Jombang

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto berbincang dengan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) diatas pnggung. Sementara Khofifah dan Emil Dardah ikut mendapongi dalam kampanye akbar di Jombang, Minggu (1/4/2018)

Jombang (Korantransparansi.com) - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama Raja Dangdut Rhoma Irama turun mengkampanyekan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pilkada Provinsi Jawa Timur 2018. Selain Airlangga, hadir juga Sekjen DPP Lodewijk Freidrick Paulus dan Idrus Marham.

Airlangga Hartarto dan Bang Haji Rhoima Irama yang juga ketua umum Partai Idaman sepakat bahwa Khofifah Indar Parawansa- Emil Dardah Gubernut Jawa Timur harga mati. Sebab itu simpatisan Rhoma dan Partai Idaman serta kader Golkar bersepakat berjuang maksimal memperjuangkan Khofifah.

Dalam kampanye akbar di alun alun Jombang Ahad (1/4/2018) puluhan ribu massa datang dari berbagai penjuru desa tumplek di alun alun. Apalagi Bang Haji Rhoma datang bersama groupnya Sonetha. Agaknya ada kerinduan penggemar Rhoma Jombang setelah sekian lama tidak manggung di Jombang. 

Tidak saja rindu dengan raja dangdut idamannya. Namun mereka juga siap mrmenangkan pasangan nomor urut 1 Khififah - Emil Dardak (min)

Paslon nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa saat bertemu dengan para buruh pabrik di Jombang, Jawa Timur

Jombang (Korantransparansi.com) - Calon Gubernur No.1 Jatim Khofifah Indar Parawansa seusai blusukan dari Pasar Perak, Jombang, Kamis (22/3) mendatangi pabrik PT Anugerah Mutiara Luhur Indonesia Jaya.

Meski sudah diwanti-wanti tanpa kampanye karena para karyawan yang sedang bekerja memproduksi rokok setiap batangnya, tetap saja suasana riuh jeritan para ibu karyawan tak dapat dicegah.

Setelah berbaris dan kembali bekerja, mereka seakan menanti Khofifah melintasi jejeran wilayah tempat dia bekerja.

Jemari mereka tetap cekatan melinting rokok dengan alat khusus, tetapi begitu Khofifah mendekati jejeran mereka, para ibu berlari menyalami tokoh ini. 

Sampai tulisan ini diturunkan, dari ujung ke ujung para karyawan menanti "Bude Khofifah" melewati barisan duduk tempat mereka bekerja. (min)

 

Petani Jombang Curhat Pupuk dan Irigasi, Khofifah Langsung Hubungi Mentan Tuntaskan Masalah

JOMBANG (Korantransparansi.com)- Menyengatnya matahari tak menghentikan calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memanen padi bersama petani desa Sukorejo, Jombang. Dalam kesempatan tersebut petani mengeluhkan soal persedian pupuk dan irigasi persawahan.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sukorejo, Mustar mengeluhkan kesulitannya mendapatkan pupuk saat Khofifah mengunjungi sawah sambil panen padi di desa Sukorejo, Jombang, Jawa Timur, Kamis (22/3/2018). Beberapa kali Mustar meminta bantuan pupuk ke dinas terkait namun tak sesuai keinginan.

"Sampun, kita sudah mengajukan. Butuh pupuk ZA (Zwavelzure Ammoniak) tapi yang dapet urea," keluh Mustar.

Sontak tanpa diduga Khofifah pun menjawab keluhan Mustar tersebut dengan menghubungi langsung Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman untuk meminta mengirimkan pupuk dan menuntaskan soal irigasi pertanian.

"Kita sedang bersama Poktan Sukorejo di Jombang. Jadi mereka berharap ada P2AT (Proyek Pengembangan Air Tanah) sumur tanah. Lalu mereka masih agak susah dapat pupuk ZA itu yang keluar urea," Khofifah menyampaikan kepada Mentan melalui sambungan telewicara.

Khofifah pun menghubungkan langsung Mustar kepada Mentan. Seketika Khofifah memberikan handphonenya kepada Mustar dan berbincang langsung kepada Mentan. Kemudian Mentan menjawab akan mengirim bantuan yang diminta.

"Iya pak, kami perlu pupuk ZA tapi ya urea dapatnya," keluh Mustar kepada Mentan.

"Nanti dismskan saja alamatnya nnti aku kirim. Catat saja pupuk urea atau apa segala macam," jawab Andi di lain tempat menjawab permintaan Mustar.

Menutup perbincangan Khofifah menyampaikan terima kasih kepada Andi. Petani Jombang, dikatakan Khofifah, siap memenuhi target padi yang diinginkan Menteri Pertanian

"Di sini semangat panen untuk tiga tahun sekali itu sangat tinggi sekali. Pasti ini seiring dengan targetnya pak Menteri ini. Insyaallah. Terima kasih pak Menteri," ucap Khofifah seraya menutup perbincangan.

Sejumlah petani mengangkat jempol kepada Khofifah menandakan salut terhadap respon yang diberikan. Petani Jombang menegaskan siap memenangkan Khofifah untuk Pilgun 2018 ini. (min)

Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa menemui para petani di Jonbng. Dan ketika disambati soal irigasi, Khofifah lngsung telpon Mentan tuntaskan masalahnya.

JOMBANG (Korantransparansi.com)  - Menyengatnya matahari tak menghentikan calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memanen padi bersama petani desa Sukorejo, Jombang. Dalam kesempatan tersebut petani mengeluhkan soal persedian pupuk dan irigasi persawahan.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sukorejo, Mustar mengeluhkan kesulitannya mendapatkan pupuk saat Khofifah mengunjungi sawah sambil panen padi di desa Sukorejo, Jombang, Jawa Timur, Kamis (22/3/2018). Beberapa kali Mustar meminta bantuan pupuk ke dinas terkait namun tak sesuai keinginan.

"Sampun, kita sudah mengajukan. Butuh pupuk ZA (Zwavelzure Ammoniak) tapi yang dapet urea," keluh Mustar.

Sontak tanpa diduga Khofifah pun menjawab keluhan Mustar tersebut dengan menghubungi langsung Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman untuk meminta mengirimkan pupuk dan menuntaskan soal irigasi pertanian.

"Kita sedang bersama Poktan Sukorejo di Jombang. Jadi mereka berharap ada P2AT (Proyek Pengembangan Air Tanah) sumur tanah. Lalu mereka masih agak susah dapat pupuk ZA itu yang keluar urea," Khofifah menyampaikan kepada Mentan melalui sambungan telewicara.

Khofifah pun menghubungkan langsung Mustar kepada Mentan. Seketika Khofifah memberikan handphonenya kepada Mustar dan berbincang langsung kepada Mentan. Kemudian Mentan menjawab akan mengirim bantuan yang diminta.

"Iya pak, kami perlu pupuk ZA tapi ya urea dapatnya," keluh Mustar kepada Mentan.

"Nanti dismskan saja alamatnya nnti aku kirim. Catat saja pupuk urea atau apa segala macam," jawab Andi di lain tempat menjawab permintaan Mustar.

Menutup perbincangan Khofifah menyampaikan terima kasih kepada Andi. Petani Jombang, dikatakan Khofifah, siap memenuhi target padi yang diinginkan Menteri Pertanian

"Di sini semangat panen untuk tiga tahun sekali itu sangat tinggi sekali. Pasti ini seiring dengan targetnya pak Menteri ini. Insyaallah. Terima kasih pak Menteri," ucap Khofifah seraya menutup perbincangan.

Sejumlah petani mengangkat jempol kepada Khofifah menandakan salut terhadap respon yang diberikan. Petani Jombang menegaskan siap memenangkan Khofifah untuk Pilgun 2018 ini. (min)

Bupati Jombang Nyono Suharli ditangkap KPK dalam opersi tangkap tangan karena diduga menerima uang haam "jual beli" jbatan dilingkunganPemkab Jombang, Jawa Timur

Jombang  (KorN tRANSPRANSI) - Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandodko ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi dalam oprasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu (3/2/2018) malam. Nyono saat ini suah mulai di periksa di kantor KPK. 

Kabar dilingkungan Pemkab Jombang, salah satu Ajudan Nyono Suharly juga kena garuk KPK. Diduga Bupati Nyono menerima uang suap jual beli jabatan dilingkungan Pemkab Jombang. 

Sebelumnya KPK melakukan OTT di Jombang terkait jual beli jabatan. Sedikitnya tiga orang diperiksa KPK di Mapolres Jombang sebagai saksi. Mereka adalah Plt Kadis Kesehatan Jombang, Kepala PU, dan Kepala Puskesmas Perak.

Jurubicara KPK Febri Diansyah membenarkan OTT di Jombang. “Kami amankan unsur kepala daerah di Jawa Timur. Ada dugaan penerimaan sejumlah uang,” katanya.

Pantauan di lapangan, Nyono terlihat sudah tiba di kantor KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta, sekitar pukul 21.15 WIB. Nyono yang mengenakan kemeja biru langsung diarahkan penyidik KPK ke lantai 2 gedung KPK.

 

Nyono dibawa menggunakan mobil tahanan KPK dan dikawal satu mobil berwarna hitam. Selain itu penyidik KPK juga membawa 2 koper.

Febri menyatakan, Nyono ditangkap lantaran diduga menerima sejumlah uang terkait dengan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang. Namun, belum diketahui jumlah uang yang berhasil diamankan. “Ada dugaan penerimaan sejumlah uang,” ujarnya.

Seperti diketahui, Nyono Suharli merupakan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur. Di kantor DPD Partai Golkar sudah disiapkan banner acara pada Minggu (4/2/2018) dengan tema “Pemenangan Pilkada Provinsi dan Pilkada Kabupaten/Kota se Jawa Timur 2018”.

Acara tersebut rencananya dihadiri Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Nyono Suharli selaku tuan rumah.

Rencananya DPD Partai Golkar Jatim pada Minggu (4/2/2018) menggelar acara dengan tema “Pemenangan Pilkada Provinsi dan Pilkada Kabupaten/Kota se Jawa Timur 2018”. Rencananya pada acara tersebut juga diumumkan rencana cuti Nyono Suharli sebagai bupati agar dapat fokus di Pilkada Jombang. 

Ketentuan cuti diatur Pasal 70 ayat (3) Undang-Undang Nomor l0/2016 yang mengatur tentang Pilkada. Turunan pasal itu dituangkan pada Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15/2017 tentang pencalonan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

Sangat jelas pada Pasal 4 ayat 1 poin tentang setiap calon harus mengajukan cuti. Cuti tersebut hanya berlaku bagi petahana, baik gubernur/wagub, bupati/wabup maupun walikota/wakil walikota yang digadang gadang maju kembali.

Dalam acara itu akan diundang semua calon keopala daerah yakni Bupati-wakil bupati, walikota-wakil walikota se Jawa Timur yang diusung maupun yang didukung Golkar termasuk calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa - Emil Dardak. (min) 

Figur Kombes Pol Dr Syafiin kini mulai mendapat simpati dari amasyarakata Jombang sejalan dengan pencalonannya sebgai bakala calon Bupati Jombang pada Pemilukada Juni 2018 mendatan.

JOMBANG (Koran Transparansi) –  Dr Syafiin yang namanya mencuat karena ikut mendaftar ke parpol  sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur tiba tiba saja mulai diperbincangkan masyarakat Jombang. Pasalnya, perwira polisi aktif dan kini bertugas di Mabes Polri itu sering muncul di ranah publik.

Namun benarkah Kombes Syafiin kini tengah mengincar Jombang l pada Pemilihan Bupati Jombang Juni 2018 mendatang. Gus Syaf, panggilan akrapnya hanya mengatakan, lho saya ini asli Jombang. Kalau saya ada disini, Jombang itu tanah kelahiran saya. tegasnya kepada korantransparansi.com, setengah mengelak, Senin (1/1/2018).

Didesak soal pencalonannya sebagai Bupati Jombang, Gus Syaf hanya mengatakan, saya tau bahwa sebentar lagi masyarakat Jombang akan memilih pemimpinnya. " Pilkada itu itu pilihan rakyat, kalau masyafakat Jombang menghendaki, kami juga tidak bisa mengelak. Apalagi saya kan putra daerah. 

Dikabarkan bahwa Kombes Syafiin kini di gadang gadang PDI Perjuangan untuk menduduki Jombang l. Komunikasi politik Gus Syaf dengan PDI Prjuangan belakangan makin inten. Malahan ada beberapa partai yang semula memberikan sinyal pada calon lain kini mulai berbalik arah. Gus Syaf juga sudah menemui sesepuh Jombang yaitu Gus Solah (Salahudin Wahid) pengasuh ponpes Tebuireng.

Ia mengaku banyak kenal dengan pengurus partai di Jombang. Sekedar ketemuan sudah seringkali temasuk dengan  PDI Perjuangan dan beberapa partai lainya. Komunikasi dengan teman teman gak ada masalah.

Soal menyapa  dan ketemu warga Jombang itu hal biasa. Momentum pergantian tahun menuju 2018 juga dimanfaatkan Gus Syaf juga membaur dengan mereka. Ya sekedar ramei ramei saja. tandasnya.

Pada Minggu malam jelang pergantian tahun, Gus Syaf keluar dari hotel tempat ia menginap perlahan cucu Kiai Muhtar, pengasuh pondok pesantren terkemuka itu, membaur dengan kerumunan massa sambil membagi kembang api dengan gratis. Wargapun antusias dan bahkan berebut pembagian kembang api

“Momentum pergantian tahun ini, kami ingin bersama warga masyarakat Jombang untuk merasakan kebagiaan bersama. Di ujung tahun (2017 red.) ini saya manfaatkan pulang kampung untuk bersama-sama masyarakat Jombang menatap tahun depan yang lebih baik,”  ujarnya di Taman Kebun Ratu,  Jombang. jelasnya.

Gus Syaf berharap pergantian tahun ini bisa membuat kehidupan masyarakat Jombang lebih baik. Baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan terutama dalam mendekatkan diri kepada sang Kholiq, Allah swt.

“Jombang memiliki potensi yang luar biasa, termasuk pariwisatanya. Semoga 2018 ini menjadi pintu masuk perbaikan masyarakat  Jombang,” tandasnya.

Ditanya apakah kegiatan ini bagian dari pencalonannya menjadi Bupati Jombang? Gus Syaf membantah. “Sebagai orang asli Jombang, pulang kampung ini sudah menjadi tradisi. Kebetulan ini (Kebun Ratu, red) dekat tempat saya menginap, sekaligus ingin bersama-sama warga Jombang menyaksikan pergantian tahun dengan harapan lebih baik,” pungkasnya.

Ratusan warga menyambut antusias sosok Gus Syaf. Nama dan wajahnya yang sering menghiasi media massa, membuat sebagian warga mengenalnya. “Beliau Pak Polisi, asli Plandaan. Mantap juga menjadi bupati. Wajah baru yang ditunggu-tunggu,” jelas Abdul Kholiq, salah seorang warga Jombang kepada duta.co.  (min)

  •  Start 
  •  1 
  •  End 
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...