Kediri

Published in Kediri

Membela Sesama, GP Ansor Lakukan Aksi Di PN Kabupaten Kediri

Dec 06, 2017 Publish by 
: Ratusan massa GP Ansor Kabupaten Kediri saat melakukan aksi.
: Ratusan massa GP Ansor Kabupaten Kediri saat melakukan aksi. (kt/bud)

KEDIRI (KT) - Sebagai wujud solidaritas terhadap Santri yang diperlakukan tidak adil, puluhan santri dan anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kediri, Rabu (6/12/2017), mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Massa yang berkisar 100 orang mendatangi  PN dengan mengendarai truk dan mobil pribadi. Mereka, gabungan dari para santri Ponpes Darul Fatiqin, Badas dan Ponpes Semanding, Pare serta PAC Ansor Badas, Kunjang, Plemahan, Wates dan perwakilan PAC Se-Kabupaten Kediri.

Di halaman kantor PN,koordinator aksi melakukan orasi secara bergantian. Mereka menuntut, majalis hakim yang mengadili Ahmad Syarifudin (18), terdakwa kasus dugaan penadah handphone (HP) curian, supaya dbebaskan. Lantaran, terdakwa yang masih aktif sebagai santri dari Ponpes Darul Fatiqin di Dusun Tegalrejo, Kecamatan Badas tersebut tidak bersalah.

“Pak Jaksa, pak Hakim, berikan keputusan yang seadil adilnya. Gunakan mata hati nurani. Jika kang Sarifudin bersalah, hukum seadil adilnya, tetapi jika tidak bersalah, bebaskan. Kami yakin kang Sarifudin tidak bersalah, karena hanya membeli HP saja, bukan mencari keuntungan, maka bebaskan,” teriak Turagung, Divisi Sosial GP Ansor Kabupaten Kediri dalam orasinya.

Dalam aksi itu, para santri sembari membawa poster berisi berbagai tuntutan. Diantaranya, mendesak majelis hakim membebaskan terdakwa Syarifudin.

Aksi itu, juga bertepatan dengan sidang lanjutan kasus penadahan barang hasil curian dengan terdakwa Syarifudin, yang memasuki agenda pembacaan tanggapan terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terpisah, Tim penasihat hukum terdakwa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor yang dipimpin Dr. Nurbaidah, SH membacakan keberatan atas dakwaan JPU. Ada lima poin keberatan, diantaranya, terdakwa tidak tahu asal usul barang yang dibeli, dan nilai barang yang dibeli dibawah Rp 2,5 juta.

Selanjutnya, terdakwa Syarifudin ditahan kepolisian Polres Kediri atas kasus pembelian HP vivo Seharga Rp 600 ribu. Dia membeli melalui media sosial (medsos) kemudian janjian bertemu di sebuah konter di wilayah Jombang.

" Terdakwa membeli dengan cara tukar tambah (TT) dengan HP nya seharga Rp 400 ribu, sehingga terdakwa hanya membayar kekurangan senilai Rp 200 ribu" ungkap Nurbaidah dihadapan Majelis.

Sekedar diketahui, sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Agustinus Yudi, berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Sidang akhirnya ditunda minggu depan, dengan agenda lanjutan tanggapan keberatan dari JPU.(bud)

banner