Sidoarjo (KoranTransparansi.com) - Bertempat di Lapangan Makodim 0816/Sidoarjodilaksanakan upacara Launching Sidoarjo Siap 24 Jam Tahap IV Tahun 2018. Upacara ini di pimpin Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH. M. Hum.

Hadir dalam kesempatan itu Forkopimda diantaranya Ketua DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan, Ketua Pengadilan Negeri Sidoarjo Wayan Karya serta Wakapolres Sidoarjo AKBP Pasma Royke.

Adapun peserta upacara terdiri dari berbagai Instansi TNI/Polri, FKPPI, Dishub, Satpol PP dan Ormas.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan  program Sidoarjo Siap 24 Jam ini akan menciptakan situasi kondusif, aman dan nyaman di masyarakat. Program tersebut juga sebagai antisipasi munculnya kerawanan-kerawanan dan disintegrasi bangsa.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa menciptakan kewaspadaan yang tinggi pada semua komponen masyarakat untuk mampu mengantisipasi dan menghadang gerakan oknum atau kelompok yang bertujuan memecah belah bangsa dan menjatuhkan pemerintahan yang sah,”ucapnya.

Ditambahkan tugas menjaga keamanan lingkungan menjadi tanggung jawab semua pihak. Tugas tersebut tidak hanya dibebankan dan mengandalkan aparat keamanan saja melainkan menjadi tanggung jawab besama

 “Kita sebagai warga yang baik, tentunya tidak boleh mengharapkan dan mengandalkan aparat kemaanan dalam menjaga keamanan lingkungan dan keutuhan bangsa ini,”ujarnya.

Dandim 0816 Sidoarjo Letkol. Inf. Fadli Mulyono mengatakan program Sidoarjo Siap 24 jam merupakan program kolaborasi dengan pmerintah setempat.

 “Kegiatan-kegiatan yang dikedepankan dalam Program Sidoarjo Siap 24 Jam ini, Sidoarjo Semangat, Inovasi, Aman dan Peduli ini merupakan kegiatan-kegiatan yang basisnya pengenalan dan pengamalan wawasan kebangsaaan,”ucapnya.

Bersamaan lounchong Sidoarjo juga peresmian Lapangan Tembak Kodim 0816/Sidoarjo pamungkas ditandai dengan potong tumpen. (med)

JAKARTA (KoranTransparansi.com) - Regulasi pemilihan yakni Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu berbeda dari beleid sebelumnya. Kali ini dalam UU Pemilu yang baru, kewenangan penyelenggara pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) lebih diperkuat. 

JAKARTA (KoranTransparansi.com) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur menggagas dibangunnya ribuan Mall Pelayanan Publik (MAP) . Bahkan gagasan ini sudah mulai direalisasi diantaanya di Kabupaten Mojokerto dan Sidoarjo.

Dengan dibangunnya mall tesebut masyarakat didaerah itu akan mendapat banyak kemudahan. Ini adalah bentuk terobosan Kementerian PANRB. tegas Menteri PANRB dalam diskusi di kantor Sekretariat Negara di Jakarta Jumat.

Selain Mojokerto dan Sidoarjo, Kabupaten lainya  Kota Padang, Kota Pekanbaru, Kota Tangerang, Kota Banda Aceh, Kota Makassar, Kota Samarinda, , Kota Palembang, Kabupaten Bantul, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Kulon Progo. 

“Konsep mal ditawarkan sebagai solusi dari pelayanan terpadu yang saat ini belum terintegrasi antara pelayanan pusat dan daerah sekaligus pelayanan bisnis dalam satu tempat, dimana kita hanya datang ke satu tempat untuk memenuhi semua keperluan kita,” ujar Menteri Asman saat Leader’s Talk Sesi 2 di Kantor Sekretariat Negara, Jumat (13/07).

Dalam release yang diterima wartatranparansi.com, kemeneian Tidak main-main, pemerintah membangun Mal Pelayanan Publik yang didalamnya tersedia berbagai jenis pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat bahkan nantinya akan mengintegrasikan sistemnya. 

Dengan demikian masyarakat tidak direpotkan lagi dengan birokrasi yang selama ini dianggap berbelit.

Inovasi pelayanan ini sebagai salah satu solusi untuk mempermudah segala pelayanan yang dibutuhkan warga. “Semuanya akan terus dikembangkan,” ujar Menteri Asman.

Konsep MPP ini mengadopsi dari Public Service Hall (PSH) milik Georgia. PSH di Georgia adalah pusat pelayanan yang melayani pelayanan secara terpadu dan terintegrasi, baik antar kementerian maupun dengan pemerintah lokal di sana. 

“Konsep dan prinsip tersebut tersebut kemudian kita adopsi dengan pembentukan Mal Pelayanan Publik,” imbuh Asman.

Sejalan dengan program prioritas Presiden Joko Widodo bahwa pelayanan publik harus diperbaiki dan perizinan dipermudah. “Diharapkan Indonesia juga bisa meningkatkan ranking Ease of Doing Business (EoDB) seperti Georgia,” ujarnya.

PSH Georgia mampu meningkatkan ranking EoDB, tahun 2017 dari ranking ke-16 ke posisi 9 pada tahun 2018. MPP di Indonesia juga diharapkan memiliki daya gedor EODB seperti di Georgia, sehingga target Presiden Joko Widodo dapat tercapai, yakni menduduki ranking 40 dimana saat ini masih di urutan 72. “Kehadiran MPP di Indonesia juga diharapkan membuat perubahan seperti itu,”

Hingga tahun 2018, telah terbentuk MPP di beberapa daerah di Indonesia, yaitu Kota Tomohon, Kota Batam, Provinsi DKI Jakarta, Kota Surabaya, Kabupaten Banyuwangi, Kota Denpasar, Kota Bekasi, Kota Bitung, dan Kabupaten Karangasem.

"Dengan adanya Leader’s Talk tentang MPP ini diharapkan pentingnya peningkatan pelayanan publik dapat semakin menjadi kesadaran bersama di kalangan aparatur negara,” imbuhnya.

Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota di Indonesia mulai berlomba-lomba untuk membuat MPP di daerahnya masing-masing. “Hal ini menunjukkan niat serta usaha yang baik dari pemerintah untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas kepada masyarakat,” imbuhnya.

Dikatakan, tantangan di masing-masing daerah dapat sangat berbeda dalam proses pembangunan MPP, untuk itu Menteri berharap pada kesempatan ini dapat menjadi waktu yang sangat bermanfaat untuk berdiskusi, berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai MPP.

Leader’s Talk ini dihadiri Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Walikota Tomohon (Provinsi Sulawesi Utara) Jimmy F. Eman, Wakil Walikota Batam (Provinsi Kepulauan Riau) Amsakar Achmad, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia, dan CEO Good News From Indonesia. (rom)

Madiun (KoranTransparnsi.com) - Seorang ibu dalam sebuah keluarga mempunyai peran sangat penting. Peran Ibu identik dengan sifat kasih sayang kepada anak-anaknya. Karena itu, tak berlebihan bila pembentukan karakter anak sangat bergantung pada sosok ibunya. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur saat memberikan sambutan di acara Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasinal (Harganas) XXV Tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di Alun-alun Mejayan Caruban, Kabupaten Madiun, Jum’at (13/7).

Peran penting tersebut, ujar pria yang lekat dengan sapaan Pakde Karwo itu,  termasuk peran sebagai guru utama bagi keberhasilan keluarga. "Rasulullah SAW bahkan menyebutnya sampai tiga kali, karena memang peran seorang ibu sangat besar bagi pembentukan karakter dan keberhasilan anak-anak serta keluarganya,” tuturnya. 

Selain peran di dalam keluarga, banyak pula peran yang dijalankan oleh para wanita hingga beberapa diantaranya meraih penghargaan. Diantaranya adalah penghargaan di bidang koperasi dan keberhasilan keluarga berencana (KB). 

“Semua keberhasilan tersebut ditangani oleh ibu-ibu,” terangnya.  

Karena itu, Pakde Karwo minta agar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bisa  menambah anggaran untuk pemberdayaan ekonomi keluarga.

Di akhir sambutannya, Pakde Karwo  minta kepada para bupati, walikota serta Ketua Tim Penggerak PKK agar menambah program-program produktif bagi ibu-ibu sebagai pengendalian reproduksi.

Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo dan Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Jatim, Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi  menyerahkan berbagai penghargaan kepada para pemenang lomba dalam rangk memperingati Harganas XXV Yahun 2018 Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diantaranya Lomba Pelaksanaan Hidup Keluarga Bersih dan Sehat Dalam Rumah Tangga dengan kategori Kota diraih Kota Surabaya (Juara  I), Lomba Posyandu (Kota Surabaya) dan Juara I KB Kesehatan (Kota Pasuruan) serta Lomba Hidup Sehat dan Bersih untuk Rumah tangga Juara I (Kota Madiun).

Disamping itu diserahkan penghargaan antara lain; Juara Pertama sebagai Motivator KB Pria (Vasektomi) di Bojonegoro, Sersan Satu Supandi (TNI), Juara kedua diraih Subari dari Ponorogo, dan Juara ketiga diraih Mustakim dari Kota Madiun. Juga penghargaan Lomba KB lestari 10 Tahun  Juara pertama oleh Kab. Mojokerto, KB Lestari 15 Tahun Juara pertama diraih Kab. Ponorogo dan KB Lestari 20 tahun Juara pertama diraih oleh Kab. Madiun. Penghagaraan Lomba Kader Institusi Lomba Penyuluh KB, Lomba Karya Tulis serta Lomba Puskesmas. 

Sementara itu, Plt. Kepala BKKBN Pusat, dr. Sigit Priyo Utomo, M.Kes mengatakan, keberhasilan pembangunan semuanya dimulai dari keluarga. Kalau di keluarga kecil berjalan baik dan berhasil, maka otomatis lingkungan sekitarnya pasti baik dan begus, karena dampak dari keberhasilan para keluarga yang terdapat pada lingkungan terdekat. Untuk itu, peran keluarga dalam pembangunan sangat besar dan dibutuhkan sampai kapanpun.

Selain keluarga, peran Generasi Berencana (Ganre) juga sangat dibutuhkan untuk keberhasilan pembangunan ke depan. Sebab, peran Genre sangat penting untuk menyosialisasikan generasi berencara dalam memberikan informasi kesehatan generasi muda. 

“Ganre bisa memberikan keterangan bahayanya kawin usia muda, pentingnya hidup sehat bagi kaum remaja. Untuk itu, para remaja  dihimbau oleh duta Ganre agar terus menjauhi narkoba atau barang-barang terlarang lainnya. Generasi muda lebih baik membangun image dengan berkarya dan meraih prestasi positif yang lebih baik, seperti prestasi dalam pendidikan atau prestasi dibidang enterprenuer.

Ikut hadir dalam acara tersebut selain para Bupati dan Walikota se Jatim  dan Kepala OPD Prov. Jatim serta Forpimda Kab./Kota Madiun serta kepala OPD Kab/Kota Madiun dan Kepala BKKBN Kab/Kota se jatim.(min)

Page 4 of 1726
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...