Kediri

Suasana sosial MKCC yang berlangsung di Gor Jayabaya . ( foto / kt / bud )

KEDIRI (KT) - Klub motor Kota Kediri yang tergabung dalam Macan Kota King Community ( MKKC), Minggu (10/12/2017), menggalang bantuan bencana Pacitan dan santunan terhadap anak Yatim, yang berlangsung di Gor Jayabaya, Kota Kediri.

Hal itu dilakukan, dalam rangkaian Aniversary ke 3 MKKC yang diisi dengan serangkaian acara bhakti sosial. Setidaknya, 1500 bikers dari berbagai kota di Indonesia hadir dalam acara tersebut.

Dijelaskan Nur Efendi, Ketua Panitia penyelenggara, jika Aniversary MKCC bukan hanya dihadiri dari wilayah Kediri raya, melainkan dari Jakarta dan Bali serta Kota lainya.

" Dari berbagai kota segala penjuru Indonesia yang hadir. Dan, semuanya mengendarai sepeda motor RX King" kata Nur Efendi, saat dilokasi.

Menurutnya, moment itu juga diharapkan menggubah image garang dimasyarakat akan kesan negatif klub motor King yang lekat akam komunitas begal. Maka itu, selain  santunan anak yatim dan penggalangan bantuan bencana, Veteran 45 juga ambil bagian dalam acara itu.

" Selain santunan anak yatim dan penggalangan bencana Pacitan, santunan terhadap Veteran 45 juga kami lakukan" pungkasnya.

Terpisah, Arif Junaidi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri yang juga ikut ambil bagian dalam acara itu, juga menjabarkan, jika dirinya  sangat peduli dengan klub MKCC, lantaran  kekompakan mereka

" Secara pribadi mengucapkan selamat atas anyversary MKCC yang ke tiga" kata Arif Junaidi.

Lebih jauh dikatakan Arif, dengan adanya club motor ini diharapkan bisa mengkampayekan kesadaran dalam berlalu lintas. Tujuanya, agar image klub motor RX King yang identik dengan kejahatan bisa berubah.

"Semoga jambore Rx King 2018 mendatang, juga bisa dilaksanakan di Kediri" imbuh Wakil rakyat,  yang juga penggemar motor RX King, ini.

Arif juga menguraikan, jika dirinya mengaku salut dengan anggota RX King akan kekompakanya. Bahkan, mereka juga mempunyai kepedulian pada anak yatim, pejuang Veteran dan saudaranya yang terkena bencana.

"Saya salut pada mereka ( komunitas RX King), karena mereka punya rasa peduli dan juga simpati terhadap sesama"  pungkasnya.(bud)

 Parade kesehatan busana dan sayur saat berlangsung . .(foto/kt/bud)

KEDIRI (KT) - Untuk mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan menggelar Parade kesehatan busana buah dan sayur yang diikuti 89 kontingen dari pelajar, Kelurahan dan Kader Kesehatan, Minggu (10/12/2017).

Dengan mengambil start di Stadion Brawijaya dan finish di Balaikota Kediri, parade busana buah dan sayur ini, juga dilakukan dalam rangka Lauching GERMAS di Kota Kediri.Dan,  antusiasme masyarakat luar biasa menyaksikan acara itu.

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar yang hadir untuk melaunching GERMAS mengatakan, saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Kediri meningkat di angka 76,39. Ini semua tidak lepas dari semakin baiknya pelayanan kesehatan di Kota Kediri.

"Ini semua berkat kerja dari kader-kader kesehatan. Disini, saya mengajak panjenengan semua untuk terus membangun hidup sehat di Kota Kediri," ujarnya, saat dilokasi.

Dia juga mengungkapkan, kader kesehatan harus dapat mengedukasi masyarakat untuk selalu hidup sehat. " Tapi saat ini psikologi masyarakat sudah mulai berubah. Apalagi, adanya pembangunan infrastruktur di lingkungan mempengaruhi juga psikologi masyarakat untuk hidup sehat," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, dr Fauzan Adhima, juga mengatakan, ada 10 indikator GERMAS, yakni, persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan, penimbangan balita teratur setiap bulan, panggunaan air bersih, cuci tangan dengan sabun, penggunaan jamban sehat, pemberantasan sarang nyamuk, makan sayur dan buah setiap hari, aktivitas fisik setiap hari dan tidak merokok didalam rumah.

" Harapanya, sepuluh indikator ini harus kita lakukan bersama-sama. Selain, peran dari Pemerintah" ungkapnya.

Disamping itu, pihaknya juga menghimbau, agar masyarakat segera menghubungi layanan Home Care bila ada tetangga atau saudaranya yang sakit.

" Adapula layanan gratis bagi warga ber KTP Kota Kediri yang sakit dan mau dirawat di kelas III " imbuhnya.

Sekedar diketahui, dalam acara itu, juga hadir Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Hertanto, perwakilan Forkopimda, Asisten dan Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Kediri. (bud)

 Walikota Kediri saat hadir sebagai motivator ( foto/kt/bud )

KEDIRI (KT) - Walikota kediri Abdullah Abu Bakar merupakan sosok kepala daerah muda yang dianggap mampu memotivasi mahasiwa dengan berbagai program yang telah dilakukan untuk mensejahterakan masyarakat Kota Kediri di bidang kesehatan.

Dilatar belakangi hal itulah, Walikota Kediri, Mas Abu menjadi pembicara dalam kuliah Umum, tentang inovasi kebijakan pemerintah Kota Kediri dalam pembangunan Kesehatan yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Mitra Husada, Sabtu (9/12/2017).

Dengan semangat, Mas Abu memaparkan capaian-capaian yang telah dilakukan di bidang kesehatan. Hal pertama yang disampaikan Mas Abu yaitu mengenai indeks pembangunan manusia di Kota Kediri yang terus naik melebihi IPM Jawa Timur dan Nasional yaitu mencapai 75,67.

Mas Abu juga menyampaikan mengenai layanan rawat inap di puskesmas dan layanan jemput ambulan yang siap 24 jam. "Sekarang kita rombak semuanya, puskesmas harus bagus karena itu merupakan garda terdepan dan ada penambahan rawat inap di puskesmas di tiap Kelurahan," ujar Mas Abu.

Dirinya juga menyampaikan, kepedulian Pemerintah Kota Kediri dengan memperhatikan produk olahan pangan UMKM yang beredar di masyarakat dengan menyelenggarakan sertifikasi produk pangan industri rumah tangga (P-IRT) secara gratis, melalui program Gemakiba dan Sidora.

Sekedar dikeatahui, kuliah umum tersebut dihadiri 170 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa STIKES Surya Mitra Husada.(adu/bud)

Prosesi acara pemberian intensif saat berlangsung. . ( foto /kt / bud)

 

KEDIRI (KT) - Usai memberikan insentif kepada Guru Sekolah beberapa hari lalu, Sabtu (9/12/2017), giliran para guru Madrasah Diniyah (Madin), TPA/TPQ se-Kota Kediri menerima insentif dari Pemerintah Kota Kediri, yang berlangsung di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar berharap dengan upaya ini akan mampu meningkatkan semangat dan fokus para guru pendidikan non formal tersebut dalam memberikan ilmu pengetahuan sekaligus pendidikan karakter untuk anak-anak didiknya di Kota Kediri.

Rasa terimakasih juga disampaikan Mas Abu, sapaan akrab Walikota Kediri, kepada para guru. Karena, berkat usaha yang dilakukan para guru inilah Kota Kediri meraih beragam penghargaan di tingkat regional maupun nasional. Bahkan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata IPM provinsi dan nasional.

 "Saya yakin jika nanti dilakukan survei lagi oleh BPS, nilai kita akan naik lagi. Saya harap panjenengan terus berjuang agar anak-anak kita bisa semakin baik dan mampu memiliki keseimbangan antara ilmu dunia dan akhiratnya," ujarnya.

Mas Abu juga menitipkan pesan kepada para guru Madin dan TPA/TPQ yang hadir, jika menemui anak-anak yang belum ikut mengaji di TPA/TPQ agar didekati keluarganya agar anak-anaknya bisa dimasukkan ke dalam pendidika. di TPA/TPQ. 

"Saya nanti juga akan datang lagi di tiap tahun pada saat Ramadhan. Saya akan test hafalan surat-surat pendek dan do'a-do'a. Sejauh ini yang saya pantau, hafalan anak-anak kita sudah banyak yang bisa dan saya harapkan nantinya mereka bisa meningkat menjadi lebih baik lagi," imbuhnya.

Dalam acara tersebut tercatat 600 guru PAUD, 1300 guru TPA/TPQ, 699 guru Madin, yang menerima dana insentif Rp 250 ribu, tiap bulanya, yang diserahkan setiap 6 bulan sekali.

Hadir dalam acara tersebut, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah, Kepala Dinas Pendidikan Siswanto, Gus Ab (Abu Bakar Abdul Jalil).(adu/bud)

Rangkaian Jalan sehat saat berlangsung.

KEDIRI (KT) - Mengajak Korpri dan PGRI untuk selalu bersinergi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Kediri, inilah yang dikumandangkan Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, Jumat (08/12/2017), saat memberangkatkan jalan sehat.

Barang bukti diamankan di Mapolresta Kediri.

KEDIRI (KT) - Upaya Polresta Kediri dalam menekan peredaran miras diwilayah hukumnya terus dilakukan. Hal ini terbukti, Jumat (8/12/2017), 4 penjual miras digerebek.

banner