Banyuwangi

Tim Lapan Saat Lakukan Pemetaan di Banyuwangi

 

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) datang ke Banyuwangi untuk lakukan pemetaan di beberapa wilayah. "Kami ke Banyuwangi untuk melakukan pemetaan di dua tempat," kata Atik Bintoro, Ketua Tim Pemantau Lapan kemarin.

Bupati Anas Saat Diwawancarai VoA

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan sejumlah inovasi pengembangan daerah saat diwawancarai Voice of America (VoA) di kantor VoA, Washington DC. Kunjungan yang sekaligus untuk promosi Banyuwangi itu difasilitasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Bacaleg harus sehat jasmani, rohani atau kesehatan jiwanya dan bebas dari narkotika sesuai PKPU NO 20 tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR dan DPRD Kabupaten/kota

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Setiap bakal calon legislatif (bacaleg)  diwajibkan untuk memeriksakan kesehatanya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan, Banyuwangi.

 Para pejabat saat melaporkan LHKPN di BKD

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Ratusan pejabat eselon dua dan tiga Pegawai Negeri Sipil (PNS), melaporkan harta kekayaan mereka pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (4/7).

Mulai dari kepala bidang (kabid), kepala bagian (kabag), camat, dan kepala Satuan Kepala Perangkat Daerah (SKPD) melaporkan kekayaan mereka. 

Bertempat di kantor  Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) terdapat 204 pejabat, dengan rincian 23 kepala SKPD, 25 camat, 9 kabag, dan 147 pejabat eselon 3 non kepala SKPD. Mereka melaporkan harta kekayaan melalui e-LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). 

"Saat ini berdasarkan undang-undang, semua pejabat eselon tiga dan dua, wajib melaporkan harta kekayaan pada KPK. Baik itu harta benda bergerak maupun tidak bergerak," kata Sih Wahyudi, Kepala BKD Banyuwangi. 

Mekanisme pelaporan harta kekayaan pada KPK saat ini melalui sistem online e-LHKPN. Selain harta kekayaan juga wajib dilaporkan, gaji, honor, dan tambahan penghasilan pegawai (TPP). "Semua laporan harus rinci dilampirkan bukti-bukti administrasi. Misalnya rumah atau tanah harus dilampirkan sertifikat. Demikian juga laporan lainnya," papar Sih Wahyudi. 

Sih Wahyudi mengatakan, untuk tahun ini mekanisme pelaporan berbeda dari tahun sebelumnya. Apabila tahun sebelumnya menggunakan cara manual, kini melalui e-LHKPN. "Semuanya terhubung langsung ke KPK. Tiap pelapor akan diberikan username dan passoword dari KPK. Setelah itu muncul form-form yang harus diisi," jelas Sih Wahyudi. 

Nilai harta kekayaan ini bersifat rahasia. Hanya pelapor dan KPK saja yang tahu. Meski rahasia, para pejabat wajib mengisi sesuai dengan kenyataan. "Harus diisi seuai dengan kekayaan yang dimiliki. Kalau tidak sesuai resiko tanggung penumpang, karena hanya KPK dan pelapor yang tahu. Saya saja tidak tahu berapa nilai kekayaan masing-masing pejabat," ungkap Sih. 

Pelaporan LHKPN dilakukan pada tiga kali. Pertama saat pertama kali menjabat jabatan baru. Kedua, laporan tahunan yang dilaporkan setiap tahun meliputi penambahan dan pengurangan kekayaan, atau tetap. Ketiga, laporan menjelang pensiun. 

Sih Wahyudi menjelaskan, untuk eselon empat, juga wajib melaporkan harta kekayaan. Bedanya, eselon empat mengisi Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN). "Tapi bedanya, LHKASN ini hanya diberikan pada bupati," tandasnya. (ari)

Bupati Anas Didampingi Sulihtiyono Saat Meninjau di Sekolah

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Upaya untuk pemerataan kualitas pendidikan terus dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi. Salah satunya dengan menerapkan sistem zonasi online menggunakan koordinat rumah berbasis geospasial pada penerimaan peserta didik baru (PPDB). Cara ini dilakukan oleh Banyuwangi untuk mempertajam sistem zonasi sebagaimana Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 14/2018 tentang PPDB.

 Poto-poto Penari Gandrung dan Kawah Ijen Hiasi Bus-bus Piala Dunia

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com)– Meski tak ikut bermain sepak bola, para penari gandrung dan Kawah Ijen Banyuwangi ikut ”tampil” di ajang Piala Dunia yang digelar di Rusia. Foto-foto tarian khas dan destinasi alam andalan Banyuwangi itu menghiasi bus-bus di kota Moscow dan St. Petersburg selama perhelatan Piala Dunia 2018 ini.

Foto-foto itu menunjukkan dinding bus yang dihiasi penari Gandrung yang sedang menari berlatarkan pantai berpasir putih. Tak hanya itu, eksotisme Kawah Ijen yang memiliki fenomena api biru (blue flame) juga ditampilkan di bus-bus yang hilir mudik di kota-kota penyelenggaran Piala Dunia.

”Ini merupakan upaya promosi Banyuwangi. Dan saya kira ini efektif karena mata dunia sedang tertuju ke Rusia. Para suporter dari 32 negara peserta Piala Dunia dan pencinta bola dari seluruh dunia berdatangan ke sana. Jadi dalam sekali promosi bisa menyasar banyak negara sekaligus,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (2/7/2018).

Anas berterima kasih kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pariwisata,  yang telah mendorong promosi wisata tersebut. ”Jadi ini bukan dari APBD, tapi dari Kementerian Pariwisata sebagai apresiasi antara lain karena Banyuwangi menyabet gelar juara dunia kebijakan pariwisata dari Badan Pariwisata PBB pada 2016 lalu,” jelas Anas.

”Sekaligus ini menjadi penyemangat bagi Banyuwangi untuk terus berbenah,” ungkap Anas.

Promosi menggunakan media iklan di bus-bus di Rusia tersebut bakal berlangsung hingga awal Agustus. Anas berharap, strategi ini bisa mendorong kunjungan wisatawan mancanegara ke Banyuwangi.

”Selama ini, mayoritas turis dari Eropa yang ke Banyuwangi adalah warga negara Perancis. Wajar karena memang Gunung Ijen sempat jadi beberapa konten film di sana. Nah dengan promosi ini, semoga turis-turis dari negara lain banyak datang untuk mengejar target kami mendatangkan 175.000 wisman pada 2019,” beber Anas. (ari)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...