Kediri

Foto : Pelatihan pelatihan usaha yang terus digulirkan Dinkop dan UMKM Kota Kediri

KEDIRI (KT) - Upaya yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri dalam membina pelaku usaha di wilayahnya membuahkan hasil. Terbukti, bidang klinik UMKM yang dibentuk, mampu mendampingi dan memberikan terobosan masyarakat membuka usaha baru,hingga beromzet puluhan juta.

 Terlihat tumpukkan sampah yang berada di Jalan Pemuda, Kota Kediri
KEDIRI (KT)  -  Dalam beberapa pekan ini, pungguna yang melintas di Jalan Pemuda, Kota Kediri atau tepatnya dekat simpang empat Kediri Mall, merasa risih, akan tumpukan sampah berbau menyengat dilahan bekas bengkel sepeda motor.
 
Kondisi itu bertambah parah, lantaran keberadaan sampah mulai meluber ke trotoar. Padahal, lokasi ini merupakan jantung Kota Kediri yang padat akan pengguna jalan dan menjadi pusat perbelanjaan di Kediri.
 
" Baunya yang menyengat, apalagi dibarengi dengan intensitas hujan tinggi. Sayangnya, kondisi ini belum disikapi oleh pihak terkait " ungkap Astutik, salah satu warga Kota Kediri, Selasa (12/12/2017).
 
Terpisah, Roni Yusiantoro Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri mengaku, jika pihaknya  sudah berulang kali memperingatkan pemilik lahan supaya diberik penutup atau pagar. Namun, sampai sekarang tidak dihiraukan.
 
"Sudah sering kita  peringatkan pada pemilik. lahan" ungkap.
 
Menurutnya, pihaknya menduga, pembuang sampah adalah penjual keliling yang melintas dijalan tersebut, sementara bilamana pemilik. Lahan. Untuk itu, DLHKP akan melakukan penutupan lahan kosong tersebut, apabila tidak ada respon dari pemilik lahan.
 
" Kalau pihak pemilik lahan tidak mau menutup otomatis kita tutup sendiri  menggunakan pagar dari bambu, agar tidak kelihatan dari luar " imbuhnya.
 
Roni juga menguraikan, saat ini, pihaknya juga sudah berkordinasi dengan Satpol PP untuk menenggakan Perda sampah, dengan memberikan sanksi apabila masyarakat membuang sampah masyarakat yang seenaknya.
 
Sementara, Nurkhamid Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri, membenarkan adanya tumpukan sampah dilokasi lahan kosong yang diketahui milik  Dealee Aries Motor. Bahkan, pihaknya juga sudah memanggil pemilik lahan.Namun, yang bersangkutan masih berada diluar kota, 
 
" Mungkin minggu depan pemilik lahan akan datang ke kantor Sat Pol PP untuk lakukan berkordinasi. Dan, kita minta lahan kosong ditutup agar tidak digunakkan sebagai sarana membuang sampah" jelasnya.(bud)
Serangkaian acara sarasehan saat berlangsung. (foto/kt/bud)

KEDIRI (KT) - Demi meningkatkan kualitas Kesehatan pada masyarakat, Dinkes Kota kediri mengadakan sarasehan bersama kader kesehatan Kota Kediri dan para Akademisi, yang bertempat di Hotel Insumo, Senin (11/12/2017).

Lilik Muhibah Wakil walikota yang ikut hadir dalam sarasehan tersebut, mengucapkan terima kasih kepada para kader-kader kesehatan yang telah dengan semangat melayani masyarakat.

Ning Lik, panggilan akrab Wakil Walikota menjelaskan, bahwa sarasehan ini merupakan momen untuk menguatkan komitmen bersama, sekaligus meningkatkan tekad dan semangat, serta memberi makna kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan.

“Semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan kesehatan masyarakat,” ujarnya saat dilokasi.

Ning Lik juga menerangkan, bahwa Pemerintah Kota Kediri tahun ini mencanangkan program home care, dalam rangka mendekatkan akses kesehatan bagi keluarga di Kota Kediri.

“Jadi nanti para kader kesehatan datang langsung ke rumah masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan,” ucapnya.

Lebih jauh Ning Lik juga menguraikan, saat ini Pemerintah Kota Kediri menyediakan layanan Jamkesda serta bantuan iuran Jaminan Kesehatan BPJS melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Ini adalah upaya kita meningkatkan mutu layanan kesehatan. Dan saat ini, Pemkot juga telah membangun RSUD Gambiran 2 yang lebih lengkap sarana serta prasarananya,” tutupnya.(adu/bud)

elaku usaha binaan Dinkop dan UMKM Kota Kediri yang terus berkembang.

KEDIRI (KT) - Dalam upaya meningkatkan geliat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diwilayah Kota Kediri, Dinas Koperasi dan UMKM setempat terus menggulirkan berbagai program, hingga mampu mencetak 90 Wira Usaha Baru (WUB), tiap tahunya.

Kondisi Jembatan Brawijaya yang sampai saat ini masih mangkrak.

KEDIRI (KT) - Kembali tersangka dugaan korupsi jembatan Brawijaya bertambah. Kali ini, Nur iman Satryo Widodo (44) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pembangunan jembatan Brawijaya, Senin (11/12/2017), dijebloskan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) klas II A Kediri.

Walikota Kediri saat menerima penghargaan. ( kt/bud )

KEDIRI (KT) - Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar meraih penghargaan utama Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017. Penghargaan ini diberikan kepada 15 kota yang langsung diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla di istana Wapres (11/12/2017)

Kota Kediri mendapat penghargaan untuk kategori kota menengah.  Selain Kota Kediri, ada kota kota Besar lainya yang menerima, yakni Surabaya, Bandung, Semarang, Bekasi, Tangerang Selatan; Kota Sedang, yakni Denpasar, Binjai, Manado, Yogyakartai; serta Kota Kecil, yakni Magelang, Sawahlunto, Bontang, Tual, dan Bukittinggi.

Usai menerima penghargaan, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan Smart City di Kota Kediri dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakat. Jadi mungkin ini berbeda dengan kota lain.

 "Selama tiga tahun ini saya, ibu Wakil Walikota dan tim membangun smart city untuk membuat warga Kota Kediri dapat dengan mudah memperoleh pelayanan yang ada di Kota Kediri. Dan Alhamdulillah kita mendapatkan penghargaan," ujarnya.

Kedepan, Walikota yang akrab disapa Mas Abu ini mengungkapkan,  program-program yang ada di Kota Kediri terus dikembangkan sehingga Kota Kediri dapat menjadi smart city yang lebih baik lagi.

 "Tentu saya berharap pada masyarakat kemudahan apa saja yang ada di Kota Kediri baik pelayanan melalui website ataupun komputer. Silahkan dimanfaatkan kemudahan yang ada tidak perlu keluar transport cukup internet saja," tandasnya.

Sekedar diketahui, RKCI sendiri adalah kegiatan yang dilakukan untuk melakukan pemetaan sehingga tiap kota mampu menjadi Kota Cerdas berdasarkan potensi dan karakter masing-masing. Kegiatan pemetaan ini merupakan kegiatan 2 tahunan dan dimulai pertama kali pada 2015.

Dan, Kota Cerdas adalah kota yang dapat mengelola berbagai sumber dayanya secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan berbagai tantangan kota menggunakan solusi inovatif, terintegrasi dan berkelanjutan untuk menyediakan infrastruktur serta memberikan layanan-layanan kota yang dapat meningkatkan kualitas hidup warganya.

Harapan dan tujuan RKCI, adalah mampu menjadi pendorong terwujudnya redistribusi pembangunan kota dan desa serta mengurangi kesenjangan antar kota di Indonesia.(adu/bud)

banner