Kediri

Foto : Acara seminar saat berlangsung di ruang Joyoboyo

KEDIRI (KoranTransparansi) -Acara seminar bertajuk Kartini Jaman Now dan Tantangannya yang berlangsung di Balai Kota Kediri, Selasa (17/4/2018), berbeda dari seminar pada umumnya. Hal ini para peserta berpakaian seperti RA Kartini.

Pjs Walikota Kediri, Jumadi mengatakan Hari Kartini penting untuk diperingati setiap tahun. Namun yang terpenting adalah mengambil nilai dari perjuangan seorang Ibu Kita Kartini.

"Penting sekali perjuangan seorang Kartini ini ditauladani untuk perempuan menjadi kartini jaman now atau Kartini jaman sekarang," terangnya.

Saat ini Pemkot Kediri, lanjut Jumadi mengalami perkembangan yang luar biasa dalam pembangunan gender. Dari seluruh pejabat struktural di lingkungan Pemkot Kediri, sebayak 35 persen diduduki dan dijabat oleh seorang wanita.

"Kota Kediri mengikuti pengarusutamaan gender. Dipegang para ibu-ibu yang bijaksana dan memiliki kearifan lokal saya yakin Kota Kediri memiliki performance yang luar biasa," imbuhnya.

Menurutnya, Jumadi mengungkapkan Pemkot Kediri memiliki catatan penting. Hal ini disebabkan kota tahu ini memiliki performance yang luar biasa. Tentu hal ini tidak terlepas dari empowering wanita di Kota Kediri, angka pengangguran di Kota Kediri yang berada di angka 8 persen saat ini turun diangka 4 persen.

"Ini sungguh penurunan yang luar biasa. Kota ini memiliki manajemen yang baik dan sudah mengikuti pengarusutamaan gender sehingga performancenya luar biasa itu," tegasnya.

Sementara dalam kesempatan ini, Pjs Walikota yang juga menjabat sebagai Kepala BPKA Provinsi Jawa Timur ini menilai ada empat hal yang harus dimiliki Kartini jaman now. Pertama adalah Kartini jaman now harus melek teknologi, kedua Kartini jaman now harus tetap menjaga silaturahmi di tengah kemajuan teknologi, ketiga Kartini jaman now harus terbebas dari narkoba dan keempat Kartini jaman now harus pandai menyikapi berita hoax.

"Itu harus dipegang teguh semua Kartini jaman now," tandasnya.

Sementara, seminar yang diikuti 250 orang ini menghadirkan narasumber Dr Nurdina Sulaimin dan Marendra Darwis. Selain itu dihadiri Sekretaris Daerah Kota Kediri, Budwi Sunu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Hero Nusanto, Pjs Ketua TP PKK Kota Kediri, Mimin Jumadi dan perwakilan dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW). (bud)

 Foto : Terlihat sebagian fasilitas kolam renang yang ada di wisata STW.

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Menjadi destinasi wahana wisata baru bagi masyarakat Kediri dan sekitarnya, Surya Taman Wisata (STW) jawabanya. Dimana, wisata yang mengedepankan kolam renang anak dan dewasa yang didesign cukup aman, dengan menyuguhkan kolam renang indoor bagi pengunjungnya.

Sejak beberapa pekan dibuka, ribuan pengunjung memadati tempat wisata tersebut dalam tiap harinya. Apalagi, saat liburan akhir pekan, pengunjung dari Kediri maupun luar daerah berjubel memadati lokasi.

Diungkapkan Supervisor STW Kediri Mohammad Taufik, tiap liburan akhir pekan, pengunjung mencapai 1500 orang.

" Jika di rata-rata, pengunjung perharinya bisa mencapai. Dan, kita buka hingga pukul 09.00- 21.00 Wib " kata Taufik, kepada Wartawan

Menurutnya, jika kolam renang yang dikelolanya siap bertarung dengan kompetitor lain. Mengingat, kolam renang di Kota Kediri juga cukup banyak dan bervariasi.Namun, konsep kolam renang yang disuguhkan di STW sangat berbeda dengan lainya

" Dengan kolam renang yang memiliki atap, artinya tidak terganggu dengan cuaca. Dan, kolam renang bagi anak ini juga cukup menarik bagi keluarga yang mempunyai anak-anak kecil dan pasti akan suka" urainya.

Taufik juga menjabarkan, selain kolam renang dewasa dan anak, pihaknya juga menyediakan ditaman yang diperuntukkan bagi mancing mania.Bahkan, restoran yang cukup megah dengan harga hemat bagi pengunjung juga menjadi pelengkap Surya Wahana Wisata.

" Tidak perlu kuatir, beberapa kuliner nusantara juga siap memanjakan lidah pengunjung, usai menikmati wahana wisata kami " tutupnya.

Sementara pantauan dilokasi, mayoritas pengunjung memang terlihat betah menikmati  wahana STW. Selain cukup representatif untuk wisata keluarga, biaya yang dibutuhkan juga tidak relatif besar

" Pastinya, berwisata di STW dirasa pas untuk semua kalangan " ungkap Andhim, salah satu pengunjung. (bud)

Foto : Petugas saat melakuka olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Warga Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Senin (16/4/2018) sore, dikejutkan dengan meledaknya tabung LPG sebesar 50 kg di ruang mesin warp SPBE, PT Sinar Hasil Buana.

Dalam kejadian itu, mengakibatkan satu karyawan luka parah. Yakni, Hari Yudianto (36), warga Desa Besuk, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, yang bertugas sebagai mekanik mesin warp menjadi korban.

Dia, harus dilarikan ke rumah sakit lantaran terkena luka bakar yang cukup serius akibat ledakan tersebut.

Tak hanya itu, sejumlah kendaraan yang terparkir di SPBE juga mengalami kerusakan akibat ikut terbakar.

Menurut Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan, dugaan sementara ledakan berasal dari LPG 50 kg yang terkena api pembakaran dari mesin warp.

“Tabung gas ini berada di ruang mesin warp yang mengalami tekanan tinggi akibat panas. Hal ini, mengakibatkan tabung pecah pada sambungan dan disambar oleh api pembakaran,” ungkap Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan.

Kendati demikian, lanjut Kapolres Kediri, saat ini anggotanya masih terus melakukan olah TKP untuk mencari penyebab pasti ledakan.

“Kami masih terus berusaha mendeteksi dan juga mendalami dari kasus terjadinya ledakan di SPBE Ngebrak ini. Untuk hasil atau ledakan ini disebabkan oleh apa, kami masih dalam tahapan identifikasi,” pungkasnya.(bud)

to : Seragkaian lomba yang digelar KPU Kota Kediri, 21 April 2018 mendatang.

KEDIRI(KoranTransparansi.com) - Untuk mensukseskan Pilkada Serentak 27 Juni mendatang, KPUD Kota Kediri menyelenggarakan Pagelaran Seni Budaya. Acara ini, juga menyambut Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Acara itu dijadwalkan 21 April, yang bertepatan dengan hari Kartini dan digelar di Taman Sekartaji Kota Kediri. Tema utama yang diusung dalam Pagelaran Seni Budaya, yakni "Menyongsong Pemilu 2019, Pemilih Berdaulat Negara Kuat"

Menurut Moch Wahyudi,Komisioner KPU Kota Kediri, Divisi Kuangan, Umum, dan Logistik, acara ini digelar sebagai wujud sosialisasi kepada masyarakat

“Acara ini, diselenggarakan merupakan bentuk sosialisasi kepada masyarakat,” jelasnya, Minggu (15/4/2018).

Dia menjelaskan, ada beberapa perlombaan di acara Pagelaran Seni Budaya tersebut. Meliputi, lomba mewarnai yang dikhususkan TK/PAUD, lomba drama teater dan akustik yang diperuntukkan bagi SMA atau Perguruan tinggi. Lalu, lomba stand up comedy yang pesertanya khusus dari wartawan media massa.

" Masing-masing pemenang lomba akan mendapatkan tropi, piagam, dan uang pembinaan. Juaranya, akan diumumkan saat acara puncak pada malam hari" tegasnya

Terpisah, Agus Rofiq, Ketua KPU Kota Kediri mengatakan, Pagelaran Seni Budaya yang diselenggarakan KPU Kota Kediri merupakan himbauan dari KPU RI kepada seluruh KPU Kab/Kota di daerah.Dan, acara ini merupakan bagian dari sosialisasi Pilkada Serentak pada 27 Juni 2018 dan Pilpres pada 17 April 2019.

Kendati demikian, setiap KPU Kab/kota di daerah mempunyai kewenangan untuk mengonsep acaranya masing-masing seperti yang akan digelar KPU Kota Kediri.

“Untuk KPU Kota Kediri mengonsep acaranya dengan Pagelaran Seni Budaya, dengan beberapa kategori perlombaan yang bisa diikuti oleh masyarakat Kediri. Namun, tidak hanya KPU Kota Kediri yang akan menggelar Pagelaran Seni Budaya, KPU kab/kota lain juga mengadakan acara tersebuut,” jelas Agus Rofiq

Sekedar diketahui, informasi mengenai Pagelaran Seni Budaya atau formulir pendaftaran bisa kalian cek di website KPU Kota Kediri.(adv/bud)

to : Pagelaran budaya saat berlangsung di Ponpes Al Falah

 

KEDIRI (KoranTransparansi) - Banyaknya santri yang berasal dari berbagai suku dan mempunyai budaya beragam, Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri menggelar parade budaya, Minggu (15/4/2018).

Untuk menunjukkan keragaman mereka, dalam kirab parade menunjukkan budaya asal daerah masing-masing. Seperti, kesenian dari budaya dayak, madura, reog ponorogo dan bahkan ada kesenian jaranan.

Meski dibawah terik matahari, para santri ini tampak antusias, apalagi dalam kirab disaksikan langsung oleh para masyayih pengasuh ponpes Al-Falah. Diantaranya KH. Zainudin Djazuli, KH. Nurul Huda Djazuli dan KH. Fuad Mun'im.

Menurut Gus Dah, sapaan KH. Nurul Huda Djazuli, parade ini sudah yang ketiga kalinya dilakukan dalam setiap tahun, terutama dilaksanakan saat akan digelar haflah akhirussanah. Dan tampaknya para santri sangat antusias.

"Ini sudah ketiga kalinya parade dilaksanakan," ujarnya.

Gus Dah juga menguraikan, sengaja menampilkan keberagaman budaya, lantaran yang belajar di pondok yang berdiri 1925 ini sangat beragam. Dan berasal, dari berbagai pulau di Indonesia yang mempunyai keragaman budaya.

"Memang santrinya dari mana-mana, ya mereka tampilkan budaya asal mereka," terangnya.

Dengan parade santri yang menunjukkan budaya asal ini, diharapkan, para santri tidak hanya bisa mengaji, tapi juga mengenal budaya mereka.

"Kalau kyai zaman dulu, tidak mengenal budaya-budaya seperti itu, kenalnya hanya ngaji dan ngaji. Tapi sekarang, para kyai sudah membuka diri dengan menerima budaya-budaya yang ditunjukkan dalam parade ini," jelasnya.

Sementara itu, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, sangat mengapresiasi ada kegiatan parade santri ini. Sebab, Santri salah satu pilar yang menjaga NKRI.

"Tentunya dengan menampilkan keberagaman budaya ini, sedikit membantu kepolisian dalam menjaga keutuhan NKRI yang mempunyai keragaman budaya," ujarnya. 

Parade budaya yang diikuti sekitar 2000 santri ini, kata Kapolresta juga menunjukkan rasa nasionalisme para santri dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

" Banyaknya para santri yang ikut parade dengan menunjukkan budaya asal mereka merupakan tumbuhnya jiwa nasionalisme untuk menjaga keutuhan NKRI," pungkasnya.(bud)

Foto : Para anggota DPRD Kabupaten Sragen saat diterima anggota DPRD Kota Kediri
KEDIRI (KoranTransparansi)Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kota Kediri kedatangan tamu dari DPRD Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, guna menimba ilmu akan pembahasan LKPJ di DPRD Kota Kediri dan juga saat melakukan Pansus Dikota Kediri.

Anggoro Sutrisno Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sragen mengatakan , jika pihak DPRD Sragen perlu banyak belajar untuk beberapa hal pada DPRD yang ada diluar daerah.

" Sebelum ke DPRD Kota Kediri kita juga belajar di DPRD Blitar " Kata Anggoro dari Fraksi PKS, DPRD Sragen.

Menurutnya, saat berkunjung di DPRD Kota Kediri , kita mendapatkan hal baru tentang gugatan.

" Dan hal ini, sesuatu yang baru bagi DPRD  Kabupaten Sragen ternyata di Kota Kediri ada pengalaman banyak" pungkasnya.

Terpisah, Mujiono anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PKB yang menerima kunjungan DPRD kabupaten Sragen, mengaku, jika kunjungan yang dilakukan DPRD Sragen hanya menanyakan tentang pembahasan Pansus LKPJ .

" Dari semua kegiatan DPRD yang didaerah hampir semua sama dengan yang lainya " kata Mujiono, Sabtu (14/8/2018)/

Dikatakan Mujiono, dari beberapa pertanyaan 25 anggota DPRD Kabupaten Sragen, secara keseluruhan yang ditanyakan ke DPRD Kota Kediri hampir mirip. Meski, ada beberapa perbedaan.

" Kalau di DPRD Kabupaten Sragen tidak ada pembahasan tentang gugatan.Namun, kalau DPRD Kota Kediri ada. Dan, ini saja yang menjadi perbedaan " pungkasnya

Sekedar diketahui , anggota DPRD Kabupaten Sragen yang berkunjung ke DPRD Kota Kediri berjumlah 25 anggota. Mereka, langsung diterima dua anggota DPRD Kota Kediri, yakni, Mujiono dari Fraksi PKB dan Wiko Winarno dari Fraksi Gerindra.

Sementara, agenda pembahasan beberapa pertanyaaan anggota DPRD Kabupaten Sragen dilakukan di ruang Paripurna DPRD kota Kediri.(adv/bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...