Kediri

Foto : Siswanto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri (dok)
KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Kabar mencuatnya pungutan pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Kota Kediri, ditepis pihak Dinas pendidikan Kota Kediri. Karena, mulai seragam hingga SPP ditanggung Pemerintah Kota Kediri. Dan, pihak SMPN dan juga SD dilarang melakukan pungutan.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Siswanto Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, jika kejadian di SMPN 4 tersebut tidak benar akan munculnya informasi tarikan.
 
" Nggak benar , pihak kepala sekolah semua sudah disarankan diknas untuk tidak melakukan pungutan apapun terhadap Wali Murid " kata Siswanto,  Minggu (22/07/2018).
 
Menurutnya , jika subsidi ke sekolahan tingkat SMPN dan SD tetap ditanggung oleh pemerintah kota Kediri dan tidak dicabut.Bahkan, seragam juga tetap gratis untuk ajaran baru, bagi tingkat SMP dan SD.
 
" Kita sekarang membahas anggaran mengenai hal tersebut " imbuhnya.
 
Siswanto juga menambahkan , jika pihak 
Diknas Kota Kediri telah mengumpulkan Kepala sekolah SMPN dan SD yang ada diKota Kediri, guna diberikan arahan tidak melakukan pungutan pada Wali Murid.
 
" Kita sudah kumpulkan MKKS SMPN dan SDN, agar mereka tidak melakukan pungutan " pungkasnya.
 
Ditempat terpisah, Cahyaningtyas, Kepala Sekolah SMPN 4 membenarkan, jika pihak kepala sekolah telah dikumpulkan oleh Diknas.
 
" Memang benar, arahan langsung dari Kepala Diknas sekolah tidak melakukan pungutan" ungkap Yayuk.
 
Sementara, akan ramainya pemberitaan dimedsos Facebook yang menuding SMPN 4 telah melakukan pungutan, Yayuk menegaskan, bahwa kabar tersebut hoax 
 
" Tudingan itu tak mempunyai bukti yang kuat. Dan pihak SMPN 4 bakal melaporkan akun yang menyebarkan berita tersebut ke Polisi" pungkasnya.(bud)
Foto : Program Gemarikan saat berlangsung di Kota Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi.com)  - Dalam rangka Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk generasi sehat dan cerdas, Ferry Silviana Abu Bakar (istri Wali Kota Kediri) Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kota Kediri, hadir di Posyandu Kenanga RT 01 / RW 05 Kelurahan Bujel Kota Kediri, Kamis (19/7/2018).

Hadir pula dalam acara ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Semeru Singgih, Kepala Kelurahan Bujel Mujiyo, Ketua TP PKK Kecamatan Mojoroto dan Ketua TP PKK Kelurahan Bujel

Kegiatan ini merupakan upaya memasyarakatkan makan ikan untuk meningkatkan konsumsi ikan dan mensosialisasikan pentingnya makan ikan bagi peningkatan gizi balita.

Tak kurang dari 1000 balita diberikan menu makan ikan secara bertahap sesuai dengan jadwal posyandu yang terbagi menjadi 3 wilayah yakni 350 balita di Kelurahan Bujel, 250 balita di Kelurahan Bangsal dan 400 balita di Kelurahan Kaliombo.

Fery Silviana yang akrab disapa Bunda Fey juga mengatakan, bahwa kegiatan memasyarakatkan makan ikan ini untuk memebrikan kesadaran keapda masyarakat Kota Kediri akan pentingnya tingkat konsumsi ikan terutama untuk anak-anak baik yang masih dalam kandungan maupun balita.

“Sering mengkonsumsi ikan baik untuk perkembangan otak anak, sehingga bisa membuat anak cerdas,” ujarnya kepada sejumlah awak media

Bunda Fey yang juga sebagai Ketua TP PKK Kota Kediri menjelaskan, bahwa dalam setiap tahun tingkat konsumsi ikan di Kota Kediri ini terus meningkat.

Pada tahun 2012, lanjut Bunda Fey, konsumsi Ikan di Kota Kediri hanya sebesar 15 kg/tahun. Namun pada tahun ini 2018 tingkat konsumsi ikan Kota Kediri sebesar 24 kg/tahun, dan tidak jauh dengan tingkat konsumsi ikan di Provinsi Jawa Timur.

“Sudah bagus untuk tingkat konsumsi ikan di Kota Kediri. Ikan yang dikonsumsi semua boleh baik ikan air tawar ataupun ikan air laut, yang penting ikan yang mudah dijangkau di sekitar kita karena semua ikan bagus untuk kebutuhan nutrisi otak kita,” katanya.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan imunisasi difteri ke-2 dan penyerahan simbolis kepada lima anak untuk menu makan ikan seperti samosa seafood, ekkado udang, donat isi abon ikan, tahu bakso ikan, nugget kepiting, nugget udang, lumpia udang dan pastel udang.(bud)

Foto : Eka Wisnu Wardhana, Komisioner Perencanaan dan Data KPUD Kabupaten Kediri.

KEDIRI (KoranTransparansi) - Dari serangkaian rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Kediri, masyarakat diminta supaya pro aktif apabila tidak terangkum ataupun belum masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS).

" Himbauan dari kami, apabila masyarakat tidak masuk DPS, supaya menghubungi PPK atau Panitia Pemungutan Suara (PPS).Dan, bila perlu mendatangi kantor KPUD Kabupaten Kediri yang selanjutnya diterbitkan tanggapan masyarakat, guna dilakukan DPS perbaikan " kata Eka Wisnu Wardhana, Komisioner Perencanaan dan Data KPUD Kabupaten Kediri, Jumat (20/7/2108).

Dia juga menjabarkan, diprediksi jumlah pemilih Pemilu 2019 nanti mengalami kenaikan, dibandingkan Pilkada Serentak Pilgub Jatim 2018, kemarin.

" Data Pemilu 2019 diprediksi naik berkisar 5 persen, dibandingkan Pilgub Jatim 2018, yang jumlahnya 1.205.282 pemilih, dengan rincian 604.316 pemilih laki-laki dan 600.967 pemilih perempuan yang tersebar di 26 Kecamatan dengan jumlah 334 Desa " imbuhnya.

Menurutnya, rekapitulasi dilakukan guna mewujudkan data yang akurat di Pemilu 2019 mendatang.Dan, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kediri terus melakukan perbaikan data. Dijadwalkan 19-20 Juli 2018, rekapitulasi data masih dilakukan ditingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)

" Dari hasil rekapitulasi 19-20 Juli ditingkat Kecamatan, lalu akan dilanjutkan ditingkat KPU yang dijadwalkan 22 Juli 2018, nanti " pungkasnya.(adu/bud)

Foto : Agus Rofiq,Ketua KPU Kota Kediri memberikan keterangan kepada Wartawan

KEDIRI (KoranTransparansi) - Ada dua Parpol di Kota Kediri yang tak mendaftarkan Bacalegnya untuk Pileg 2019 mendatang. Dan, dua parpol ini memilih tidak mendaftarkan Bacalegnya di KPU Kota Kediri, hingga akhir pendaftaran.

“Kedua Partai tersebut adalah PBB dan PKPI Kota Kediri yang tidak mendaftarkan diri hingga akhir pendaftaran, Selasa (17/7/2018), sampai pukul 24.00 WiB. Dan, 14 partai lainnya sudah mendaftarkan Bacalegnya,” kata Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofiq, Rabu (18/7/2018).

Pria yang akrab disapa Gus Rofik itu mengatakan, dari 14 partai politik itu jumlah total mendaftarkan 321 Bacaleg. Meliputi, 197 Bacaleg laki laki dan 124 Bacaleg perempuan.

“Partai politik yang mendaftarkan terakhir atau injury time ada dua. Yaitu Hanura dan PPP,” imbuh Gus Rofik.

Ditambahkan Gus Rofiq, Meski 14 Parpol sudah mendaftarkan Bacalegnya bukan berarti mereka langsung lolos. Sebab, sesuai agenda KPU Kota Kediri akan melakukan verifikasi terkait berkas masing-masing Bacaleg.

“Verifikasi berkas-berkas itu untuk memastikan kelengkapannya. Jika ada yang kurang kami surati yang bersangkutan untuk memperbaiki atau melengkapi hingga sebelum penetapan tanggal 31 Juli 2018,” pungkasnya.(bud)

Foto : Defrizal, Kepala Bulog Sub Divre Kediri saat menunjukkan kemasan beras sachet 200 gram

KEDIRI (KoranTransparansi) - Program baru digulirkan Bulog yang memproduksi beras sachet kemasan 200 gram secara Nasional. Dan, Rabu (18/7/2018), pemasarannya mulai dilakukan di wilayah Kediri Raya. 

Untuk kemasan beras sachet berkualitas premium tersebut memang baru di lounching tahun ini. Dan, beras kemasan yang dinyakini bakal komersil tersebut akan diproduksi dalam jumlah besar apabila masyarakat menyambut dengan antusias.

Defrizal, Kepala Bulog Subdivre Kediri mengatakan, saat ini pihaknya masih sebatas pengenalan produk. Harapan kedepanya, beras kemasan sachet tersebut bisa dikenal di tengah masyarakat secara umum

"Alhamdulilah sejak awal pekan kemarin, sudah kita pasarkan dan ada penjualan. Artinya animo masyarakat bagus dengan produk ini," kata Defrizal, Rabu (18/7/2018).

Menurutnya, tujuan beras kemasan sachet buatan Bulog ini agar masyarakat lebih gampang mendapatkan beras.Dan, beras kemasan 200 gram, hanya dijual Rp 2.500, yang diharapkan mampu menenuhi kebutuhan masyarakat kelas menengah kebawah.

"Saya rasa dengan adanya beras sachet 200 gram ini masyarakat akan semakin terbantu. Sehingga bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sekarang kalau beli sekilo uangnya tidak cukup, bisa beli beras ini dengan harga terjangkau hanya seharga Rp 2.500," tandasnya.

Lebih jauh dikatakan Defrizal, saat ini stok beras sachet 200 gram diwilayahnya kerjanya masih terbatas, lantaran minimnya alat produksi. Hingga, masing-masing Bulog Subdivre hanya mendapatkan jatah sebanyak 200 bungkus. 

Namun, kendepanya Bulog akan memproduksi lebih banyak setelah masing-masing Bulog Subdivre menerima alat untuk memproduksi beras kemasan sachet tersebut.

"Kita masih menerima kiriman Bulog Divre Jawa Timur.Karena, alat produksinya hanya ada di Surabaya dan rencananya alat tersebut nantinya akan ada disetiap daerah " tandasnya.

Sementara dalam pemasarannya, Bulog Subdivre Kediri saat ini bekerjasama dengan Rumah Pangan Kita (RPK), meliputi, Koperasi dan toko-toko kelontong yang ada di wilayah kerjanya.(bud)

Foto : Partai Gerindra Kota Kediri saat menggelar Pendidikan Politik bagi para kadernya

KEDIRI (KoranTransparansi.con) - Hartingah anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi Gerindra sekaligus kader dikabarkan mundur dan memilih pindah ke partai lain, dalam Pemilihan Legeslatif  ( Pileg) 2019 mendatang.

Namun, kemunduran Hartingah yang merupakan kader terbaik Partai Gerindra Kota Kediri itu, belum tertulis dan masih sebatas lesan yang dilontarkan ke Ketua DPC partai Gerindra

Huda Salim, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kediri, membenarkan adanya wacana kemunduran anggotanya dari Partai Gerindra 

" Benar, ada wacana semacam itu. Tapi, ijinya masih sebatas lesan dan belum resmi tertulis " ungkap Huda Salim saat dihubungi, Senin (16/7/2018)

Menurutnya, dia tidak menampik jika kemunduran anggotanya tersebut sesuai kabar yang beredar akan pindah partai lain.

" Kabarnya mau pindah ke Partai lain" imbuhnya.

Huda juga menambahkan, seiring munculnya kabar tersebut, jika Anggotanya yang bernama Hartingah sudah mengambil formulir ke Partai Gerindra untuk Pencalegan 2019 mendatang.

" Tapi, Formulir Pencalegan dari Partai Gerindra sudah diambil oleh yang bersangkutan " ungkapnya.

Kendati demikian, jika sesuai aturan AD/ ART Partai, jika ada anggota yang pindah ke partai lain akan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW), apabila masih menjabat anggota DPRD.

" Otomatis Bakal di PAW bilamana pindah partai " pungkasnya.

Terpisah, Hartingah saat dihubungi mengatakan, jika kepindahan dirinya ke partai lain masih wacana dengan pertimbangan beberapa hal.

" Masih wacana mas dan belum resmi kepindahan saya " ungkapnya.

Lebih jauh Hartingah juga menguraikan, secara pribadi dirinya sebenarnya masih ingin di Partai Gerindra dan saat ini belum ada niatan pindah partai.

" Terus terang, saya masih berat hati meninggalkan Partai Gerindra.Namun, disisi lain suami saya juga maju mencalonkan diri pada Pileg DPR-RI, tapi melalui partai lain " pungkasnya.

Sekedar diketahui, Hartingah pada Pileg yang lalu mendapatkan suara terbanyak dari semua caleg yang maju melalui Partai Gerindra, khususnya dari Dapil Kecamatan Kota Kediri.

Dan, kabar yang santer beredar bahwa Hartingah akan berpindah ke partai Nasdem, mengikuti jejak suaminya yang maju dari Partai Nasdem pada Pileg 2019,mendatang.(bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...