Kediri

Published in Kediri

Dinilai Obral Janji, PDI P Kota Kediri Urung Dukung Samsul Ashar

Jan 09, 2018 Publish by 
Gus Sunoto (nampak tengah) saat mendampingi pasangan Incumbent mendaftar di KPU Kota Kediri
Gus Sunoto (nampak tengah) saat mendampingi pasangan Incumbent mendaftar di KPU Kota Kediri (kt/bud)

Kediri (Koran Transpaansi)  - Munculnya dr Samsul Ashar yang digadang oleh PDI P Kota Kediri sebagai bakal calon Walikota Kediri di Pilwali 2018 akhirnya kandas, saat memasuki jadwal pendaftaran di kantor KPU Kota Kedri, yang digelar 8 Januari- 10 Januari 2018.

Gagalnya bacalon Walikota Kediri yang akan diusung Partai berlambang banteng moncong putih itu, lantaran yang bersangkutan dinilai obral janji dan tidak memenuhi komitmen, seperti yang diutarakanya kepada Partai.

Hal itu dibenarkan H.Gus Sunoto, Ketua DPC PDI P Kota Kediri, bahwa dr Samsul Ashar dinilai tidak komitmen terhadap Partai. Ditambah lagi, menjelang akhir pendaftaran malah menghilang dan tidak bisa dihubungi.

" Selain sulit dihubungi, yang bersangkutan ( dr Samsul Ashar) juga tidak jelas dalam memilih pendampingnya dan sering minta gonta-ganti pasangan.Padahal, Adi Suwono sebagai bakal calon Wakil Walikota, sudah siap mewarnai dalam Pilwali 2018 " kata Gus Sunoto, Senin (8/1/2018).

Menurutnya, dari kegagalan mengusung bakal calon Walikota dan Wakil Walikota, pihaknya memilih mendukung pasangan Incumbent yang dirasa mempunyai program jelas dalam menata Pemerintahan Kota Kediri kedepanya.

" Mendukung Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibah ( pasangan Incumbent), lantaran yang bersangkutan mempunyai visi dan misi jelas. Disisi lain, langkah ini dilakukan lantaran  tidak memungkinkan PDI P mengusung bakal calon Walikota Kediri dan Wakilnya " pungkasnya.

Terpisah, Adi Suwono, Kader PDI P sekaligus bakal calon Wakil Walikota Kediri yang gagal diusung mengatakan, dari kejadian ini pihaknya meminta, agar PDI Kota Kediri lebih selektif dalam memilih figur calon yang akan diusung kedepanya.

" Harapanya, hal semacam ini ( gagal mengusung bakal calon Walikota dan Wakilnya) tidak terjadi lagi. Dan, PDI P Kota Kediri bisa selektif lagi kedepanya dalam memilih calon maupun figur yang akan diusung " harapnya.

Sementara, Ahmad Qodiron, selaku Juru Bicara dr Samsul Ashar, mengatakan, bahwa pihaknya beranggapan tetap komitmen dalam mewarnai Pilwali 2018 dan optimis akan tetap mendaftar di kantor KPU Kota Kediri.

" Tunggu saja Rabu (10/1/2018), kami akan mendaftar ke KPU Kota Kediri, guna mendaftar di Pilwali 2018 ini " ungkap Odi sapaan akrabnya, tanpa menyebutkan melalui Parpol mana sebagai pengusungnya.

Sekedar diketahui, peta Parpol yang mengarah pasangan Incumbent sebanyak 5 Parpol,meliputi PAN, Nasdem, PDI P, PKS dan Demokrat. Lalu, PKB, Golkar dan PPP memilih mengusung Aizzudin Abdul Rahman dan Sujono Teguh Wijaya.

Dan, dua Parpol lainya, yakni Gerindra dan Hanura belum menyatakan sikap akan dukunganya. Padahal, dua Parpol ini total hanya memiliki 5 kursi di Parlemen dan tidak mencukupi syarat pendaftaran ke KPU, yang harus mempunyai 6 kursi apabila mengusung bakal paslon.(bud)

banner