Kediri

  Foto : Keberangkatan Jemaah Haji saat berlangsung di Aula Muktamar, Ponpes Lirboyo, Kota Kediri.

KEDIRI (KoranTransparansi) - Demi menciptakan rasa nyaman bagi Jemaah Haji dalam menjalankan ibadah di tanah suci, Kemenag Kota memberlakukan aturan, akan barang bawaan yang dibawa Jemaah Haji tidak boleh melebihi 32 kilogram.

Dijelaskan Tjijik Rahmawati, Kepala Seksi Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kota Kediri, bahwa aturan akan barang bawaan menjadi hal yang baku diberlakukan bagi para Jemaah Haji

" Aturan akan barang bawaan tidak boleh melebihi 32 kilogram, sudah menjadi ketentuan dari Pusat. Dan, hal ini harus diterapkan dan dijalankan demi kenyamanan bersama "ungkap Tjijik, Sabtu (4/8/2018).

Menurutnya,aturan lain juga diterapkan perihal tidak diperbolehkanya membawa senjata tajam ( sajam), meliputi gunting atau lainya. Disamping itu, power bank yang dibawa untuk pengisian hand phone juga tidak boleh melebihi 2000 Mah.

" Membawa rokok, bagi Jemaah Haji kaum lelaki, juga dibatasi 2 pres, yang 1 pressnya berisi 12 pak. Dan, dari aturan yang diterapkan, para Jemaah Haji belum ada yang melanggarnya saat keberangkatan berlangsung" pungkasnya.

Sekedar diketahui, 341Jemaah Haji asal Kota Kediri diberangkatkan dari Aula Muktamar Lirboyo, Jumat (3/8/2018), sekitar pukul 07.15 WIB, menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Para Jemaah calon haji tersebut tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 53. (bud)

 

Foto : Terlihat beberapa pengurus DPC PDI P Kabupaten Kediri membuka paksa pagar, usai disegel perwakilan PAC

KEDIRI (KoranTransparansi) - Pengurus DPC PDI Perjuangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, membuka segel kantor partai, Sabtu (3/8/2018). Hal ini dilakukan usai sehari sebelumnya, kantor partai berlambang 'Moncong Putih' yang bertempat di Jalan Kediri - Gurah, Kabupaten Kediri ini disegel oleh sejumlah pengurus PAC.

Pembukaan segel berlangsung sekitar pukul 14.00 Wib, dengan cara memotong kunci gembok dan rantai secara paksa. Bahkan, para pengurus DPC juga menurunkan spanduk berisi tuntutan yang ditandatangani 16 PAC di pagar.

Wakil Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kediri, Edi Santoso mengatakan, pembukaan segel kantor partai ini dilakukan usai para pengurus DPC melakukan koordinasi langsung dengan DPP PDIP. Tujuannya, agar tidak mengganggu kinerja partai menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019.

"Sekretaris cabang PDIP Kabupaten Kediri dalam hal ini bapak Sulkani telah berkoordinasi dengan DPP PDI Perjuangan yang ditemui oleh Bapak Idham Samawi, sekaligus ketemu dengan Bapak Hasto Kristianto, selaku Sekjen PDI Perjuangan. Menginstruksikan, bahwa untuk proses penyegelan ini harus segera dibuka. Karena, jangan sampai kinerja partai ini menghadapi tahapan-tahapan Pileg yang terus berjalan ini," kata Edi Susanto di Kantor DPC PDIP Kabupaten Kediri.

Menurutnya, proses persiapan menghadapi pemilu, tambah Edi, berdasarkan hasil koordinasi dengan DPP PDIP tidak boleh terganggu. Artinya, kinerja partai tidak boleh terhambat. Apabila ada dinamika akan diselesaikan secara bersama-sama.

"Untuk tuntutan dari temen-temen yang kemarin mengajukan surat tuntutan, tentu saja akan ada undangan untuk mereka menyelesaikan itu secara organisatoris. Kapan waktunya, kita menunggu dalam waktu dekat 3 sampai 4 hari kedepan," imbuhnya

Edi menjelaskan, perihal Peraturan Partai (PP) 25A Tahun 2018 yang dipertanyakan oleh para pengurus PAC adalah tentang mekanisme dan tata cara pencalonan anggota DPRD Provinsi dan DPRD kota kabupaten, sudah melalui mekanisme yang ada. Meliputi, tes psikologi dan lain-lain.

Lalu, saat ditanya akan penyelesaian secara pertemuan bersama dengan PAC nantinya apakah akan mempengaruhi formasi dan nama-nama bacaleg PDIP Kabupaten Kediri? Edi menjawab, masih memungkinkan. 

" Apalagi, dari hasil verifikasi KPU Kabupaten Kediri ada diantara bacaleg yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) " pungkasnya.

Sekedar diketahui dalam pemberitaan sebelumnya, puluhan massa dari 16 PAC PDIP Kabupaten Kediri meluruk partai karena merasa kecewa terhadap proses dan mekanisme pencalegan. Mereka, terpaksa menyegel kantor DPC PDIP Kabupaten Kediri dengan alasan dapat bertemu secara langsung dengan Ketua DPC PDIP Sutrisno maupun Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kediri Sulkani. 

Dan, usai menyegel kantor, massa sempat datang ke KPU setempat untuk mempertanyakan bacaleg PDIP dengan pengawalan ketat aparat Kepolisian.(bud)

Foto : Puluhan massa saat mendatangi kantor DPC PDI P Kabupaten Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Setidaknya 16 Pimpinan Anak Cabang ( PAC ) PDIP Kabupaten Kediri , mendatangai dan menyegel kantor DPC PDIP, yang bertempat di Jalan Raya Kediri Gurah, Kabupaten Kediri, Kamis (2/8/2018).

 
Hal ini dilakukan, usai upaya mereka menemui Ketua maupun Sekretaris pengurus DPC PDIP Kabupaten Kediri, tidak membuahkan hasil.
 
Keterangan Antok Gondrong, Ketua PAC PDIP Kabupaten Kediri, pihaknya dalam hal ini menanyakan mekanisme pencalegan yang dianggap tidak sesuai ADART PDIP yang ada saat ini.
 
" Kita melakukan aksi damai dan bukan demo untuk menanyakan surat yang dikirim PAC ke DPC beberapa waktu lalu " ungkap Antok, yang juga sebagai Korlap saat melakukan orasi di kantor DPC PDIP.
 
Menurutnya, jika yang dilakukan oleh rekan-rekan PAC bukanlah aksi maupun demo ,melainkan lebih menanyakan pihak DPC terkait surat yang dikirim oleh PAC beberapa waktu lalu yang isinya ada lima item.
 
Diantaranya, Surat dari DPP SK 25 A mengenai proses pencalegan anggota PAC yang tidak dilalui oleh pihak DPC. Dan pihak DPC tak pernah berkordinasi dengan PAC terkait pencalegan serta tidak pernah diajak rapat pleno untuk mengusung Caleg yang ada 
 
" Dari 16 PAC yang ada di Kabupaten Kediri intinya ingin menanyakan hal tersebut pada Ketua DPC maupun Sekretaris DPC PDIP.Bahkan, pihak pengurus DPC PDIP Kabupaten Kediri tidak memberikan alasan, hingga menjadikan surat kami dibalas" pungkasnya.
 
Ditempat yang sama, Edie Santoso Wakil Sekretaris DPC PDI P Kabupaten Kediri, jika Ketua maupun Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kediri tidak bisa menemui PAC yang menyampaikan aspirasi, lantaran ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.
 
" Bapak Ketua maupun Pak Sekretaris hari ini sedang ada agenda penting " ungkap Edie 
 
Perihal tudingan pihak DPC PDIP Kabupaten Kediri, belum membalas surat dari PAC, lantaran ingin mengajak PAC guna duduk bersama, supaya bisa menerima aspirasi.
 
" Pihak DPC sebenarnya mau mengajak PAC untuk duduk bersama namun pihak PAC masih enggan" pungkasnya.
 
Sekedar diketahui,  puluhan massa yang mendatangi kantor DPC PDI P Kabupaten Kediri, dengan memakai kaos bertuliskan ganti DPC PDIP Kabupaten Kediri.Mereka, naik beberapa unit mobil bak terbuka dan sepeda motor dengan pengawalan ketat aparat Kepolisian.(bud)
 
 
Foto :  Terlihat Pangdam V Brawijaya Mayjen Arif Rahman saat melakukan cek kesiapan personel di Batalyon 521

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Panglima Kodam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman melakukan pemeriksaan kesiapan prajurit Yonif Mekanik di markas Batalyon Infanteri 521/DY Kediri, Rabu (01/8/2018). Hal ini dilakukan, lantaran Prajurit Macan Kumbang ini akan bertugas sebagai Satuan Tugas (Satgas) Operasi Pengamanan Perbatasan sektor selatan Papua.

Pemeriksaan ini dilakukan,  guna memastikan kelengkapan materiil, kesiapan tekhnis sekaligus perbekalan yang akan dibawa oleh para prajurit Yonif mekanik 521 Kediri saat berangkat menjalankan tugas negara, yang dijadwalkan pertengahan Agustus 2018, ini.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman menjelaskan , jika pasukan yang akan dikirim ke Papua Sektor selatan , tidak hanya menjaga perbatasan namun juga memberikan bantuan pada masyarakat dalam hal pendidikan serta pengairan disana.

" Mereka tidak hanya bertugas menjaga perbatasan, melainkan juga memberikan bantuan pada masyarakat disana ” ungkap Mayjen TNI Arif Rahman.

Menurutnya, pasukan yang dikirim ke Papua berjumlah tiga Satuan Setara Kompi (SSK) dengan jumlah pasukan sebanyak 450 prajurit .

Dan, Pangdam V Brawijaya juga berpesan kepada Satgas yang ditugaskan ke Papua selama 9 bulan lamanya, untuk menjaga kesehatan dan juga waspada karena didaerah tersebut juga masih ada sisa pemberontak.

” Pastinya, ada 450 personel yang akan diempatkan di 15 titik Pos Perbatasan Merauke Papua, Dan anggota diwajibkan untuk selalu waspada dan dekat dengan masyarakat disana ” pungkasnya.(bud)

 Foto : Rapat Paripurna Istimewa Penetapan Walikota dan Wakil Walikota Kediri saat berlangsung.

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - DPRD Kota Kediri menggelar Rapat Paripurna istimewa tentang pengumuman hasil penetapan Paslon Walikota dan Wakil Walikota Kediri Terpilih pada Pilkada 2018 Abdulah Abu Bakar dan Lilik Muhibah di Gedung DPRD Kota Kediri, 30 Juli- 1 Agustus 2018

Selain disaksikan anggota DPRD , beberapa pejabat Forkopimda juga turut menyaksikan pembacaan surat masuk dari KPU tentang Penetapan Walikota danWakil Walikota terpilih pada Pilkada serentak lalu. Diantaranya Dandim 0809/Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Wakapolres Kediri Kota Kompol Hendy Kurniawan.

Selain itu hadir pula Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofiq, Komisoner KPU Kota Kediri, Ketua Panwaslu Kota Kediri  R. Yoni Bambang Suryadi  dan Komisoner Panwaslu Kota Kediri serta Sekda Kota Kediri Budwi Sunu Hernaning

Ketua DPRD Kota Kediri Kholifi Yunon dalam sidang mwmbacakan Surat Keputusan KPU Kota Kediri No.303/PK.01-BA/02.KPU-Kot/VII/2018 tanggal 26 Juli 2018 tentang penetapan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Kediri terpilih dalam Pilwali Kota Kediri tahun 2018.

Selanjutnya  pembacaan Berita Acara tentang penetapan penetapan Paslon Walikota dan Wakil Walikota Kediri Terpilih pada Pilkada 2018 dan pembacaan Pengumuman Akhir Masa Jabatan Walikota dan Wakil Walikota Kediri oleh Ketua DPRD Kota 

"Wali Kota dan Wakil Walikota periode 2014-2019 berakhir masa jabatanya pada 2 april 2019" ungkapnya, Rabu (1/8/2018) malam, usai rapat.

Selananjutnya Berita Acara Rapat Paripurna Istemewa DPRD Kota Kediri akan dikirim kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Jatim sebagai dasar Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Kediri yang akan habis masa jabatannya pada 2 April  2019 nanti. 

Sekedar diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri resmi menetapkan Pasangan calon Abdullah Abu Bakar- Lilik Muhibah sebagai pemenang Pemilukada Kota Kediri 2018. Penetapan ini dilakukan KPU dengan menggelar Rapat Pleno Terbuka Hotel Grand Surya Kediri, Kamis (26/7) lalu. 

Dan, Rapat Pleno terbuka itu, untuk penetapan pasangan calon terpilih dilaksanakan dan disampaikan secara resmi jumlah rekap perhitungan suara Pilwali 2018, yaitu untuk pasangan nomor urut 1 memperoleh 29.839 suara, pasangan nomor urut 2 memperoleh 85.528 suara dan pasangan nomor urut 3 memperoleh 32.749 suara.(adv/bud)

Foto : Latihan yang terus ditempa Sat Sabhara Polresta Kediri dalam tiap harinya sebelum menjalankan tugas

 

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Dalam rangka memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat, Satuan Sabhara Polresta Kediri rutin menggelar latihan terhadap para anggotanya. Hal ini bertujuan, agar fisik mereka terjaga dalam mengemban tugas.

Kasat Sabhara Polresta Kediri, AKP Riko Saksono menjelaskan, latihan rutin dilakukan supaya para anggota selau siap dalam menjalankan tugas dilapangan.

" Memang kami membiasakan latihan fisik bagi para anggota dalam tiap harinya, sebelum menjalankan tugas dilapangan. Karena, dengan pola semacam ini akan membuat anggota sigap dalam menjalankan tugas " kata AKP Riko Saksono, Selasa (31/7/2018).

Menurutnya, wujud latihan yang dilakukan berupa latihan baris berbaris dan push serta lari yang dipusatkan dihalaman Mapolresta Kediri. Hal ini, akan menjadi agenda rutin para anggota untuk menempa fisik mereka.

" Secara garis besarnya, jangan sampai fisik para anggota kedodoran selama berada dilapangan yang utamannya dalam menjalankan tugas. Hingga, moto kami Sebagai Pelayan dan Pengayom Masyarakat bisa terwujud " pungkasnya. (bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...