Kediri

Foto : Para peserta dari anak SD Se-Kediri saat mengikuti Kampanye Sarapan Sejak Dini, di Gor Jayabaya, Kota Kediri
KEDIRI (KoranTranspransi) - Dalam rangka mengkampanyekan pola hidup sehat, Minggu( 09/9/2018), Nestlé Koko Krunch menggelar kampanye sarapan sehat sejak usia dini yang dikemas secara edukasi. Yakni, menggelar lomba mewarnai dan menggambar bagi anak kelas 1- 3 SD yang diikuti 1.100 anak, bertempat di GOR Jayabaya, Kota Kediri.
 
Keterangan Sales Eksekutif Area Kediri, Ide Riabdi Abdilah, acara ini merupakan kelanjutan dari kampanye Ayo Bangun Indonesia (ABI). Kampanye ini, bertujuan mendorong masyarakat Indonesia menerapkan perilaku sarapan sehat.
 
"Nestlé Koko Krunch menggelar program Koko Olimpiade, yang tujuannya membangun kebiasaan sarapan sehat sejak usia dini. Salah satunya, melalui kegiatan kegiatan edukatif dan menyenangkan bagi keluarga," ujarnya saat dilokasi.
 
Menurutnya, Koko Olimpiade yang dikemas dengan lomba mewarnai dan menggambar ini, memasuki tahun ke-17. Dan, program Koko Olimpiade juga diikuti 200.000 anak di 80 Kota di Indonesia, yang menggelar acara serupa. Namun, sampai saat ini Sedangkan masih diikuti 45.000 peserta di 45 kota.
 
"Tujuannya, ajakan pentingnya sarapan pagi bagi anak kecil sebelum beraktifitas sehari-hari. Namun, dengan pesan ini kita kemas sebaik mungkin agar anak tertarik," imbuh Ide.
 
Ide juga menjabarkan, para pemenang lomba di tiap kota akan maju ke tahap Grand final pada November 2018 mendatang. Dan para pemenang di tahap Grand Final berkesempatan menikmati perjalanan bersama keluarga di Legoland Resort, Malaysia.
 
"Untuk pemenang wilayah Kediri akan bertarung lagi di Surabaya. Jika menang, akan dikirim ke Jakarta yang kemudian diambil satu pemenang guna diberangkatkan ke Malaysia," pungkasnya.(bud)
Foto : Bhabinkamtibmas Manisrenggo saat melakukan Binluh dan Bintipmas

KEDIRI (KoranTransparansi) - Dalam rangka memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat, Polresta Kediri galakan peran Bhabinkamtibmas guna  melaksanakan kegiatan door to door system (DDS). Seperti halnya, Aiptu Rido Bhabinkamtibmas Kelurahan Manisrenggo, yang mengawali program dengan mengunjungi SDN Manisrenggo, Kamis (9/8/2108). 

Untuk penerapannya, Bhabinkamtibmas menyampaikan kegiatan Bintipmas dan Binluh ke Siswa dan Siswi SDN Manisrenggo. Hal yang disampaikan, agar sepulang sekolah hati-hati dijalan dan segera pulang ke rumahnya masing-masing.

“Dihimbau tidak bermain tanpa memberitahukan kepada orang taunnya. Dihimbau tidak terpengaruh pada hal-hal negatif yang merusak masa depan,” kata kasie Humas Polsek Kota, Polresta Kediri, Aiptu Tjatur Satrio Utomo.

Disamping itu, himbauan juga ditekankan harus bersungguh-sungguh belajar.Karena, jika tanpa bekal belajar yang sungguh maka di kemudian hari akan tergesar dengan perkembangan globalisasi.(bud)

Foto : Sosialisasi Kinerja PSM saat berlangsung di gedung Bagawantha Bhari

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial menggelar sosialisasi kinerja Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dalam penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Acara tersebut, digelar di Gedung Bhagawanta Bhari, Kamis (9/8/2018).

Tujuan kegiatan ini, agar PSM bisa bermanfaat dan mendorong, menggerakkan serta mengembangkan kegiatan kesejahteraan sosial, bahwa PSM sebagai pendamping sosial bagi warga masyarakat khususnya warga Kabupaten Kediri. 

Selain itu, dalam acara ini juga dilaksanakan prosesi penyematan jas PSM sebagai simbolis dikukuhkanya para kader PSM menjadi relawan sosial masyarakat Kabupaten Kediri.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Dinas Sosial Sugeng Waluyo, SP. MM, Ketua LK3, perwakilan satker, Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Kediri, dan 340 PSM se-Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Sugeng Waluyo, SP. MM menyampaikan, PSM ini sendiri mempunyai fungsi untuk mendukung PMKS seperti anak terlantar sampai orang miskin. 

“Jadi, PSM ini mempunyai manfaat yang multi fungsional. Jadi, apabila terdapat masalah yang ada di desa bisa segera disampaikan kepada kami. Dengan cepatnya informasi yang disampaikan, kami bisa dengan cepat turun tangan untuk menyelesaikannya,” jelas Sugeng Waluyo.

Dia menambahkan, harapan kedepanya keberadaan PSM bisa bermanfaat dan membantu semua pihak, yang utamanya fokus dalam program penurunan kemiskinan.

“Harapan kami PSM ini bisa bermanfaat membantu seluruh pihak yang terkait dengan program penurunan kemiskinan, baik membantu kaum disabilitas maupun permasalahan sosial khususnya di Kab. Kediri. Dengan adanya PSM ini kami yakin bisa melengkapi, membantu serta menanggulangi terkait dengan PMKS,” tandasnya.

Ditempat yang sama, salah satu anggota PSM, Yolanda, asal Desa Sukoanyar, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, menyampaikan, keikutsertaannya menjadi anggota PSM ini atas dasar hati nurani serta keikhlasan. 

“Saya ingin berkontribusi nyata. Dengan menjadi anggota PSM, saya bisa turut serta menekan angka masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Kediri,” ujarnya.(adv/kominfo/bud)

Foto : Bantuan PT  GG yang diberangkatkan dari Lanud Iswahyudi, Madiun

KEDIRI (KoranTransparansi) - Musibah bencana gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok menggugah kepedulian PT Gudang Garam Tbk (GG). Hingga, Rabu (8/8/2018), perusahaan rokok terbesar di tanah air ini, menyiapkan ribuan paket dan puluhan unit kontainer multi fungsi guna didistribusikan ke lokasi bencana.

Data yang dihimpun menyebutkan, bukan hanya kantor Pusat PT GG di Kediri saja, melainkan juga dari kantor pabrik Gempol, Pasuruan dan kantor di Jakarta. 

“Kami saling berkoordinasi untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan para korban gempa di Lombok,” terang Kabid Humas PT Gudang Garam Tbk Iwhan Tri Cahyono.

Menurutnya,bantuan yang diberikan melalui program “GG Peduli Lombok” itu, diperkirakan akan sampai di lokasi dalam satu sampai dua hari. 

“Khusus yang dari kantor Kediri, kami kirimkan melalui Lanud (Pangkalan Udara) Iswahyudi, Madiun dan bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara,” imbuh Iwhan, usai memberangkatkan bantuan dari kantor GG Kediri menuju Lanud Iswahyudi.

Diuraikan Iwhan, bantuan yang diberikan berupa 1.990 lembar selimut yang dikemas dalam 82 dus, 3.000 ribu bungkus abon seberat 750 kilogram, 4.320 cup mi instan yang dikemas dalam 180 dus, paket telur asin, obat-obatan, pembalut wanita, dan popok bayi sejumlah 18 dus.

Adapun bantuan tersebut dikirim menggunakan truk kontainer GG, yang diterima Kepala Dinas Operasi (Kadis Ops) Lanud Iswahyudi, Kolonel Pnb Onesmus Gede Rai Aryadi. Selanjutnya, bantuan dikirim ke lokasi bencana di Lombok dengan menggunakan pesawat angkut milik TNI AU.

" Kalau dari kantor GG di Gempol, bantuan berupa sepuluh ton beras dan 25 unit kontainer multifungsi yang bisa didimanfaatkan sebagai rumah singgah sementara, posko tanggap darurat, atau posko kesehatan" ucap Iwhan

Bukan hanya itu, kantor GG di Gempol juga mengirim aneka kebutuhan lainya bagi warga yang tinggal di pengungsian. Mulai, dari peralatan mandi,peralatan dapur,kebutuhan bayi dan wanita, serta rang tua, hingga aneka kebutuhan lainya selama di pengungsian yang jumlahnya mencapai ribuan.

" Pastinya, kebutuhan makan, istirahat, serta mandi, cuci, dan kakus (MCK) menjadi perhatian.Ada kasur lantai, bantal, kipas angin, panci, piring, termos, kompor elpiji lengkap regulatornya, air mineral galon, ember, gayung, pampers bayi dan lansia, botol dan dot bayi, susu, bedak bayi, hingga pembalut wanita,”  ujar Iwhan.

Iwhan juga menjabarkan, untuk bantuan dari Jakarta, pengirimannya dikoordinasikan oleh tim marketing GG. 

“Teman-teman dari Jakarta untuk sementara mengirim bantuan berupa pakaian, seperti kemeja, kaus, dan celana,” katanya. Dia juga menambahkan, dalam memberikan bantuan PT Gudang Garam Tbk berkoordinasi dengan banyak pihak untuk menjangkau daerah-daerah yang terkena dampak paling parah. 

" Mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan SAR Nasional (Basarnas), hingga pemerintah daerah setempat lewat badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Termasuk, dengan aparat kepolisian dan TNI. “Di internal, kami juga berkoordinasi dengan RO (regional office) PT. Surya Madistrindo di Bali dan AO (area office) di Mataram,” paparnya.

Diharapkan, dengan koordinasi yang baik itulah, fungsi bantuan bisa dimaksimalkan dan tepat sasaran serta benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Hal ini sesuai pula dengan butir pertama catur darma perusahaan, yakni,kehidupan yang bermakna dan berfaedah bagi masyarakat luas merupakan suatu kebahagiaan. 

“Kami ingin selalu hadir dalam setiap peristiwa kemanusiaan, meringankan beban, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Di Perusahaan Kami, hal ini sudah menjadi nilai yang ditanamkan oleh pendiri,”  pungkas Iwhan.(bud)

Noah Helal, Pria asal Bangladesh diamankan di Kantor Imigrasi Klas III

KEDIRI(koranTransparansi) - Tim Pengawas Orang Asing ( Timpora) mengamankan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh, saat menyambangi istrinya di Desa Peh Wetan, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Kini, WNA tersebut diamankan di Kantor Imigrasi Klas III Kediri.

Terungkapnya WNA bernama Noah Helal berusia 28 tahun tersebut, berdasarkan penyelidikan dari Timpora yang meliputi, perangkat Desa Peh Wetan, Kepolisian maupun TNI.

Keterangan Kepala Kantor Imigrasi Klas III Kediri, Rakha Sukma Purnama,  keberadaan WNA di Desa Peh Wetan ini, lantaran melanggar izin tinggal.

" Karena izin tinggalnya melebihi batas waktu izin tinggal, akhirnya diamankan " ungkapnya, saat menggelar Press Release di Kantor Imigrasi Klas III Kediri, Rabu (8/8/2018).

Menututnya, jika sesuai ketentuan masa berlaku izin tinggal hanya 30 hari yang dimulai pada tanggal 25 april lalu.Namun, hingga sekarang WNA itu sudah tinggal selama 75 hari.Untuk  itu, yang bersangkutan langsung diamankan dan dilakukan pemeriksaan.

Dia lakukan  pemeriksaan dan jika terbukti akan kita lakukan deportasi. Selain itu, kita masukkan daftar pencekalan " imbuhnya.

Rakha juga menguraikan, tahun 2018 ini terdapat 5 WNA yang dideportasi.Mereka, mayoritas melanggar  ketentuan  izin tinggal dan asal negaranya bervariasi, dari Malaysia, serta Thailand. 

" Tahun ini, Kantor Imigrasi Klas III juga menerima pengajuan penerbitan Paspor sebanyak 2306 ,  penolakan paspor 519 serta izin tinggal 701" pungkasnya. (bud)

Bupati Kediri beserta unsur Forkopimda Kabupaten Kediri saat meresmikan RSUD SLG

KEDIRI (KoranTransparansi) - Demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang maksimal terhadap masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul (SLG), Selasa (7/8/2018), diresmikan Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno,yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Pendirian RSUD SLG yang bertempat di Desa Tulungrejo Kecamatan Ngasem, letaknya sangat strategis, yang jaraknya hanya beberapa kilometer dari Monumen Simpang Lima Gumul.

Hadir dalam peresmian tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri, Plh, Sekda Kediri Mohammad Solikin, Kepala OPD se-Kabupaten Kediri, Kepala RSUD Pare, Kepala BPJS, Bank Jatim Kediri, Kepala Desa se-Kabupaten Kediri, tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Kediri.

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno dalam sambutannya mengatakan, pembangunan RSUD SLG ini memiliki sejarah yang panjang, mulai dari pembebasan tanah kisaran tahun 2011 yang meliputi 39 bidang. Lalu, pertemuan dan sosialisasi kepada masyarakat serta pemilik tanah yang terus dilakukan, agar tercipta kesepakatan harga hingga sekarang berdirilah rumah sakit ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas kerjasamanya hingga rumah sakit ini bisa terbangun dan segera beroperasi untuk pelayanan kepada masyarakat. Saat ini,Kabupaten Kediri telah memiliki 2 RSUD yaitu RSUD Pare dan RSUD SLG ,” tuturnya.

Menurut Bupati Kediri, dipilihnya Desa Tulungrejo dipilih menjadi lokasi RSUD SLG, diharapkan dapat mengcoverwilayah Ngadiluwih, barat sungai dan sekitarnya. Sehingga masyarakat semakin mudah untuk mengakses dan mendapatkan pelayanan kesehatan. Sedangkan RSUD Pare, bisa melayani wilayah Kepung, Kandangan, Pare dan sekitarnya.

“Tujuan kami didirikannya RSUD SLG, untuk lebih memberikan pelayanan kepada masyarakat utamanya warga Kabupaten Kediri di wilayah barat Sungai Brantas agar menjadi lebih dekat lagi dan tidak harus jauh-jauh ke Pare. Dari barat sungai bisa melewati jembatan Wijaya Kusuma yang juga baru saja diresmikan,” imbuhnya

Berbicara sarana dan prasarana, Bupati Kediri berjanji akan lebih meningkatkan lagi. Harapan kedepanya, RSUD SLG bisa melayani radioterapi yaitu pengobatan dengan sinar, sehingga untuk pasien penderita kanker tidak perlu jauh-jauh lagi ke luar kota. Namun, syaratnya harus bertipe B, sedangkan rumah sakit ini masih bertipe C.

" Jadi, kita harus menunggu ke tingkat B terlebih dahulu, guna mewujudkan semua itu " pungkasnya.

Ditempat yang sama, dr.eko Heriadi juga menyampaikan, seiring dengan perkembangan IPTEK RSUD Simpang Lima Gumul Kediri, pihaknya akan berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi excellent service yang mengutamakan mutu dan keselamatan pasien

“Saat ini untuk peralatan telah siap sekitar 60 persen Namun, dalam waktu dekat harus bisa mencapai 80 persen lebih,” ujar dr. Eko Heriadi.

Dirinya juga menguraikan, saat ini pembangunan gedung RSUD sudah rampung 100 persen, tapi ini masih tahap peresmian dan untuk operasionalnya akan mulai berjala awal 2019 nanti. Dan, RSUD kedua di Kabupaten Kediri ini terbilang sangat megah, yang terdiri dari beberapa gedung.

Untuk Gedung utama, memiliki tiga lantai lengkap dengan fasilitas lift yang cukup luas. Sementara bangunan penunjang lain ada di bagian belakang dengan dua lantai.

"Kedepan akan ada sekitar 300 tempat tidur untuk rawat inap, namun untuk tahap awal operasional kami sediakan 70 tempat tidur dulu,” tutupnya. (adv/kominfo/bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...