/bud)

 Foto : Gus Ab yang memberikan pernyataan tidak benar atau Hoax, atas gambar dirinya disandingkan dengan salah satu Paslon

KEDIRI (KoranTransparansi) - Munculnya gambar Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama ( PCNU) Kota Kediri, KH. Abu Bakar Abdul Jalil  atau Gus Ab, yang viral media sosial ( Medsos ) yang disandingkan dengan salah satu pasangan Calon ( Paslon ) Walikota Kediri, direspon bijak oleh Gus Ab.

Menyikapi hal itu, dirinya hanya mengucapkan terimakasih, lantaran gambarnya sudah menjadi viral di media sosial.

" Teriakasih bagi yang sudah memviralkan gambar tersebut , saya jadi terkenal " kata Gus Ab saat diklarifikasi, Minggu (27/5/2018) malam.

Menurutnya, perihal gambar dirinya yang menjadi viral dengan salah satu Paslon Walikota Kediri nomor urut 1, bisa diartikan sebagai gambar Hoax. " Itu gambar hoax " imbuhnya.

Untuk itu, Gus Ab juga mengucapkan terimakasih kepada wartawan sebelum menaikan berita, meminta klarifikasi pada dirinya.

" Saya juga berterimakasih pada media sebelum menaikan berita, mengklarifikasi pada saya " ucapnya.

Dan, untuk himbauan bagi NU kota Kediri dalam Pilwali yang diselenggarakan pada 27 Juni 2018, nanti, dirinya berharap semuanya bersikap netral dan menyuarakan sesuai hati nurani masing masing.

" Ya, berharap warga NU kota Kediri Netral dalam Pilwali mendatang " pungkas Gus Ab

Sekedar diketahui, beberapa pekan ini Medsos maupun Whatssup dikalangan Media beredar gambar Paslon no urut 1 yang mencantumkan gambat Ketua PCNU Kota kediri, Gus Ab. Hingga, saat dilakukan klarifikasi yang bersangkutan gambar tersebut Hoax.(bud)

 Foto : Barang bukti SS dan tersangka diamankan  Polres Kediri

KEDIRI (KoranTransparasi.com) - Setelah melakukan penyelidikan selama sepekan, Satuan Resnarkoba Polres Kediri kembali berhasil mengungkap pengedar Sabu- sabu (SS) diwilayah hukumnya, Minggu (27/5/2018) petang. 

Pelak berinisial  BY (28), yang keseharianya sebagai karyawan pabrik plastik, asal Dusun Plumpung, Desa Bakung Pringgodani, Kecamtan Balongbendo, Sidoarjo, diringkus petugas, aat melakukan transaksi narkoba di SPBU, Dusun Kampung Dalem, Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. 

Kasat Resnarkoba Polres Kediri, AKP Eko Prasetio Sanosin mengungkapkan, dari hasil penggerebekan dan pemeriksaan, pelaku profesi keseharinya sebagai buruh pabrik plastik.Ada dugaan, tersangka sebagai pengedar lintas kota apabila melihat dari domisilnya.

Dan, saat diringkus, petugas mengamankan barang bukti berupa satu plastik klip berisi berisi sabu sabu siap edar. Dugaan sementara, pelaku sudah lama menjalankan bisnis terlarang ini.

" Total berat sabu-sabu yang diamankan, 0,99 (nol koma sembilan-sembilan) gram , 1 (satu) buah pipet kaca  dan 1 (satu) buah HP dan 1 unit sepeda motor. Saat ini,  tersangka diamankan ke Mako Polres Kediri guna kepentingan penyidikan lebih lanjut " ujar AKP Eko Prasetio Sanosin.

Sementara, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku diganjar dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (bud)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...