Jember

Mengukur Tingkat Partisipasi Buruh Perempuan Tembakau di Jember

JEMBER (Korantransparansi.com) - Tembakau sudah menjadi salah satu unggulan dari hasil pertanian di kab. Jember selain kopi dan coklat.

Kab. Jember yg dianugerahi tanah pertanian subur dan melimpah dengan air, membuat Tembakau dan Kopi menjadi komoditi hasil pertanian yang layak dijadikan Maskot Jember yang bernilai tinggi.

Hal ini diungkapkan Hari Putri Lestari disela-sela kunjungan nya ke salah satu pabrik Tembakau yang berada di Mangli Ambulu Jember.

Pabrik dengan jumlah buruh perempuan terbanyak ini setiap harinya mengelola hasil pertanian Tembakau dengan kwalitas terbaik sesuai standart mutu.

Kesempatan bertemu dengan para buruh perempuan ini menjadi pengalaman berharga bagi Hari Putri Lestari untuk berbagi pengetahuan mengenai partisipasi perempuan dalam politik, diawali dengan sharing mengenai kegiatan sehari-sehari para buruh perempuan tersebut dengan suasana ganyeng, dirasakan sangat bermanfaat untuk peningkatan pengetahuan mengenai partisipasi perempuan dalam politik. 

"pemilih perempuan harus cerdas memilih siapa-siapa yang akan menjadi wakil mereka di Provinsi Jawa Timur, yang pastinya pemimpin yang mampu mengerti kebutuhan buruh perempuan dan mampu meMakmurkan kehidupan perempuan baik secara fisik maupun psikis.". (med)

 

Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni saat akan ditahan oleh penyidik di Kejaksaan Negeri Jember, Rabu

Jember (KoranTranparnsi.com) - Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial kelompok ternak tahun 2015 akan ditahan selama 20 hari, setelah yang bersangkutan ditahan di Lapas Kelas II A Jember pada Rabu (14/2) sore.

"Sesuai dengan ketentuan, jangka waktu penahanan yang dilakukan penyidik selama 20 hari dan dapat diperpanjang hingga 40 hari," kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jember Agus Kurniawan di Kantor Kejari Jember, Kamis

Kejari Jember menetapkan Ketua DPRD Jember sebagai tersangka kasus korupsi dana bantuan sosial kelompok ternak dengan total anggaran bansos kelompok ternak tahun 2015 sebesar Rp33 miliar dan melakukan penahanan badan terhadap politikus Partai Gerindra tersebut.

"Kami belum bisa menyampaikan terkait dengan substansi materi karena kasus itu masih dalam pengembangan, namun penahanan Ketua DPRD Jember yang ditetapkan sebagai tersangka bukan sesuatu hal yang tiba-tiba karena kasus itu sudah diproses sejak tahun 2017," tuturnya.

Menurutnya empat terdakwa dalam kasus yang sama sudah diproses di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya dan berdasarkan pengembangan empat terdakwa tersebut mengarah pada Ketua DPRD Jember.

"Kami belum bisa menyampaikan berapa kerugian negara akibat tindak pidana korupsi yang dilakukan Ketua DPRD Jember, namun dalam dana bantuan sosial tersebut yang bersangkutan mendapatkan dana bansos sebesar Rp1,2 miliar hingga Rp1,4 miliar," tuturnya.

Ia menjelaskan tersangka kasus korupsi bantuan sosial ternak tersebut dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 2, pasal 3, dan pasal 11 dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Ancaman hukumannya minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup untuk pasal 2, sedangkan pasal 3 dan pasal 11 ancaman hukumannya minimal satu tahun penjara," ujarnya

Pihak Kejari Jember berharap Ketua DPRD Jember tersebut mau kooperatif dan bekerja sama menjadi "justice collaborator" untuk membongkar praktek korupsi dana hibah bantuan sosial di Kabupaten Jember.

Hibah dana bantuan sosial kelompok ternak merupakan usulan anggota DPRD Jember yang kemudian dialokasikan di APBD 2015 sebesar Rp33 miliar dan berdasarkan hasil Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI ditemukan adanya 158 kelompok penerima bantuaan sosial di Kabupaten Jember yang terindikasi bermasalah. (*/min)

 

 Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo bersama forum komunikasi pimpinan daerah menunjukkan barang bukti minuman keras dan narkoba yang akan dimusnahkan di halaman Mapolres Jember, Rabu (27/12).

JEMBER (KT)) - Kepolisian Resor Jember memusnahkan ribuan botol minuman keras berbagai merk dan narkoba yang merupakan hasil operasi Sikat Semeru 2017 dan Operasi Cipta Kondisi Semeru 2017 menjelang Tahun Baru 2018 di halaman Mapolres Jember, Jawa Timur, Rabu.

"Hasil Operasi Cipta Kondisi menjelang Natal dan Tahun baru yang dilakukan sejak September hingga Desember 2017 mengalami peningkatan sebesar 18 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo di Jember.

Barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 5.758 botol minuman keras berbagai merk yakni 226 botol anggur merah, 34 topi miring, 101 mansion, vodka sebanyak 169 botol, bir sebanyak 731 botol, 490 botol minuman keras oplosan, dan 4.007 arak putih.

Kemudian untuk narkoba yang dimusnahkan yakni 1 kilogram ganja, kemudian 9,90 gram sabu-sabu, dan 3.257 obat keras berbahaya yang merupakan hasil operasi selama empat bulan terakhir di wilayah jajaran Polres Jember.

"Kami berhasil mengamankan 230 orang tersangka dalam kasus tindak pidana yang terjerat Operasi Sikat Semeru dan Cipta Kondisi Semeru 2017," tuturnya.

Menurutnya jumlah minuman keras dan narkoba yang dimusnahkan tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu karena keseriusan aparat kepolisian dalam memberantas peredaran minuman beralkohol dan narkoba di Kabupaten Jember.

"Bahkan Pemkab Jember yang berkoordinasi dengan Polres tidak akan segan-segan menutup tempat hiburan malam atau karaoke yang menjual minuman keras secara ilegal, sehingga diharapkan suasana di Jember cukup kondusif menjelang Tahun Baru 2018," katanya.

Pemusnahan ribuan botol minuman keras, narkoba, dan knalpot brong tersebut disaksikan oleh forum komunikasi pimpinan daerah yang mendukung penuh langkah Polres Jember untuk memberantas peredaran minuman keras dan narkoba di wilayah setempat.

Bupati Jember Faida mengatakan Pemkab Jember mendukung sikap Polres Jember yang tegas dalam melakukan operasi dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang perayaan Tahun Baru 2018. (FIR)

Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat menjadi pembicara pada acara Konferensi Nasional Hukum Tata Negara/HTN dan Hukum Administrasi Negara/HAN ke-4 di Aula Pemkab. Jember, Sabtu (11/11)

JEMBER (KT) -Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo mengatakan berbagai pengaturan atau regulasi untuk mendorong kemajuan roda pemerintahan, termasuk kesejahteraan masyarakat, hendaknya tidak hanya berupa regulasi yang bersifat melarang dan mengijinkan, serta deregulasi atau penghapusan/penataan aturan-aturan yang dianggap tidak baik, tetapi juga re-regulasi, yakni  peraturan yang memfasilitasi atau mendorong.

Presiden bagikan Kartu Sehat di Jember

JMEBER (KT) - Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Jatim Soekarwo  membagikan  1.725  Kartu  Indonesia  Pintar  (KIP) kepada para siswa tingkat SD, SMP, SMK dan SMA dan warga belajar se- Kabupaten Jember di  SMPN 07 Kabupaten Jember, Minggu  (13/8).

Pakde Karwo Dampingi Presiden Jokowi Buka Grand Carnival JFC 2017

JEMBER (KT) - Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo mendampingi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo membuka Grand Carnival Jember Fashion Carnaval (JFC) Tahun 2017 di Alun-alun Jember, Minggu (13/8) siang.

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...