Gresik

TMMD KE-102 GRESIK BERI PENYULUHAN CEGAH BAHAYA NARKOBA.

GRESIK (KoranTransparansi.com) - Indonesia sekarang masuk kredibilitas tinggi tentang Darurat Narkoba, sehingga pada kesempatan TMMD (Tentara Manunggal Masuk Desa) Ke-102 Gresik ini, Satgas TMMD bekerjasama dengan BBN Gresik memberikan Penyuluhan dan Pengetahuan tentang Pencegahaan Bahaya Narkotika, Psikotropika dan Obat-Obat Terlarang atau yang disingkat Narkoba.

Hal ini merupakan moment yang sangat penting untuk disosialisasikan di daerah pedesaan khususnya Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, untuk itu Kodim 0817/Gresik mengundang M. Zamil Fanani perwakilan dari BNN Kabupaten Gresik.

Kegiatan penyuluhan maupun sosialisasi merupakan salah satu kegiatan Non Fisik daripada Program Terpadu TMMD Ke-102 yang sudah terprogram dan terjadwalkan oleh satuan Kodim 0817/Gresik sebagai penyelenggara kegiatan TMMD Terpadu tersebut.

Narasumber BNN Gresik Zamil Fanani  menyoroti dinamika generasi pemuda sekarang yang sedang mengalami degradasi moral. 

“Banyak kenakalan-kenakalan remaja yang tidak diketahui oleh orang tuanya, khususnya Narkoba yang menjadi perhatian khusus oleh pemerintah, yang tidak main-main hukuman mati bagi penjual dan pengedar, sampai-sampai keluar dengan istilah Jargon Indonesia Darurat Narkoba,”pungkasnya.

Lebih lanjut Beliau menjelaskan bahwa remaja yang berisiko tinggi adalah remaja yang kurang berkomunikasi dengan orang tua, tidak mau mengikuti aturan  norma maupun tata tertib bahkan nilai agama, bergaul atau bertempat tinggal di lingkungan penyalahgunaan Narkoba, rendah penghayatan spritual nilai agamanya maupun pendidikan keluarga, sekolah dan bermasyarakat.

" Bagaimana cara pencegahannya yaitu melalui beberapa metode pendekatan pribadi antara orang tua dan anak, selain itu Narkoba saat ini tidak hanya berada di Kota saja, tetapi telah meracuni remaja hingga tingkat Desa khususnya para pemuda-pemudi yang nantinya sebagai penerus generasi bangsa kedepannya, berbagai upaya bagi pengguna maupun pengedar untuk memperluas jaringan narkoba, berawal dari coba-coba dan gratis sampai menjadi ketagihan akhirnya berbagai upaya mengeluarkan harta bendanya demi konsumsi Narkoba ", Tegas Zamil.

Kegiatn penyuluhan tersebut bertujuan untuk  memberikan pengetahuan tentang pentingnya bahaya Narkoba serta upaya-upaya pencegahan berkembang biaknya pengguna Narkoba di tengah-tengah generasi muda saat ini.

Penyuluhan Narkoba itu sendiri diikuti oleh seluruh pegawai Kelurahan Desa Ngampel, Beberapa anggota Kodim 0817/Gresik dan masyarakat Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang. (med)

 

GRESIK (KoranTransparansi.com)  - Indonesia sekarang masuk kredibilitas tinggi tentang Darurat Narkoba, sehingga pada kesempatan TMMD (Tentara Manunggal Masuk Desa) Ke-102 Gresik ini, Satgas TMMD bekerjasama dengan BBN Gresik memberikan Penyuluhan dan Pengetahuan tentang Pencegahaan Bahaya Narkotika, Psikotropika dan Obat-Obat Terlarang atau yang disingkat Narkoba.

Hal ini merupakan moment yang sangat penting untuk disosialisasikan di daerah pedesaan khususnya Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, untuk itu Kodim 0817/Gresik mengundang M. Zamil Fanani perwakilan dari BNN Kabupaten Gresik.
 
Kegiatan penyuluhan maupun sosialisasi merupakan salah satu kegiatan Non Fisik daripada Program Terpadu TMMD Ke-102 yang sudah terprogram dan terjadwalkan oleh satuan Kodim 0817/Gresik sebagai penyelenggara kegiatan TMMD Terpadu tersebut.
 
Narasumber BNN Gresik Zamil Fanani  menyoroti dinamika generasi pemuda sekarang yang sedang mengalami degradasi moral. 
 
“Banyak kenakalan-kenakalan remaja yang tidak diketahui oleh orang tuanya, khususnya Narkoba yang menjadi perhatian khusus oleh pemerintah, yang tidak main-main hukuman mati bagi penjual dan pengedar, sampai-sampai keluar dengan istilah Jargon Indonesia Darurat Narkoba,”pungkasnya.
 
Lebih lanjut Beliau menjelaskan bahwa remaja yang berisiko tinggi adalah remaja yang kurang berkomunikasi dengan orang tua, tidak mau mengikuti aturan  norma maupun tata tertib bahkan nilai agama, bergaul atau bertempat tinggal di lingkungan penyalahgunaan Narkoba,rendah penghayatan spritual nilai agamanya maupun pendidikan keluarga, sekolah dan bermasyarakat.
 
" Bagaimana cara pencegahannya yaitu melalui beberapa metode pendekatan pribadi antara orang tua dan anak, selain itu Narkoba saat ini tidak hanya berada di Kota saja, tetapi telah meracuni remaja hingga tingkat Desa khususnya para pemuda-pemudi yang nantinya sebagai penerus generasi bangsa kedepannya, berbagai upaya bagi pengguna maupun pengedar untuk memperluas jaringan narkoba, berawal dari coba-coba dan gratis sampai menjadi ketagihan akhirnya berbagai upaya mengeluarkan harta bendanya demi konsumsi Narkoba ", Tegas Zamil.
 
Kegiatn penyuluhan tersebut bertujuan untuk  memberikan pengetahuan tentang pentingnya bahaya Narkoba serta upaya-upaya pencegahan berkembang biaknya pengguna Narkoba di tengah-tengah generasi muda saat ini.
 
Penyuluhan Narkoba itu sendiri diikuti oleh seluruh pegawai Kelurahan Desa Ngampel, Beberapa anggota Kodim 0817/Gresik dan masyarakat Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang. (med)
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto didampingi Wakil Bupati Moh. Qosim, sejumlah Kepala OPD terkait serta para camat di masing-masing wilayah pengabdian mahasiswa dan berlangsung di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Selasa (03/07/2018).

GRESIK (KoranTransparansi.com) - Sebanyak 1.020 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melakukan Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM) di Kabupaten Gresik.

Kedatangan mahasiswa KKN tematik ke-58 tersebut diterima oleh Bupati Gresik Sambari Halim Radianto didampingi Wakil Bupati Moh. Qosim, sejumlah Kepala OPD terkait serta para camat di masing-masing wilayah pengabdian mahasiswa dan berlangsung di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Selasa (03/07/2018).

Mahasiswa KKN Unair Surabaya tersebut akan melakukan pengabdian selama satu bulan di Kabupaten Gresik dan akan disebar di lima Kecamatan, yakni Kecamatan Cerme, Kecamatan Menganti, Kecamatan Benjeng, Kecamatan Driyorejo dan Kecamatan Manyar.

Sementara itu, Bupati Gresik Dr. H. Smabari Halim Radianto pada kesmepatan tersebut memberi pemaparan singkat terkait dengan kondisi pembangunan di daerahnya.

Selain itu, Bupati Sambari juga mengatakan bahwa setiap daerah di Kabupaten Gresik memiliki kultur yang berbeda. Namun, masih menjunjung tinggi nilai-nilai islam di tiap daerahnya.

“Pelaksanaan KKN ini merupakan salah satu upaya mewujudkan revolusi mental. Serta menjadi komitmen untuk belajar kepada masyarakat terkait dengan culture di masing-masing tempat pengabdian yang hingga kini menjunjung tinggi nilai-nilai islam,” ujar Bupati Sambari.

Ia juga menghimbau kepada para Camat setempat untuk tidak segan-segan membantu para mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pelaksanaan KKN.

Masih menurut Bupati, ia menyebutkan bahwa selama ini, Kabupaten Gresik menjadi Kabupaten favorit para mahasiswa untuk melaksanakan KKN.

“Gresik membangun birokrasi yang melayani, maka dari itu setiap mahasiswa yang KKN di sini pasti merasa betah dan kadang tidak ingin pulang,” kata Bupati yang disambut dengan aplous para mahasiswa.

Sementara itu, Wakil Bupati Dr. H. Moh. Qosim berharap, agar para mahasiswa peserta KKN dapat mengikuti kegiatan hingga tuntas.

“Kami juga ikut mendoakan para mahasiswa peserta KKN agar betah dan kerasan, sehingga dpaat melaksanakan kegiatan KKN dari awal hingga selesai. Selain itu, pengabdian yang dilakukan diharapkan meninggalkan jejak positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat di tempat pengabdian masing-masing,” pinta Wabup.

Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unair, Jusuf Irianto mengaku difasilitasi dengan baik oleh pemerintah setempat.

“Ini adalah kali pertama kami mendapatkan sambutan yang luar biasa. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah menyambut baik anak-anak kami. Saya yakin program yang akan dilakukan oleh para mahasiswa sesuai dengan program yang ditonjolkan oleh Kabupaten Gresik,” ujarnya.(hms/min)

Khofifah Dapat Dukungan dari Karyawan dan Direksi Pabrik Kayu Gresik

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Cagub Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa, berkunjung ke pabrik kayu, Sumber Mas Indah Plywood, di Gresik. Dalam kesempatan tersebut, para direksi dan karyawan kompak menyatakan dukungan pada pasangan Khofifah-Emil.

Saat tiba di pabrik, Khofifah langsung disambut oleh direktur Sumber Mas Indah Plywood, Ava Hartono,  dan General Manager Sumber Mas Indah Plywood, Ivan Hartono. Dalam kesempatan itu, Ivan mengatakn bila para karyawannya sangat antusias mengetahui Khofifah akan berkunjung ke tempat mereka bekerja.

"Karyawan disini sangat antusias ketemu Ibu. Apalagi setelah melihat kepemimpinan Ibu," kata Ivan kepada Khofifah di lokasi, Jumat (13/4/2018).

 Menurut Ivan, pabrik yang berdiri sejak tahun 1964 itu memiliki sekitar 1.600 karyawan. Dari jumlah tersebut, 60 persen karyawannya merupakan perempuan.

"Karena pengolahan kan butuh ketelitian dan ketelatenan," ucap Ivan.

Tidak hanya itu, Ivan juga menyebut bila karyawannya memiliki loyalitas tinggi. 

"Rata-rata disini sudah bekerja 27 tahun dan karyawan tetap. Loyalitas mereka tinggi pada perusahaan," tuturnya

Khofifah juga sempat menanyakan soal pangsa pasar dari Sumber Mas Indah Plywood. Ivan mengatakan, tiap bulannya mereka bisa mengirim 300 kontener ke 20 negara tujuan. Jepang, menjadi pangsa pasar terbesar mereka.

"Kira-kira per bulan 300 kontener Bu, dikirim ke 20 negara. Tapi Jepang paling banyak peminatnya," papar Ivan.

"Untuk dalam negeri juga sudah meningkat permintaannya," lanjutnya.

Usai berbincang dengan direksi perusahaan, Khofifah lalu menyempatkan diri untuk berziarah ke makam yang berada di sekitaran pabrik. Lalu, Khofifah lanjut menyapa para karyawan. 

Terlihat para karyawan sangat antusias menyambut kedatangan Khofifah. Mereka berebut untuk bersalaman dan berfoto dengan Khofifah. Khofifah pun membalas antusiasme mereka dengan senyuman. (min)

Muslimat NU Gresik Juga Doakan Gus Ipul Jadi Gubernur Jatim

GRESIK (Korantrnsparansi.com) – Muslimat NU  Kabupaten Gresik mendoakan calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2 Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bisa menjadi Gubernur dalam pemilihan gubernur 2018 mendatang.

Gerakan olahraga bersama sekaligus pre-launching ''Bangga Atung Kita” Rusa Bawean sebagai maskot Asian Games 2019 .

GRESIK (Korantransparansi.com) - Gerakan olahraga bersama sekaligus pre-launching ''Bangga Atung Kita” Rusa Bawean sebagai maskot Asian Games 2019 kemarin (15/3) berlangsung sangat meriah. Ribuan orang dari berbagai instansi memenuhi Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Jalan Jaksa Agung Suprapto Gresik.

Kegiatan tersebut diinisiasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemkab Gresik bekerja sama dengan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Jatim serta Gresik. Rangkaian acara diawali dengan apel bersama dipimpin Wabup M. Qosim. Tampak hadir antara lain Wakapolres Kompol Wahyu Prishta Utama, Ketua KONI Gresik Singgrih Priyanto, dan pejabat Forkopimda lainnya.

Dalam sambutannya, Qosim mengatakan, olahraga harus terus menjadi budaya masyarakat. Dengan rajin berolahgara, maka tubuh dan pikiran akan sehat. Karena itu, pihaknya mengapresiasi kampanye olahrga bersama yang dilaksanakan Dispora. ''Kalau saya teriak olahraga, maka jawabanya masuk surga,'' kata Qosim memimpin yel-yel peserta.

Qosim menambahkan, warga Gresik dan Jawa Timur patut ikut berbangga lantaran pada perhelatan Asian Games 2018, Rusa Bawean menjadi salah satu maskot di event olahraga tingkat Asia. Pada 2019 nanti, Gresik juga akan ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahrga Provinsi (Porprov) Jatim dan Rusa Bawean juga sebagai maskotnya.

''Dengan demikian, Rusa Bawean sebagai salah satu potensi fauna di Pulau Bawean akan semakin mendunia. Karena itu harus terus dilestarikan jangan sampai punah. Selain itu, potensi Pulau Bawean tentu juga akan makin dikenal luas,'' kata mantan kepala dinas pendidikan itu.

Setelah apel bersama, Wabup, Wakapolres, Kepala Dispora Jaeruddin, dan Ketua SIWO PWI Jatim Erwin Muhammad me-launching program Bangga Atung Kita. Kegiatan tersebut ditandai dengan pembukaan banner bergambar maskot Rusa Bawean. Lalu, ribuan peserta mengikuti senam bersama dan dilanjutkan dengan eksebisi bola voli antara tim SIWO PWI Jatim-Gresik melawan tim Forkopimda Gresik. Dalam pertandingan dua set tersebut pertandingan imbang 1-1.

Di tempat lain, yakni di Gelora Joko Samudro Gresik, tim SIWO PWI Jatim tanding persahabatan melawan tim Jago Kapok Dispora Jatim. Pertandingan berjalan sangat seru. Skor akhir dimenangkan kesebelasan SIWO PWI Jatim dengan 3-2.

Menurut Kadispora Pemkab Gresik Jaerudin, program ini merupakan salah satu upaya untuk menggiatkan lahi semangat olahraga. Baik di lingkungan intansi pemerintahan maupun swasta. ''Realita zaman sekarang, semangat olahraga di kalangan masyarakat semakin menurun. Orang lebih suka bermain gadget. Nah, Dispora ingin menjadi pelopor untuk mengembalikan dan mengajak seluruh elemen masyarakat agar olahraga menjadi lifstyle, ajang silaturrahmi, ajang edukasi,'' katanya.

Olahraga, lanjut dia, juga akan didorong sebagai faktor muliplayer effect peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. ''Terima kasih kepada SIWO Jatim dan semua pihak yang bersama-sama ikut berpartisipasi dalam gerakan ini,'' ungkap mantan Camat Manyar itu. (nov)

  •  Start 
  •  1 
  •  End 
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...