Banyuwangi

Para tersangka Saat Polres Merilis Kasus Kejahatan

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Polres Banyuwangi benar-benar perang melawan kejahatan yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat Banyuwangi. Salah satunya, kasus premanisme di Banyuwangi ternyata cukup tinggi. Buktinya, dalam kurun waktu dua pekan aparat Polres Banyuwangi memproses hukum 308 kasus. Fakta ini berdasarkan data ungkap kasus yang dibeber Wakapolres Banyuwangi Kompol Oscar Samsudin, Rabu (6/6/2018).

Tak pelak, premanisme menduduki rangking tertinggi dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar sejak 21 Mei – 1 Juni 2018. Total ungkap kasus yang sukses disikat berjumlah 420 perkara dengan menetapkan 579 orang tersangka.

“Terdapat 74 kasus yang sedang menjalani proses sidik, 199 disanksi tindak pidana ringan, serta 147 orang dilakukan pembinaan,” tandasnya kepada wartawan saat merilisnya di Mapolres Banyuwangi..

Kasus lain yang ditindak dalam Operasi Pekat Semeru 2018 itu juga ada soal miras dengan jumlah perkara 63, judi 26, narkoba 13, prostitusi 5, plus bahan peledak dan pornograsi masing-masing 3 serta 2 kasus. “Untuk bukti miras yang disita 4 jerigen dengan 665 botol. Angka totalnya 1.097 liter. Untuk sabu-sabu buktinya berjumlah 11 gram, ditambah pil 184 butir,” ungkap Kompol Oscar.

Terkait premanisme, aparat kepolisian telah mengamankan 24 gitar dan 4 ketipung. Wakapolres menjelaskan, alat musik milik para pengamen ini disita karena para pemusik jalanan ini menarik pungutan dengan memaksa.

“Pungli model lain juga ada. Istilah jalanannya disebut dengan memalak. Pelaku yang diamankan ada yang berkedok tukang jukir,” beber perwira dengan tanda pangkat satu melati di pundak didampingi Kasatreskrim AKP Panji Pratistha Wijaya SIK.

Operasi semacam ini selalu dilaksanakan aparat kepolisian jelang dan memasuki Ramadhan untuk memberi rasa aman warga dalam menjalankan puasa wajib. Tujuannya agar tingkat kerawanan kriminalitas selama sebulan sampai datangnya Idul Fitri tak melonjak. (ari

Amrullah dan Kuasa Hukumnya, Moh Iqbal

 

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Merasa dikriminalisasi Ketua Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Purnomo  Amin Tjahjo, SH, MH,  Mohammad Amrullah, SH, M.Hum, warga Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi melaporkannya ke Komisi Yudisial (KY), Senin (4/6/2018). Amrulllah meminta kepada KY untuk menindak tegas Ketua PN tersebut.

“Saya merasa dikriminalisasi oleh Ketua PN Banyuwangi. Masak dalam putusan Majelis Hakim PN Banyuwangi saya tidak ditahan, eh surat memori banding ke PT justru pak Ketua PN meminta Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya agar menahan saya. Inilah bentuk kriminalisasi ke saya. Makanya saya laporkan ke KY,” tandas Amrullah kepada wartawan, Selasa (5/6/2018) di Banyuwangi. 

Amrullah menyoal surat PN Banyuwangi, tertanggal 04 Mei 2018, Nomor : W14-U.16/61/HK.01/05/2018.623. Perihal : Laporan Permohonan Banding Perkara Nomor : 688/Pid.Sus/2017/PN Byw.an. Terdakwa : Mohammad Amrullah, SH. M.Hum Bin Taufik. Menurut Amrullah pada surat yang dilayangkan ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur, di bagian penutup meminta kepada PT Jawa Timur agar melakukan penahanan terdakwa.

Akibat arogansi PN Banyuwangi ini, Amrullah langsung melayangkan surat ke Komisi Yudisial dan Komnas HAM  "Ini bentuk arogansi dan kesewenang-wenangan PN Banyuwangi, dan saya langsung melaporkan kasus ini ke KY dan Komnas HAM," jelas Amrullah.

Amrullah memaparkan sesuai amar putusan PN Banyuwangi, tertanggal 2 Mei 2018 terkait perkara Nomor : 688/Pid.Sus/PN Byw tersebut, dengan pokok putusan, 6 (enam bulan) dan denda Rp.6.500.00,- dan tidak ditahan. "Dalam putusan itu sudah jelas, saya diputus enam bulan dan denda Rp.6,5 juta, dan tidak ditahan,"paparnya.

Karena merasa dirugikan, Mohammad Amrullah akan melakukan perlawanan, dan dirinya melaporkan kasus ini ke KY dan Komnas HAM  "Sore ini, saya berangkat ke Jakarta, untuk melaporkan kasus ini, agar kejadian ini tidak terjadi lagi,"tegasnya.

Sementara, Kepala PN Banyuwangi, Purnomo Amin Tjahjo melalui Bagian Hukum PN Banyuwangi, Heru Setijadi mengatakan, untuk surat itu, pihaknya sudah mengklarifikasi surat tersebut. Dan ini human eror saja. "Surat itu sudah saya tindak lanjuti, dan menyalin surat itu, intinya pada point penutup itu sudah dihilangkan," tegas Heru Setijadi di PN Banyuwangi.

Dan yang harus diketahui, kata  Heru pihaknya tidak pernah melakukan kriminalisasi kepada siapapun, apalagi, sejak Amrullah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Banyuwangi hingga dilimpahkan di Kejaksaan Negeri Banyuwangi tidak pernah dilakukan penahanan. "Intinya sesuai dengan putusan PN Banyuwangi itu, dan tidak ada kriminalisasi terhadap Amrullah, dan surat itu sudah direvisi," kilah Heru. (ari)

Citilink Saat Berada di Bandara Banyuwangi

BANYUWANGI (KoranTranparansi.com) – Akses menuju Banyuwangi kian diperluas. Kini, Citilink menambah jadwal penerbangan menuju Banyuwangi dari bandara Soekarno Hatta, Jakarta menjadi dua kali dalam sehari. Maskapai pemerintah berbiaya hemat ini sudah menambah jumlah flight hariannya secara permanen mulai Kamis (31/5).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan apresiasinya atas kebijakan Citilink yang menambah jadwal terbangnya dari dan menuju Banyuwangi. "Ini menunjukkan bahwa pasar di Banyuwangi terus berkembang. Baik pasar wisatawan  yang hendak berlibur ataupun mereka yang menempuh perjalanan untuk bisnis," jelas Anas.  

Bagi Anas, ini akan menambah opsi bagi yang hendak menuju Banyuwangi. Mengingat, saat ini ada lima penerbangan rute Jakarta - Banyuwangi pp yang dilayani oleh tiga maskapai penerbangan. "Kami yang di Banyuwangi akan terus berbenah untuk menjadikan tempat kami nyaman dan layak dikunjungi. Ini sebagai konsekuensi bertambahnya flight ke mari," kata Anas. 

Perwakilan Citilink Banyuwangi Dadang Teguh Setiawan mengatakan penambahan jadwal baru penerbangan ute Banyuwangi-Jakarta dua kali sehari ini sudah rilis. "Kini mobilitas wisatawan menjadi semain leluasa karena ketersediaan seat per hari menjadi bertambah. Hal ini tentu bagus bagi pariwisata Banyuwangi,” kata Dadang, Minggu (3/6). 

Beroperasi dua kali sehari, poros Banyuwangi-Jakarta setiap harinya dilayani pukul 09.15 WIB (QG703) dan 15.45 WIB (QG701). Schedule penerbangan ini berlaku mulai Kamis (31/5).  “Saat ini jadwal yang dari Banyuwangi sudah baku, yaitu pagi dan sore hari. Ini berlaku mulai Minggu (3/6),” ungkap Dadang.

Sebelumnya jadwal flight Citilink dari Banyuwangi menuju Jakarta sempat mengalami penyesuaian. Efek kebijakan technical reason. Dengan kode flight QG, penerbangan pagi dari Banyuwangi sempat direvisi. Mulai Rabu (6/6) nanti, rencananya jam keberangkatan pesawat nomor QG703 diubah menjadi 11.20 WIB. Dadang menegaskan, jam keberangkatan dari Banyuwangi berlaku permanen.

Sementara jadwal dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) untuk flight pagi pukul 05.25 WIB dengan pesawat QG700. Penerbangan siang dilakukan pukul 12.00 WIB dan memakai pesawat dengan nomor flight QG702. “Kalau agenda dari flight dari Jakarta ini juga sudah paten,” ujar Dadang.

Penambahan jumlah flight ini memang seiring pertumbuhan wisatawan menuju The Sun Rise of Java. Tingkat isian kursi atau seat load factor rute Banyuwangi ini sudah mencapai 80% per harinya.

Dadang juga menambahkan, penambahan jadwal flight ini tidak terpengaruh dengan momentum Lebaran. Jadwal flight ini akan berlaku permanen. Citilink mengklaim, rencana penambahan flight harian sudah mulai direncanakan sejak Mei silam. Demi menunjang kenyamanan dan kapasitas angkut, Citilink juga akan mengaktivkan moda airbus begitu upgrade landas pacu bandara Banyuwangi selesai.

“Jadwal ini akan berlaku reguler. Untuk Lebaran tetap mengikuti regulasi yang berlaku. Kalau runaway sudah siap, kami bahkan akan mengoperasikan Airbus ke Banyuwangi. Yang jelas, penambahan jumlah flight ini sebagai respon atas kebutuhan pasar. Jadi arus wisatawan menuju Banyuwangi ini sangat bagus,” tegas Dadang.

Penambahan jumlah flight reguler ini mendapat respon positif Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar mengungkapkan, respon cepat dilakukan Citilink membaca potensi pasar. “Pertumbuhan pasar Banyuwangi ini pesat. Citilink sangat detail membaca pertumbuhan dan potensi ini. Untuk Banyuwangi rumusnya tetap sama, yaitu WIN Way atau Wonderful Indonesia Way. Ini juga bisa diartikan the way to win,” kata Menpar dalam keterangan tertulisnya, pada Minggu (3/6). (ari)

 Menpar dan Bupati Anas Saat Diaspora tahun lalu

BANYUWANGI (KoranTranparansi.co) – Momen Lebaran 2018 akan berjalan spesial di Banyuwangi. Karena, para perantau yang pulang kampung akan dijamu dalam acara Diaspora Banyuwangi, 3 Syawal nanti. Menteri Pariwisata Arief Yahya, dipastikan hadir dalam acara tersebut.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, koneksi antar personal jauh lebih kuat. Oleh sebab itu, ia sangat mendukung kegiatan ini. “People to people connection itu jauh lebih kuat dan dahsyat dibandingkan business relation. Silaturahim diaspora setahun sekali dan bertepatan dengan momentum halal bi halal dan Lebaran. Hal ini adalah sarana yang baik untuk memperkuat jalinan hubungan personal atau people to people connection tersebut,” papar Menteri Arief, Sabtu (2/6). 

Menurutnya, Diaspora Banyuwangi sangat fundamental. “Berpikir Mega. Buat sahabat, saudara, teman. Diaspora Banyuwangi ini sangat fundamental, dan filosofis,” katanya. “Kunci utama menjawab tantangan global adalah berpikir mega. Saya sering menyebut strategic thinking. Banyak spiritualis yang menyebut, semakin banyak banyak memberi, semakin banyak menerima. Lebih banyak berorientasi pada kebutuhan community (bangsa dan negara), tidak hanya pada customer (makro) dan company (mikro) saja,” ungkap Menpar.

Menteri asal Banyuwangi itu juga memberikan contoh konkrit. “Contohnya ibu kita. Dia tidak pernah berpikir akan menerima imbalan apapun, sekecil apapun dari anak-anaknya, meskipun dia sudah 9 bulan mengandung, setahun menyusui, dan merawat hingga dewasa. Itulah berpikir mega. Berbuatlah yang terbaik buat bangsa, negara dan daerah-mu,” ulasnya.

Selain menghadiri Diaspora, Menpar juga dijadwalkan menghadiri tradisi Lebaran suku Osing -suku asli Banyuwangi, yakni Barong Ider Bumi (2 Syawal) dan Seblang Olehsari (3/4 Syawal). Kedua tradisi tersebut akan digelar di kawasan Desa Kemiren dan Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. 

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, berharap kegiatan Diaspora ini bisa semakin menumbuhkan rasa cinta daerah, khususnya bagi para perantau. “Acara ini kami desain untuk semakin menguatkan cinta kepada Banyuwangi. Di sini mereka saling bersapa, memunculkan kembali kenangan masa kecilnya. Memori itu kami gali kembali, dan Insya Allah bisa semakin menumbuhkan cinta pada daerah. Kalau sudah cinta, otomatis tergerak untuk bantu mengembangkannya," ujar Anas.

Tahun ini, Diaspora Banyuwangi digelar di Pendopo Kabupaten. Jika Lebaran nanti ditetapkan pada 15 Juni, berarti Diaspora Banyuwangi akan dilangsungkan 17 Juni. Acara yang rutin digelar setiap tahun ini, selalu ramai. Ribuan warga Banyuwangi yang tinggal di berbagai belahan Indonesia dan dunia tak pernah absen untuk hadir. Mulai dari tokoh nasional hingga mahasiswa.   

Menurut Anas, momen ini bisa menjadi tempat menggalang solidaritas membangun daerah dan bertukar informasi.  "Semua bisa membangun jejaring untuk bersama-sama mengembangkan daerah. Yang sudah sukses jadi pengusaha di Jakarta, misalnya, bisa bermitra dengan UMKM di Banyuwangi. Bukan semata-mata bisnis, tapi tergerak oleh cinta daerah," ujarnya.

Dalam acara itu disediakan beragam kuliner lokal secara gratis. Mulai pecel pitik, rujak soto, nasi cawuk, lontong sayur, hingga sayur kelor sambal sereh. Sejumlah atraksi seni-budaya juga akan ditampilkan.

”Semoga ini bisa mengobati kerinduan para perantau yang kembali mudik di Banyuwangi. Untuk itu, jangan ragu semua warga perantau silakan hadir di Diaspora,”ungkap Anas. (ari)

 

Kapal-kapal  yang sandar di Pelabuhan Tanjungwangi

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Ini kabar bagi warga Pulau Sapeken, Madura, yang hendak mengikuti mudik gratis ke kampung jelang Lebaran Idul Fitri 1439 H. Kapal perintis dengan nama lambung KM Sabuk Nusantara 56 yang bakal melayani trip Pelabuhan Tanjungwangi – Pulau Sapeken ternyata hanya berkapasitas 283 penumpang.

Sementara data layanan mudik gratis PT Pelindo III Tanjungwangi, Banyuwangi pada tahun 2017 jumlah penumpang yang menggunakan fasilitas mudik gratis lewat kapal laut dengan trip yang sama mencapai di atas 800 orang. Lebih mencemaskan lagi satu kapal lain yang dijadwalkan melayani pelayaran Banyuwangi – Sapeken masih menjalani perawatan atau doking.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjungwangi, Ketapang, Agus Winartono, sempat mengutarakan kecemasannya kepada anggota Komisi V DPR RI yang membidangi perhubungan, Bambang Haryo S. Curhat itu diutarakan ketika wakil rakyat yang berkantor di Senayan itu melakukan kunjungan kerja di KSOP Tanjungwangi dan Kantor Pelindo III Banyuwangi di Ketapang, Kamis (31/5/2018). 

“Trip pertama sesuai jadwal akan berangkat dari Pelabuhan Tanjungwangi, Minggu (3/6/2018). Dulu layanan mudik gratis masih bisa dilayani dengan kapal niaga dengan kapasitas angkut yang lebih banyak. Nah tahun ini kapal dagang tidak boleh dipergunakan untuk angkutan orang. Masalahnya kapasitas angkut kapal perintis KM Sabuk Nusantara 56 kurang dari harapan,” ungkapnya.

KSOP sebetulnya bisa memaksakan agar kapal perintis mengangkut penumpang sampai 362  orang. Tapi tetap saja kebijakan itu tak bisa menuntaskan masalah. Karena belajar dari mudik gratis tahun lalu animo masyarakat Pulau Sapeken yang hendak mudik ke kampung sangat tinggi.

“Kami khawatir calon penumpang membludak dan kapal tak mampu mengangkut seluruhnya. Pasti akan timbul kepanikan dan keriuhan di kalangan penumpang. Sementara kapal satu lagi yang doking masih belum jelas,” keluh pejabat KSOP Tanjungwangi yang baru menjabat sekitar satu pekan.

Bambang Haryo pun berusaha mencarikan solusi. Anggota dewan dari Fraksi Gerindra tersebut langsung menghubungi Dirjen Perhubungan Laut di Kementerian Perhubungan. Sayang pejabat yang dihubungi sedang sibuk. Kemudian anggota Komisi V DPR RI ini mencoba mengontak Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin. Lagi-lagi orang yang hendak diajak komunikasi masih sibuk.

“Nanti kita akan mendesak agar kapal yang menjalani perawatan agar bisa dioperasikan. Jadi tidak perlu lagi mengajukan kapal cadangan. Cukup dua kapal untuk melayani dua kali pelayaran Banyuwangi – Sapeken,” bebernya.

Program mudik gratis lewat laut menggunakan kapal perintis merupakan program dari Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Timur. Sesuai jadwal KM Sabuk Nusantara 56 akan tiba di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Sabtu (2/6/2018). Sedangkan proses pemberangkatan akan dilakukan esok harinya. (ari)

Bambang Haryo Saat Meninjau Pelabuhan Tanjungwangi

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo S mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk mendukung pengembangan pelabuhan Tanjungwangi. Karena, dapat mendongkrak ekspor. Apalagi, selat Bali termasuk dalam alur internasional dua. 

Tidak hanya itu, angkutan laut di Pelabuhan Tanjungwangi, Ketapang, Banyuwangi itu akan dihubungkan lagi dengan moda transportasi kereta api. Hal itu dijelaskan Bambang saat mengunjungi PT Pelindo III Tanjungwangi, Kamis (31/5/2018).

“Jaman Belanda kereta barang di Banyuwangi lebih besar daripada kereta yang ada di barat. Karena Banyuwangi punya potensi logistik pangan yang luar biasa. Kopinya terbaik di dunia. Tembakaunya terbaik di dunia. Coklatnya juga begitu,” tandas Bambang usai melihat dari dekat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjungwangi Ketapang bersama GM Pelindo III Tanjungwangi Lina Ratnasari dan KSOP Agus Winartono.

Menurut anggota DPR RI dari Gerinda itu, saat ini 200 ribu ton barang bongkar muat di Pelabuhan Tanjungwangi. Pemda Banyuwangi harus mendukung Pelindo dan KSOP dalam mengembangkan pelabuhan ini karena dapat mendongkrak ekspor. Apalagi Selat Bali termasuk dalam alur internasional dua.

“Pelindo akan mengembangkan panjang dermaga lebih dari 100 meter sehingga kapal generasi ketiga yang memiliki panjang 180 meter dapat sandar. Kita juga mendorong Pelindo agar lekas mengembangkan kontenerisasi,” ungkapnya.

Pelabuhan Tanjungwangi memang berjarak kurang satu kilometer dengan Stasiun Banyuwangi Baru Ketapang. Kawasan Pelindo III pernah terhubung dengan moda transportasi massal yang disebut Bambang Haryo sebelum akhirnya akses itu ditutup beberapa tahun lalu. Layanan angkutannya menggunakan jasa kereta barang. 

Di sekitar pelabuhan banyak berdiri pergudangan milik perusahan BUMN maupun swasta. GM Pelindo III Lina Ratnasari siap merealisasikan konektivitas Pelabuhan Tanjungwangi dengan Stasiun Banyuwangi Baru. Tentu saja dengan harapan ada peningkatan bongkar muat barang di timur Tanah Jawa. 

“Yang jelas, jalur kereta yang menghubungkan Pelabuhan Tanjungwangi – Stasiun Banyuwangi Baru masih ada. Cuma sekarang ditutup. Andai mau dioperasikan kembali tak masalah,” beber Bambang.

Namun bukan Lina Ratnasari yang bakal menjalankan tugas itu. Mulai 1 Juni 2018 GM Pelindo III Banyuwangi ini akan menempati posisi baru di wilayah Gresik. Bahkan arahan anggota Komisi V DPRRI yang menghendaki pengembangan kontenerisasi telah dilakukannya.

“Selama kurang lebih delapan bulan memimpin, soal kontenerisasi yang belum berhasil. Rupanya banyak pengusaha yang menggunakan jasa bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Padahal Pelabuhan Tanjungwangi juga memiliki prospek yang bagus,” kata Lina kepada wartawan usai mendampingi anggota Komisi V DPR RI itu. (ari)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...