Kediri

Foto : Bantuan PT  GG yang diberangkatkan dari Lanud Iswahyudi, Madiun

KEDIRI (KoranTransparansi) - Musibah bencana gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok menggugah kepedulian PT Gudang Garam Tbk (GG). Hingga, Rabu (8/8/2018), perusahaan rokok terbesar di tanah air ini, menyiapkan ribuan paket dan puluhan unit kontainer multi fungsi guna didistribusikan ke lokasi bencana.

Data yang dihimpun menyebutkan, bukan hanya kantor Pusat PT GG di Kediri saja, melainkan juga dari kantor pabrik Gempol, Pasuruan dan kantor di Jakarta. 

“Kami saling berkoordinasi untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan para korban gempa di Lombok,” terang Kabid Humas PT Gudang Garam Tbk Iwhan Tri Cahyono.

Menurutnya,bantuan yang diberikan melalui program “GG Peduli Lombok” itu, diperkirakan akan sampai di lokasi dalam satu sampai dua hari. 

“Khusus yang dari kantor Kediri, kami kirimkan melalui Lanud (Pangkalan Udara) Iswahyudi, Madiun dan bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara,” imbuh Iwhan, usai memberangkatkan bantuan dari kantor GG Kediri menuju Lanud Iswahyudi.

Diuraikan Iwhan, bantuan yang diberikan berupa 1.990 lembar selimut yang dikemas dalam 82 dus, 3.000 ribu bungkus abon seberat 750 kilogram, 4.320 cup mi instan yang dikemas dalam 180 dus, paket telur asin, obat-obatan, pembalut wanita, dan popok bayi sejumlah 18 dus.

Adapun bantuan tersebut dikirim menggunakan truk kontainer GG, yang diterima Kepala Dinas Operasi (Kadis Ops) Lanud Iswahyudi, Kolonel Pnb Onesmus Gede Rai Aryadi. Selanjutnya, bantuan dikirim ke lokasi bencana di Lombok dengan menggunakan pesawat angkut milik TNI AU.

" Kalau dari kantor GG di Gempol, bantuan berupa sepuluh ton beras dan 25 unit kontainer multifungsi yang bisa didimanfaatkan sebagai rumah singgah sementara, posko tanggap darurat, atau posko kesehatan" ucap Iwhan

Bukan hanya itu, kantor GG di Gempol juga mengirim aneka kebutuhan lainya bagi warga yang tinggal di pengungsian. Mulai, dari peralatan mandi,peralatan dapur,kebutuhan bayi dan wanita, serta rang tua, hingga aneka kebutuhan lainya selama di pengungsian yang jumlahnya mencapai ribuan.

" Pastinya, kebutuhan makan, istirahat, serta mandi, cuci, dan kakus (MCK) menjadi perhatian.Ada kasur lantai, bantal, kipas angin, panci, piring, termos, kompor elpiji lengkap regulatornya, air mineral galon, ember, gayung, pampers bayi dan lansia, botol dan dot bayi, susu, bedak bayi, hingga pembalut wanita,”  ujar Iwhan.

Iwhan juga menjabarkan, untuk bantuan dari Jakarta, pengirimannya dikoordinasikan oleh tim marketing GG. 

“Teman-teman dari Jakarta untuk sementara mengirim bantuan berupa pakaian, seperti kemeja, kaus, dan celana,” katanya. Dia juga menambahkan, dalam memberikan bantuan PT Gudang Garam Tbk berkoordinasi dengan banyak pihak untuk menjangkau daerah-daerah yang terkena dampak paling parah. 

" Mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan SAR Nasional (Basarnas), hingga pemerintah daerah setempat lewat badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Termasuk, dengan aparat kepolisian dan TNI. “Di internal, kami juga berkoordinasi dengan RO (regional office) PT. Surya Madistrindo di Bali dan AO (area office) di Mataram,” paparnya.

Diharapkan, dengan koordinasi yang baik itulah, fungsi bantuan bisa dimaksimalkan dan tepat sasaran serta benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Hal ini sesuai pula dengan butir pertama catur darma perusahaan, yakni,kehidupan yang bermakna dan berfaedah bagi masyarakat luas merupakan suatu kebahagiaan. 

“Kami ingin selalu hadir dalam setiap peristiwa kemanusiaan, meringankan beban, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Di Perusahaan Kami, hal ini sudah menjadi nilai yang ditanamkan oleh pendiri,”  pungkas Iwhan.(bud)

Noah Helal, Pria asal Bangladesh diamankan di Kantor Imigrasi Klas III

KEDIRI(koranTransparansi) - Tim Pengawas Orang Asing ( Timpora) mengamankan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh, saat menyambangi istrinya di Desa Peh Wetan, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Kini, WNA tersebut diamankan di Kantor Imigrasi Klas III Kediri.

Terungkapnya WNA bernama Noah Helal berusia 28 tahun tersebut, berdasarkan penyelidikan dari Timpora yang meliputi, perangkat Desa Peh Wetan, Kepolisian maupun TNI.

Keterangan Kepala Kantor Imigrasi Klas III Kediri, Rakha Sukma Purnama,  keberadaan WNA di Desa Peh Wetan ini, lantaran melanggar izin tinggal.

" Karena izin tinggalnya melebihi batas waktu izin tinggal, akhirnya diamankan " ungkapnya, saat menggelar Press Release di Kantor Imigrasi Klas III Kediri, Rabu (8/8/2018).

Menututnya, jika sesuai ketentuan masa berlaku izin tinggal hanya 30 hari yang dimulai pada tanggal 25 april lalu.Namun, hingga sekarang WNA itu sudah tinggal selama 75 hari.Untuk  itu, yang bersangkutan langsung diamankan dan dilakukan pemeriksaan.

Dia lakukan  pemeriksaan dan jika terbukti akan kita lakukan deportasi. Selain itu, kita masukkan daftar pencekalan " imbuhnya.

Rakha juga menguraikan, tahun 2018 ini terdapat 5 WNA yang dideportasi.Mereka, mayoritas melanggar  ketentuan  izin tinggal dan asal negaranya bervariasi, dari Malaysia, serta Thailand. 

" Tahun ini, Kantor Imigrasi Klas III juga menerima pengajuan penerbitan Paspor sebanyak 2306 ,  penolakan paspor 519 serta izin tinggal 701" pungkasnya. (bud)

Bupati Kediri beserta unsur Forkopimda Kabupaten Kediri saat meresmikan RSUD SLG

KEDIRI (KoranTransparansi) - Demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang maksimal terhadap masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul (SLG), Selasa (7/8/2018), diresmikan Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno,yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Pendirian RSUD SLG yang bertempat di Desa Tulungrejo Kecamatan Ngasem, letaknya sangat strategis, yang jaraknya hanya beberapa kilometer dari Monumen Simpang Lima Gumul.

Hadir dalam peresmian tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri, Plh, Sekda Kediri Mohammad Solikin, Kepala OPD se-Kabupaten Kediri, Kepala RSUD Pare, Kepala BPJS, Bank Jatim Kediri, Kepala Desa se-Kabupaten Kediri, tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Kediri.

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno dalam sambutannya mengatakan, pembangunan RSUD SLG ini memiliki sejarah yang panjang, mulai dari pembebasan tanah kisaran tahun 2011 yang meliputi 39 bidang. Lalu, pertemuan dan sosialisasi kepada masyarakat serta pemilik tanah yang terus dilakukan, agar tercipta kesepakatan harga hingga sekarang berdirilah rumah sakit ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas kerjasamanya hingga rumah sakit ini bisa terbangun dan segera beroperasi untuk pelayanan kepada masyarakat. Saat ini,Kabupaten Kediri telah memiliki 2 RSUD yaitu RSUD Pare dan RSUD SLG ,” tuturnya.

Menurut Bupati Kediri, dipilihnya Desa Tulungrejo dipilih menjadi lokasi RSUD SLG, diharapkan dapat mengcoverwilayah Ngadiluwih, barat sungai dan sekitarnya. Sehingga masyarakat semakin mudah untuk mengakses dan mendapatkan pelayanan kesehatan. Sedangkan RSUD Pare, bisa melayani wilayah Kepung, Kandangan, Pare dan sekitarnya.

“Tujuan kami didirikannya RSUD SLG, untuk lebih memberikan pelayanan kepada masyarakat utamanya warga Kabupaten Kediri di wilayah barat Sungai Brantas agar menjadi lebih dekat lagi dan tidak harus jauh-jauh ke Pare. Dari barat sungai bisa melewati jembatan Wijaya Kusuma yang juga baru saja diresmikan,” imbuhnya

Berbicara sarana dan prasarana, Bupati Kediri berjanji akan lebih meningkatkan lagi. Harapan kedepanya, RSUD SLG bisa melayani radioterapi yaitu pengobatan dengan sinar, sehingga untuk pasien penderita kanker tidak perlu jauh-jauh lagi ke luar kota. Namun, syaratnya harus bertipe B, sedangkan rumah sakit ini masih bertipe C.

" Jadi, kita harus menunggu ke tingkat B terlebih dahulu, guna mewujudkan semua itu " pungkasnya.

Ditempat yang sama, dr.eko Heriadi juga menyampaikan, seiring dengan perkembangan IPTEK RSUD Simpang Lima Gumul Kediri, pihaknya akan berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi excellent service yang mengutamakan mutu dan keselamatan pasien

“Saat ini untuk peralatan telah siap sekitar 60 persen Namun, dalam waktu dekat harus bisa mencapai 80 persen lebih,” ujar dr. Eko Heriadi.

Dirinya juga menguraikan, saat ini pembangunan gedung RSUD sudah rampung 100 persen, tapi ini masih tahap peresmian dan untuk operasionalnya akan mulai berjala awal 2019 nanti. Dan, RSUD kedua di Kabupaten Kediri ini terbilang sangat megah, yang terdiri dari beberapa gedung.

Untuk Gedung utama, memiliki tiga lantai lengkap dengan fasilitas lift yang cukup luas. Sementara bangunan penunjang lain ada di bagian belakang dengan dua lantai.

"Kedepan akan ada sekitar 300 tempat tidur untuk rawat inap, namun untuk tahap awal operasional kami sediakan 70 tempat tidur dulu,” tutupnya. (adv/kominfo/bud)

Foto : Terlihat salah satu Taman Hijau di Kota Kediri yang ramai dikunjungi masyarakat.

 

KEDIRI (KoranTransparansi) - Wujud revitalisasi Taman Sekartaji jadi salah satu bukti keseriusan Pemkot Kediri menyediakan fasilitas publik bagi warga kota, yang keberadaanya makin diminati masyarakat. Selain menjadi indah dan bersih, taman ini mampu mewadahi banyak agenda kegiatan berbagai elemen masyarakat.

Untuk Taman Sekartaji yang berada di Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, menjadi salah satu konsen Pemkot Kediri dalam menyediakan Ruang Terbuka hijau (RTH). Tak hanya jadi tempat nyaman dikunjungi, melainkan juga sebagai media refreshing keluarga.Tapi, juga mampu menunjang keaktifan berbagai komunitas untuk berkumpul dan saling bercengkerama.

Padahal, sebelumnya kondisi Taman Sekartaji seperti tak terurus. Dan, hak publik atas ruang terbuka pun tereliminasi oleh deretan kafe-kafe yang ada di dalamnya. Kemudian, di era kepemimpinan Wali Kota Abdullah Abu Bakar, taman ini mulai ditata dan disulap menjadi semakin cantik dan indah.

" Enak dan indah kondisi Taman Sekartaji sekarang. Lebih indah, asri dan enak bagi semua kalangan yang ingin bersantai ditempat ini " ungkap Tutik, salah warga Kota Kediri, Selasa (7/8/2018)

Ditambahkanya, lantaran semakin tertata itulah kini taman Kota makin banyak diminati masyarakat. Bukan hanya warga Kota Kediri saja, tapi juga dari luar kota yang berdatangan untuk menikmati taman yang berkonsep hijau dan modern ini.

“Semakin banyak yang memanfaatkan taman ini untuk berbagai hal,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan, memang Taman Sekartaji tidak  pernah sepi pengunjung.Mulai para ibu-ibu yang manfaatkannya sebagai tempat senam, anak-anak berkumpul untuk belajar bersama, hingga berbagai komunitas mengadakan acara. Apalagi, Pemkot Kediri sangat menunjang aktivitas seperti itu. 

“Sangat positif juga sambutan warga. Karena taman ini digunakan rekreasi, edukasi, hingga olahraga,” kata Didik Catur,Kepala DLHKP Kota Kediri.

Bahkan, taman seluas 7 ribu meter persegi ini pun diharapkan bisa menunjang RTH di Kota Kediri. Dan, ruang-ruang publik tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana penunjang pendidikan karakter bagi anak, agar bersentuhan dengan alam seperti berbagai pepohonan rindang bisa membuat anak-anak mempelajari banyak hal. 

" Baik sebagai sarana edukasi yang alami maupun tempat berinteraksi dengan rekan secara nyata" imbuhnya.

Didik Catur juga menguraikan, dengan banyaknya taman seperti Taman Sekartaji, Memorial Park, Hutan Jayabaya dan Taman Brantas, diharapkan mampu membangun kedekatan sosial di antara berbagai kalangan.

"  Diharapkan, keberadaan taman juga bisa memberikan banyak efek terhadap lingkungan di sekitar taman. Terlebih ekonomi warga sekitar bergerak dan pendapatan warga sekitar bertambah" pungkasnya. (adu/bud)

 Terlihat Guyub, dari kanan Kabid Humas PT Gudang Garam, Tbk, Iwhan Tri Cahyono, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi

KEDIRI (KoranTransparansi) - Acara Kediri Festival Scooter ( KSF) 2018 ke 3 yang berlangsung di Gor Jayabaya,Kota Kediri, 3-5 Agustus 2018 makin meriah dengan kemasan akhir acara. Yakni, Rolling Thunder yang diikuti Kabid Humas PT Gudang Garam, Tbk, Iwhan Tri Cahyono, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi dan unsur Forkopimda Kota Kediri.

Menariknya, sebelum acara Rolling Thunder berlangsung, para peserta memberikan santunan terhadap ratusan anak yatim piatu yang sengaja dihadirkan dilokasi. Dan, digelarnya acara KSF ini, juga sebagai rangkaian Hari Jadi Kota Kediri Ke-1139. 

Dan, hampir sepuluh ribu scooterist atau julukan para penggemar Vespa, dari Sabang sampai Merauke hadir dan berbaur menjadi satu dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengucapkan selamat datang kepada para Scooterist di Kota Kediri.

" Selamat datang di Kota Kediri. Saya senang sekali kedatangan ribuan scooterist dari Sabang hingga Merauke. Bahkan ada juga dari luar negeri," ujar Walikota Kediri, yang akrab disapa Mas Abu, saat dilokasi Gor Jayabaya, Minggu (5/8/2018)

Dirinya berharap, dalam acara Kediri Scooter Festival ke 3 ini bisa menjadi ajang silaturahmi terhadap para Scooterist.

" Mudah-mudahan acara seperti ini akan terselenggara kembali," ungkapnya.Dan, Walikota muda ini juga menghimbau, agar para Scooterist saat Rolling Thunder harus menghormati pengguna jalan lainnya. "Pada saat besuk roling thunder kita akan menikmati Kota Kediri. Untuk itu saya menghimbau agar kita semua tetap menghormati para pengguna jalan lainnya," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Walikota Kediri juga memberikan cinderamata kepada perwakilan Scooterist dari Nusa Tenggara Barat, Lampung, Bali, Banyuwangi, Banjarmasin dan Manado.

Ditempat yang sama, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, yang juga ikut dalam Rolling Thunder juga mengatakan, jika acara ini juga sebagai ajang kampanye kepada masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

" Kesempatan ini, juga kita manfaatkan untuk lebih dekat dengan Scooterist dalam mengkampanyekan tertib berlalu lintas pada masyarakat  melalui Komunitas ini" harapnya.

Hal senada juga diungkapkan Ihwan Tri Cahyono, Kabid Humas PT Gudang Garam, Tbk, bahwa pihak perusaahan sangat mensupport acara ini. Apalagi, PT GG juga dapat berpartisipasi dengan acara HUT kota Kediri ke 1139

" Semoga, agenda KSF ini bisa menjadi agenda tahunan Pemerintah dan lebih semarak lagi kedepannya. Namun, kami berharap peserta maupun pihak panitia tidak menjalani aturan yang ada" ucapnya. (bud)

Foto : Nur Nuhyar, Kepala Disbudparpora Kota Kediri dan Pagelaran Senam Poco-Poco serentak yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Minggu (5/8/2018)

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Demi kesuksesan meraih Museum Rekor Indonesia atau Muri, dengan peserta senam Poco-Poco terbanyak yang diselenggarakan secara serentak Se - Indonesia, Minggu (5/8/2018), Kota Kediri juga ikut andil dalam moment akbar tersebut.

Hasilnya, acara yang berlangsung di Stadion Brawijaya tersebut diikuti peserta yang melebihi target. Awalnya, hanya diikuti 5 ribu peserta menjadi 5651 peserta. Dari kondisi inilah, antusiasme masyarakat Kota Kediri sangat luar biasa menyambut pagelaran tersebut.

Abdullah Abu Bakar Walikota Kediri yang hadir di senam Poco-Poco tersebut menjelaskan, pihaknya merasa kaget dan bangga dengan banyaknya warga Kota Kediri yang ikut andil dalam acara ini, apalagi hafal gerakanya.

" Ternyata, banyak warga Kota Kediri yang sudah bisa senam Poco-Poco.Semoga, agenda yang menjadi program Kemenpora ini bisa menembus rekor Dunia maupun Muri.Apalagi, Kota Kediri melebihi target yang ditentukan" kata Walikota Kediri yang akrab disapa mas Abu ini.

Menurutnya, pihak Pemerintah Kota Kediri ingin melibatkan pelajar, tapi tempatnya tidak memenuhi yang akhirnya dibatasi.

Mas abu berharap, senam menjadi olah raga yang murah meriah untuk menuju Kota Kediri Sehat.

" Banyak komunitas senam dikampung kampung dan ini sebagai olahraga masyarakat yang murah meriah untuk menuju sehat " pungkasnya.

Ditempat yang sama, Nur Muhyar Kepala Disbudparpora Kota Kediri, menjelaskan, jika program Kemenpora, yakni senam Poco-Poco juga diselingi Harmoni Nusantara atau Harmoni Kebangsaan dengan menyanyikan lagu kebangsaan.

" Usai melakukan senam Poco-Poco peserta langsung bernyanyi lagu kebangsaan " ucapnya.

Nur Muhyar juga mengakui, memang peserta senam Poco-Poco melebihi target yang ada. Dari target 5 ribu peserta yang teregister mencapai 5,651 peserta. Apalagi, acara senam Poco-Poco dikolaborasikan dengan acara Harmoni Nusantara dengan menyanyikan lagu Kebangsaan.

 " Dari sinilah letak Harmoni Nusantara yang digabung dengan senam Poco-Poco secara madley, hingga menjadikan jumlah peserta yang maksimal " ngsung menyanyikan lagu kebangsaan " tandasnya.

Dan, para peserta yang hadir bukanya dari masyarakat umum melainkan juga dari unsur TNI maupun Polri.(adu/bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...