Bojonegoro

Wabup Bojonegoro Hadiri Festival Geopark Di Wisata Khayangan Api Bojonegoro

Bojonegoro (KoranTransparansi.com)  – Masih dalam rangkaian memperingati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) Ke-341, digelar Festival Geopark Bojonegoro, yang berlangsung di Obyek wisata Khayangan Api, yang berada di Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (24/11/2018) kemarin malam.

 
Acara diawali dengan suguhan Tari Kayangan Api dan Juga Tari Thengul yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro tersebut. Tak hanya itu, acara juga dimeriahkan oleh Regina Idol, Djaduk F dan Bojonegoro Etnic Musik.
 
Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Drs Budi Irawanto,M.Pd, dalam sambutanya menyampaikan tentang terciptanya Gerakan sadar wisata yang digalakkan di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro sebagai destinasi wisata sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
 
“Gerakan Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) pastinya akan berdampak positif bagi masyarakat Desa Wonocolo dan di destinasi wisata lainnya yang ada di Kabupaten Bojonegoro ini. Salah satunya adalah mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga masyarakat di sekitar obyek wisata tersebut akan makin sejahtera,” ungkap Wabup Bojonegoro yang akrab disapa Mas Wawan itu.
 
Ditambahkan, Wawan menjelaskan dengan menjadi destinasi wisata maka jalan menuju ke lokasi wisata tersebut segera dilakukan perbaikan dengan tujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung di lokasi wisata tersebut.
 
Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan Launching Batik Motif baru dari Bojonegoro dan Fashion show, dengan peragaan batik yang di peragakan oleh ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0813 Bojonegoro. Mereka memperagakan berbagai keindahan motif batik yang di produksi masyarakat Bumi Angling Dharma itu.
 
Di hari ke-2 Festival Geopark Minggu (25/11/2018), dimeriahkan oleh penyanyi Ibukota Jakarta diantaranya, ada Anji, Sruti Respati, Indro H dan Bojonegoro Light Orkestra.
 
Tampak hadir, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli,SIK,MH,M.Si, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arh Redinal Dewanto,S.Sos, Sekda Bojonegoro Yayan Rachman, kepala OPD dan undangan lainnya. (rin/bis).
Sejumlah pengunjung di objek wisata Geopark Kayangan Api Bojonegoro, Senin (18/6).

Bojonegoro (KoranTransparansi.com) - Objek wisata Geopark Nasional Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, diserbu pengunjung dari berbagai daerah pada beberapa hari libur Idul Fitri 1439 H.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Harnoto, di lokasi objek wisata Kayangan Api, Senin, menjelaskan pengunjung objek wisata Kayangan Api tidak hanya lokal, tapi juga dari berbagai daerah, bahkan dari luar Jawa.

Menurut dia, pengunjung yang datang di objek wisata Kayangan Api yang masuk Geopark Nasional hamparan minyak bumi itu, semuanya dari wisatawan domestik.

"Tidak ada wisatawan manca negara (wisman) selama libur Lebaran," ucapnya sebagaimana dilangsir Antara.

Meski demikian, lanjut dia, objek wisata ini pernah dikunjungi wisman asal luar negeri, antara lain, asal Turki, Amerika Serikat, juga negara lainnya.

"Kami tidak tahu tujuan wisman berkunjung ke Kayangan Api," ujarnya.

Ia menyebutkan pada libur Idul Fitri 15 Juni mulai ada pengunjung. Pada hari pertama 161 orang, dan meningkat tajam pada 16 Juni dengan jumlah 1.079 orang dan pada 17 Juni meningkat lagi menjadi 1.609 orang.

"Kalau hari ini jumlah pengunjung sudah mulai menurun tapi masih cukup banyak bisa sekitar 900 orag," ucapnya menambahkan.

Ia memperkirakan pengunjung objek wisata Kayangan Api masih ramai memperoleh kunjungan wisdom sampai 20 Juni.

"Pengunjung masih akan ramai selama libur lebaran," ujarnya.

Yang jelas, kata dia, jumlah pengunjung selama libur lebaran tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan libur hari Minggu yang jumlahnya hanya sekitar 250 wisdom.

Pengunjung bisa meningkat pada hari tertentu seperti bulan Suro karena ada warga Bali yang datang berombongan untuk menggelar ritual di Kayangan Api.

"Warga Bali yang datang ke Kayangan Api biasanya membawa bus," ucapnya menambahkan.

Ia menambahkan Disbudpar selain mengelola objek wisata Kayangan Api, juga objek wisata Dander Park di Kecamatan Dander, Waduk Pacal di Kecamatan Temayang dan Wali Kidangan di Kecamatan Malo.

"Jumlah pengunjung terbanyak Kayangan Api," katanya.

Di Kayangan Api yang berada di tengah hutan jati berjarak sekitar 23 kilometer dari Kota Bojonegoro, pengunjung bisa menyaksikan keindahan api abadi serta sumur blekutuk, dan menikmati berbagai aneka kuliner para pedagang. (den)

Gus Ipul Inginkan Ekonomi Pekerja Perempuan Terus Meningkat

 

BOJONEGORO (KoranTransparansi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bertemu dengan ribuan buruh pengolah tembakau di Bojonegoro, Rabu (6/6/2018). Dalam kunjungan ini, Gus Ipul mendatangi dua lokasi pabrik pengolah tembakau sigaret kretek tangan (SKT) PT Wismilak Inti Makmur Tbk.

Tiba di lokasi yang berada di Kecamatan Baureno ini, Gus Ipul disambut langsung ribuan buruh yang mayoritas perempuan. Tak sekadar menyapa, mereka juga berebut swafoto dengan Gus Ipul.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul mengapresiasi kinerja peruhasaan ini. "Industri berbasis tembakau menempati urutan kedua di Jawa Timur dan menjadi prioritas kami," kata Gus Ipul.

Selain kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, perusahaan padat karya seperti ini juga mampu menyerap tenaga kerja yang tinggi pula.

"Kami mendorong agar seluruh pekerja bisa terdaftar BPJS. Para pekerja perempuan juga jangan sekadar menggantungkan kehidupan ekonomi dari perusahaan, harus memiliki usaha sampingan. Minimal harus terdaftar di koperasi," kata Gus Ipul.

Untuk membangkitkan jiwa wirausaha para pekerja, Gus Ipul juga telah memiliki program Superstar atau Sentra Industri Kreatif, UMKM dan Pemberdayaan Start-Up. 

Program yang masuk dalam sembilan agenda prioritas ini mendorong pelaku UMKM memenuhi empat syarat yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas UMKM. Yakni riset, pasar, permodalan, teknologi dan kualitas SDM. Gus Ipul dan Mbak Puti menegaskan bahwa pelaku UMKM itu harus makmur dan sejahtera. Sebab UMKM telah sukses menyumbang PDRB Jatim.

Sementara itu, Henry Najoan, GA Manager perusahaan ini mengaku akan mendukung berbagai terobosan yang disiapkan Gus Ipul. "Kami mendukung Calon Gubernur yang selama ini mengerti tentang pentingnya keberadaan industri pengolahan tembakaum khususnya industri kretek di Jawa Timur," katanya. 

"Selama ini, pemerintah provinsi Jawa Timur telah memberikan berbagai program yang mendukung industri ini. Memang, kami mengharapkan keberlanjutan di sana," kata Henry. (min)

Menteri Pertanian Amran dan Gubernur Soekarwo memanen padi di Bojonegoro, Senin (22/1/2018)

Bojonegoro (Koran Transparansi) - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengatakan, dirinya optimis Indonesia dapat menjadi lumbung pangan dunia. Menurutnya, saat ini negara kita sudah berada pada jalur yang tepat untuk mewujudkan target tersebut.

“Mimpi kita, Indonesia jadi lumbung pangan dunia, jika bisa, seluruh air yg jatuh ke bumi Indonsia jangan sampai jatuh ke laut, tapi kita tangkap dan jadikan karbohidrat dan protein seperti padi, sayur-sayuran, dan sejenisnya” kata Amran saat panen raya di Bojonegoro, Senin (22/1/2018).

Amran mengatakan, optimisme itu berdasarkan kinerja pertanian Indonesia yang menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dari 11 komoditas strategis, terdapat empat komoditas (beras, jagung, cabai, bawang) yang berhasil diselesaikan permasalahannya, dan bahkan bisa diekspor.

Komoditas jagung, lanjut Amran, merupakan salah satu contohnya, dulu Indonesia impor 3,6 juta ton jagung yang nilainya mencapai Rp. 10 triliun. Saat ini, Indonesia tidak mengimpor jagung, justru malah mengekspor. Ini diakui oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO yang berada dibawah naungan PBB.

“Selain jagung, komoditas bawang merah pun progressnya membanggakan, dulu kita impor, tapi sekarang kita ekspor ke enam negara. Komoditas-komoditas lainnya yang dulu bermasalah puluhan tahun, sekarang bisa kita selesaikan satu persatu. Kami optimis, Indonesia bisa jadi lumbung pangan dunia di masa depan” ujarnya.

Ditambahkan, keberhasilan tersebut diraih dengan penuh perjuangan, pasalnya sektor pertanian di era pemerintahan Joko Widodo berada pada kondisi cuaca yang tidak mendukung produktivitas pertanian. "Ini era terberat sektor pertanian. Ingat, ada El Nino dan La Nina dahsyat, terbesar sepanjang sejarah, tapi kita bisa melewatinya" katanya.

Lebih lanjut disampaikannya, pemerintah terus mempermudah petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian. “Contohnya, dulu tidak ada asuransi untuk petani, namun sekarang, pertama kalinya dalam sejarah ada asuransi untuk petani. Ini agar menjamin petani agar tenang dalam menjalankan aktivitasnya” lanjutnya. 

Panen 1.830 Ha Padi

Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Drs. Suyoto, M.Si mengatakan, pada kesempatan ini terdapat 1.830 ha lahan pertanian padi yang dipanen. Sedangkan pada akhir Januari mendatang, diperkirakan lahan yang dapat dipanen mencapai 8.227 ha, kemudian pada Februari mencapai 35.779 ha.

“Untuk bulan Maret diperkirakan ada 25,964 ha lahan yang siap panen, kemudian pada April 3.527 ha. Sedangkan pada Desember sampai Mei kita sudah panen mencapai 78.200 ha atau jika dikonversikan mencapai 500.480 ton beras. Jadi kita tidak perlu impor” tegasnya. (ard/min)

 

Gubernur Jatim Soekawo saat mendampingi Menteri Pertanian RI H. Andi Amran Sulaiman dalam rangka Panen Raya di Desa Kedung Arum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Senin (22/1) pagi.

Bojonegoro (Koran Transparansi) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo kembali menegaskan komitmennya untuk menolak impor beras. Alasannya, produksi beras di Jatim sangat melimpah. 

“Jika berbicara perkara produksi beras, Jatim sudah mencukupi. Kami sudah sejak Tahun 2013 telah mengeluarkan Pergub yang melarang impor beras” kata Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim saat mendampingi Menteri Pertanian RI H. Andi Amran Sulaiman dalam rangka Panen Raya di Desa Kedung Arum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Senin (22/1) pagi.

Pakde Karwo mengatakan, produksi beras di Jatim  tahun 2017 mencapai 8,751 juta ton, kemudian yang dikonsumsi oleh masyarakat sebanyak 3,5 juta ton. 

Dengan demikian, Jatim masih mengalami kelebihan atau surplus sekitar 5 juta ton. Surplus ini  didistribusikan ke provinsi lain yang produksi berasnya masih minus. 

Terkait stok beras di Jatim, jelas Pakde Karwo, dalam kondisi aman.  Pada akhir tahun 2017 ketersediaan  surplus beras Jatim  sebanyak 200.000 ton. Pada Januari 2018, produksi beras  mencapai 295.000 ton dengan kebutuhan konsumsi  mencapai 297.000 ton.

Artinya stok beras masih aman, yakni sebesar 198 ribu ton. Surplus akan menjadi lebih besar lagi karena pada Februari 2018, Jatim akan panen 990.000 ton dan bulan Maret akan panen 1,7 juta ton. 

“Jatim dijamin stok beras aman hingga akhir tahun. Masyarakat tidak perlu panik” ujarnya. (min)

banner

> BERITA TERKINI lainnya ...