Surabaya (KoranTranparansi.com) - Persebaya SurabTampil Dominan, Persebaya Bungkam Mitra Kukar di Depan Bonekaya memperlihatkan dominasi yang sangat baik ketika menjamu Mitra Kukar di laga pekan ke-23 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (22/9/2018).

Persebaya meraih kemenangan 4-1 atas Mitra Kukar, meski di pertengahan pertandingan harus bermain dengan 10 pemain.

Persebayamemperlihatkan dominasi yang lebih baik sejak awal pertandingan. Namun, kerja sama lini serang antara Irfan Jaya dan David da Silva tak bisa langsung menembus pertahanan Mitra Kukar.

Persebaya berhasil memecah kebuntuan melalui gol yang dicetak David da Silva pada menit ke-30. Pemain asal Brasil itu berhasil mendapatkan bola rebound karena bola sepakan Misbakus Solikin membentur kaki Danny Guthrie dan bola meluncur ke kaki David da Silva, yang tanpa ragu melepas tembakan keras tanpa bisa dihalau Yoo Jae-hoon.

Persebaya berhasil menggandakan keunggulan 2-0 pada menit ke-37 melalui titik putih setelah Rendi Saputra diganjal Rendy Siregar di kotak penalti. David da Silva, yang mengambil eksekusi, berhasil menjalankan tugas dengan baik sekaligus memastikan gol kedua yang dicetaknya dalam pertandingan ini

Unggul 2-0 gol di babak pertama belum membuat Persebaya puas. Baru tiga menit babak kedua berjalan, Misbakus Solikin menambah keunggulan tim tuan rumah menjadi 3-0. Misbakus Solikin mencetak gol setelah menerima umpan terobosan dari Rendi Saputra yang memanfaatkan blunder Bayu Pradana.

Persebaya Surabaya bermain dengan 10 pemain setelah wasit Oki Dwi Putra memberikan kartu merah kepada Fandry Imbiri yang terlibat perselisihan dengan Bayu Pradana, hingga membuat kapten Mitra Kukar itu tersungkur di lapangan. Bayu Pradana mendapatkan kartu kuning karena insiden tersebut.

Mitra Kukar berhasil memanfaatkan keunggulan pemain dalam waktu cepat. Hendra Adi Bayauw mencetak gol yang membantu Mitra Kukar memperkecil ketinggalan menjadi 1-3 pada menit ke-55.

Berawal dari tendangan bebas Danny Guthrie yang berhasil ditinju kiper Persebaya, Miswar Saputra, bola yang jatuh di luar kotak penalti langsung disambar dengan tembakan keras Hendra Adi Bayauw yang tak mampu dihalau Miswar.(nov)

Surabaya (KoranTranparansi.com) - Persebaya SurabTampil Dominan, Persebaya Bungkam Mitra Kukar di Depan Bonekaya memperlihatkan dominasi yang sangat baik ketika menjamu Mitra Kukar di laga pekan ke-23 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (22/9/2018).

Persebaya meraih kemenangan 4-1 atas Mitra Kukar, meski di pertengahan pertandingan harus bermain dengan 10 pemain.

Persebayamemperlihatkan dominasi yang lebih baik sejak awal pertandingan. Namun, kerja sama lini serang antara Irfan Jaya dan David da Silva tak bisa langsung menembus pertahanan Mitra Kukar.

Persebaya berhasil memecah kebuntuan melalui gol yang dicetak David da Silva pada menit ke-30. Pemain asal Brasil itu berhasil mendapatkan bola rebound karena bola sepakan Misbakus Solikin membentur kaki Danny Guthrie dan bola meluncur ke kaki David da Silva, yang tanpa ragu melepas tembakan keras tanpa bisa dihalau Yoo Jae-hoon.

Persebaya berhasil menggandakan keunggulan 2-0 pada menit ke-37 melalui titik putih setelah Rendi Saputra diganjal Rendy Siregar di kotak penalti. David da Silva, yang mengambil eksekusi, berhasil menjalankan tugas dengan baik sekaligus memastikan gol kedua yang dicetaknya dalam pertandingan ini

Unggul 2-0 gol di babak pertama belum membuat Persebaya puas. Baru tiga menit babak kedua berjalan, Misbakus Solikin menambah keunggulan tim tuan rumah menjadi 3-0. Misbakus Solikin mencetak gol setelah menerima umpan terobosan dari Rendi Saputra yang memanfaatkan blunder Bayu Pradana.

Persebaya Surabaya bermain dengan 10 pemain setelah wasit Oki Dwi Putra memberikan kartu merah kepada Fandry Imbiri yang terlibat perselisihan dengan Bayu Pradana, hingga membuat kapten Mitra Kukar itu tersungkur di lapangan. Bayu Pradana mendapatkan kartu kuning karena insiden tersebut.

Mitra Kukar berhasil memanfaatkan keunggulan pemain dalam waktu cepat. Hendra Adi Bayauw mencetak gol yang membantu Mitra Kukar memperkecil ketinggalan menjadi 1-3 pada menit ke-55.

Berawal dari tendangan bebas Danny Guthrie yang berhasil ditinju kiper Persebaya, Miswar Saputra, bola yang jatuh di luar kotak penalti langsung disambar dengan tembakan keras Hendra Adi Bayauw yang tak mampu dihalau Miswar.(nov)

Bogor,Jabar (KoranTransparansi.com) - Pemerintah telah mengumumkan seleksi penerimaan CPNS pada 19 September 2018. Pendaftaran seleksi ini dimulai pada 26 September mendatang. 

Terkait itu,  Kementerian Agama membuka seleksi untuk 17.175 formasi yang tersebar di 134 satuan kerja,  pusat hingga daerah. Jumlah ini adalah yang terbesar dibanding formasi pada kementerian dan lembaga negara lainnya. 

Plt Sekjen Kementerian Agama M Nur Kholis Setiawan mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan verifikasi dan telaah atas rincian formasi CPNS yang tersebar hingga madrasah ibtidaiyah (MI). Setelah itu,  rincian formasi tersebut akan segera diinput ke dalam sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) yang dikembangkan Badan Keegawaian Nasional (BKN) agar bisa diakses oleh pendaftar.

"Kami sejak sepekan terakhir terus melakukan verifikasi ulang atas kebutuhan formasi. Ini sudah hampir final," ujarnya di Bogor,  Jumat (21/09).

"Tim setelah ini akan melakukan inputing data. Saya pastikan, rincian formasi CPNS Kemenag sudah ada di sscn BKN pada 23 September," tambahnya. 

M Nur Kholis Setiawan menjelaskan,  proses verifikasi penting dilakukan untuk memastikan rincian formasi sesuai kebutuhan. Kualifikasi yang dipersyaratkan juga relevan dengan kebutuhan formasi. 

"Jumlah formasi CPNS Kemenag lebih 17ribu. Ini tentu butuh waktu. Alhamdulillah, ini sudah selesai," ujarnya. 

"Senin (24/09), rincian formasi ini akan kami upload juga di web Kemenag dan diumumkan juga di tiap satuan kerja," tandasnya. 

Total 17.175 formasi CPNS Kemenag tahun 2018 tersebar di 134 satuan kerja. Formasi ini terbagi dalam tujuh jabatan sebagai berikut:

1. Guru Pelamar Umum (10.520 formasi) 

2. Guru Eks Tenaga Honorer K. II (1.480)

3. Dosen (4.485)

4. Penghulu (132)

5. Penyuluh (62)

6. Jabatan Fungsional Tertentu atau JFT (453)

7. Jabatan Fungsional Umum atau JFU (45)

"Senin depan rincian ini sudah bisa diakses sehingga pendaftar bisa mempelajari terlebih dahulu formasi yang sesui kualifikasinya dan satuan kerja yang diinginkannya. Sebab,  pendaftaran CPNS baru dibuka 26 September 2018," tandasnya.(fir)

Pamekasan (KoranTransparnsi.com) - Madura United mengusung ambisi bangkit saat menjamu Borneo FC di pekan ke-23 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Laga ini digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu sore (22/9/2018).

Tim tuan rumah menelan kekalahan dengan skor 0-2 pada pekan lalu saat melawan Arema FC (17/9/2018). Pelatih Madura United, Gomes de Oliveira, ingin anak asuhnya bangkit dan melupakan kekalahan itu.

"Kami harus berupaya mengambil momentum lebih awal, status tuan rumah harus kami maksimalkan. Lupakan kekalahan, jadikan pelajaran buat menang melawan Borneo, Sabtu nanti. Kedatangan suporter ke stadion adalah senjata untuk menaikkan motivasi tanding pemain Madura United," ucap Gomes.

Klub berjulukan Laskar Sape Kerap itu juga memiliki catatan positif di kandang. Mereka menjadi satu dari empat tim Liga 1 musim ini yang masih belum terkalahkan di hadapan pendukung sendiri.

"Tidak ada kata lain selain menang, kami harus jaga kandang dan tidak boleh kehilangan poin lagi. Ini kompetisi bagus, kami harus terus main maksimal agar tetap bertahan di papan atas. Kami sudah lama di papan atas, terus berjuang biar bertahan," imbuh Gomez.

Di sisi lain, pelatih Borneo FC, Dejan Antonic, dipusingkan dengan performa tim asuhannya. Dua kali kalah di kandang dan gagal mencetak gol menjadi bekal buruk untuk melakoni laga tandang.

Dia menilai timnya sedang bermasalah dalam penyelesaian akhir. Itulah mengapa, pelatih asal Serbia itu sudah melakukan pembenahan maksimal pada problem itu agar Borneo FC bisa segera bangkit.

"Salah satu permasalahan utama kami memang penyelesaian akhir. Dari dua laga terakhir sebenarnya banyak peluang, tapi tidak ada gol. Kalau kami bisa bikin gol, hasil akhir di dua laga terakhir akan berbeda. Jadi, saya ingin semua elemen tim bangkit dan tampil lebih baik," ujarnya, dikutip dari bola.com

"Saya ingin pemain berjuang lebih keras. Sebab, hanya dengan itu apa yang ditargetkan bisa tercapai. Saya pasti memberi formasi terbaik untuk melawan Madura United," imbuh pelatih berusia 49 tahun itu.(nov)

Page 4 of 1798
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...