Blitar

 Calon Gubernur Khofifah-Emil Dardak dalam kunjungannya ke Blitar mendapat dukungan dari ribuan guru Tk dan Paut. Dihadapan ribuan guru tersebut Khofifah mensyiarkan kampanye santun.

BLITAR (KoranTransparnsi.com) - Seminggu menjelang pencoblosan pilgub Jatim 2018, calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa masih rajin melakukan navigasi program ke wilayah Mataraman. Pada kunjungan pertama pascaidul fitri ini, Khofifah menemui guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan Taman Kanak-kanak (TK) Blitar.

Budayawan Blitar Beri Khofifah Wayang Srikandi Pertanda Berani Perjuangkan Rakyat

BLITAR (KoranTransparnsi.com) - Sebagai salah satu tokoh wanita yang berpengaruh, calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dinilai sosok yang berani memperjuangkan hak-hak rakyat.

Hal itu disampaikan Tokoh Budayawan Wayang asal Blitar, Mbah Suparman saat Khofifah menyambangi Blitar, Jawa Timur, Rabu (13/6/2018). Menurut Suparman Khofifah seperti Srikandi yang berani turun ke medan perang memperjuangkan hak rakyat.

Tak pelak, Budayawan sepuh Blitar tersebut memberi hadiah kepada Khofifah berupa wayang kulit tokoh Srikandi. Suparman mengatakan, wayang Srikandi sebagai simbol wanita yang pemberani.

"Srikandi prajurit perempuan yang berani terjun ke lapangan tempur. Saya menemukan kalau bu Khofifah itu perempuan Srikandi yang luar biasa. Bu Khofifah sosok yang berani terjun ke masyarakat, berani terjun menjadi Gubernur Jawa Timur. Beliau berani perjuangkan hak rakyat," kata Suparman.

Di Blitar, Khofifah disambut barongan dan ratusan seniman Blitar. Kedatangan Khofifah diiringi solawat badar dan puluhan barongan di sisi jalan.

Wayang tersebut juga sebagai tanda bukti dukungan untuk pasangan Khofifah-Emil. Suparman menilai Khofifah sosok yang sederhana sehingga pantas mengemban amanat rakyat.

"Sangat mendukung, kami selalu berdoa siang malam agar nanti ibu Khofifah jadi Gubernur. Masyarakat memilih ibu Khofifah.  Beliau sederhana tapi berani seperti Srikandi. Semoga terlaksana, Allah mengabulkan," tuturnya.

Seniman yang sudah berkiprah sejak 1957 ini yakin jika nantinya Khofifah-Emil memimpin, para perajin wayang bisa diperhatikan. Suparman juga mengajak seluruh masyarakat memilih Khofifah-Emil.

"Kalau nanti jadi Gubernur, pasti para perajin diberkati, diurusi. Saya kadang beli kulit dibuatnya nanti kalau ada uang tapi pesanan banyak. Kalau jadi, Blitar selatan ini dibangun supaya tentrem, makmur rata sejahteranya," pungkasnya.

Hadiah wayang plus dukungan para budayawan Blitar Selatan ini pun dismabut baik Khofifah. Melestarikan wayang menjadi bagian penting agar budaya asli Jawa Timur tetap terjaga.

"Kita ingin bangun Jatim Harmoni antara lain kalau para seniman-seniman apakah di perwayangan, warenggono, ludrukan, gamelan, budaya reog. Artinya kekayaan kita luar biasa dan budayawannya luar biasa. Rasanya dengan budaya kita bisa nyambung rasa," pungkas Khofifah.(med/den)

 

 
Petani Desa Mataraman Beri Dukungan Petanipun Anggap Khofifah-Emil Demokratis dan Pengayom Masyarakat

BLITAR  (KoranTransparansi.com) - Semakin mendekati hari pencoblosan, dukungan untuk pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa semakin bergulir dari masyarakat. Kini dukungan dinyatakan oleh para petani desa dari wilayah Mataraman.

Deklarasi dukungan disampaikan saat Khofifah menyambangi Blitar, Jawa Timur, Rabu (13/6/2018). Para petani menilai Khofifah dan Emil dua sosok yang tepat untuk memimpin Jawa Timur.

Saat tiba di lokasi Khofifah langsung disambut lagu Solawat Badar dan Wis Wayahe. Ratusan petani yang datang dari berbagai wilayah Mataraman ini turut serta melantunkan sambil mengacungkan jari telunjuk menandakan dukungan kepada pasangan nomor satu.

Penyataan dukungan dipimpin Ketua Paguyuban Masyarakat Petani Desa Mataraman, Indra Wirawan Prudiyanto diikuti ratusan petani hutan desa yang hadir. 

"Kami menyatakan mendukung ibu Khofifah dan bapak Emil sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur 2019-2024," kata Indra bersama ratusan petani dari wilayah Mataraman tersebut.

Petani hutan desa disebut menginginkan figur pemimpin yang bersih dari korupsi dan demokratis. Khofifah dan Emil dinilai memiliki kategori tersebut.

"Kami yakin di bawah kepemimpinan Khofifah-Emil. Bersih dari KKN (kolusi, korupsi, dan nepotisme), demokratis dan mau mendengar rakyat. Selalu berpihak pada kepentingan rakyat petani, nelayan guru, rakyat miskin dan semua elemen masyarakat," ungkapnya.

Hal senada juga dinyatakan Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Blitar, Yauhari. Pemerintah sebelumnya, disebut kurang memberikan perhatian terhadap petani. 

"Kami lega bisa mendengar solusi, program yang disampaikan bu Khofifah di podium. Beliau punya jaringan kuat di nasional. Bu Khofifah mau mengayomi kita. Yang lain cuma datang, kurang pengalaman nasional. Maka kami bersama teman-teman petani hutan desa sekuat tenaga memenangkan ibu Khofifah dan pak Emil," tegas Yauhari.

Atas dukungan tersebut, Khofifah menyampaikan apresiasi tinggi terhadap petani hutan desa. Dukungan masyarakat desa menjadi kekuatan bagi pasangan kandidat nomor urut 1 ini untuk terus berikhtiar. 

"Ini semakin memberikan optimisme bagi kami Khofifah-Emil untuk menguatkan perolehan suara pada 27 Juni yang akam datang. Alhamdulillah sangat banyak elemen masyarakat dukungan kepada kami baik secara formal seperti hari ini atau lainnya," kata Khofifah.

Khofifah akan memperjuangkan nasib para petani hutan desa. Kebutuhan petani hutan desa perlu dipenuhi karena bagian dari penguatan sektor pertanian di Jawa Timur.

"Kelompok tani hutan menjadi penting karena produk mereka dihitung sebagai bagian produktifitas sektor pertanian Jawa Timur tapi sering kali tidak masuk RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) sehingga tidak masuk dalam proses mendapatkan pupuk bersubsidi, traktor dan pelatihan-pelatihan. Mereka yang ada di daerah sekitar hutan tetap membutuhkan pendampingan," pungkasnya. (min)

Saifullah Yusuf mendapat dukungan para Kiai  toriqoh Naqsabandiyah Alkholidiyah di pesantren Mambaul Hikam, Udanawu, Blitar Selasa (15/5).

BLITAR (KoranTransparansi.com) - Para Kiai, Bu Nyai serta jemaah thoriqoh se Kabupaten dan Kota Blitar berkumpul dan kompak memberikan dukungan bagi pasangan calon gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti).

Dukungan ini mereka berikan di sela-sela dzikir toriqoh Naqsabandiyah Alkholidiyah di pesantren Mambaul Hikam, Udanawu, Blitar Selasa (15/5).

"Seluruh Kiai, para Badali (koordinator thoriqoh) kecamatan mari kita doakan dengan khusyuk agar Gus Ipul jadi gubernur Jawa Timur," kata KH Ahmad Diya'uddin Zamzami, pengasuh pesantren Mambaul Ulum sekaligus mursyid Thoriqoh Naqsabandiyah ketika memimpin doa dari atas panggung.

Usai berdoa di atas panggung yang diamini ribuan jemaah thoriqoh dan warga Blitar, KH Diya'uddin lantas mengajak Gus Ipul ziarah ke makam ayah dan kakeknya yang ada di belakang masjid pesantren.

Dari makam, doa bersama yang dilakukan para Badali Thoriqoh lantas dilanjutkan di dalam masjid yang didahului dengan sholat duhur.

"Saya memimpin untuk mendukung Gus Ipul jadi gubernur, ini bukan hanya karena Gus Ipul, tapi semata untuk menjalankan perintah para Kiai sepuh se Jawa Timur," kata dia.

Sementara itu dalam kesempatan ini, Gus Ipul menyebut komitmennya untuk mengembangkan potensi kawasan selatan. Blitar yang juga masuk wilayah kawasan ini diharapkan dapat tumbuh optimal selaras dengan program pasangan Gus Ipul dan Mbak Puti. 

"Pantai selatan harus digenjot. Pembangunan harus berimbang antara selatan dan utara. Sehingga, komitmen 'Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur' benar-benar bisa diwujudkan," kata Gus Ipul.

Saat ini, satu di antara masalah ketimpangan di Jawa Timur menurut Gus Ipul disebabkan masih belum meratanya pembangunan. Utamanya, pembangunan di pesisir selatan dan utara. 

Apabila Gus Ipul terpilih sebagai gubernur mendatang, pihaknya telah menyiapkan "Tebar Jala" yang merupakan kepanjangan dari Pusat Ekonomi Baru Jalur Selatan. 

Satu di antara program yang tercantum di dalam visi pembangunan ini adalah membangun kawasan penyangga agropolitan dan wisata dari Ngawi hingga Banyuwangi.

"Kalau infrastrukturnya sudah jadi, maka pesisir selatan akan maju pesat. Terutama di sektor pariwisata. Utamanya yang berbasis agropolitan," kata mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini. 

Blitar yang juga memiliki banyak pesantren diharapkan segera menyiapkan diri untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. 

"Infrastrukturnya maju, wisatanya maju, pengembangan SDM juga maju. Salah satu caranya adalah bekerjasama dengan pesantren," kata salah satu Ketua PBNU ini. 

"Ini adalah salah satu komitmen kami untuk patuh kiai. Kiai berpesan agar pembangunan merata dan bisa dinikmati bersama. Sehingga, mari ikuti instruksi kiai, Insya Allah, kita wujudkan kesejahteraan yang merata," kata keponakan KH Abdurrahman Wahid ini mengakhiri.(bud/min)

Dukungan Muslimat pada Calon Gubernur Jawa Timur Gus Ipul terus mengalir, termasuknya Muslimat Blitar.

Blitar (KoranTransparansi.com) - Bersama ribuan ibu-ibu Muslimat dan Fatayat NU serta warga Blitar, Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2 Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri Istighosah akbar malam Ahad Wage di pesantren Bustanul Mutaalimin Asalafi, Dawuhan, Kauman, Blitar.

Istighosah baru dimulai pukul 20.00 WIB, Sabtu (28/4) malam, namun Gus Ipul sudah tiba di lokasi acara sekitar pukul 17.30 WIB. "Sekaligus saya ingin sowan ke Kiai untuk mencari masukkan bagaimana bersama mencari keberkahan untuk memajukan Jawa Timur," kata Gus Ipul.

Ribuan ibu-ibu Muslimat Blitar sendiri mulai berdatangan setelah Magrib. Setelah jamaah bersama sholat magrib, mereka lantas menuju lokasi Istighosah yang ada di pelataran pesantren.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul mengungkapkan, peran para ulama dan kiailah yang telah menjaga umat dan kondisi Jawa Timur tetap adem.

"Karenannya kami ingin mengajak para ulama dan Kiai selalu mendampingi kami dalam setiap pengambilan kebijakan," ujarnya.

Para ulama dan Kiai pengasuh pesantren jugalah yang selama ini dengan telaten memberikan pembelajaran karakter bagi anak-anak Jawa Timur.

"Ada dua hal yang bisa didapatkan para santri ketika belajar di pesantren. pertama, penanaman akidah dan ditanamkan sebagai orang Indonesia. Kedua, pendidikan karakter," ujarnya.

Peran para ulama dan Kiai inipula yang kini menjadikan pesantren makin banyak diminati. Pesantren telah memberikan pembelajaran dan menjaga para santri selama 24 jam.

"Karenanya kami akan membantu pesantren lebih maju. Bosda Madin serta beasiswa dan tunjangan bagi guru Madin juga telah kami berikan selama 10 tahun terakhir," kata Gus Ipul.

Saat ini sebanyak 10 ribu guru madin juga telah disekolahkan sarjana (S1). Fasilitas pendidikan di Madin maupun pesantren juga Terus didukung secara bertahap.

Jika kelak terpilih menjadi gubernur, Gus Ipul menjanjikan peningkatan jumlah beasiswa serta tunjangan yang diberikan bagi para guru Madin.

Sementara itu, usai dari Blitar, Gus Ipul juga langsung meluncur ke Pare Kediri untuk mengikuti pengajian bersama ribuan warga dalam rangka peresmian Yayasan Ulumiyah Al Makruf.(bud/min)

Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa  ketika menemui peternak Ayam di Kabupaten Blitar Sabtu (31/3/2018)

 

Blitar (Korantransparansi.com) - Navigasi program calon gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa berlanjut di Kabupaten Blitar, Sabtu (31/3).

  •  Start 
  •  1 
  •  End 
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...