Banyuwangi

Suasana Workshop AFI di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

 

BANYUWANGI – Sebagai tuan rumah penyelenggaraan even Apresiasi Film Indonesia (AFI)  2017, Banywuangi terus digelar berbagai kegiatan perfilman. Setelah workshop penulisan dan penyutradaraan film pendek bagi pembuat film bagi calon sineas muda se-Indonesia, kini giliran digelar workshop Penggunaan Film di Dalam Kelas bagi guru. Para guru ini langsung mendapatkan ilmunya dari tokoh film nasional, seperti Niniek L Karim, Slamet Raharjo dan Tito Imanda. 

Bupati Saat Memberikan Pengarahan kepada 125 PPK

BNANYUWANGI-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi melantik 125 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Banyuwangi. 125 orang yang telah melewati berbagai tahap seleksi tersebut dilantik di depan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi di Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu (22/11).

Sulaiman Saat Melakukan Orasi di Halaman gedung DPRD

BANYUWANGI-Aktifis Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Banyuwangi turun jalan. Mereka melakukan orasi di halaman gedung DPRD Banyuwangi. Bahkan, Gerak meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) serius penegakan hukum terhadap Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setyo Novanto yang saat ini mendekan di penjara, lantaran diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi E-KTP yang merugikan negara 2,3 triliyunan itu.

Bupati Anas Saat Mengunjungi Kerajinan di Blimbingsari

BANYUWANGI-Perkembangan ekonomi kreatif benar-benar tumbuh dengan pesat. Bukan hanya dari manik-manik, yang lain juga jalan. Hanya pertumbuhan usahan kerajinan tangan tersebut saat ini beda dengan 5 tahun lalu. Bahkan, produksi manik di beberapa tempat sekarang lebih terukur dan terorganais. 

Abdullah Azwar Anas

BANYUWANGI-Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas benar-benar memilih generasi millennial sebagai jurus kampanye. Sebab, generasi millennial ini ingin melihat figurnya tidak mengumbar janji saja. Anak-anak millennial mencari kebenaran tidak hanya face to face. Tapi melihat di G-Z.

Tersangka dan BB Saat Diamankan

 

BANYUWANGI-Lagi-lagi Satuan Narkoba Polres Banyuwangi menangkap pengedar pil Trihexyphenidyl. Hampir setiap hari Satnarkoba menangkap, tetapi pengedar/pelaku tidak pernah memiliki efek jera. Seperti kasus penangkapan kemarin pukul 21.00.  Tersangkanya Yudi Supriyono (26), warga Dusun Pegundangan, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore. Saat ditanhgkap, tersangka kedapatan membaewa 950 butir Trihexyphenidil.

Hal itu dibenarkan Kepala Satuan Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Muhammad Indra Nadjib. Menurut Nadjib, berhasilnya anggota menangkap pelaku yang diduga mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu serta ijin edar jenis TRIHEXYPHENIDYL. “Tersangka ditangkap di Karangharjo,” tandas Nadjib.

Ditangkapnya Yudi bersama BB-nya, yakni 950 butir Trihexyphenidil terdiri dari 19 tik masing masing tik berisi 50 butir, uang tunai 100.000, 1 bendel plastik klip, 1 buah HP Oppo warna putih. Sedangkan 95 butir Trihexyphenidil disita dari saksi Eko Prayitno. “Tersangka dijerat pasal 197 sub pasal 196 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Tersangka saat ini ditahan di Rutan Polres,” ungkapnya.

Sebelumnya, Satnarkoba juga menangkap Herndra Agus Prasetyo (22), warga Desa Kebaman, Kecamatan Srono. Hendra ditangkaop di halaman parkir Bank Mandiri Genteng. Hendra berhasil ditangkap karena memiliki, menyimpan dan menguasai Narkotika golongan I jenis  Metamfetamina/Shabu. 

Saat ditangkap BB dari Hendra 1 paket narkotika jenis sabu berat kotor 0,60 gram berat bersih 0,40 gram, 1 buah potongan selotip warna coklat dan 1  buah HP Samsung warna abu-abu. “Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan tersangka juga ditahan di Rutan Mapolrres,” beber Nadjib. (ari)

banner