Kediri

Foto : Kapolres Trenggalek saat bersama Awak Media yang terangkum dalam J Scook

 

KEDIRI (koran transparansi.com) - Klub motor yang anggotanya para jurnalis memiliki peranan sangat penting dalam mensosialisasikan aturan berlalu lintas di jalan serta safety riding di tengah masyarakat. Demikian disampaikan oleh Kapolres Trenggalek AKBP Didit B.W.S.
 
Pihaknya mengajak komunitas Jurnalis Scooter Kediri (J-Scook) mengkampanyekan Safety Riding (berkendara dengan aman dan nyaman) kepada masyarakat di Trenggalek dan sekitarnya.
 
"Klub motor memiliki peranan sangat penting dan mulia di tengah-tengah masyarakat. Karena klub motor bisa menjadi mitra kepolisian sebagai pelopor keselamatan untuk memberi contoh dan mengajak masyarakat umum tertib dalam berlalulintas," kata Kapolres Trenggalek AKBP Didit saat bertemu dengan para anggota J-Scook di Kilometer 16 lokasi longsor,  Jumat (21/9/2018).
 
Masih kata Kapolres, jika safety riding tersebut sudah menjadi budaya dan terus dikampanyekan oleh klub motor, maka kesan dan pandangan miring dari masyarakat kepada klub motor akan berubah.
 
"Komunitas J-Scook ini kan motornya Vespa dan yang saya salutkan semua motor di komunitas ini memiliki spesifikasi lengkap. Ini yang harus dicontoh semua klub motor, sehingga harapannya semua klub motor bisa ikut berkampanye berlalulintas yang baik," ucapnya.
 
Selama ini, imbuh Kapolres tidak dapat pungkiri jika klub motor atau para bikers masih selalu mendapatkan pandangan miring. Seperti dianggap hanya bisa kebut-kebutan di jalan, urakan, biang kriminalitas dan sebagainya.
 
Ketua J-Scook, Budi Sutrisno berterima kasih kepada Kapolres Trenggalek. Pasalnya, meski dalam tugas mengawasi jalur longsor di Kilometer 16 Kabupaten Trenggalek, ia masih menyempatkan diri untuk berbaur dengan jurnalis kediri dan masyarakat. 
 
"Kami salut dengan kinerja bapak AKBP Didit, dengan sibuknya mengatur jalur longsor secara buka tutup, beliau masih menyempatkan diri untuk berbaur sapa dengan masyarakat dan jurnalis," tandasnya.
 
Masih kata Budi, pihaknya bersama seluruh anggota J-Scook akan menjalankan imbauan Kapolres Trenggalek dengan mengkampanyekan tertib berlalulintas. 
 
"Seperti yang disampaikan Kapolres Trenggalek, kita akan selalu berusaha menjadi contoh kepada masyarakat untuk taat berlalulintas dan berkendara dengan mengedepankan safety riding," tutupnya. (bud)
 
 
Foto :  Agenda tahunan larung sesaji di Festival Kelud yang selalu menjadi daya tarik
KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Salah satu rangkaian Festival Kelud 2018, yakni tradisi Larung Sesaji Gunung Kelud berjalan lancar, unik dan penuh kesakralan. Tradisi yang dilakukan warga lereng Kelud setiap tahun ini, sebagai wujud rasa syukur masyarakat lereng gunung karena telah dikaruniai hasil bumi, juga sebagai salah satu cara memohon perlindungan Tuhan.
 
Sejumlah masyarakat dan para wisatawan tampak antusias mengikuti rangkaian acara ini. Kegiatan berpusat di rest area atas kawasan wisata Gunung Kelud, menampilkan berbagai acara tari-tarian sebelum acara dimulai. Nampak Tarian Reog Ponorogo juga menampilkan performa terbaiknya yang mampu membuat decak kagum pengunjung.
 
Seperti biasanya, gunungan sesaji berisi hasil kekayaan alam atau hasil bumi dari lereng Kelud, seperti buah nanas, ubi, nangka, pisang, tomat, terong dan lain-lain, serta nasi lengkap dengan lauknya diarak menuju tempat upacara dan diperebutkan oleh masyarakat.
 
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri Adi Suwignyo mengatakan, ritual larung sesaji adalah ritual tahunan yang digelar oleh masyarakat lereng Kelud setiap bulan Suro sesuai penanggalan Jawa.
 
“Acara ini termasuk sebagai sarana memperkenalkan budaya seni Kabupaten Kediri agar bisa dikenal dunia. Tidak hanya alamnya saja yang indah dan eksotik tetapi keanekaragaman budayanya pula,” terangnya, Rabu (19/9/2018).
 
Menurutnya, keanekaragaman budaya tersebut akan mampu pula mendukung dan menunjang pariwisata yang ada di Kabupaten Kediri.
 
"Gunung merupakan wisata andalan kita semua, tanpa adanya Gunung Kelud, wisata di Kabupaten Kediri terasa belum lengkap. Karena Gunung Kelud termasuk gunung yang sangat terkenal di dunia, kita ketahui bahwa saat meletus 13 Februari 2014 silam mampu menutup 7 bandara di Indonesia bahkan abunya sampai luar negeri,” tambahnya.
 
Adi Suwigyo juga menjabarkan, berkat kerjasama pemerintah dan masyarakat, akhirnya wisata ini kembali dibuka, pertanian di daerah ini bangkit, sekaligus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
 
“Namun perlu kita ketahui bersama, wisata di Kabupaten Kediri itu banyak, bukan hanya Gunung Kelud. Yang di barat sungai ada Dholo, Irenggolo, Sumberpodang dan lain-lain,” pungkasnya.(kominfo/adv/bud)
Foto  : Ratusan massa yang tergabung dalam FHK2I saat melakukan aksi

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Ratusan Guru yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori Dua Indonesia (FHK2I) melakukan aksi penolakan seleksi Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS ) tahun 2018 melalui jalur umum di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri dan Kantor DPRD Kabupaten Kediri, Selasa (18/9/2018)

Aksi tersebut, disisipi doa bersama serta melakukan istiqosah agar pemerintah membatalkan rekrutmen CPNS yang akan diselenggarakan dan segera mengangkat Honorer K 2 sebagai Aparatur Sipil Negar (ASN)

Susilo Setianto selaku Kordinator Lapangan (Korlap) mengatakan, aksi ini diikuti seluruh tenaga Pengajar (Guru) Honorer K2 di Wilayah Kabupaten Kediri untuk meminta kejelasan nasib serta masa depan mereka karena suda lama mengabdi

“Yang jelas Kami meminta disini agar segera di angkat menjadi CPNS ,” ujar Susilo kepada Awak Media.

Menurutnya, dengan diterapkanya Peraturan Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 36 dan 37 Tahun 2018 Tentang CPNS Jalur Umum dengan membatasi usia di bawah 35 Tahun adalah bentuk kedzoliman

" Para Honorer K2 disini rata-rata usia mereka di atas 35 tahun untuk itu dengan tegas menolak rekrutmen CPNS jalur Umum tahun 2018 yang akan di selenggarakan oleh Pemerintah" pungkasnya

Menanggapi hal itu, Wasis anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kediri, mengatakan bahwa terkait persoalan ini pihaknya akan menjembatani pertemuan Honorer K2 dengan pihak Badan Kepegawaian Daeran BKD Kabupaten Kediri dan Bupati Kediri

“Tapi yang jelas kalau sesuai aturan baru seleksi CPNS harus melalui Tes dan syarat usia maksimal 35 tahun sedangkan untuk K2 yang tidak lolos seleksi dimungkinkan akan diangkat untuk masuk menjadi pegawai pemerintah,” terangnya. (bud)

Foto : Bupati Kediri saat meninjau lokasi bazar UMKM di Festival Kelud 2018

KEDIRI (KoranTransparansi.com)Festival Kelud 2018 yang digelar 15 September- 7 Oktober 2018 di area wisata Gunung Kelud, dimeriahkan bazar UMKM yang menghadirkan produk-produk lokal Kabupaten Kediri. Hal ini, mendapat apresiasi Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sudiritrisno

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, drh. Munfarid, MM, sebanyak 134 pelaku UKM mengikuti kegiatan ini. Produk yang ditampilkan, mulai dari produk UKM Kecamatan Ngancar hingga beberapa produk unggulan asli Kabupaten Kediri.

“Beragam produk unggulan tampil di pameran ini. Mulai olahan makanan, kerajinan seperti batik, kayu, tas, dan karya produk UMKM dari rekan-rekan Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri,jelas Munfarid,Senin (17/9/2018).

Menurutnya, melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi wahana promosi bagi produk UMKM Kabupaten Kediri, agar semakin dikenal dan laku dibeli pengunjung wisata Gunung Kelud.

“Pengunjung Gunung Kelud sebagian besar adalah pengunjung dari luar kota. Kami harap melalui kegiatan ini produk UMKM kami dapat dibeli sebagai oleh-oleh kembali ke kota masing-masing,tambahnya.

Pantauan di lokasi, Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno juga sempat berkunjung ke masing-masing stand pameran dan berdialog dengan pelaku UMKM. Bupati Haryanti berdiskusi mengenai sejauh mana proses bisnis, pelatihan dan kendala yang selama ini dilalui.

“Bupati terus memberikan optimisme dan pesan-pesan agar UMKM saya lebih berkembang kedepan. Terus jaga kualitas dan perbaiki terus kemasan. Jangan mudah puas, terus belajar, terus berinovasi dan kreatif, serta gunakan medsos sebagai pemasaran,” terang Mahmud, salah satu pelaku UMKM, yang berkesempatan berdiskusi dengan Bupati Kediri.(kominfo/adv/bud)

Foto : Bupati Kediri saat memberikan penghargaan atlit berprestasi

KEDIRI (KoranTransparansi.com)Peringatan Hari Olahraga Nasional ke-35 Tahun 2018, yang mengusung dengan berolahraga kita akan memiliki jiwa dan raga yang sehat serta mampu berpartisipasi untuk Indonesia. 

Bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional ke-35 ini, Pemerintah Kabupaten Kediri turut memperingati dengan menggelar upacara Hari Olahraga Nasional ke-35, yang bertempat di halaman belakang Pemkab Kediri, Senin (17/9/2018)

Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB, bertindak sebagai Inspektur Ucapara, Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno, Komandan Upacara, Joko Suwono, S.Sos, M.Ap, Perwira Upacara, Randy Agatha Sakaira, S.ip, M.Si dan diikuti oleh para atlet berprestasi Kabupaten Kediri, serta seluruh pegawai Pemerintah Kabupaten Kediri.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kediri juga menyampaikan aspresiasi dari Menteri Pendidikan dan Olahraga melalui sambutan yang dibacakannya.

 “Dengan banyak atlet yang berprestasi menunjukkan bahwa kita Indonesia memiliki jiwa dan raga yang kuat,” ujarnya. 

Tidak hanya Menpora, Bupati Kediri pun turut memberikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada para pelatih, KONI, serta para atlet Kabupaten Kediri yang berprestasi baik di tingkat Jawa Timur, nasional, dan internasional. 

" Adanya prestasi yang diraih, tinggal bagaimana kita nantinya akan tetap memberikan pembinaan serta bimbingan secara berjenjang,” ucapnya.

Selain apresasi, piagam penghargaan juga diserah kepada 11 perwakilan atlet berprestasi Kabupaten Kediri di berbagai cabang olahraga dan tingkat prestasi. Pada akhir upacara, terdapat penampilan atraksi dari salah satu Pasukan Pencak Silat Kabupaten Kediri. 

Dan, atraksi jurus Empi yang merupakan salah satu jurus melumpuhkan lawan dari berbagai arah ini mampu menciptakan decak kagum seluruh peserta upacara. (kominfo/adv/bud)

Foto: Dropping air bersih yang terus dilakukan dan pembenahan pipa air masih berjalan
KEDIRI (KoranTransparansi) - Pasca kejadian kebakaran hutan pada petak 148 wilayah kurnia atau tepatnya di Dusun Kebon Ringin Putih, Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Senin (17/9/2018), krisis air diwilayah tersebut. Hingga, BPBD Kabupaten Kediri melakukan dropping air bersih.
 
Keterangan Randy Agatha, Kepala BPBD Kabupaten Kediri, dampak kebakaran hutan di petak 148 yang berlangsung, Sabtu (15/9/2018) lalu dan mengakibatkan pipa saluran air bersih mengalami kerusakan.
 
" Tahap awal, pasca kebakaran terjadi, kami sudah melakukan droping air bersih sebanyak 2 unit mobil tangki. Dan, sampai saat ini sudah 9 tangki air bersih didroping didaerah terdampak" kata Randy Agatha, Senin (17/9/2018).
 
Menurutnya, dropping air bersih akan terus dilakukan hingga kondisi diwilayah Sepawon membaik. Terlebih lagi, tim BPBD Kabupaten juga akan selalu siaga dalam menerima keluhan dan aduan dari warga.
 
" Pastinya, pendistribusian akan terus dilanjutkan sampai pipa air yang diperbaiki bisa kembali normal dan berfungsi kembali" pungkasnya.(bud)
 
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...