Bojonegoro

Published in Bojonegoro

Gubernur Kembali Tegaskan Komitmen Tolak Impor Beras

Jan 23, 2018 Publish by 
Gubernur Jatim Soekawo saat mendampingi Menteri Pertanian RI H. Andi Amran Sulaiman dalam rangka Panen Raya di Desa Kedung Arum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Senin (22/1) pagi.
Gubernur Jatim Soekawo saat mendampingi Menteri Pertanian RI H. Andi Amran Sulaiman dalam rangka Panen Raya di Desa Kedung Arum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Senin (22/1) pagi. (kt/min)

Bojonegoro (Koran Transparansi) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo kembali menegaskan komitmennya untuk menolak impor beras. Alasannya, produksi beras di Jatim sangat melimpah. 

“Jika berbicara perkara produksi beras, Jatim sudah mencukupi. Kami sudah sejak Tahun 2013 telah mengeluarkan Pergub yang melarang impor beras” kata Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim saat mendampingi Menteri Pertanian RI H. Andi Amran Sulaiman dalam rangka Panen Raya di Desa Kedung Arum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Senin (22/1) pagi.

Pakde Karwo mengatakan, produksi beras di Jatim  tahun 2017 mencapai 8,751 juta ton, kemudian yang dikonsumsi oleh masyarakat sebanyak 3,5 juta ton. 

Dengan demikian, Jatim masih mengalami kelebihan atau surplus sekitar 5 juta ton. Surplus ini  didistribusikan ke provinsi lain yang produksi berasnya masih minus. 

Terkait stok beras di Jatim, jelas Pakde Karwo, dalam kondisi aman.  Pada akhir tahun 2017 ketersediaan  surplus beras Jatim  sebanyak 200.000 ton. Pada Januari 2018, produksi beras  mencapai 295.000 ton dengan kebutuhan konsumsi  mencapai 297.000 ton.

Artinya stok beras masih aman, yakni sebesar 198 ribu ton. Surplus akan menjadi lebih besar lagi karena pada Februari 2018, Jatim akan panen 990.000 ton dan bulan Maret akan panen 1,7 juta ton. 

“Jatim dijamin stok beras aman hingga akhir tahun. Masyarakat tidak perlu panik” ujarnya. (min)

banner

> BERITA TERKINI lainnya ...