Banyuwangi

Bupati Anas ikut melaksanakan panen cabai

 

BANYUWANGI (Korantransparansi.com) – Pertanian memang harus bisa mealakukan tepat waktu. Bahkan, kalau saat panen harganya cukup tinggi, hal itu bisa mendapat keuntungan cukup besar.  Itulah yang dilakukan Kelompok Tani Ketilang Makmur, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Minggu (18/3) kemarin  ikut serta memanen cabai tersebut. 

Bupati Anas Saat Nawari Durian Kepada Wisatawan di Songgon

BANYUWANGI (Korantransparansi.com) - Satu lagi destinasi wisata dikembangkan di Banyuwangi. Kampung Durian, menjadi tempat liburan wisatawan yang ingin menikmati berbagai varian durian yang ada di Banyuwangi, mulai durian merah, durian orange, hingga durian pelangi. 

Bupati Anas Ikut Memikul Saat Kirap Budaya Tionghoa

BANYUWANGI  (Korantransparansi.com) – Bangga dengan KH Abdurahman Wahid (Gus Dur). Itulah sekelumit kata yang diucapkan Ketua Tempat Ibadah Tri Dharma (TTID) Hoo Tong Bio Banyuwangi, Susana Indriati. “Gus Dur yang menyatukan kami semua.

Situasi Menjelang Nyepi di Bali

BANYUWANGI (Korantransparansi.com) - Pelabuhan ASDP dan LCM Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, akan tutup operasi selama Nyepi Tahun Saka 1940. Penutupan jalur pelayaran dari Jawa menuju Bali itu akan berlaku pukul 23.30 WIB, Jumat (16/3/2018) malam.

Jalur penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali akan dibuka lagi, Minggu (18/3/2018), pukul 04.30 WIB. Keputusan jadwal penutupan ini merupakan hasil rapat koordinasi yang dilakukan para pemangku kebijakan dari Jawa Timur dan Bali pada pekan lalu.

Jumat (16/3/2018), aparat Polsek Wongsorejo telah mendirikan pos pantau di Desa Bengkak. Menurut catatan Satuan Lalulintas Polres Banyuwangi, kawasan ini termasuk area black spot yang harus diamankan selama libur Nyepi, Sabtu (17/3/2018) sampai Minggu (18/3/2018).  

Pemasangan tenda pos pantau itu dipimpin Kanit Lantas Polsek Wongsorejo Ipda Agus Yudiono. Persiapan menyambut libur Nyepi tersebut melibatkan personil Unit Lantas Polsek Wongsorejo. Selama Nyepi petugas akan melakukan pemantauan di lokasi agar warga non Hindu yang menjalani libur panjang nyaman di jalan.

“Di Bali selama Nyepi jalanan lengang. Di Banyuwangi sebaliknya, justru libur panjang itu dimanfaatkan warga lokal dan luar daerah untuk berwisata ke sejumlah obyek yang ada di Bumi Blambangan. Itu yang kita antisipasi agar jalur hitam tidak memakan korban,” ujarnya.

Langkah Polsek Wongsorejo ini merujuk intruksi dari jajaran Polres Banyuwangi. Disamping mendirikan pos pantau, Kapolsek Wongsorejo, Iptu Kusmin bahkan telah memasang baliho pengumuman penutupan Pelabuhan Ketapang. Baliho itu dipasang di beberapa titik yang ada di jajaran Polsek Wongsorejo. Salah satunya di wilayah perbatasan antara Situbondo – Banyuwangi. 

“Baliho sudah terpasang, semoga tidak ada pengemudi angkutan umum maupun logistik yang bingung. Semua sudah tertera di baliho jam berapa ditutup dan kapan dibuka lagi. Himbauan juga sudah disebar oleh Satlantas Polres Banyuwangi sejak pekan lalu ke berbagai pengusaha logistik maupun pemilik angkutan,” paparnya.

Mulai sekarang warga yang hendak menuju Bali agar mempersiapkan diri. Apabila harus berangkat supaya mengatur waktu agar tidak tertahan di tengah jalan karena dihadang oleh pecalang. Sehingga perjalanan yang ditempuh tidak terhambat. 

“Lebih baik berangkat pasca Nyepi saja. Karena Jumat pukul 23.30 WIB, Pelabuhan Ketapang resmi ditutup dan baru dibuka lagi Minggu (18/3/2018) pukul 04.30 WIB,” paparnya. (ari) 

Polisi Saat Olah TKP

BANYUWANGI (Korantransparnsi.com) –Seorang pekerja pembangunan guest house di Jalan Jaksa Agung Suprapto Banyuwangi, Jawa Timur, meninggal dunia saat bekerja. Pekerja bagian operator pompa air kendaraan molen cor bernama Sucipto (53), itu tiba-tiba ambruk setelah mengalami kejang-kejang. 

Kondisi kuli bangunan asal Dusun Balekambang, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember itu mengejutkan sejumlah rekan kerjanya. Upaya pertolongan pun langsung diberikan. Tapi sayang nyawa lelaki ini tak tertolong dan meninggal dunia. Jasadnya kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Blambangan.

Sempat beredar kabar korban tewas akibat kesetrum mesin jenset kendaraan cor. Beberapa wartawan pun mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 10.15 WIB, kemarin. Tapi kondisi di TKP lengang. Warga yang berada di belakang KSU Srikandi tempat penginapan tersebut dibangun enggan bercerita.

Aparat Polsek Kota Banyuwangi yang mendapat kabar kemudian mendatangi lokasi kejadian. Olah TKP untuk mengumpulkan sejumlah keterangan awal dilakukan. Termasuk mendatangi kamar mayat RSUD Blambangan guna memastikan kondisi korban yang meninggal dunia.

Pasca pengumpulan data, Kapolsek Kota Banyuwangi, AKP Ali Ashari, akhirnya menjelaskan ihwal kematian Sucipto. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan aparat didampingi pihak rumah sakit tak menemukan luka luar pada tubuh korban.

“Visum et repertumnya tidak ada tanda-tanda kekerasan atau luka di tubuh Sucipto. Hasil penelusuran ke keluarga korban yang tinggal di Jember ternyata lelaki itu punya riwayat penyakit jantung dan telah beberapa kali menjalani pengobatan,” ujar Kapolsek.

Dua rekan kerja korban, yakni Sisiyanto (27) dan Herman Jatmiko (34), warga Jalan Gandrung, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, pun dimintai keterangan petugas pasca kejadian. Ternyata korban sempat bekerja di Bali. Dalam perjalanan pulang menuju Jember dia kehabisan ongkos dan memutuskan ikut bergabung mengecor guest house.

“Pagi ketika mau bekerja pukul 05.00 WIB, korban sudah mengeluh sakit. Namun dia tetap bekerja. Kemudian sekitar jam 08.45 WIB mengalami kejang-kejang, lalu ambruk tak sadarkan diri,” ungkap Kapolsek Ali Masduki.

Jenazah korban yang dititipkan di kamar mayat rumah sakit plat merah akhirnya diambil pihak keluarga. Kuli bangunan yang bernasib nahas itu akan dikebumikan di tempat tinggalnya di Desa Paseban, Kecamatan Kencong. (ari) 

 Bupati Anas Saat Memimpin Pertemuan Dengan Pelaku Wisata

BANYUWANGI (Korantransparansi.com) - Ditunjuknya Banyuwangi sebagai salah satu daerah penyangga annual meeting IMF-World Bank pada Oktober mendatang dipersiapkan serius oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Salah satu aspek yang mendapat perhatian tersebut adalah kesiapan sektor pariwisata di Banyuwangi.

Untuk mempersiapkan sektor tersebut, Bupati Anas mengumpulkan sejumlah pelaku pariwisata Banyuwangi di kantornya kemarin. Mereka terdiri dari agen travel, hotel, restauran, toko souvenir, kelompok sadar wisata (pokdarwis) sebagai pengelola obyek wisata. 

Dalam pertemuan tersebut, Anas meminta agar semua pelaku pariwisata meningkatkan kapasitasnya. Mengingat tamu yang hadir adalah menteri keuangan, gubernur bank sentral, dan kalangan bankir dari 189 negara se-dunia. "Dari sisi atraksi dan obyek wisata, Banyuwangi telah siap. Yang perlu ditingkatkan sekarang adalah persiapan SDM yang akan menyambut mereka, mengingat mereka adalah tamu khusus," kata Anas.

Selain penguasaan bahasa asing di luar bahasa Inggris, menurut Anas, salah satu yang perlu disiapkan pelaku wisata adalah kemampuan mengeksplorasi potensi lokal daerah. Mereka harus bisa menjelaskan berbagai potensi kekayaan lokal Banyuwangi dengan detail. 

"Selain bercerita tentang sejarah dan kisah di balik obyek wisata tertentu, pelaku wisata juga harus paham kebijakan yang kita anut terkait wisata. Misal guide perlu jelasin kenapa di Pantai Pulau Merah tidak ada hotel ato restoran berbintang, ini karena pemkab sengaja memproteksi ekonomi warga lokal setempat agar tidak diserbu pemodal besar. Hal-hal semacam itu perlu dijelasin biar mereka memahami," jelas Anas. 

Untuk itu, pemkab menggandeng budayawan yang tergabung dalam Dewan Kesenian Blambangan untuk mempertajam wawasan pelaku wisata tentang Banyuwangi. "Minimal pemandu wisata harus ikut kelas ini agar mereka bisa lebih banyak bercerita tentang Banyuwangi," bebernya. 

Selain dari sisi SDM, Anas juga berharap pelaku wisata mulai meningkatkan berbagai kualitas produknya. Salah satunya suvenir. "Pemkab sudah punya brand oleh-oleh Kanggi. Nanti akan kita perbanyak, lalu kita sebar di berbagai outlet. Ini bisa menjadi acuan bagi UMKM lain standar suvenir dan oleh-oleh bagi wiaatawan," papar Anas. 

Kanggi adalah keranjang oleh-oleh yang berisi berbagai produk UMKM Banyuwangi, hasil pendampingan langsung dari Badan Ekonomi Kreatif.  Bagi Anas, Annual Meeting yang akan dihadiri para bankir dan petinggi negara dari seluruh dunia tersebut, akan menjadi ajang promosi yang luar biasa bagi pariwisata Banyuwangi.

“Acara ini akan menjadi trigger bagi Banyuwangi. Tidak hanya soal jumlah kunjungannya, tapi bagaimana dampak promosi yang akan didapat Banyuwangi di mancanegara. Untuk itu, persiapan terus kami matangkan dari segala sektor,” ungkap Anas.

Para pelaku wisata di Banyuwangi pun sangat antusias menyambut kegiatan tersebut. Mereka siap berbenah untuk meningkatkan kelas pelayanannya. “Kami akan melakukan sejumlah inovasi baru untuk memberikan yang terbaik bagi para tamu yang akan hadir di Banyuwangi. Bupati sudah antusias, kami harus mengimbanginya,” ungkap Sony Aji, salah seorang pelaku wisata yang bergerak dalam travel. (ari)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...