Kediri

Foto : Jatmiko, Waka Kesiswaan SMKN 1 Kota Kediri saat menunjukkan prestasi anak didiknya
KEDIRI ( KoranTransparansi.com)Patut mendapatkan apresiasi luar biasa atas prestasi yang diraih Fathan Zulkarnaen, salah satu Siswa SMKN 1 Kota Kediri, berhasil meraih Juara 3 Karate tingkat Nasional di ajang Olimpiade/Olahraga Sekolah Nasional (O2SN).
 
Keterangan Jatmiko, Wakil Kepala Kesiswaan SMKN 1 Kota Kediri, pihaknya merasa bersyukur atas serangkaian prestasi yang diraih anak didiknya. Harapanya, hal ini bisa menjadi motivasi anak didik lainya.
 
" Ya, kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih Fathan Zulkarnaen, Siswa Klas XI TITL-3, dengan meraih Juara 3 Karate tingkat Nasional di ajang 02SN" kata Jatmiko, Selasa (25/9/2018).
 
Dia menjabarkan, memang tidak mudah dalam meraih prestasi tingkat Nasional yang diraih anak didiknya tersebut. Sebelumnya, berbagai event tingkat regional diikuti hingga mampu berlaga mewakili Propinsi Jawa Timur.
 
" Awal sebelum berlaga di ajang O2SN, Siswa kami mengikuti ajang tingkat Regional terlebih dahulu dan meraih Juara 1. Dari sinilah, Fathan Zulkarnaen mewakili Propinsi Jawa Timur guna mengikuti ajang O2SN dan meraih Juara 3 " pungkasnya.(bud)
Foto : Warga saat mendatangi Balai Desa Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
 
KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Merasa keluhan polusi debu yang ditimbulkan oleh truk pasir tidak ditanggapi, ratusan orang warga Desa Wonorejo Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur meluruk kantor balai desa setempat, Senin (24/9/2019). Mereka, minta pemerintah desa menutup akses jalan utama yang selama ini digunakkan aktivitas pengangkutan material pasir, dari kawasan tambang di aliran lahar Gunung Kelud.
 
Saat tiba di balai desa, para warga ditemui Kepala Desa Wonorejo Trisulo, Mohamad Mustofa bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat. Mereka,kemudian menggelar audiensi bersama Paguyuban Truk Pasir.
 
Wakil Ketua BPD Wonorejo Trisulo, Edi mengatakan, masyarakat sudah tidak tahan terhadap polusi debu yang terjadi setiap hari. Banyak diantara warga yang jatuh sakit. Mulai batuk, pilek hingga Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). 
 
“Kedatangan kami kemari sebenarnya membantu Pemerintah Desa Wonorejo Trisulo untuk segera menyelesaikan masalah ini. Kami sepakat menolak truk pengangkut pasir melintasi jalan utama. Kami juga meminta agar pembangunan jalan ini segera dipercepat agar polusi debu ini segera berakhir,” kata Edi, Senin (24/9/2018).
 
Dalam audiensi ini sejumlah tokoh masyarakat mengajukan protes dan usulan. Mayoritas dari mereka,menolak apabila jalan utama dilalui truk pasir. Bahkan, ada yang meminta agar jalan ditutup untuk truk pasir yang sehari-hari melintas kurang lebih 400 unit. 
 
Ditambahkan Edi, selain menyebabkan debu, truk pasir juga mengabaikan kondisi lingkungan dan kesehatan warganya. 
 
“Mereka hanya menyirami jalan menggunakan air. Dalam cuaca panas terik seperti ini, penyemprotan itu tidak sebanding. Belum lama disemprot, jalanan sudah kering dan berdebu kembali,” terus Edi.
 
Sementara, Kepala Desa Wonorejo Trisulo, Mohamaad Mustofa, bahwa selama ini pihaknya terus mendapatkan keluhan dari masyarakat yang merasa terganggu akibat polusi debu dari truk pasir. Ditambah lagi pelaksanaan proyek jalan yang tidak kunjung selesai. 
 
“Dalam pertemuan ini, warga mempertanyakan kelanjutan pembangunan jalan kapan, karena efeknya sangat mengganggu. Mulai ada yang batuk dan penyakit dalam. Ada beberapa warga yang meminta untuk jalan ini ditutup, tetapi itu tidak mungkin,” tegas Mohamad Mustofa.
 
Hingga, pertemuan tersebut membuahkan beberapa poin. Pemerintah Desa Wonorejo Trisulo melarang truk pasir beroperasi di jalur utama, tetapi akan dialihkan ke jalur alternative. Pemerintah desa juga akan mempertanyakan ke lembaga diatasnya terkait kelanjutan proyek pembangunan jalan. 
 
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Wonorejo Trisulo mengeluhkan polusi debu yang ditimbulkan oleh truk pasir yang melintasi jalan desa. Jalan yang rusak dan kini proses pembangunan dilintasi ratusan truk membawa material pasir dari tambang setiap harinya. Banyak warga yang tidak berani keluar rumah karena debu. Bahkan, ada beberapa diantara mereka yang jatuh sakit saluran pernafasan. (bud)
Foto : Kapolres Trenggalek saat bersama Awak Media yang terangkum dalam J Scook

 

KEDIRI (koran transparansi.com) - Klub motor yang anggotanya para jurnalis memiliki peranan sangat penting dalam mensosialisasikan aturan berlalu lintas di jalan serta safety riding di tengah masyarakat. Demikian disampaikan oleh Kapolres Trenggalek AKBP Didit B.W.S.
 
Pihaknya mengajak komunitas Jurnalis Scooter Kediri (J-Scook) mengkampanyekan Safety Riding (berkendara dengan aman dan nyaman) kepada masyarakat di Trenggalek dan sekitarnya.
 
"Klub motor memiliki peranan sangat penting dan mulia di tengah-tengah masyarakat. Karena klub motor bisa menjadi mitra kepolisian sebagai pelopor keselamatan untuk memberi contoh dan mengajak masyarakat umum tertib dalam berlalulintas," kata Kapolres Trenggalek AKBP Didit saat bertemu dengan para anggota J-Scook di Kilometer 16 lokasi longsor,  Jumat (21/9/2018).
 
Masih kata Kapolres, jika safety riding tersebut sudah menjadi budaya dan terus dikampanyekan oleh klub motor, maka kesan dan pandangan miring dari masyarakat kepada klub motor akan berubah.
 
"Komunitas J-Scook ini kan motornya Vespa dan yang saya salutkan semua motor di komunitas ini memiliki spesifikasi lengkap. Ini yang harus dicontoh semua klub motor, sehingga harapannya semua klub motor bisa ikut berkampanye berlalulintas yang baik," ucapnya.
 
Selama ini, imbuh Kapolres tidak dapat pungkiri jika klub motor atau para bikers masih selalu mendapatkan pandangan miring. Seperti dianggap hanya bisa kebut-kebutan di jalan, urakan, biang kriminalitas dan sebagainya.
 
Ketua J-Scook, Budi Sutrisno berterima kasih kepada Kapolres Trenggalek. Pasalnya, meski dalam tugas mengawasi jalur longsor di Kilometer 16 Kabupaten Trenggalek, ia masih menyempatkan diri untuk berbaur dengan jurnalis kediri dan masyarakat. 
 
"Kami salut dengan kinerja bapak AKBP Didit, dengan sibuknya mengatur jalur longsor secara buka tutup, beliau masih menyempatkan diri untuk berbaur sapa dengan masyarakat dan jurnalis," tandasnya.
 
Masih kata Budi, pihaknya bersama seluruh anggota J-Scook akan menjalankan imbauan Kapolres Trenggalek dengan mengkampanyekan tertib berlalulintas. 
 
"Seperti yang disampaikan Kapolres Trenggalek, kita akan selalu berusaha menjadi contoh kepada masyarakat untuk taat berlalulintas dan berkendara dengan mengedepankan safety riding," tutupnya. (bud)
 
 
Foto :  Agenda tahunan larung sesaji di Festival Kelud yang selalu menjadi daya tarik
KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Salah satu rangkaian Festival Kelud 2018, yakni tradisi Larung Sesaji Gunung Kelud berjalan lancar, unik dan penuh kesakralan. Tradisi yang dilakukan warga lereng Kelud setiap tahun ini, sebagai wujud rasa syukur masyarakat lereng gunung karena telah dikaruniai hasil bumi, juga sebagai salah satu cara memohon perlindungan Tuhan.
 
Sejumlah masyarakat dan para wisatawan tampak antusias mengikuti rangkaian acara ini. Kegiatan berpusat di rest area atas kawasan wisata Gunung Kelud, menampilkan berbagai acara tari-tarian sebelum acara dimulai. Nampak Tarian Reog Ponorogo juga menampilkan performa terbaiknya yang mampu membuat decak kagum pengunjung.
 
Seperti biasanya, gunungan sesaji berisi hasil kekayaan alam atau hasil bumi dari lereng Kelud, seperti buah nanas, ubi, nangka, pisang, tomat, terong dan lain-lain, serta nasi lengkap dengan lauknya diarak menuju tempat upacara dan diperebutkan oleh masyarakat.
 
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri Adi Suwignyo mengatakan, ritual larung sesaji adalah ritual tahunan yang digelar oleh masyarakat lereng Kelud setiap bulan Suro sesuai penanggalan Jawa.
 
“Acara ini termasuk sebagai sarana memperkenalkan budaya seni Kabupaten Kediri agar bisa dikenal dunia. Tidak hanya alamnya saja yang indah dan eksotik tetapi keanekaragaman budayanya pula,” terangnya, Rabu (19/9/2018).
 
Menurutnya, keanekaragaman budaya tersebut akan mampu pula mendukung dan menunjang pariwisata yang ada di Kabupaten Kediri.
 
"Gunung merupakan wisata andalan kita semua, tanpa adanya Gunung Kelud, wisata di Kabupaten Kediri terasa belum lengkap. Karena Gunung Kelud termasuk gunung yang sangat terkenal di dunia, kita ketahui bahwa saat meletus 13 Februari 2014 silam mampu menutup 7 bandara di Indonesia bahkan abunya sampai luar negeri,” tambahnya.
 
Adi Suwigyo juga menjabarkan, berkat kerjasama pemerintah dan masyarakat, akhirnya wisata ini kembali dibuka, pertanian di daerah ini bangkit, sekaligus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
 
“Namun perlu kita ketahui bersama, wisata di Kabupaten Kediri itu banyak, bukan hanya Gunung Kelud. Yang di barat sungai ada Dholo, Irenggolo, Sumberpodang dan lain-lain,” pungkasnya.(kominfo/adv/bud)
Foto  : Ratusan massa yang tergabung dalam FHK2I saat melakukan aksi

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Ratusan Guru yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori Dua Indonesia (FHK2I) melakukan aksi penolakan seleksi Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS ) tahun 2018 melalui jalur umum di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri dan Kantor DPRD Kabupaten Kediri, Selasa (18/9/2018)

Aksi tersebut, disisipi doa bersama serta melakukan istiqosah agar pemerintah membatalkan rekrutmen CPNS yang akan diselenggarakan dan segera mengangkat Honorer K 2 sebagai Aparatur Sipil Negar (ASN)

Susilo Setianto selaku Kordinator Lapangan (Korlap) mengatakan, aksi ini diikuti seluruh tenaga Pengajar (Guru) Honorer K2 di Wilayah Kabupaten Kediri untuk meminta kejelasan nasib serta masa depan mereka karena suda lama mengabdi

“Yang jelas Kami meminta disini agar segera di angkat menjadi CPNS ,” ujar Susilo kepada Awak Media.

Menurutnya, dengan diterapkanya Peraturan Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 36 dan 37 Tahun 2018 Tentang CPNS Jalur Umum dengan membatasi usia di bawah 35 Tahun adalah bentuk kedzoliman

" Para Honorer K2 disini rata-rata usia mereka di atas 35 tahun untuk itu dengan tegas menolak rekrutmen CPNS jalur Umum tahun 2018 yang akan di selenggarakan oleh Pemerintah" pungkasnya

Menanggapi hal itu, Wasis anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kediri, mengatakan bahwa terkait persoalan ini pihaknya akan menjembatani pertemuan Honorer K2 dengan pihak Badan Kepegawaian Daeran BKD Kabupaten Kediri dan Bupati Kediri

“Tapi yang jelas kalau sesuai aturan baru seleksi CPNS harus melalui Tes dan syarat usia maksimal 35 tahun sedangkan untuk K2 yang tidak lolos seleksi dimungkinkan akan diangkat untuk masuk menjadi pegawai pemerintah,” terangnya. (bud)

Foto : Bupati Kediri saat meninjau lokasi bazar UMKM di Festival Kelud 2018

KEDIRI (KoranTransparansi.com)Festival Kelud 2018 yang digelar 15 September- 7 Oktober 2018 di area wisata Gunung Kelud, dimeriahkan bazar UMKM yang menghadirkan produk-produk lokal Kabupaten Kediri. Hal ini, mendapat apresiasi Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sudiritrisno

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, drh. Munfarid, MM, sebanyak 134 pelaku UKM mengikuti kegiatan ini. Produk yang ditampilkan, mulai dari produk UKM Kecamatan Ngancar hingga beberapa produk unggulan asli Kabupaten Kediri.

“Beragam produk unggulan tampil di pameran ini. Mulai olahan makanan, kerajinan seperti batik, kayu, tas, dan karya produk UMKM dari rekan-rekan Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri,jelas Munfarid,Senin (17/9/2018).

Menurutnya, melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi wahana promosi bagi produk UMKM Kabupaten Kediri, agar semakin dikenal dan laku dibeli pengunjung wisata Gunung Kelud.

“Pengunjung Gunung Kelud sebagian besar adalah pengunjung dari luar kota. Kami harap melalui kegiatan ini produk UMKM kami dapat dibeli sebagai oleh-oleh kembali ke kota masing-masing,tambahnya.

Pantauan di lokasi, Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno juga sempat berkunjung ke masing-masing stand pameran dan berdialog dengan pelaku UMKM. Bupati Haryanti berdiskusi mengenai sejauh mana proses bisnis, pelatihan dan kendala yang selama ini dilalui.

“Bupati terus memberikan optimisme dan pesan-pesan agar UMKM saya lebih berkembang kedepan. Terus jaga kualitas dan perbaiki terus kemasan. Jangan mudah puas, terus belajar, terus berinovasi dan kreatif, serta gunakan medsos sebagai pemasaran,” terang Mahmud, salah satu pelaku UMKM, yang berkesempatan berdiskusi dengan Bupati Kediri.(kominfo/adv/bud)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...