Banyuwangi

Salimi, salah seorang anggota Pansus DPRD Banyuwangi yang terlihat shock usai kecelakaan di  wilayah Kabupaten Probolinggo dan kondisi mobil Avanza putih yang ringsek.

BANYUWANGI (KT) - Sebuah mobil Avanza tahun 2017 yang berisi rombongan Pansus DPRD Banyuwangi yang sedang dalam perjalanan menuju Surabaya, Selasa dinihari (26/9/17) sekitar pukul 01.15 WIB mengalami kecelakaan lalulintas.

Beras Rastra Bulog Banyuwangi kualitas buruk yang diterima warga Desa Gendoh, Sempu.

BANYUWANGI (KT) - Buruknya kualitas beras sejahtera (Rastra) untuk warga miskin di wilayah Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur banyak dikeluhkan. Hal ini semakin menambah daftar kejadian serupa seperti yang sebelumnya juga dialami oleh warga Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo. Ujungnya, masyarakat pun tidak mau menerima dan mengembalikan Rastra tersebut ke Bulog.

Episode kali ini, adalah Rastra buruk dan kurang layak konsumsi terjadi di Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Pantauan media ini dilapangan, distribusi Rastra di Desa Gendoh, Kecamatan Sempu terjadi pada Senin (25/09/17) pukul 12.21 WIB. Menariknya, ketika proses pembagian belum selesai, ada 7 unit selep berjalan yang biasa disebut 'Grandong' langsung antre didepan kantor desa setempat untuk menerima order selep ulang Rastra yang berwarna coklat, apek dan bercampur menir tersebut.

Anehnya, kendati sudah berkali-kali dikomplain masyarakat, ternyata kejadian pengiriman Rastra kualitas jelek terulang kembali. Episode itu dialami warga Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro. Tragisnya, Rastra kualitas buruk yang banyak menirnya itu oleh sebagian warga Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro justru diperuntukkan sebagai pakan Ayam dan sebagian ada yang ditumbuk untuk campuran bubuk kopi.

Di Desa Gendoh sendiri, mendapat jatah Rastra sebanyak 147 zak. Keterangan warga setempat bernama Sunastin (43), warga Dusun Krajan, Desa Gendoh, dia keluhkan kondisi Rastra yang tidak layak konsumsi itu. "Berasnya tidak layak dimakan mas, warnanya coklat, bau apek lagi. Harga / karung Rp 30 berisi 15 Kg, oleh warga diselep ulang, lalu ada yang dijual lagi namun juga ada yang dipakai untuk pakan ternaknya,” ucap Sunatin. Sementara Eko (45), Kepala Dusun (Kasun) Gendoh kepada media menyatakan, dirinya tidak bisa berbuat banyak ketika seringkali warganya mendapat jatah Rastra yang kondisinya buruk.

“Benar mas, kualitasnya memang tidak layak. Tapi mau bagaimana lagi, karena warga sudah antre dan juga sudah membayar. Jika ditolak, maka beras penggantinya akan lama datangnya sekitar 2 minggu lagi. Beras dengan kondisi seperti ini sudah lama diterima warga saya mas,” papar Eko. Sementara dari pihak perangkat seperti Kepala Desa (Kades) maupun Kesra setempat yang diduga sudah mengetahui permasalahan ini belum melakukan tindakan serta langkah konkrit penyelesaian atas Rastra yang diterima warga miskinnya tersebut. “Pak Kades sudah tahu itu mas, tapi dia sekarang sedang tidak ada ditempat. Kata stafnya masih keluar,” ujar salah satu staf Desa Gendoh kepada Awak media.(dhon)

Wakil Ketua PCNU, H Nanang Bersama Pengacaranya, Alek Budi Setiawan.

BANYUWANGI (KT) - Polres Banyuwangi benar-benar serius menangani kasus dugaan pencemaran nama NU Banyuwangi. Senin (25/9) kemarin, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, H Nanang Nur Ahmadi mendatangi Mapolres. Dia dipanggil untuk menerima Surat Laporan Polisi (SLP).
 
Dalam pemanggilannya kali ini adalah sebagai saksi pelapor atas dugaan pencemaran nama baik terhadap lembaga PCNU Banyuwangi  yang di inisiasi oleh aktivis kontroversial,  M Yunus Wahyudi melalui sejumlah Media Sosial (Medsos). Di hadapan publik, Yunus menyebut bahwa PCNU Banyuwangi menerima sejumlah aliran dana sejak masa IMN dan PT BSI selaku pengelola tambang emas Gunung Tumpang Pitu dan menuduh secara terang-terangan dengan sebutan 'Kiai Perampok'.

Di Polres, Nanang mengaku telah diperiksa selama 4 jam, mulai pukul 9.00 sampai 13.00 waktu setempat terkait pengaduan pencemaran nama baik lembaga PCNU Banyuwangi dua minggu yang lalu. Adapun waktu selama dua minggu tersebut pihaknya menunggu dan memberi kesempatan kepada Yunus untuk menyelesaikan secara kekeluargaan (islah).

"Tapi ruang selama itu beliaunya (Yunus) dengan tidak mau meminta maaf kepada NU dan Banom-banomnya. Bahkan pernah juga ketemu dan tatap muka dan by phone juga sudah, tapi masih bersikeras dengan sikapnya. LP nya keluar hari ini," tandas Nanang saat ditemui di Mapolres Banyuwangi, Senin (25/9/).

Karena tidak ada niat baik dari aktivis kontroversial itu, pihaknya siap melanjutkan hingga proses selanjutnya. Bahkan dia menyebut secara pribadi, Yunus men support agar dilaporkan kepada aparat penegak hukum. Sedang, poin-poin pertanyaan dari penyidik Polres diantaranya, terkait apakah telah menerima aliran dana dari IMN dan PT BSI dan tuduhan 'Kiai Perampok seperti yang disangkakan.

"Karena kami membawa amanah organisasi dan restu dari para kiai NU, ya kami lanjutkan atas nama lembaga PCNU bukan pribadi. Harapannya warga Nahdliyin agar mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Akan kita buktikan bahwa itu tidak benar," beber Nanang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi laporkan aktivis kontroversial, M Yunus Wahyudi, yang telah mencemarkan nama baik Ketua PCNU, KH Masykur Ali dan Wakil Ketua, H Nanang Nur Ahmadi kepada Polres Banyuwangi.

Ketua tim advokat LKBH-NU Banyuwangi, Misnadi SH MH yang didampingi 6 orang advokat lainnya mengatakan kalau pihaknya telah melaporkan saudara Yunus dengan pasal 310 dan pasal 311 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) jo pasal 27 Undang-undang ITE kepada Kepolisian.

Yunus diduga telah menyebarkan ujaran kebencian dan menuduh sejumlah pihak telah mendapatkan sejumlah aliran dana dan menista orang lain, baik secara lisan maupun tulisan dan bahwa orang yang menuduh tidak dapat membuktikan tuduhannya dan jika tuduhan tersebut tidak benar.

Seperti diketahui, Yunus tetap enggan meminta maaf kepada pihak NU, karena dirinya mengaku memiliki fakta-fakta hukum yang akan disampaikan di depan majelis hakim. (jam)

Kasatlantas Polres Banyuwangi, AKP Ris Andrian Yudho Nugroho, SIK, Saat memberikan keterangan terhadap Wartawan.

BANYUWANGI (KT) - Aparat Kepolisian dari Polres Banyuwangi benar-benar all out dalam melakukan pengamanan pelaksanaan International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2017. Kegiatan international tersebut akan berlangsung selama 4 hari, yakni mulai 27 hingga 30 September 2017. Bahkan, kegiatan balap sepeda international itu akan menempuh 533 KM dari empat etape.

Di empat etape ini, pembalap akan melewati rute yang menyusuri bentang alam Banyuwangi. Mulai susur sungai dan pantai, melintasi perkebunan, hingga menikmati pusat kota Banyuwangi. “Yang jelas, kami dari lantas  fokus pada jalur ITdBI dalam 4 hari itu. Karena ini kelasnya international, kami akan  melakukan pengaman secara maksimal,” tandas Kasatlantas Polres Banyuwangi, AKP Ris Andrian Yudho Nugroho, SIK yang didampingi KRI Satlantas Polres, Iptu Yudi Anugrah Putra, SIK kepada wartawan di Retro Hotel Slamet Banyuwangi, Senin (25/9) kemarin petang.

Pengamanan tidak hanya dilakukan pihak polisi, tapi juga ada TNI dan Satpol PP dan Pemkab. Semua itu, kata Ris, mendukung  kegiatan tersebut.  Kasatlantas juga berharap kepada masyarakat untuk ikut membantu melancarkan dan mensukseskan acara yang akan diikuti  29 negara itu. “Peserta dari 29 negara itu sudah di Banyuwangi. Mereka akan bersepeda dengan kecepatan diatas 50 km perjam. Karena kecepatan yang sangat tinggi, maka lalulintas memastikan jalur  yang digunakan steril,” paparnya.

Untuk etape pertama dari Wongsorejo pada Rabu (27/9) melalui perbatasan Bajulmati  dan akan berputar menuju  arah kota dengan jarak tempuh 100 km lebih. Maka dari itu,   otomatis sedikit mengganggu aktifitas masyarakat. “Saya mohon pengertianya dan partisipasinya supaya acara ini berlangsung dengan sukses. Kegiatan ini berlangsung 4 hari dan mudah-mudahan pelaksanaanya semua pihak membantu, sehingga pelaksanaanya tidak terjadi masalah apapun,” jelas RIS.

Hanya, kata Ris,  yang dikhawatirkan adanya kecelakaan, baik dari peserta sendiri maupun yang melibatkan masyarakat. Namun hal itu tentu tidak berharap kepada kecelakaan. Pihaknya mencegah bersama-sama. “Sekali lagi, saya minta partisipasi dari masyarakat. Jadi, selama pelaksanaan ITdBI berlangsung semua jalur disterilkan hingga 5 jam. (jam)

Bupati Saat Memimpin Rapat Persiapan Pelaksanaan ITdBI 2017.

BANYUWANGI (KT)  – Kompetisi balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) yang bakal berlangsung dari tanggal 27 – 30 September 2017 akan lebih kental budaya lokal. Selain melintasi keindahan alam Banyuwangi, para pembalap di ajang tahunan yang digelar rutin sejak 2012 itu akan memulai balapan di sejumlah lokasi ikonik di Banyuwangi. Bahkan, ada salah satu lokasi start ditempatkan di Pondok Pesantren Darussalam.

Bupati Anas Ditengah-tengah anak-anak yatim.

BANYUWANGI (KT) - Festival Anak Yatim yang digelar oleh Pemkab Banyuwangi diwarnai dengan doa bersama, termasuk untuk mendoakan agar Gunung Agung di Pulau Bali yang kini berstatus "awas" segera berangsur normal. "Mari bersama kita berdoa supaya kondisi Gunung Agung yang saat ini berstatus awas kembali normal," doa Bupati Anas diamini anak yatim, Sabtu (23/9).

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...