Kediri

 Foto : Melalui SE Sekkota Kediri yang melarang pemakaian Mobdin saat lebaran

KEDIRI (KoranTransparansi) - Menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, Aparatur Sipil Negara ( ASN ) mendapatkan cuti bersama yang terhitung 11 Juni-20 Juni 

Dan pemerintah Kota Kediri telah mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh ASN dilingkungan Pemkot Kediri, agar tidak memakai kendaraan dinas untuk dipakai mudik lebaran.

Apip Permana, Kabag Humas Pemkot Kediri membenarkan hal itu. Dan, Pemkot Kediri telah mengeluarkan surat edaran bagi ASN yang ada dilingkungan Pemkot Kediri untuk tidak menggunakan mobil dinas disaat mudik lebaran 

" Surat Edaran ( SE)  dikeluarkan oleh Sekretaris Daerah Budwi Sunu, tertanggal 5 Juni 2018, nomor 800 / 384 / 419.031 / 2018 perihal Surat Edaran Larangan Kendaraan Dinas untuk Keperluan Pribadi selama Liburan Lebaran" kata Apip, Rabu (6/6/2018)

Menurutnya, surat itu ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Kediri, agar tidak menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan pribadi selama libur lebaran.

" Jika ada ASN yang membandel melanggar SE tersebut, maka sangsi akan dijatuhkan kepada mereka. Mulai, ringan, sedang dan berat " pungkas Apip.(bud)

Foto : Kegiatan Operasi Pasar Murah saat berlangsung

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Operasi pasar murni (OPM) yang diselenggarakan Disperindag dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, digelar, Senin (4/6/2018), yang bertempat di Kelurahan Ngadirejo dan Kelurahan Dermo, Kecamatan Kota Kediri.

Dalam acara itu, dihadiri secara langsung Pjs Walikota Kediri Jumadi yang juga ikut melayani warga yang ingin membeli kebutuhan pokok yang disediakan melipuri, beras, minyak goreng, telur dan gula. 

Menurut Yetty Sisworiny, diadakannya OPM guna menghadapi datangnya hari raya Idul Fitri, agar warga Kota Kediri merasa nyaman dengan ketersediaannya bahan pokok yang cukup dengan harga yang baik. 

tu, OPM juga memiliki peran yang vital dalam menekan angka inflasi yang ada di Kota Kediri. “Alhamdulillah, hingga saat ini inflasinya juga masih aman,” ujarnya.

Sekedar diketahui, dalam OPM ini, kebutuhan bahan pokok yang dijual adalah paket 5kg beras dengan harga Rp.46 ribu, tiap 1 kilogram, lalu harga telur 1kilogram, Rp. 17 ribu dan 900 mili liter minyak goreng, dijual dengan harga Rp. 9 ribu.(bud)

 

Foto ; Defrizal, Kepala Bulog Sub Divre Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Demi menjaga stabilisasi harga pangan selama bulan Ramadhan maupun menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, Bulog Sub Divre Kediri meluncurkan program paket sembako murah.

Keterangan Defrizal, Kepala Bulog Sub Divre Kediri, dilucurkanya program sembako murah sebenarnya sudah berlangsung sejak awal bulan Ramadhan, lalu.

" Ada 4 paket sembako murah yang kami peruntukkan bagi masyarakat. Yakni, mulai harga Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu, tiap paketnya " kata Defrizal saat dihubungi, Minggu (3/6/2018) petang.

Menurutnya, tiap paket sembako murah yang dijual berisikan 4 komoditas bahan pokok. Meliputi, beras jenis premium maupun medium, tepung terigu, minyak goreng dan gula pasir.

" Paket yang disediakan beraneka ragam tergantung dari harga jual. Pastinya, semua harga yang dijual jauh dibawah pasaran. Harapanya, semua ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat " imbuhnya.

Defrizal juga menguraikan, untuk mendapatkan paket sembako tersebut, masyarakat bisa langsung datang di halaman kantor Bulog Sub Divre Kediri, Jalan Ir Sutami, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri.

" Untuk pembelian masyarakat bisa langsung datang ke kantor kami yang membuka stand setiap harinya. Dan, program yang murni dari Bulog Sub Divre Kediri ini tidak meninggalkan program lainya yang sudah berjalan, yakni operasi pasar murni bersama Disperindag maupun TPID " pungkasnya. (bud)

Foto : Komunitas Fotografer Kediri Raya, saat menggelar program donasi di Taman Brantas, Kota Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Setidaknya 100 fotografer dan 10 talent model dari Kediri Raya, ambil bagian dalam program donasi peduli Panti Asuhan yang digelar, Sabtu (02/6/2018) petang, bertempat di Taman Brantas, Kota Kediri. 

Acara yang digelar kelima kalinya selama bulan Ramadhan ini, dimulai sekitar pukul 15.00 Wib, dengan pembuka doa,  brifing dan ditutup jelang waktu berbuka puasa.

Menurut Ryan, Ketua Panitia Fotografi Kediri Raya Peduli Panti Asuhan, kegiatan ini sudah kelima kalinya digelar. Tujuanya, guna merekatkan hubungan antara sesama Fotografi.

" Ya, selain menggalang donasi juga sembari sharing pengetahuan tentang fotografi, ekplore hobi" kata Ryan saat dilokasi.

Dijabarkanya, wujud donasi selain dari peserta dan talent yang diwajibkan berdonasi Rp. 10 ribu, juga dukungan dari 9 sponsor yang selanjutnya dikumpulkan dan diserahkan ke Panti Asuhan Darul Altam Budi Mulya, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

" Secara garis besarnya, kami mewakili Panitian mengucapkan Terima Kasih pada Sponsor, teman teman fotografer yang bersedia hadir da rela berdonasi" imbuh Ryan.

Dan, kaya Ryan, memang kemasan acara kali ini disajikan berbeda oleh para Fotografi Kediri Raya, yang lebih menunggu moment sembari  menunggu bedug Maghrib, dengan menggelar acara hunting Foto bertajuk “Kediri Beauty” 

" Acara yang kita gelar ini memang bukan hanya dalam moment Ramadhan saja, melainkan, sebelumnya kita juga sering mengadakan acara hunting seperti ini. Tapi, waktunya tidak ditentukan, lantaran terbentur kesibukan masing-masing anggota " pungkasnya.(bud)

Foto : Barang bukti yang berhasil diamankan petugas

KEDIRI (KoranTransparansi) - Kedapatan membawa 2,28 gram sabu-sabu, Feri Ade Aprilian (20) warga Gringging RT.03 / RW.03 Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri diamankan petugas BNN Kota Kediri. Tersangka, diringkus di warung kopi Jalan 

Veteran atau depan Rumah Sakit Kusta, Kota Kediri.

Menurut AKBP Bunawar Kepala BNN Kota Kediri, tersangka berhasil diringkus usai pihaknya mendapat informasi dari masyarakat

" Berdasarkan informasi masyarakat dan hasil penyelidikan tim BNN Kota Kediri, akhirnya kita mengamankan tersangka," kata Bunawar, Kamis (31/5/2018).

Menurutnya, saat penangkapan petugas menggeledah tersangka hingga ditemukkan barang bukti 2,28 gram sabu-sabu, yang dibungkus dengan 5 plastik klip warna bening, 1 buah pipet kaca. Lalu, HP merk Advan, 1 bungkus rokok dan 1 unit sepeda motor Revo dengan nopol AG. 4535 GD, warna merah hitam.

" Saat kami melakukan penggledahan di rumah pelaku, tidak ditemukkan barang bukti, baik alat maupun bahan yang lainnya" imbuhnya

Kepada petugas tersangka mengaku, mulai terjerumus narkoba, sejak masih duduk di kelas II SMA sampai dengan terakhir 5 bulan yang lalu.

" Sebelumnya, tersangka mengkonsumsi pil double L. Dalam setiap minggunya, tersangka mampu menelan pil koplo minimal hingga 3 - 4 kali. Sedangkan untuk setiap kali konsumsi sebanyak 5 - 6 butir pil. Empat bulan terakhir, tersangka mulai beralih mengkonsumsi sabu" pungkas Bunawar

Sementara, guna mempertanggung jawabkan kibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 144 ayat (1), pasal 112 ayat (1) undang - undang nomot 35 tahun 2009. (bud)

Foto : Suasana saat peresmian bangunan peningkatan pelayanan Imigrasi Kelas 3 Kediri

 

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Setidaknya 323 pemohon paspor ditolak Kantor Imigrasi Kelas 3 Kediri, selama kurun waktu Januari-Mei 2018. Dan, 82 pemohon masih ditunda akan permohonan Dokumen Perjalanan Republik Indonesianya (DPRI).

Dikatakan Kepala Kantor Imigrasi Kelas 3 Kediri Rakha Sukma Purnama, penolakan dan penundaan tersebut sangat beralasan.Hal itu, berdasarkan wawancara petugas dan adanya dugaan dokumen palsu saat pemohon mengajukan diri.

"  Pemohon juga tidak bisa menunjukkan kelengkapan dokumen perjalanannya" ungkap Rakha Sukma mendampingi Kakanwil Kementerian Hukum Dan Ham Jawa Timur, Susi Susilowaty, saat meresmikan bangunan peningkatan pelayanan masyarakat Kediri, Kamis (31/5/2018).

Ditambahknya, ketika mengikuti proses wawancara maupun pemeriksaan dokumen ada pemohon yang menunjukkan indikasi mencurigakan, yakni, bekerja di luar negeri secara non prosedural atapun tidak bisa melengkapi dokumen untuk kerja diluar negeri.

"Saat wawancara, pemohon menunjukkan indikasi akan bekerja secara non prosedural di luar negeri.Makanya, kami tolak ataupun kami tunda," imbuhnya

 

Rakha juga menguraikan, selama Januari- Mei 2018, Kantor Imigrasi Kelas III Kediri juga menerbitkan 17647 paspor. Adapun, tindakan administrasi Keimigrasian berjumlah 19 orang, 14 pengenaan biaya beban dan 5 diantaranya dideportasi.

"Ada 19 orang warga yang kita lakukan tindakan administratif imigrasi, 14 denda, 5 orang kita Deportasi," pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Kakanwil Kementerian Hukum HAM Jawa Timur, Susi Susilowaty, bahwa saatnya kantor Imigrasi Kelas III naik menjadi Kelas II, karena cakupan wilayah, banyaknya pemohon dan urgensinya keimigrasian di wilayah kerja Imigrasi Kediri.Namun, hingga saat ini masih belum mendapat respon dari pemerintah.

"Ini sudah saatnya Kanim Kediri naik kelas, meningat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan luasnya wilayah pengawasan. Tapi, sampai kini belum mendapat respon dari pemerintah," jelas Susi.

Sekedar diketahui, untuk pelayanan paspor Haji 2018, mulai dari Kota dan Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Jombang status paspor telah 90 persen selesai.(bud)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...