Kediri

Published in Kediri

Bupati Kediri Resmikan RSUD Simpang Lima Gumul

Aug 08, 2018 Publish by 
Bupati Kediri beserta unsur Forkopimda Kabupaten Kediri saat meresmikan RSUD SLG
Bupati Kediri beserta unsur Forkopimda Kabupaten Kediri saat meresmikan RSUD SLG (adv/kominfo/bud)

KEDIRI (KoranTransparansi) - Demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang maksimal terhadap masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul (SLG), Selasa (7/8/2018), diresmikan Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno,yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Pendirian RSUD SLG yang bertempat di Desa Tulungrejo Kecamatan Ngasem, letaknya sangat strategis, yang jaraknya hanya beberapa kilometer dari Monumen Simpang Lima Gumul.

Hadir dalam peresmian tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri, Plh, Sekda Kediri Mohammad Solikin, Kepala OPD se-Kabupaten Kediri, Kepala RSUD Pare, Kepala BPJS, Bank Jatim Kediri, Kepala Desa se-Kabupaten Kediri, tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Kediri.

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno dalam sambutannya mengatakan, pembangunan RSUD SLG ini memiliki sejarah yang panjang, mulai dari pembebasan tanah kisaran tahun 2011 yang meliputi 39 bidang. Lalu, pertemuan dan sosialisasi kepada masyarakat serta pemilik tanah yang terus dilakukan, agar tercipta kesepakatan harga hingga sekarang berdirilah rumah sakit ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas kerjasamanya hingga rumah sakit ini bisa terbangun dan segera beroperasi untuk pelayanan kepada masyarakat. Saat ini,Kabupaten Kediri telah memiliki 2 RSUD yaitu RSUD Pare dan RSUD SLG ,” tuturnya.

Menurut Bupati Kediri, dipilihnya Desa Tulungrejo dipilih menjadi lokasi RSUD SLG, diharapkan dapat mengcoverwilayah Ngadiluwih, barat sungai dan sekitarnya. Sehingga masyarakat semakin mudah untuk mengakses dan mendapatkan pelayanan kesehatan. Sedangkan RSUD Pare, bisa melayani wilayah Kepung, Kandangan, Pare dan sekitarnya.

“Tujuan kami didirikannya RSUD SLG, untuk lebih memberikan pelayanan kepada masyarakat utamanya warga Kabupaten Kediri di wilayah barat Sungai Brantas agar menjadi lebih dekat lagi dan tidak harus jauh-jauh ke Pare. Dari barat sungai bisa melewati jembatan Wijaya Kusuma yang juga baru saja diresmikan,” imbuhnya

Berbicara sarana dan prasarana, Bupati Kediri berjanji akan lebih meningkatkan lagi. Harapan kedepanya, RSUD SLG bisa melayani radioterapi yaitu pengobatan dengan sinar, sehingga untuk pasien penderita kanker tidak perlu jauh-jauh lagi ke luar kota. Namun, syaratnya harus bertipe B, sedangkan rumah sakit ini masih bertipe C.

" Jadi, kita harus menunggu ke tingkat B terlebih dahulu, guna mewujudkan semua itu " pungkasnya.

Ditempat yang sama, dr.eko Heriadi juga menyampaikan, seiring dengan perkembangan IPTEK RSUD Simpang Lima Gumul Kediri, pihaknya akan berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi excellent service yang mengutamakan mutu dan keselamatan pasien

“Saat ini untuk peralatan telah siap sekitar 60 persen Namun, dalam waktu dekat harus bisa mencapai 80 persen lebih,” ujar dr. Eko Heriadi.

Dirinya juga menguraikan, saat ini pembangunan gedung RSUD sudah rampung 100 persen, tapi ini masih tahap peresmian dan untuk operasionalnya akan mulai berjala awal 2019 nanti. Dan, RSUD kedua di Kabupaten Kediri ini terbilang sangat megah, yang terdiri dari beberapa gedung.

Untuk Gedung utama, memiliki tiga lantai lengkap dengan fasilitas lift yang cukup luas. Sementara bangunan penunjang lain ada di bagian belakang dengan dua lantai.

"Kedepan akan ada sekitar 300 tempat tidur untuk rawat inap, namun untuk tahap awal operasional kami sediakan 70 tempat tidur dulu,” tutupnya. (adv/kominfo/bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...