Banyuwangi

Mahasiswi UIN Malang Antusias Saksikan Produk Kilisa Desain

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Upaya lebih meningkatkan kreatifitas mahasiswi, salah satunya dengan langsung datang berkunjung ke rumah produksi usaha tersebut. Salah satu rumah produksi yang dipilih oleh UIN Malang adalah rumah produksi Kilis Desain di Jl Yos Sudarso Gang Merpati No 12 Sukowidi Banyuwangi.

Sebanyak 39 mahasiswi dan dua dosen Fakultas ITK UIN Malang, Jumat (20/4)  mengunjungi Kilisa Desain. Mereka bertujuan untuk mempelajari berbagai hal tentang kerajina daur ulang dari koran bekas. Selain itu juga untuk semakin meningkatkan kreativitas mahasiswa sendiri. 

Salah seorang dosen UIN Malang, Ni’matuz Zahroh menjelaskan, mereka mengenal Kilisa Desain melalui beberapa teman. Dan selanjutnya mencari tahu sendiri dengan browsing lewat internet. “Kami berkunjung ke Kilisa Desain ini dalam ranka melatih kreativitas mahasiswa. Dengan datang langsung ke rumah produksinya, kami beharap kreativitas mahasiswa bisa lebih kreatif lagi,” tuturnya.

Ni’matus cukup tertarik dengan produksi Kilisa Desain, sebab memanfaatkan barang-barang limba yang sudah tidak terpakai lagi, disulap menjadi barang-barang yang lebih berdaya guna. Bahkan untuk proses pembuatannya juga dinilainya tidak seberapa sulit, baik mengenai kebutuhan bahan baku yang melimpah sampai yang lain-lain. “Yang terpenting membutuhkan tingkat kesabaran dan keuletan saja,” tandasnya.

Melihat Kilisa Desain yang mampu berkiprah, Ni’matuz Zahroh juga berjanji akan mengusahakan mengembangkan kerajinan daur ulang koran tersebut melalui pendidikan di kampus. Insya allah hal itu nantinya akan bekerjasama dengan lembaga kampus. “Mulanya sebatas masyarakat kampus dulu, kemudian masyarakat sekitar kampus. Kalau sudah sukses, baru ke masyarakat yang lebih luas,” janjinya.

Kedatangannya ke Banyuwangi sebenarnya tidak hanya mengunjungi Kilisa Desain yang khusus memproduksi kerajinan daur ulang. Mereka rencananya juga akan mengunjungi beberapa usaha kerajinan yang ada di Banyuwangi, salah satunya batik. “Kalau hari ini kami khusus mengunjungi satu tempat yakni Kilisa Desain, tapi besok akan dilanjutkan ke usaha kerajinan batik dan sebagainya,” akunya.

Sementara owner Kilisa Desain, Sumiyati mengaku, awalnya usaha yang dirintisnya ini hanyalah bersifat iseng saja. Saat itu dia dan suaminya melihat koran-koran bekas yang berserakan di depan masjid dekat rumahnya. “Kami tergelitik untuk mengevakuasi koran-koran itu dan akhirnya kami pulung. Tapi waktu itu kami juga bingung, mau dijadikan apa koran-koran ini agar bisa memiliki nilai,” ujar Sumiyati.

Berbekal kreativitas yang cukup tinggi, akhirnya Sumiyati bersama suaminya, Didik mencoba membuat replika candi dari koran-koran bekas tersebut.Ternyata hasil kreativitasnya cukup banyak yang meminati. Akhirnya replika candi itupun laku terjual. 

“Akhirnya kami terus bikin lagi dan bikin lagi dengan desain yang terus berkembang. Tidak hanya replika candi yang kami buat, hampir semua bentuk barang seperti toples, tempat air mineral, kotak tisu, replika gandrung, replika orang-orang papua, kapal laut, tas unik, lampu hias dan sebagainya. Semuanya saat ini kami pasarkan leat online, FB, instagram, dan beberapa pameran di luar kota seperti di Denpasar, Bantul dan sebagainya.  Hingga saat ini terus berkembang dan bisa menjadi usaha kami,” katanya.

Sumiyati juga mengaku, hasil-hasil produksinya ini sudah pernah diekspor oleh seseorang hingga ke Singapura. Selain itu juga ada wisatawan asing yang datang langsung ke rumah produksinya untuk membeli beberapa hasil kerajinan Kilisa Desain. “Pernah seorang aktivis lingkungan dari India datang diantar oleh pihak Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi. Dia membeli toples dan patung Afrika. Begitu juga Nalina Shekar dari organisasi internasional systemiq German Kantor Cabang Jakarta, datang ke rumah produksi kami,” akunya bangga. (ari)

 

Ketua DPRD Saat Berpoto Bersama Tim Gebyar PAUD 2018

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Tangkas Bermain Puzle dan pendidikan parenting PAUD rangka kegiatan Gebyar PAUD Kabupaten Banyuwangi tahun 2018 dan pencatatan Rekor MURI. Kegiatan dilaksanakan serentak di 25 kecamatan se-kabupaten Banyuwangi, Kamis (13/4/2018) sejak pukul 06.30 hingga selesai. Untuk di Kalipuro, peserta sebanyak 1800 siswa-siswi.

Untuk Kecamatan Kalipuro ditempatkan di restaurant Wina dengan dibuka Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, SE. Menurut Made, kegiatan ini sangat penting, karena pembekalan atau pendidikan karakter sejak dini. Selain itu,  juga bagaiaman cara mendidik anak yang baik, apalagi di tengah zaman sekarang ini.

“Arus informasi yang masuk tidak bisa kita bendung. Ada positif dan negatif, sehingga ibu-ibu harus bisa menyaring semua yang tidak bagus itu, sehingga anak dibekali. Jadi harapannya mendidik anak yang berkarakter, berakhlak mulya dan berguna sesama,” tandas lelaki yang juga Ketua DPC Banyuwangi itu.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Gebyar PAUD Wilayah Kalipuro, Rustiana, S.Pd mengakui kalau kegiatan ini sangat penting. Apalagi, yang disampaikan lewat gugus agar semua anak dan walimurid membawa kreses. “Tujuanya, agar tidak membuang sampah sembarangan. Dan alhamdulillah semua terlaksana dengan baik,” ujar Rustiana.

Dikatakan Kepala TK Al Irsyad Ketapang itu, tangkas beramain puzle dan pendidikan parenting PAUD dalam rangka pendidikan karakter nasionalisme dan patriotisme. Kegiatan ini kerjasama dengan Dispendik, Polres, Bunda PAUD Kabupaten Banyuwangi, Rumah Literasi PGK,  PAUD IGTKI, Institut Bumi Hijau dan Forpimka. “Jadi dia yang memandu pelaksanaan tangkas bermain puzle,” ungkapnya.

Kegiatan ini, kata Rustina, tujuannya secara umum untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh anak, orang tua dan guru PAUD dapat berkarya, berinteraksi menggali potensi, berekspresi kebersamaan dan bekerjasama  dalam proses pembelajaran bersama.

“ Kegiatan Gebyar ini baru dilakukan saat ini artinya  baru pertama  kali, yakni tangkas bermain puzle. Keinginan kami seperti itu,  sehingga secara khusus mengembangkan dalam rangka pendidikan karakter itu tercapai tujuannya. Memacu perkembangan motorik dan ketangkasan melalui pola bermain puzle dalam permainan bersama. Terus tujuannya yang menarik itu adalah untuk mengoptimalisasi tumbuh kembang anak dan gemar membaca buku bagi orang tua yang merefleksi pada anak yang akhirnya mengikuti keteladanan orang tua dalam gemar membaca,” beber Rustina.. (ari)

 

Eko Sukartono Bersama Tim ARB

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) -Lagi, kegiatan kemasyarakatan terus berkembang yang bergerak secara profesional di Banyuwangi. Kali ini, muncul lagi, yakni Aliansi Rakyat Banyuwangi (ARB). ARB dipimpin  Ir HM Eko Sukartono. Dalam pelaksanaanya, Eko dibantu Mujiono, Nanang Hariyanto (Cemeng),  Pelni Rompis dan Slamet Santoso m(Geger). Sekretariatnya ada di Jalan Jaksa Agung Suprapton (timur kantor PDIP Banyuwangi). Hari ini (Jumat, (20/4/2018) sekretariatnya akan tasyakuran.

Ketua Umum ARB, Ir HM Eko Sukartono membenarkan kalau sekrtariatnya akan di buka besok (hari ini, Jumat, 24/4/2018). Karena, tujuan mendirikan lembaga ini sangat baik dan mulia. “Kita mengapresiasi teman-teman muda untuk berkumpul, kita ingin kritis, kita ingin tampil menjadi berdaya guna. Akhirnya kita sepakat menyewa sekretariat untuk nongkrong bersama,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi itu..

Selain itu, tujuan kita ingin kritis, ingin ngontrol dan mengawasi kegiatan apapun, termasuk proyek-proyek pemerintah yang dianggap melanggar ketentuan yang ada.  “Jadi, ARB ini lembaga profesional, termasuk melakukan  pendampingan bagi masyarakat yang mengalami masalah,” beber pentolan LSM itu.

Untuk sementara, kata Ekom, jumlah anggota sebanyak 22 orang. Tapi, didalam ARB ini ada LSM Rejowangi, Persatuan Pembela Bangsa (P2B) dan sebagainya. “Memang keinginan kita tidak ingin masuk ke ranah prolitik, sangat beresiko bagi teman-teman. Ya, murni pendampingan, pengawasan dan sebagainya,” paparnya. (ari)

Bos Air Asia Saat Berada di Bandara

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com)  - Maskapai AirAsia menjajaki pengembangan bisnis ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Executive Chairman AirAsia Berhad, Datuk Kamarudin Meranun, mengunjungi Bandara Banyuwangi yang merupakan terminal bandara berkonsep hijau pertama di Indonesia, Kamis (9/4).

Datuk Kamarudin mengatakan, kedatangannya untuk melihat langsung perkembangan Bandara Banyuwangi dalam rangka pengembangan bisnis. Dia didampingi CEO AirAsia CEO AirAsia Indonesia, Dendi Kurniawan. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang sedang mengikuti acara di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional di Jakarta, ikut dalam perbincangan melalui telekonferensi.

"Saya kaget melihat Banyuwangi. Sangat potensial. Ada 77 atraksi pariwisata sepanjang tahun, juga destinasi wisata menarik. Saya mengapresiasi semua pihak yang membuat daerah ini berkembang. Kami menjajaki membuka bisnis di Banyuwangi," ujar salah seorang pengusaha terkaya di Malaysia menurut Majalah Forbes tersebut.

Kamarudin menjelaskan, kedatangannya ke Banyuwangi menindaklanjuti pembicaraan dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

"Memang saya ke sini setelah bertemu dengan Pak Luhut untuk mengembangkan daerah pariwisata baru selain Bali dan Jakarta. Lawatan hari ini untuk melakukan kajian tentang Banyuwangi dan bandaranya," kata Datuk Kamarudin.

Dia melanjutkan, AirAsia membuka kemungkinan untuk menggarap rute ke Banyuwangi.

"Kita akan kirim tim lanjutan untuk membahas rencana pengembangan Bandara Banyuwangi. Jika infrastrukturnya sudah siap jadi bandara intetnasional, kami siap buka penerbangan Kuala Lumpur-Banyuwangi. Kita mau menarik pelancong dari Australia dan China karena Kuala Lumpur itu hub terbesar AirAsia," terangnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi rencana AirAsia membuka bisnis di Banyuwangi. 

“Semua warga di Banyuwangi berkomitmen mengembangkan pariwisata di sini. Selain itu, di Banyuwangi juga akan dibangun pabrik kereta api milik pemerintah. Juga telah ada pabrik gula nasional serta pembangunan marina internasional,” jelas Anas. 

EGM Angkasa Pura II Banyuwangi, Anton Martalius, menambahkan bahwa progress bandara di Banyuwangi terbilang pesat. Pada 2017, jumlah penumpang mencapai 188.949 orang, atau melonjak 67 persen dibandingkan 2016 sebanyak 113.153 penumpang. Dalam periode Januari-Maret 2018, jumlah penumpang melonjak 143 persen dibanding periode Januari-Maret 2017.“Untuk aircraft movement terjadi peningkatan 103 persen,” kata Anton. 

Infrastruktur Bandara Banyuwangi juga akan terus dikembangkan. Apalagi, Banyuwangi bakal menjadi bandara penyangga pertemuan IMF-World Bank di Bali pada Oktober mendatang. Landas pacu dalam proses diperpanjang menjadi 2.600 meter dengan ketebalan PCN 56. Adapun apron menjadi 18.000 m2.“Untuk pesawat Air Asia yang menggunakan Airbus A-320 sudah bisa mendarat di sini. Intinya, kita siap,” pungkas Anton. (ari)

Tri didampingi istri saat mengisi Formulit Caleg

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Mungkin calon legislatif (caleg) yang satu ini agak berbeda dengan caleg lain yang mendaftar sebagai Caleg Daerah Pemilihan (Dapil) I. Kalau caleg lain mendaftar biasa-biasa saja, tapi caleg yang satu ini justri diantar Seniman Adem Ayem Seduluran (SAS) dan puluhan massa dari Kelompok Tani, Promeg 98 dan Karang Taruna.

Bahkan, banyaknya massa itu membuat warga yang melintasi jalan tersebut berhenti sambil melihat alunan musik SAS. “Saya daftar ini juga atas ajakan mereka. Datang ketempat pendaftaran, mereka menggunakan kendaraan,” ujar Tri Sudaryono yang didampingi istrinya, Setyorioni.

Ketika datang di Kantor DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Tri tidak keburu mendaftar. Tetapi lebih dulu berkumpul bersama seniman yang ikut mengantarnya. Setelah mendengarkan alunan lagi yang dinyanikan SAS, Tri baru memasuki ruang pendaftaran caleg. “Ayo mulai daftar. Kita masuk,” papar Tri yang didampingi Setyorini dan massanya.  

Tri juga menjamin dirinya daftar caleg ini juga untuk kepentingan masyarakat di dapil I. Bahkan, Tri berjanji akan terus melakukan pendampingan hingga 5 tahun ke depan. “Kami selalu pendekatan, pembuktian dan pendampingan. Intinya, kami terus melakukan komunikasi dengan masyarakat,” tandasnya. (ari)

 

: I Made Cahyana Negara Juga Ikut Daftar Caleg

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Setelah dibuka pendaftaran Calon Legislatif (Caleg) PDI Perjuangan di kantor DPC PDIP Banyuwangi mulai didatangi calon-calon legislatif. Bahkan, Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, SE, Rabu (18/4/2018 mengambil formulir sekaligus mendaftar sebagai caleg daerah pemilihan (dapil) I.

“Ya, saya barusan mengambil formulir untuk daftar sebagai caleg pada dapil I. Selain saya juga banyak caleg yang sudah mengambil formulir untuk mencalonkan diri sebagai caleg,” ujar Made kepada wartawan usai mengambil formulir di kantor DPC PDI Perjuangan Banyuwangi.

Pendaftaran pencalegan ini dibuka setelah PDIP melakukan Rakorcab beberapa waku lalu di Genteng. Sesuai perintah partai, target pendafar maksimal 150 persen dari koata, yakni untuk DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Banyuwangi.

“Jadi, pendaftara ini dibuka secara nasional. Karena, pintu untuk mendaftar itu ada tiga, yakni DPC, DPD dan DPP. Misalnya ada masyarakat Banyuwangi yang akan daftar sebagai Caleg DPR RI ya bisa melalui DPC. Sebab, nantinya hasil penjaringan caleg ini juga dilaporkan ke DPD dan DPR RI,” tandas Made yang juga Ketua DPRD Banyuwangi itu.

Made juga memantau pendaftaran caleg di kantor DPC PDI Perjuangan Banyuwangi sejak pertama kali pendaftaran pada Senin (16/4/2018) lalu. Perkembangan setiap hari pendaftaran caleg selalu ramai. “Jadi, kami mempersilahkan para kader untuk daftar sebagi caleg dan tidak dipungut biaya apapun,” bebernya. (ari)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...