Kediri

Gatot Subroto

KEDIRI (KT) - Kantor BPJS Kesehatan Kediri alami kenaikan tiap tahunya, dalam capaian program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Hal ini mencakup Kota/ Kabupaten Kediri, Kota /Kabupaten Blitar dan Kabupaten Nganjuk.

Hitunganya, sejak 28 Juli 2017, lalu, jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Utama Kediri, mencapai 2.316.974 jiwa dan alami kenaikan berkisar 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Jumlah tersebut, termasuk peserta yang diintegrasikan dengan program JKN-KIS oleh Pemerintah Daerah setempa.Diantaranya, Pemkot Kediri 16.955 jiwa, Pemkot Blitar 13.466 jiwa, dan Pemkab Kediri, sebanyak 5.077 jiwa.

Menurut Gatot Subroto, Kepala BPJS Kantor Cabang Utama Kediri, bahwa capaian kenaikan itu juga diimbangi 285 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),meliputi 93 Puskesmas,120 Dokter Praktik Perorangan,37 Dokter Praktik Gigi Perorangan dan 29 klinik Pratama.

" Kami juga kerjasama dengan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), yang terdiri 28 Rumah Sakit (termasuk 1 klinik utama didalamnya),14 Apotek serta 16 Optik " katanya kepada Wartawan, Selasa (22/08/2017).

Untuk itu lanjut Gatot, pihaknya dalam hal ini menghaturkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah akan komitmenya menyukseskan program JKN-KIS. Kedepanya, pihaknya berharap, keikut sertaan JKN-KIS makin meluas, dibarengi kepatuhan pengusaha dan masyarakat menyukseskan program itu.

" Penambahan pendaftaran peserta juga kami permudah melalui Sistem Dropbox, baik di Kantor cabang BPJS Kesehatan, Kantor Kelurahan,Kantor Kecamatan dan pendaftaran melalui PPOB atau mitra kerja BPJS Kesehatan" tutupnya.(bud)

Terlihat proses pembangunan pasar Setono Betek, Kota Kediri

KEDIRI (KT) - Muzer Zaidib anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PKB akhirnya angkat bicara, akan revitalisasi pasar Setono Betek. Dia menjabarkan, memang benar kalau tahapan pengajuan anggaran 45 Milyar. Namun dalam perjalananya, dirinya mengaku tidak mengetahui secara terperinci perihal pemenang Lelang.

" Yang memenangkan lelang, hanya senilai 28 Milyar dan sekarang malah menjadi 25 Milyar " ungkap Muzer Zaidib, anggota Komisi C DPRD Kota Kediri, Senin (21/08/2017).

Menurutnya, jika sesuai aturan seharusnya pengelola pasar Setono Betek adalah PD.Pasar Jayabaya. Dan secara otomatis,  nama anggaranya penyertaan modal, apalagi anggaran yang diberikan ke pihak PD.Pasar lebih dari 5 Milyar, yang seharusnya ada persetujuan dewan dahulu.

" Persetujuan Dewan saja  belum, kog sudah dibangun. Kalau kurang dari 5 Milyar, mungkin bisa memakai Perwali saja sudah cukup" imbuhnya.

Kendati demikian, Dia  tidak berani menduga terkait dugaan anggaran yang awalnya 45 Milyar, saat ini yang dipakai  hanya 25 Milyar saja. " Saya tidak berani menduga duga terkait dengan anggaran yang sudah dilelang tersebut " tandasnya.

Sekedar mengingatkan sebelumnya, dalam APBD 2017, kalangan DPRD menyetujui usulan anggaran untuk pembangunan pasar setono betek sebesar 43 milyar. Namun, untuk tahap awal ini hanya akan digunakan sekitar Rp 25 milyar saja.

Dimulainya proses pembangunan ini ditandai dengan pemasangan tiang pancang oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Jumat (18/8/ 2017), lalu yang ditandai dengan peletakan tiang pancang, hingga dimulainya pembangunan pasar seluas 40 x 80 meter tersebut.

Lalu, usai peletakan tiang pancang, Walikota yang akrab disapa Mas Abu berharap Paguyuban Pedagang Pasar Setono Betek (Pastek) dan masyarakat Kota Kediri mendukung pembangunan pasar ini agar penyelesaiannya bisa tepat waktu.

Sementara, pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kota Kediri, Sunyata mengatakan, berdasarkan perencanaan, pembangunan ditaksir selesai Desember 2017. “Sesuai perencanaan, tanggal 16 Desember sudah selesai proses pembangunannya,” ujarnya.

Sunyata menjelaskan, bahwa nantinya Pasar setono Betek ini, akan dibangun empat blok dengan dua lantai. Namun untuk tahun2017 ini yang akan dibangun hanya Blok A terlebih dahulu.

“Untuk anggarannya sekitar 25 milyar dan dalam pembangunan ini akan didampingi oleh Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejaksaan Kota Kediri " katanya, melalui telepon selulernya Senin (21/08 /2017).(bud)

Internal pengurus DPC PKB Kota Kediri saat menggelar syukuran sebelum membuka pendaftaran Bacawali dan Bacawawali

KEDIRI (KT) - Sosok Fatmawati, Bakal Calon Walikota ( Bacawali) yang diprediksi akan meramaikan pertarungan Pilwali 2018, akhirnya kandas. Perempuan yang mengaku sebagai pengusaha itu, memilih mengundurkan diri secara resmi, Senin (21/08/2017).

Melalui pesan singkat melalui ponselnya, Fatmawati menjawab, bahwa dirinya menyatakan mengundurkan diri dan detailnya, dirinya enggan menjabarkan lebih jauh.

" Mohon Maaf, pastinya saya mengundurkan diri dari bursa pemilihan Walikota dan Wakil Walikota 2018, lantaran kesibukan saya. Untuk lebih jelasnya, silahkan tanyakan kepada tim saya saja" urainya

Kondisi itu, menjawab keraguan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Kediri, akan keseriusan perempuan berjilbab tersebut, saat mendaftar melalui kantor Sekretariat PKB dikelurahan Betet, Kecamatan Pesantren Kota,beberapa waktu lalu.

" Sejak awal, Kami sebenarnya pesimis akan niatan Fatmawati saat mendaftar Bakal Calon Walikota melalui Partai Kami. Karena, ketika ditanya yang bersangkutan terlihat canggung saat mendaftar waktu lalu " ungkap Muzer Zaidib, Ketua Panitia Pendaftaran Bacawali dan Bacawawali, DPC PKB Kota Kediri, kemarin.

Kendati demikian, pihaknya tidak bisa mencegah siapapun yang mendaftar melalui Partainya. Hal itu, akan terlihat dan teruji dengan sendirinya seiring berjalanya waktu.

" Partai Kami terbuka bagi siapapun yang mendaftar Kami persilahkan. Karena, secara finalnya juga melalui keputusan internal Partai dalam mengeluarkan rekom nanti " imbuhnya.

Saat disinggung, akhir pendaftaran Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Kediri 2018, yang sudah berakhir 1 sampai 15 Agustus 2017, Muzer Zaidib belum bisa memutuskan akan perpanjangan kembali pendaftaran.

" Pastinya yang sudah mendaftar Pak Samsul Ashar atau Pak Dokter dan juga Sujono Teguh Wijaya. Nah, untuk perpanjangan pendafataran kami masih melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan internal Partai " tutupnya.

Sekedar diketahui, munculnya Bacalon Fatmawati yang mendaftar awal melalui PDIP Kota Kediri dan berlanjut melakukan pendaftaran di kantor PKB, waktu lalu. sempat mengundang pertanyaan khalayak akan figur perempuan itu.

Pertanyaanya, selain tidak dikenal masyarakat Kediri secara umum, yang bersangkutan mengikrarkan diri sebagai pengusaha tambang batu bara asal Nganjuk, Kabupaten Nganjuk. Disamping itu, visi dan misinya saat ditanya Wartawan, hanya meramaikan dan berpartisipasi dalam Pilwali 2018.(bud)

Komunitas Anak Memakai Kostum Sepak Bola Warnai Karnaval HUT RI Ke 72

KEDIRI (KT) - Animo masyarakat memperingati HUT RI Ke 72 ini seakan tak pernah surut. Hal ini terlihat, dalam Karnaval puncak peringatan Hari Kemerdekaan, Sabtu (20/08/2017), yang berlangsung di Desa Bobang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Pantauan dilapangan, para peserta yang ikut andil dalam acara itu, berkisar 500 peserta, yang meliputi, warga Dusun Bobang, Kembangan dan Dusun Tawangsari.

Namun, dari ratusan peserta yang mengikuti, atribut pemain sepak bola anak kecil menjadi perhatian masyarakat yang menyaksikan. Selain itu, kelucuan dan kepolosan anak-anak menjadi perhatian tersendiri.

" Salut dengan anak-anak yang ikut menyemarakan karnaval puncak peringatan HUT RI Ke 72 di Desa kami. Apalagi, dengan munculnya anak-anak mengenakan atribut pemain sepak bola semakin menambah meriahnya acara " kata Anto, salah satu warga saat menyaksikan dilokasi.

Sekedar diketahui, acara Karnaval tersebut, bukan hanya diikuti anak-anak, melainkan kalangan dewasa juga andil dalam moment tersebut, hingga semakin menambah meriah suasana.

Menariknya lagi, berbagai macam dandanan, mulai ala Kerajaan dan para Pahlawan Nasional, berjalan mengelilingi desa, dengan mengambil start lapangan Desa Bobang dan berakhir dilokasi semula.(bud)

Antusiasme ribuan peserta saat mengikuti lomba mewarnai

KEDIRI (KT) - Sekitar 1500 anak-anak tingkat TK dan Sekolah Dasar (SD) di Kota Kediri mengikuti lomba menggambar dan mewarnai di taman wisata Goa Selomangleng, Minggu (20/08/2017. Kegiatan ini, merupakan wadah bagi anak-anak yang disiapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dalam memperingati Hari Jadi Kota Kediri ke 1138 dan HUT RI Ke 72.

Efi, salah satu panitia kegiatan ini mengungkapkan, pihaknya mengagendakan lebih dari 3000 anak ditingkat SD maupun TK untuk mengikuti kegiatan mengasah kreativitas anak tersebut. Namun, ia memahami terutama dalam masa Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, anak-anak banya yang mengikuti perlombaan ditempat tinggal mereka.

“ Peserta kita undang tiga ribu, tapi ini karena banyak agenda Agustus an (perayaan hari kemerdekaan,red) di dekat tingkat Kelurahan maupun RT jadi ini lebih dari separuhnya yang hadir,” ungkapnya

Efi mengatakan, untuk tingkat taman kanak-kanak (TK) pihaknya telah mempersiapkan lembaran gambar yang akan diwarnai. Sedangkan, untuk tingkat SD anak-anak harus menggambar sekreatif mungkin.

“Ada beberapa kriteria penilaian yang kami terapkan. Diantaranya, keserasian warna, komposisi gambar dan kreativitas anak menggambar,” urainya

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar melalui Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Nur Muhyar, mengatakan, yang ikut hadir dalam agenda tersebut mengaku senang melihat ribuan anak-anak semangat menyelesaikan tugasnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan media bagi anak-anak untuk mengasah kreativitas, berlatih, dan berkompetisi.

 “Sangat bermanfaat bagi anak-anak karena mereka dari kecil sudah dilatih untuk berkompetisi dan menciptakan kreativitas sehingga anak-anak tersebut semakin mudah untuk bersaing,” ungkapnya.

Keterangan sejumlah orang tua peserta mewarnai mengatakan, tidak menargetkan untuk meraih juara pada anaknya. Hal ini dilakukan, supaya anak mereka tidak merasa terbebani dan agar lebih leluasa untuk menuangkan apa yang ada difikirannya terkait gambar yang disediakan oleh panitia.

“Biar aja mas, yang penting anak saya ini senang gitu aja. Tidak usah diberi beban macam-macam. Anak saya mau ikut ini aja saya sudah senang. Kalau dirumah sering main kemana-mana,” ujar Endang, salah satu orang tua peserta.

Sekedar diketahui, dalam perlombaan tersebut, para orangtua diperbolehkan menemani putra putrinya. Namun, mereka tidak diijinkan untuk membantu memilihkan warna maupun ikut menggambar.

Menariknya, para orangtua justru disibukkan dengan permintaan beberapa putra putrinya yang terkadang ngambek jika tidak dituruti keinginannya. Seperti, foto bersama badut-badut yang sudah disiapkan oleh panitia.(adu/bud)

Walikota Kediri bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf

KEDIRI (KT) - Stadion Brawijaya Kota Kediri larut dalam balutan ratusan ribu muda-mudi berpakaian koko putih yang tergabung dalam kumpulan pemuda cinta shalawat (syekhermania). Shalawat bersama yang diselenggarakan Pemerintah Kota Kediri ini adalah bentuk rasa syukur atas kondisi Kota Kediri yang kondusif dan harmonis, Sabtu malam (19/8/2017).

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan terimakasih atas kehadiran Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama seluruh Syekhermania yang ddatang.

"Semoga dengan shalawat ini bisa menjadikan warga Kota Kediri semakin harmonis dan semakin menghargai budaya. Keharmonisan dalam keberagaman adalah kekuatan kita menjadikan Indonesia, negara yang maju dan besar. Semoga negeri tercinta kita bisa menjadi sejajar atau melebihi negara maju lainnya," ujarnya.

Dalam rangka memperingati HUT RI ke-72 dan Hari Jadi Kota Kediri ke-1138, shalawat ini diharapkan dapat menjadikan generasi penerus menjadi generasi shaleh shalehah, pintar dan berdaya saing tinggi.

"Kita semua diciptakan sebagai umat nabi Muhammad adalah umat yang terbaik. Harapannya dengan bershalawat kita bisa berjuang untuk benar-benar menjadi umat Rasul yang terbaik," ujar Mas Abu.

Mas Abu juga berharap kegiatan Kediri Bershalawat ini bisa menjadi agenda yang akan terus diadakan Pemerintah Kota Kediri sebagai tradisi baik yang diharapkan menjadi ladang keberkahan bagi Kota Kediri.

Bersama dengan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, para muda-mudi tamu Allah pecinta Rasulullah pun melantunkan shalawat bersama-sama dengan penuh semangat.

Terakhir, Habib Syech juga berdo'a semoga warga Kota Kediri semakin maju, agamis dan bisa membawa keberkahan untuk kota-kota yang lainnya.

"Semoga terhindar dari segala sesuatu yang tidak diridhoi oleh Allah dan berkah Allah selalu diberikan untuk kita semua," ungkap Habib Syech.

Dalam acara ini juga di hadiri oleh Forkopimda Kota Kediri, Kepala OPD Kota Kediri dan Habib Hussein.(adu/bud)

banner