Kediri

Published in Kediri

Kalangan DPRD Kota Kediri Akan Jadi Saksi Soal Jembatan Brawijaya

Feb 11, 2018 Publish by 
Kondisi jembatan Brawijaya yang saat ini masih mangkrak
Kondisi jembatan Brawijaya yang saat ini masih mangkrak (kt/bud)

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Kasus Jembatan Brawijaya yang masuk proses persidangan terus bergulir. Dan, jadwal sidang di Pengadilan Tipikor Senin (12/02/2018), Kejaksaan Kota Kediri akan menghadirkan saksi kalangan anggota  DPRD Kota Kediri yang masih aktif maupun mantan anggota DPRD kota Kediri .

Rosyid Kasi Pidsus Kejaksaan kota Kediri mengatakan, jika jadwal sidang di Pengadilan Tipikor Jatim,  masih mendatangkan saksi Anggota DPRD Kota Kediri  periode 2009 - 2014 yang masih aktif maupun mantan.

" Agenda sidang jembatan Brawijaya masih mendatangkan Saksi " kata Rosyid melalui telepon selulernya Minggu (11/02/2018)

Dijabarkanya, jika agenda saksi dihadirkan guna mengkronfontir antara Samsul Azhar ( mantan Walikota Kediri ) dengan saksi lain akan yang akan dihadirkan.

" Samsul tetap dipanggil dalam agenda sidang  Senin (12/02/2018), bersamaan dengan saksi dari anggota DPRD kota Kediri " tandasnya

Sekedar diketahui sebelumnya, sidang  dugaan kasus korupsi jembatan Brawijaya sebelumnya, Senin (5/2/2018), lalu, sudah menghadirkan mantan Wali Kota Kediri Samsul Ashar.

Namun, dalam persidangan, mantan Wali Kota Kediri itu banyak mengatakan lupa saat ditanya Jaksa. Bahkan, saat Jaksa menanyakan jumlah anggaran tahun 2010, Samsul Ashar mengatakan lupa.

Bahkan, Jaksa juga menanyakan berulang kali  terhadap Samsul Ashar perihal pinjaman terhadap Widianto Hadi S, Rp 500 juta, pada (24/12/2008) silam. Namun, yang bersangkutan kembali mengatakan lupa.

Sementara, dalam kasus jembatan Brawijaya tersebut, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menjebloskan dua tersangka, dalam proses pembangunan Kota Kediri 2010-2013. Yakni,  Kasenan dan Wijanto, yang saat ini mendekam di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri, November 2017 lalu.

Dimana, kedua tersangka didakwa melakukan korupsi mega proyek pembangunan Jembatan Brawijaya Kota Kediri 2010-2013 yang didanai APBN Rp 66 miliar. Modus operandinya,mereka tidak membuat Harga Perkiraan Satuan (HPS) sehingga negara dirugikan sebesar Rp 14 miliar.(bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...