DAERAH

Published in DAERAH

Jatim dan Tianjin Cina luncurkan program pendidikan di Ponorogo

Dec 12, 2017 Publish by 
Jatim dan Tianjin Cina luncurkan program pendidikan di Ponorogo

PONOROGO (KT) – Pemerintah Tianjin Cina meluncurkan proyek kontruksi yang disebut “Luban Worshop” di SMK PGRI 2 Kabupaten Ponorogo, Selasa (12/12/2017). Ini salah satu bentuk kerjasma antara Provinsi Jawa Timur dengan Tianjin dibidang pendidikan.

Delegasi Tianjin  terdiri 10 orang itu dipimpin Vice President of  Mrs. Liu Ping didampingi Executive Director Exchange Center, Jasper Ho.

Sedangkan dari Provinsi Jawa Timur diwakili Sekretaris Bakorwil Madiun Poppy Hariyati, Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno dan Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Samhudi Arifin.

Executive Director Exchange Center, Jasper Ho menyampaikan, kerjasama antara Pemerintah Tianjin, China dengan Pemprov Jatim telah dirintis sejak tahun  2003 yang  meliputi bidang pendidikan, pariwisata dan investasi. 

Dibidang pendidikan namanya disebut  Luban dan tahun 2016 telah dilakukan MoU dengan  Kepala Dinas Pendidikan Jatim di SMK 5 Surabaya lewat proyek Sepeda Listrik.

Selain membangun Luban Workshop, Pemerintah Tianjin Cina juga memberikan bantuan hibah berupa Robotik, TV Big Screen, Mesin Walding, Drone, Bis Listrik serta Kompor Listrik yang kesmuanya senilai Rp. 6 miliar. 

Selain pendidikan dan bentuk lain, pemerintah Tianjin Cina melakjkan pertukaran pelajar setiap tahun antara 10 hingga 20 orang. Termasuk pertukaran dengan siswa ponorogo," katanya. 

Kerjasama Sister Province bidang pendidikan, menurutnya, sudah dilaksanakan lewat kerjasama dengan Diknas Jatim. Salah satu carnya adalah dengan memilih  sekolah terbaik.

"Jadi nanti kerjasama itu barangnya dari Tianjin, dan SMK disini sudah bisa dipasang dan bisa dipakai.  Sementara barangnya bisa dipakai guru untuk belajar," terangnya. 

Masih menurut Jasper, kerjasama sister province dinilainya sangat bagus. Apalagi di Tianjin, China saat ini memiliki populasi penduduk sebesar 15 juta. Kondisi tersebut membutuhkan pembangunan Sumber Daya Manusia, termasuk pembangunan pada segi infrastruktur. 

"Makanya ini sangat bagus, kita cari partner sister sekolah 8 sampai 10 siswa, ada kimia juga," jelasnya. 

Salah satu hasil partner sister province tersebut menetapkan SMK 6, SMK 3 serta beberapa sekolah di Jatim dikirim ke Tianjin, China.

"Pak gubernur minta lebih banyak SMK nya, utamanya SMK aplikasi yang banyak," ungkapnya.

Dikeaempatan yang sama, Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Samhudi Arifin mengatakan, sejak ditandatangani MoU kerjasama tersebut sudah tersedia seluruh sarana dan prasarana. Termasuk penataan tempat workshop, pemilihan peralatan beban workshop, pemilihan pelatih, pelatihan materi, penyiapan organisasi serta persoalan Sumber Daya Manusia (SDM) nya. 

"Walaupun kegiatan ini membutuhkan dana yg tidak sedikit, SMK PGRI 2 Ponorogo sudah melaksanakan sungguh-sungguh hingga terwujud seperti ini," jelas Samhudi.

Dirinya berharap, lewat Luban Workshop yang berdiri di sekolahnya itu bisa mengangkat kualitas guru dan murid di masa mendatang. Selain itu, tempat pelatihan teraebut bisa menjadi pusat pelatihan modern di Jatim. 

"Dan saya berharap bisa mencetak murid dan guru kreatif dan inovatif. Hingga bisa ikut lomba di tingkat internasional. Kedepan kami akan mengirim siswa dari 10 sekolah terbaik di Jatim selama 10 hari. Dibiayai Pemprov Jatim dan Mr. Jasper (Executive Director Exchange Center)," katanya.

Kabid Pembinaan Pendidikan SMK Dispendik Prov. Jatim, Hudiyono menambahkan, Luban Workshop yang diluncurkan Pemerintah Tianjin, China tersebut sudah didirikan di beberapa negara, seperti di Thailand, India dan Indonesia. 

"Ini sangat bermanfaat buat kemajuan pendidikan vocational di Jatim. Karena pada tahun 2035 nanti diperkirakan jenis pekerjaan itu sesuai bakat dan minat anak yang menguasai uahanya dan industri.

Untuk itu , mewakili pemerintah provinsi Jawa Timur, pihaknya menyampaikan rasa terimakasih atas terwujudnya workshop ini. 

Ia juga behrap ahar Lban Worshop ini apat menjadi pusat platihan dengan teknologi modern bagi guru dan siswa khususnya di bidang otomotive , robotik dan sistem.

Sementara itu Kepala SMK Dongli Mrs Liyu Ping mewakili pemerintah Tianjin menyampaikan terimakasih atas terwujudnya kerjasama yang dinilainya sebuah sejarah. Telebih lagi program ini dapat meningkakan smber aya manusia. (guh)

banner