Kediri

Foto : Agus Rofiq,Ketua KPU Kota Kediri memberikan keterangan kepada Wartawan

KEDIRI (KoranTransparansi) - Ada dua Parpol di Kota Kediri yang tak mendaftarkan Bacalegnya untuk Pileg 2019 mendatang. Dan, dua parpol ini memilih tidak mendaftarkan Bacalegnya di KPU Kota Kediri, hingga akhir pendaftaran.

“Kedua Partai tersebut adalah PBB dan PKPI Kota Kediri yang tidak mendaftarkan diri hingga akhir pendaftaran, Selasa (17/7/2018), sampai pukul 24.00 WiB. Dan, 14 partai lainnya sudah mendaftarkan Bacalegnya,” kata Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofiq, Rabu (18/7/2018).

Pria yang akrab disapa Gus Rofik itu mengatakan, dari 14 partai politik itu jumlah total mendaftarkan 321 Bacaleg. Meliputi, 197 Bacaleg laki laki dan 124 Bacaleg perempuan.

“Partai politik yang mendaftarkan terakhir atau injury time ada dua. Yaitu Hanura dan PPP,” imbuh Gus Rofik.

Ditambahkan Gus Rofiq, Meski 14 Parpol sudah mendaftarkan Bacalegnya bukan berarti mereka langsung lolos. Sebab, sesuai agenda KPU Kota Kediri akan melakukan verifikasi terkait berkas masing-masing Bacaleg.

“Verifikasi berkas-berkas itu untuk memastikan kelengkapannya. Jika ada yang kurang kami surati yang bersangkutan untuk memperbaiki atau melengkapi hingga sebelum penetapan tanggal 31 Juli 2018,” pungkasnya.(bud)

Foto : Defrizal, Kepala Bulog Sub Divre Kediri saat menunjukkan kemasan beras sachet 200 gram

KEDIRI (KoranTransparansi) - Program baru digulirkan Bulog yang memproduksi beras sachet kemasan 200 gram secara Nasional. Dan, Rabu (18/7/2018), pemasarannya mulai dilakukan di wilayah Kediri Raya. 

Untuk kemasan beras sachet berkualitas premium tersebut memang baru di lounching tahun ini. Dan, beras kemasan yang dinyakini bakal komersil tersebut akan diproduksi dalam jumlah besar apabila masyarakat menyambut dengan antusias.

Defrizal, Kepala Bulog Subdivre Kediri mengatakan, saat ini pihaknya masih sebatas pengenalan produk. Harapan kedepanya, beras kemasan sachet tersebut bisa dikenal di tengah masyarakat secara umum

"Alhamdulilah sejak awal pekan kemarin, sudah kita pasarkan dan ada penjualan. Artinya animo masyarakat bagus dengan produk ini," kata Defrizal, Rabu (18/7/2018).

Menurutnya, tujuan beras kemasan sachet buatan Bulog ini agar masyarakat lebih gampang mendapatkan beras.Dan, beras kemasan 200 gram, hanya dijual Rp 2.500, yang diharapkan mampu menenuhi kebutuhan masyarakat kelas menengah kebawah.

"Saya rasa dengan adanya beras sachet 200 gram ini masyarakat akan semakin terbantu. Sehingga bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sekarang kalau beli sekilo uangnya tidak cukup, bisa beli beras ini dengan harga terjangkau hanya seharga Rp 2.500," tandasnya.

Lebih jauh dikatakan Defrizal, saat ini stok beras sachet 200 gram diwilayahnya kerjanya masih terbatas, lantaran minimnya alat produksi. Hingga, masing-masing Bulog Subdivre hanya mendapatkan jatah sebanyak 200 bungkus. 

Namun, kendepanya Bulog akan memproduksi lebih banyak setelah masing-masing Bulog Subdivre menerima alat untuk memproduksi beras kemasan sachet tersebut.

"Kita masih menerima kiriman Bulog Divre Jawa Timur.Karena, alat produksinya hanya ada di Surabaya dan rencananya alat tersebut nantinya akan ada disetiap daerah " tandasnya.

Sementara dalam pemasarannya, Bulog Subdivre Kediri saat ini bekerjasama dengan Rumah Pangan Kita (RPK), meliputi, Koperasi dan toko-toko kelontong yang ada di wilayah kerjanya.(bud)

Foto : Partai Gerindra Kota Kediri saat menggelar Pendidikan Politik bagi para kadernya

KEDIRI (KoranTransparansi.con) - Hartingah anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi Gerindra sekaligus kader dikabarkan mundur dan memilih pindah ke partai lain, dalam Pemilihan Legeslatif  ( Pileg) 2019 mendatang.

Namun, kemunduran Hartingah yang merupakan kader terbaik Partai Gerindra Kota Kediri itu, belum tertulis dan masih sebatas lesan yang dilontarkan ke Ketua DPC partai Gerindra

Huda Salim, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kediri, membenarkan adanya wacana kemunduran anggotanya dari Partai Gerindra 

" Benar, ada wacana semacam itu. Tapi, ijinya masih sebatas lesan dan belum resmi tertulis " ungkap Huda Salim saat dihubungi, Senin (16/7/2018)

Menurutnya, dia tidak menampik jika kemunduran anggotanya tersebut sesuai kabar yang beredar akan pindah partai lain.

" Kabarnya mau pindah ke Partai lain" imbuhnya.

Huda juga menambahkan, seiring munculnya kabar tersebut, jika Anggotanya yang bernama Hartingah sudah mengambil formulir ke Partai Gerindra untuk Pencalegan 2019 mendatang.

" Tapi, Formulir Pencalegan dari Partai Gerindra sudah diambil oleh yang bersangkutan " ungkapnya.

Kendati demikian, jika sesuai aturan AD/ ART Partai, jika ada anggota yang pindah ke partai lain akan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW), apabila masih menjabat anggota DPRD.

" Otomatis Bakal di PAW bilamana pindah partai " pungkasnya.

Terpisah, Hartingah saat dihubungi mengatakan, jika kepindahan dirinya ke partai lain masih wacana dengan pertimbangan beberapa hal.

" Masih wacana mas dan belum resmi kepindahan saya " ungkapnya.

Lebih jauh Hartingah juga menguraikan, secara pribadi dirinya sebenarnya masih ingin di Partai Gerindra dan saat ini belum ada niatan pindah partai.

" Terus terang, saya masih berat hati meninggalkan Partai Gerindra.Namun, disisi lain suami saya juga maju mencalonkan diri pada Pileg DPR-RI, tapi melalui partai lain " pungkasnya.

Sekedar diketahui, Hartingah pada Pileg yang lalu mendapatkan suara terbanyak dari semua caleg yang maju melalui Partai Gerindra, khususnya dari Dapil Kecamatan Kota Kediri.

Dan, kabar yang santer beredar bahwa Hartingah akan berpindah ke partai Nasdem, mengikuti jejak suaminya yang maju dari Partai Nasdem pada Pileg 2019,mendatang.(bud)

Nampak dua pelajar berprestasi saat bersama Walikota Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi) - Dua pelajar SMA Negeri 1 Kediri menorehkan prestasi dikancah internasional dengan memperoleh medali silver dalam ajang International Young Scientist Innovation Exhibition yang berlangsung 9-13 Juli di Malaysia.

Mereka, Shona Fa’iqa Febiastuti dan Aulia Fidia Syahrina, yang duduk dibangku kelas XI .Adapun penemuan baru yang dicetuskan dua pelajar itu, yakni The Organic Antiseptic Hand Sanitizer Wipes berupa tissu yang dapat menurunkan panas tubuh dan menyerap virus serta bakteri.

Dari serangkaian prestasi tersebut membuat Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar bangga. Hal ini, diungkapkan Walikota yang akrab disapa Mas Abu ini saat menerima Shona dan Aulia di Rumah Dinas Walikota Kediri, Senin (16/7/2018).

Orang nomor satu di Kota Kediri mengaku senang, lantaran ada remaja di Kota Kediri yang mengikuti ajang internasional seperti ini,apalagi menorehkan prestasi sebagai juara kedua ditingkat internasional. 

" Sebagai Kepala Daerah saya senang sekali anak-anak di Kota Kediri dapat menorehkan prestasi yang luar biasa seperti ini,” imbuhnya.

Walikota Kediri juga mengungkapkan, 

dengan mengikuti ajang internasional seperti ini, dapat menaikkan competitiveness dari siswa-siswa.

 “Jadi mereka tidak hanya belajar saja namun juga bisa mengimplementasikan. Anak-anak ini belajar biologi dan kimia lalu dapat mengaplikasikannya menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat bahkan diakui hingga tingkat internasional,”ucapnya

Untuk itu, Walikota Kediri berharap kedepanya akan bermunculan banyak anak-anak yang mengharumkan nama Kota Kediri ditingkat internasional.

 “Semoga ke depan semakin banyak pelajar ataupun mahasiswa di Kota Kediri yang melakukan penelitian bermanfaat untuk masyarakat seperti ini. Kami dari Pemerintah Kota Kediri pastinya akan selalu mendorong dengan anak-anak ini meskipun exhibitionnya jauh pasti akan tetap kita support,” pungkasnya.

Sementara, Shona dan Aulia menceritakan penelitian ini berawal dari kecintaan mereka berdua akan dunia penelitian. Kemudian, di SMA Negeri 1 Kediri diberikan wadah bagi siswa-siswi yang menyukai karya ilmiah yang diberi nama OASE.

Lalu, Shona dan Aulia memanfaatkan bawang merah dan blimbing wuluh sebagai antiseptik pada penelitiannya. Hand Sanitizer Wipes yang dibuatnya pun telah melalui beberapa uji lab bahkan diujikan kepada bakteri dan hasilnya memang bagus.Hingga, hasil penelitian ini berhasil mewakili Indonesia di ajang internasional.(bud)

 

Foto : Menjelang akhir pendaftaran Caleg 2019, masih satu Parpol yang mendaftar di kantor KPU Kota Kediri

KEDIRI (KoranTransparansi).com) - Jelang masa akhir pendaftaran Calon Legeslatif (Caleg) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri, Senin (16/7/2018), masih satu Partai Politik (Parpol) yang mendaftar.

Menurut Ketua KPU Kota Kediri,Agus Rofiq, yang baru mendaftar hanya Partai Berkarya yang memasukan 6 Bacalegnya. Meliputi, Dapil 1 Kecamatan Kota 2 orang, Dapil 2 Kecamatan Pesantren sebanyak 2 orang dan Dapil 3 Kecamatan Mojoroto sebanyak 2 orang.

" Total keseluruhan dari Partai Berkarya sebanyak 6 orang," ungkap Agus.

Dia menambahkan, pendaftaran Bacaleg dibuka mulai 4 Juli sampai 17 Juli 2018. Dan, mayoritas Parpol diperkirakan akan mendafarkan pada hari terakhir pendaftaran.

" Ya, diperkirakan 15 Parpol lainya dari total keseluruhan 16 Parpol peserta Pemilu, akan mendaftar dihari terakhir " imbuhnya.

Agus Rofiq juga menambahkan, apabila hari terakhir pendaftaran masih terdapat Parpol yang belum mendaftar, pihaknya tidak akan memberikan perpanjangan waktu.

"Sudah sesuai aturan PKPU RI dan KPU di daerah hanya sebatas menjalankan untuk  pendaftaran akan ditutup Selasa, 17 Juli 2018, sampai pukul pukul 00.00 WIB," pungkasnya.(bud)

  Foto : Aksi Komunitas Peduli Pendidikan saat menggelar aksi demo

KEDIRI (koran transparansi.com) - Langkah yang ditempuh Komunitas Peduli Pendidikan melakukan aksi demo di depan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, bertempat di Jalan Jaksa Agung Suprapto Mojoroto Kota Kediri, yang menyuarakan masih masaknya pungutan liar ( pungli) tingkat SMA/SMK, Senin (16/7/2018), masih dalam pembahasan internal Dinas Pendidikan.

Saat melakukan orasi, Supriyo SH selaku koordinator aksi mengatakan,bahwa sistem pendaftaran online melalui PPDB yang telah diberlakukan tidak memiliki aturan yang jelas terkait prosedural pendaftaran, anggaran maupun penerimaan siswa. Akibatnya, di dalam pelaksanaan banyak yang bermain uang agar bisa masuk di sekolah favorit.

“Dengan tidak jelasnya aturan itu,diduga mereka bermain. Ahirnya, orang tua yang tidak berkecukupan tidak memiliki akses. Buktinya,anak – anak kita yang mempunyai nilai diatas rata – rata mempunyai prestasi justru malah tidak diterima di sekolah – sekolah favorit. Malah anak anak yang dari luar daerah yang nilainya tidak baik malah diterima,” jelas Priyo, saat orasi, Jumat (13/7/2018),lalu.

Lelaki yang keseharianya menjadi advokat tersebut juga mengatakan, dengan gamblang bahwa di dalam sistem PPDB terdapat pungutan liar yang menyusahkan masyarakat.

“Kita paham ada isu uang disana. Makanya kita kesini juga bertanya apa itu uang gedung? kalau dasar terbitnya aturan memang untuk pemeliharaan gedung itu nanti akan terjadi doubel RAB tidak? karena yang saya tahu dari provinsi juga ada uang pemeliharaan gedung,” terangnya.

Priyo juga menyoroti terkait adanya iuran sukarela komite yang seharusnya tidak terus menerus dimintai.

 “Dasarnya apa? Dibuat apa? Sampai sekarang kita semua kan tidak tahu. Yang ada orang tua hanya di getok ada pembayaran PPDB, uang gedung hingga uang masuk yang dasarnya hanya kedok daripada pungutan liar,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Trisilo Budi P mengatakan, terkait beberapa pembayaran pihaknya akan menindak lanjuti temuan itu. Namun, dirinya mengaku pada dasarnya untuk operasional sekolah memang dibutuhkan dana yang cukup besar.

“Pada dasarnya untuk menciptakan siswa yang berkualitas, pandai dibutuhkan dana yang cukup besar salah satu contoh yang utama yaitu guru harus yang berkualitas dan hal itu membutuhkan dana yang cukup besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut mengenai uang gedung Trisilo mengatakan akan membicarakan hal tersebut dengan sekolah – sekolah terkait. Ia berharap nantinya akan ada kesepakatan ditiadakannya uang gedung tersebut.

“Saya juga siap menindak lanjuti terkait uang gedung. Nantinya saya upayakan untuk uang gedung ditiadakan atau dengan kesepakatan bersama tidak ada paksaan,” tegasnya.

Sementara, apabila memang ditemukan adanya pungutan liar nantinya pihaknya akan memberikan sanksi kepada pihak terkait dalam hal ini kepala sekolah.(bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...