Kediri

Foto   : Tim dari Perhutani yang berusaha memadamkan api di area Gunung Wilis
KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Setidaknya 25 Hektar hamparan ilalang dan dataran hijau di Gunung Wilis ludes dilalap api. Hingga, Senin (10/9/2018), kepulan asap masih terjadi. Karena lokasi terjal dan sulit digapai anggota, pemadaman belum bisa dilakukan secara maksimal.
 
Rathmanto, Kepala Adm Perhutani Kediri, mengatakan, kebakaran terjadi di wilayah Gunung Wilis atau tepatnya petak 54 A, RPH Salam Judeg, BKPH Pace, KPH Kediri. Lokasi ini, memang masuk wilayah administrasi Dusun Salam Judeg, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.
 
"Benar, telah terjadi kebakaran area illalang di Gunung Wilis yang masuk wilayah Nganjuk.Anggota dibantu pihak terkait telah memonitor dan terus melakukan upaya pemadaman," ucap Rathmanto, saat dihubungi, Senin, (10/9/2018).
 
Menurutnya, kobaran api diketahui muncul sejak Sabtu (8/9/2018), sekitar pukul 10.00 Wib. Dan, luasan api mencapai 25 Hektar, hingga Minggu (9/9/2018) malam, masih berkobar dan belum bisa dipadamkan. Hal itu, lantaran lokasi terjal dan material kebakaran berupa ilalang serta tumbuhan yang diduga cepat merambat.
 
" Memang, sampai Minggu (9/9/2018) malam api masih berkobar, material kebakaran berupa ilalang dan tumbuhan bawah lain dengan kondisi sangat kering dan tebal disertai angin yang sangat kencang membuat api sulit dipadamkan," imbuhnya.
 
Dia juga menjabarkan, upaya pemadaman dilakukan dengan membuat ilaran api sebagai sekat bakar, tidak bisa dilakukan pemadaman secara langsung karena tiupan angin kencang dan medan terjal. 
 
Disinggung mengenai penyebab kebakaran, Rathmanto mengaku, api dapat muncul dan dipicu oleh beberapa hal.Mulai dari sisa serpihan abu rokok dan bekas api unggun.
 

 

"Mohon doanya, kendati medan terjal dan curam  api hari ini bisa dipadamkan petugas dibantu masyarakat dan instansi terkait,' pungkasnya.(bud)
Foto : Ribuan masyarakat saat menghadiri Istighosah di Masjid Agung
 
KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Area Masjid Agung Kota Kediri dipenuhi ribuan masyarakat untuk bersama-sama beristighosah memanjatkan Do'a kepada Allah dalam rangka mengakhiri tahun 1439 H dan menyambut datangnya 1 Muharram 1440 H.
 
Tidak hanya dari Kota Kediri saja, melainkan juga masyarakat dari luar kota yang ikut dalam acara rutin yang diselenggarakan oleh PCNU Kota Kediri dan Pemerintah Kota Kediri ini.
 
Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah yang ditemui dalam kegiatan ini bersyukur acara istighosah ini dapat terlaksana setiap tahunnya. 
 
" Dengan adanya acara ini dapat membawa tahun baru yang akan dijalani menjadi semakin bermanfaat untuk Kota Kediri dan seluruh masyarakat yang mengikuti kegiatan ini" kata Wakil Walikota Kediri, Senin (10/9/2018) malam, usai acara.
 
Sekedar diketahui, dalam istighosah dan do'a bersama ini dipimpin oleh KH Anwar Mansyur Rais Suriah NU Jawa Timur, yang juga salah satu pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo 
 
Hadir pula, Kasdim 0809 Kediri, Wakapolres Kediri Kota, tokoh agama dan tokoh masyarakat.(bud)
Foto : Dari Kanan, mengenakan kacamata, Ketua Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo Kediri Imam Mubarok dan Walikota Kediri,Abdullah Abu Bakar saat melihat koleksi keris
 
KEDIRI (KoranTranspasansi) - Antusiasme ribuan masyarakat dari berbagai penjuru luar biasa menyaksikan pembukaan Gugat Keris Jenggala 2, oleh Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar. Pameran keris yang memamerkan 200 keris, mulai abad ke-8 hingga abad ke-19, bertempat di pusat kuliner Titik Nol yang diselenggarakan 7 - 9 September 2018. 
 
Berbeda dari tahun sebelumnya, Gugat Keris Jenggala kali ini juga mengadakan edukasi terhadap 100 siswa SMP di Kota Kediri, mengenai warisan budaya keris. Pada pameran ini, juga dilakukan lelang keris untuk membantu korban gempa Lombok.
 
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi Gugat Keris Jenggala 2 ini.
 
"Ini adalah tahun kedua kita selenggarakan Gugat Keris Jenggala bekerjasama dengan teman-teman dari Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo. Ini semua untuk nguri-nguri kebudayaan," ujarnya.
 
Mas Abu sapaan akrab Walikota Kediri juga mengatakan, melalui Gugat Keris Jenggala 2 ini, masyarakat khususnya generasi milenial dapat teredukasi tentang keris, sebagai salah satu warisan budaya non benda yang telah ditetapkan oleh UNESCO
 
"Melalui pameran ini, harapannya masyarakat bisa tahu bahwa keris itu sebuah mahakarya yang dalam pembuatannya memiliki filosofi dan harapan. Jadi, tidak lagi dipandang mistis seperti yang ada di masyarakat," imbuhnya
 
Melalui pameran ini, Walikota Kediri juga berharap, agar keris ini terus dijaga dan dicintai agar tidak diambil oleh negara lain. 
 
" Hal seperti ini sangat disukai oleh negara lain. Untuk itu kita harus menjaga agar tidak diambil oleh negara lain," harapnya
 
Selain mengunjungi pameran Gugat Keris Jenggala 2, Mas Abu juga mengunjungi stan Kediri Creative Exhibition yang memamerkan produk-produk UMKM Kota Kediri. Bahkan, ada beberapa stand dari UMKM daerah sekitar, meliputi, Tulungagung, Nganjuk dan Blitar.
 
" Melalui pameran semacam ini para pelaku UMKM dapat saling berbagi untuk memajukan UMKM nya. Dengan seperti ini, mereka akan terasah daya saingnya dan kreativitasnya. Terutama dalam hal perbaikan packagingnya," pungkasnya.
 
Ditempat yang sama Nur Muhyar, Kepala Disbudparora Kota Kediri menjabarkan, bahwa event semacam ini diharapkan juga menarik animo Wisatawan, hingga bisa menjadi agenda tahunan.
 
" Menarik animo Wisatawan agar berkunjung ke Kota Kediri, dengan adanya event Gugat Keris Jenggala ini. Dan, acara semacam bisa dijadikan agenda tahunan kedepanya" katanya.
 
Sekedar diketahui, bersamaan dengan acara tersebut, Walikota Kediri juga menyerahkan Pemenang Lomba Parade Mobil Hias. Juara I diraih oleh Jatmiko Bagus Saputro, juara II diraih oleh Ani Rahmawati, juara III diraih oleh Tri Asri Rahmananto dan juara favorit Cecep Winarno.
 

 

Adapun tamu undangan yang hadir meliputi, Ketua TP.PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar, Ketua Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo Kediri Imam Mubarok, perwakilan Forkopimda Kota Kediri, Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Kediri, serta pemerhati dan pedagang keris dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara).(adu/bud)
Foto : Para peserta dari anak SD Se-Kediri saat mengikuti Kampanye Sarapan Sejak Dini, di Gor Jayabaya, Kota Kediri
KEDIRI (KoranTranspransi) - Dalam rangka mengkampanyekan pola hidup sehat, Minggu( 09/9/2018), Nestlé Koko Krunch menggelar kampanye sarapan sehat sejak usia dini yang dikemas secara edukasi. Yakni, menggelar lomba mewarnai dan menggambar bagi anak kelas 1- 3 SD yang diikuti 1.100 anak, bertempat di GOR Jayabaya, Kota Kediri.
 
Keterangan Sales Eksekutif Area Kediri, Ide Riabdi Abdilah, acara ini merupakan kelanjutan dari kampanye Ayo Bangun Indonesia (ABI). Kampanye ini, bertujuan mendorong masyarakat Indonesia menerapkan perilaku sarapan sehat.
 
"Nestlé Koko Krunch menggelar program Koko Olimpiade, yang tujuannya membangun kebiasaan sarapan sehat sejak usia dini. Salah satunya, melalui kegiatan kegiatan edukatif dan menyenangkan bagi keluarga," ujarnya saat dilokasi.
 
Menurutnya, Koko Olimpiade yang dikemas dengan lomba mewarnai dan menggambar ini, memasuki tahun ke-17. Dan, program Koko Olimpiade juga diikuti 200.000 anak di 80 Kota di Indonesia, yang menggelar acara serupa. Namun, sampai saat ini Sedangkan masih diikuti 45.000 peserta di 45 kota.
 
"Tujuannya, ajakan pentingnya sarapan pagi bagi anak kecil sebelum beraktifitas sehari-hari. Namun, dengan pesan ini kita kemas sebaik mungkin agar anak tertarik," imbuh Ide.
 
Ide juga menjabarkan, para pemenang lomba di tiap kota akan maju ke tahap Grand final pada November 2018 mendatang. Dan para pemenang di tahap Grand Final berkesempatan menikmati perjalanan bersama keluarga di Legoland Resort, Malaysia.
 
"Untuk pemenang wilayah Kediri akan bertarung lagi di Surabaya. Jika menang, akan dikirim ke Jakarta yang kemudian diambil satu pemenang guna diberangkatkan ke Malaysia," pungkasnya.(bud)
Foto : Bhabinkamtibmas Manisrenggo saat melakukan Binluh dan Bintipmas

KEDIRI (KoranTransparansi) - Dalam rangka memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat, Polresta Kediri galakan peran Bhabinkamtibmas guna  melaksanakan kegiatan door to door system (DDS). Seperti halnya, Aiptu Rido Bhabinkamtibmas Kelurahan Manisrenggo, yang mengawali program dengan mengunjungi SDN Manisrenggo, Kamis (9/8/2108). 

Untuk penerapannya, Bhabinkamtibmas menyampaikan kegiatan Bintipmas dan Binluh ke Siswa dan Siswi SDN Manisrenggo. Hal yang disampaikan, agar sepulang sekolah hati-hati dijalan dan segera pulang ke rumahnya masing-masing.

“Dihimbau tidak bermain tanpa memberitahukan kepada orang taunnya. Dihimbau tidak terpengaruh pada hal-hal negatif yang merusak masa depan,” kata kasie Humas Polsek Kota, Polresta Kediri, Aiptu Tjatur Satrio Utomo.

Disamping itu, himbauan juga ditekankan harus bersungguh-sungguh belajar.Karena, jika tanpa bekal belajar yang sungguh maka di kemudian hari akan tergesar dengan perkembangan globalisasi.(bud)

Foto : Sosialisasi Kinerja PSM saat berlangsung di gedung Bagawantha Bhari

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial menggelar sosialisasi kinerja Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dalam penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Acara tersebut, digelar di Gedung Bhagawanta Bhari, Kamis (9/8/2018).

Tujuan kegiatan ini, agar PSM bisa bermanfaat dan mendorong, menggerakkan serta mengembangkan kegiatan kesejahteraan sosial, bahwa PSM sebagai pendamping sosial bagi warga masyarakat khususnya warga Kabupaten Kediri. 

Selain itu, dalam acara ini juga dilaksanakan prosesi penyematan jas PSM sebagai simbolis dikukuhkanya para kader PSM menjadi relawan sosial masyarakat Kabupaten Kediri.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Dinas Sosial Sugeng Waluyo, SP. MM, Ketua LK3, perwakilan satker, Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Kediri, dan 340 PSM se-Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Sugeng Waluyo, SP. MM menyampaikan, PSM ini sendiri mempunyai fungsi untuk mendukung PMKS seperti anak terlantar sampai orang miskin. 

“Jadi, PSM ini mempunyai manfaat yang multi fungsional. Jadi, apabila terdapat masalah yang ada di desa bisa segera disampaikan kepada kami. Dengan cepatnya informasi yang disampaikan, kami bisa dengan cepat turun tangan untuk menyelesaikannya,” jelas Sugeng Waluyo.

Dia menambahkan, harapan kedepanya keberadaan PSM bisa bermanfaat dan membantu semua pihak, yang utamanya fokus dalam program penurunan kemiskinan.

“Harapan kami PSM ini bisa bermanfaat membantu seluruh pihak yang terkait dengan program penurunan kemiskinan, baik membantu kaum disabilitas maupun permasalahan sosial khususnya di Kab. Kediri. Dengan adanya PSM ini kami yakin bisa melengkapi, membantu serta menanggulangi terkait dengan PMKS,” tandasnya.

Ditempat yang sama, salah satu anggota PSM, Yolanda, asal Desa Sukoanyar, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, menyampaikan, keikutsertaannya menjadi anggota PSM ini atas dasar hati nurani serta keikhlasan. 

“Saya ingin berkontribusi nyata. Dengan menjadi anggota PSM, saya bisa turut serta menekan angka masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Kediri,” ujarnya.(adv/kominfo/bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...