Gresik

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto meminta agar pejabat Gresik tidak sekedar menyerahkan pekerjaan pada bawahanya

GRESIK (Koran Transparansi) –  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Gresik, menurut rencana, pada 20 Januari 2018. dilaksanakan penandatanganan perjanjian kinerja.

“Dalam seminggu terakhir ini kita telah membuka seluruh program dan anggaran dari seluruh OPD. Selanjutnya kepada seluruh Kepala OPD untuk mempresentasikan dihadapan saya beserta tim. Nantinya kami bersama tim akan memutuskan, setelah terlebih dahulu merevisi segala sesuatunya untuk perbaikan” tegas Sambari dihadapan pejabat dan PNS Pemkab Gresik, Senin (8/1).

Bupati juga mengingatkan agar seluruh pejabat dan bawahannya, untuk bekerja lebih hati-hati.  Sebab nantinya, semua kesalahan yang timbul maka otomatis Kepala OPD yang bersangkutan harus ikut bertanggungjawab.

.“Untuk itu pimpinan jangan hanya pasrah saja atas kinerja bawahannya. Tolong apabila ada pengajuan anggaran yang tidak pantas untuk dilaksanakan, agar jangan ditandatangani. Saya tidak mungkin membaca satu persatu,” tandas Sambari seakan gak mau kecolongan.

Bupati Sambari juga menyebutkan, jumlah Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah sampai tanggal 31 Desember 2017 pukul 24.00 yang mencapai Rp 153 miliar. Jumlah ini lebih besar dari perkiraan bupati yang hanya Rp 100 miliar.

“Jumlah Silpa ini murni dari penghematan setelah semua program dilaksanakan. Perhitungannya, dari total Anggaran 2017. Dikurangi total belanja langsung dan belanja tidak langsung. Jadi ada nilai SILPA sebesar Rp. 153 miliar. Prinsipnya semua sudah dilaksanakan” tandas Sambari.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Suyono mengatakan, pada tahun 2017 bupati mengawal langsung sejak mulai perencanaan, penganggaran maupun saat pelaksanaan.

“Bupati banyak mengevaluasi anggaran yang tidak masuk akal, tak mungkin bisa dilaksanakan, atau bahkan ada anggaran yang terlampau besar,” tandas Suyono. (kh)

Mengawali tahun 2018 Bupati Gresik Sambari Halim mengajak wrarga Istighotsah Qubro agar Gresik lebih damai.

 GRESIK (Koran Transparansi) – Membuka langkah baru di Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Gresik melaksanakan doa dan Istighotsah Qubro, Selasa (2/1/2018). Ribuan orang jamaah membanjiri halaman Pemkab Gresik dengan semangat membaca sholawat nabi dan khusyuk berdoa.

Hadir pada doa bersama dan Istighotsah Qubro seluruh Forkopimda Gresik, para Kiai dan tokoh masyarakat perwakilan dari berbagai Kecamatan Muspika di Kabupaten Gresik, Kepala OPD Pemkab Gresik. PNS Pemkab Gresik, Pelajar dari berbagai sekolah.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menyatakan bangga kepada semua jamaah yang semangat hadir pada Istighotsah Qubro yang dilaksanakan di halaman Kntor Pemerintah Kabupaten Gresik.

“Ini sebuah tradisi yang harus dilestarikan di Gresik sebagai kota santri. Hampir semua kegiatan, kami selalu melaksanakan kegiatan Istighotsah seperti saat ini," kata Sambari..

Sambari juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh ulama dan masyarakat Gresik yang banyak membantu dan mendukung program pemerintah sehingga Gresik dapat banyak penghargaan pada 2017 dan aman, tenteram.

“Gresik sebagai kota santri, tentu saja kegiatan keagamaan harus dikedepankan. Kami siap membangun berbagai pusat kegiatan Islam di seluruh Wilayah Pembantu Bupati. Bahkan saya diberi masukan agar pusat kegiatan Islam juga harus dibangun di setiap kecamatan. Untuk itu saya mohon dukungan kiai dan semua masyarakat. Saya berharap, Gresik kota Santri tak hanya slogan tapi realita kehidupan yang tergambar pada semua wilayah di Gresik," imbuhnya.

Sedang Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim menyebut beberapa event yang diselenggarakan dengan Istighotsah, yaitu pada awal masuk Tahun baru, saat HUT Pemkab Gresik dan hari jadi kota Gresik, Hari Buruh.

“Selain itu, setiap peresmian proyek ataupun bangunan pasti dilaksanakan istighotsah. Bahkan setiap Kamis malam, di Rumah Dinas Wakil Bupati Gresik selalu dilaksanakan Istighotsah dan pembacaan sholawat nabi,” kata Qosim.

Pada kesempatan itu Bupati dan Wakil Bupati serta Anggota Forkopimda Gresik menyerahkan santunan untuk anak yatim piatu dan janda miskin.(kh)

 

Pemkab Gresik Jawa Timur menerima penghargaan dari Kemensos karna berhasil mengentas kemiskinan. Dan penghargaan tu diterima Wakil Bpati Gresik Qosim.

GRESIK (KoranTransparansi.Com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berhasil meraih penghargaan Program Keluarga Harapan (PKH) tingkat nasional tahun 2017 dari Kementerian Sosial RI. Penghargaan tersebut diraih karena Pemkab Gresik dinilai terbaik dalam berkinerja terhadap penyaluran bantuan social non tunai.

Artinya, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial bersama pelaksana PKH berjasa dalam menyukseskan pengentasan kemiskinan di kabupaten Gresik.

Apresiasi dari Kemensos tersebut diserahkan oleh Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial RI Drs. Nur Pujianto kepada Wakil Bupati Gresik Dr. H. Moh. Qosim dalam acara yang bertajuk PKH Appreciation Day 2017 di Vasa Hotel Surabaya, Selasa (19/12/2017), yang juga disaksikan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Wabup Qosim mengaku bersyukur atas penghargaan yang diraih oleh pemkab Gresik. Menurutnya, ini adalah bentuk upaya pemkab Gresik dalam keseriusan menjalankan program pengentasan kemiskinan di kabupaten Gresik.

Oleh sebab itu, ia berharap agar penghargaan ini menjadi motivasi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk terus melakukan upaya-upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kabupaten Gresik.

“Alhamdulillah atas kerjasama semua pihak dan keseriusan pemkab Gresik dalam mendukung dan menjalankan program yang dimotori Kementerian Sosial RI, pemkab Gresik berhasil meraih penghargaan penyaluran bantuan social non tunai atas upaya kami dalam mengentas kemiskinan di kabupaten Gresik,” kata wakil bupati Moh. Qosim.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Ir. Sentot Supriyohadi mengatakan bahwa saat ini di Gresik terdapat 31 ribu Keluarga Penerima Manfaat  dari Program Keluarga Harapan. “Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp. 1.890.000 tiap tahun,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa yang menjadi prioritas adalah di bidang kesehatan bagi ibu hamil dan balita. Serta Pendidikan bagi anak-anak yang harus bisa sekolah hingga ke tingkat SMA.

“Perolehan penghargaan ini tidak terlepas dari dukungan pak Bupati Dr. H. Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Dr. H. Moh. Qosim yang telah memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan program PKH,” ujarnya.

Khusus untuk tenaga pendamping PKH, dirinya menjelaskan bahwa jumlahnya sebanyak 114 orang. “Kami harap para pendamping mampu menjalankan tugas sesuai dengan tugas dan fungsinya. Sehingga sesuai dengan apa yang diharapkan,” pungkasnya. (kh)

Wakil GUbernur Jatim di pengajian di Gresik minggu 24 / 12/ 2017

Gresik (KT) - Maulid Nabi Muhammad SAW yang diperingati  sebagai kelahiran Rasulullah SAW bagi seluruh ummat muslim di Indonesia harus dijadikan ajang untuk terus memperkuat ukhuwah islamiyah atau hubungan silaturahmi antar sesama. kata  Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di LP Maarif Benjeng, Kab. Gresik, Minggu (24/12). 

Ia mengatakan, melalui maulidan seperti ini akan memperkokoh hubungan ukhuwah dan kebersamaan, sehingga membuat  dekat hubungan masyarakat sebagai sesama muslim dan anak bangsa. 

"Semoga kumpul kita hari ini dapat memperkuat ukhuwah islamiyah yang akan tercipta kebersamaan yang kuat. Selain itu juga dapat memperkuat rasa solidaritas antar umat," ujarnya. 

Gus Ipul sapaan akrabnya menyebut, maulidan yang diselenggarakan di Benjeng Gresik ini, akan membuat hubungan antar ummat terus terjaga, saling mengingatkan antar sesama muslim sehingga menumbukan rasa saling peduli. 

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menyatakan, akan terus berkomitmen memperkuat Madrasah Diniyah (Madin) di Jatim. Madrasah Diniyah adalah pilar dunia pendidikan. Pemerintah mengharapkan keberadaannya terus diperkuat. 

Menurutnya, keberadaan Madin ini harus diperkuat karena terbukti mampu menggabungkan pendidikan formal terutama bagi pendidikan akhlak sehingga melahirkan generasi penerus bangsa yang tangguh dan berkarakter.

"Nantinya, kami ingin ada ahli matematika atau sains yang cerdas tapi juga pandai dalam membaca Al Qur'an. Profesi lainnya, seperti polisi dan tentara bekerja dengan ikhlas karena mengimplementasikan Al Qur'an. Diharapkan generasi cerdas yang dibekali akhlak lahir dari Jatim ," tegasnya. 

Dihadapan undangan yang hadir, Gus Ipul akan terus bekerja dan berupaya meningkatkan serta memberdayakan ekonomi perempuan melalui program maupun pelatihan dan keterampilan. 

"Terbukti di Jatim, jika perempuam bekerja akan memberikan nilai tambah bagi keluargaa. Sehingga dapat menggerakkan ekonomi keluarga dan daerahnya," tutupnya. (min)

Gus Ipu pakai topi putih didampingi Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Ketua PDGI saat bakti sosial di Gresik, Sabtu (4/11/2017).

GRESIK (KT) - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengajak masyarakat untuk  menjaga kesehatan gigi dan mulut. Salah satunya, dengan membiasakan diri untuk menggosok gigi dengan benar di waktu yang tepat. Yakni ketika mau tidur malam, dan setelah sarapan di pagi hari serta rutin memeriksakan kesehatan giginya ke dokter.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat penanangan Gerakan Masyarakat Peduli Kesehatan di Kab Gresik, Senin (11/9)  (foto/min)

GRESIK (KT) - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro, Kab. Gresik, Senin (11/9).

 

Menurut Gus Ipul, Germas merupakan  upaya mempercepat dan menyinergikan tindakan promotif dan preventif untuk hidup sehat. Melalui Germas, pemerintah mengajak seluruh warga masyarakat agar terlibat secara aktif dalam kegiatan promotif dan preventif.

 

“Germas merupakan gerakan semua pihak. Kita tidak bisa semata mata mengandalkan tindakan kuratif. Akan tetapi, mencegah merupakan salah satu tindakan yang lebih baik,” ujarnya.

 

Gus Ipul menjelaskan, untuk mencegah dan menyebarnya penyakit, bisa dilakukan dengan berolahraga setiap hari. Selain berolahraga rutin, juga dengan  mengkonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur-sayuran. 

 

“Kesehatan saat ini, lebih banyak disebabkan oleh perilaku individu yang ditimbulkan oleh manusia itu sendiri. Perilaku individu yang didukung oleh lingkungan sehat serta ditunjang oleh sarana prasarana pelayanan kesehatan cukup akan membuat hidup menjadi sehat dan berkualitas,” ujarnya.   

 

Menurutnya, BPJS telah banyak menggeluarkan biaya maupun anggaran yang tidak sedikit dan setiap waktu jumlahnya mengalami kenaikan. Tingginya biaya tersebut merupakan indikasi pelayanan di tingkat kuratif.

 

Gus Ipul berharap, ke depan semua masyarakat dapat terlibat untuk menjaga pola hidup sehat. Disadari, masyarakat sekarang lebih banyak menyukai makanan cepat saji (fast food). Kondisi tersebut menyebabkan penyakit seperti diabetes, stroke hingga jantung dengan cepat menjangkiti generasi muda kita.

 

”Bedasarkan data dari Dinas Kesehatan Prov. Jatim penyakit tertinggi di Jatim disebabkan oleh faktor hipertensi sebanyak 935.736 orang, diare sebanyak 865.000 kemudian disusul oleh penyakit obesitas dan penyakit yang ditimbulkan oleh makanan yang tidak sehat lainnya. Mari kita jaga pola hidup sehat sedini mungkin,” imbuhnya.

 

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Prov. Jatim dr Kohar Hari Santoso mengatakan, bahwa kegiatan ini mengajak masyarakat untuk senantiasa perilaku hidup sehat dengan berbagai cara dan upaya.

 

Ia menambahkan, agar pelaksanaan Germas bisa dilakukan secara menyeluruh, Gubernur Jatim telah mengeluarkan Surat Edaran No 440.7/4547/201.4/2017 perihal implementasi intruksi Presiden RI Nomor 1 tahun 2017 tentang gerakan masyarakat hidup sehat.

 

Dalam salah satu poin disebutkan, Germas tahun ini diperuntukkan bagi seluruh organisasi perangkat daerah Pemprov Jatim untuk segera melaksanakan kegiatan operasional dengan mengambil fokus "Makan buah dan sayur, aktifitas fisik dan cek kesehatan berkala. Artinya, memberi kebiasaan makan buah dan sayur dengan menambahkan menu buah di snack dalam setiap pertemuan.

Tak hanya itu, dalam surat edaran dijelaskan agar setiap instansi untuk membudayakan aktifitas fisik di tempat kerja dengan melaksanakan peregangan di kantor setiap jam 10.00-14.00 wib serta melaksanakan tes kesehatan secara berkala setiap enam bulan sekali untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

 

Dalam surat edaran tersebut juga di himbau agar seluruh masyarakatdapat berperan aktif mewujudkan Germas melalui peningkatan fisik, perilaku hidup sehat, penyediaan pangan dan percepatan perbaikan gizi. Selain itu, surat edaran juga menghimbau agar mampu mencegah dan mendeteksi dini penyakit dengan meningkatkan kualitas lingkungan serta peningkatkan edukasi hidup secara sehat. (min).

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...