Banyuwangi

Ir H Mujiono

BANYUWANGI (Korantransparansi.com)- Untuk meningkatkan kualitas pekerjaan proyek yang baik memang harus didukung kualitas SDM yang baik pula. Untuk itu, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang (DPUCKPR) Banyuwangi dalam waktu dekat menggelar pelatihan tenaga terampil. Artinya Sertifikat Keterampilan (SKT) itu sebagai persyaratan untuk melaksanakan pengajuan pelelangan proyek.

“Tapi, sebelum mendapatkan sertifikat, mereka kita latih dulu. M.isalnya tenaga terampil pasangan bata, tenaga terampil plesteran, tenaga terampil aspal, tenaga terampil operator. Ini kita minta temen-temen asosiasi yang tentunya itu menjadi persyaratan dalam proses pelelangan barang dan jasa,” tandas Kepala Dinas PUCKPR Banyuwangi, Ir H Mujiono kepada wartawan disela-sela Sosialisasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) versi 4 di Illira Hotel Banyuwangi, Selasa (3/4/2018.

Bahkan Muji berharap, peningkatkan kualitas SDM, kualitas administrasi, kualitas daripada dilapangan tentunya harus didukung SDM yang mumpuni, juga termasuk dalam hal terkait pengendalian dan pengawasan selama pelaksanaan dilapangan. “Ini yang terpenting, agar kualitas pekerjaan proyek dilapangan bisa menjadi yang terbaik,” ungkapnya.         

Apalagi, kata Muji, jangka panjangannya setelah ada sosialisasi aplikasi SPSE versi 4 ini dalam proses lelang ini biasanya manual kita sekitar 30 hari hingga 90 hari. Harapanya ada percepatan berdasarkan perpres yang ada itu bisa dipercepat satu minggu hingga dua minggu. Artinya itu pekerjaan lelangnya. 

“Nah tentunya nanti dengan adanya percepatan ini terjadi perputaran. Ada percepatan insfrastruktur di Banyuwangi semakin cepat, sehingga masyarakat terlayani dengan cepat ini. Tapi kami tetap mengedepan kualitas pekerjaan,” papar Muji.

Sosialisasi SPSE versi 4 ini memang sangat penting. Maka dari itu, pendekatan/konsolidasi dengan asosiasi jasa konstruksi sangat perlu dilakukan secara kontinyu. Konsolidasi dengan asosiasi jasa konstruksi  yang ada di Kabupaten Banyuwangi adalah terkait proses pengadaan barang dan jasa. Proses pengadan ini kan setiap asosiasi rata-rata juga dalam hal terkait mensikapi perpres 54 tahun 2010 dan yang terbaru  Perpres No 16 tahun 2018 tentang barang dan jasa. Kemudian terkait dokumen barang dan jasa ini kan beraneka ragam. Artinya yang terjadi multi tafsir. 

Contohnya saja,  kegiatan barang dan jasa dibawah Rp 200 juta itu ada yang mengadakan penunjukan langsung (PL) ada yang mengadakan pelelangan langsung ada yang pengadaan langsung. Tetapi ada yang berbeda-beda. Kemudian yang menyatakan yang diatas Rp 200 juta lelang. “Nah lelang itu banyak, ada lelang umum, lelang terbatas dan sebabagainya. Ada lagi lelang yang pengadaan tercepat dan yang tercepat terkait penggunaan aplikasi SPSE versi 4,” bebernya.

Dalam sosialisasi ini, kata Mujiono, pihaknya mnengundang semua asosiasi yang ada di Banyuwangi, termasuk SKPD yang mempunyai kegiatan dari proses pengadaan barang dan jasa, terutama yang mempunya kegiatan jasa konstruksi, misalnya Dinas Pengairan, Dinas Pertanian, Dinas Penddikan, Dinas Perhubungan dan lainya. Di Banyuwangi asosiasi jasa konstruksi ada 14 dan itu sebagai mitra. Tapi yang terdaftar  sesuai Kepmen PUPR ada 12 asosiasi. 

“Secara bersama-sama sebagai mitra kerja, sehingga tanpa asosiasi  kami tidak melaksanakan proses pekerjaan konstruksi yang ada di Kabupaten Banyuwangi  secara baik dan tepat,” jelas Muji. (ari)

 

Basarah Saat Ngobrol Sama Bupati Anas di Lounge Pemkab

BANYUWANGI (Korantransparansi.com) - Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah, melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Sabtu (31/3) pagi. Basarah melihat langsung proses penerapan pelayanan publik yang diterapkan di Lounge Pelayanan Publik, seperti sistem e-village budgeting, e-monitoring system, program pengentasan kemiskinan Jalin Kasih, dan sebagainya.

"Penerapan pelayanan publik Banyuwangi sudah sangat bagus, saya kira ini bisa menjadi salah satu rujukan bagi pemerintah daerah lain, tentu dengan improvisasi di masing-masing daerah karena tantangan antar daerah pasti berbeda," kata Basarah.

Menurut dia, kinerja pelayanan publik Banyuwangi perlu menjadi rujukan, karena telah menerapkan sistem perencanaan, monitoring, dan evaluasi, yang terukur tingkat keberhasilannya. "Di sini ada standarnya, kemudian bisa terlihat jelas indikator kerjanya karena basisnya kan online," jelas Basarah. 

Basarah mengapresiasi kinerja pelayanan publik Banyuwangi yang menerapkan sistem pelayanan dari hulu ke hilir, dan dikelola secara detail. Basarah mencontohkan sejumlah program pengentasan kemiskinan di Banyuwangi, seperti tabungan pelajar, distribusi makanan lansia, dan kreasi ekonomi di kantong kemiskinan.

Basarah memberi penekanan pada kinerja pengelolaan pemerintahan Banyuwangi yang tak hanya bertumpu pada administrasi yang baik sesuai hukum keuangan negara, tapi program-programnya juga berdampak ke peningkatan ekonomi masyarakat. "Pelayanan publik harus terukur dampaknya pada masyarakat. Itulah yang diterapkan di Banyuwangi di bawah kepemimpinan sahabat saya ini, Bupati Azwar Anas," ungkap Basarah.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pelayanan publik adalah kerja bersama yang tak ada garis akhirnya. Setiap saat selalu ada tantangan baru seiring makin kompleksnya problem di masyarakat. “Maka perlu selalu ada inovasi,” ujarnya.

Anas menambahkan, salah satu yang harus dicermati dalam pengelolaan pelayanan publik adalah menentukan prioritas.

“Kita tidak akan mungkin bisa menyelesaikan semua hal dalam satu waktu. Maka perlu prioritas, yaitu sektor yang bisa langsung berdampak ke masyarakat. Dalam hal ini di Banyuwangi ada pertanian, pariwisata, dan UMKM. Kemudian itu ditopang pelayanan publik yang terus diupayakan peningkatannya,” ujarnya. (ari)

 

Salah Satu Kesenian Daerah Yang Difestivalkan

BANYUWANGI (Korantransparansi.com)- Meski sudah banyak dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia dengan kesenian yang menonjol, Banyuwangi tetap berupaya menghasilkan karya-karya seni baru.

Anas Berada di Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

BANYUWANGI (Korantransparansi.com) – Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas benar-benar luar biasa. Inspirasi dan inovasinya membuat Banyuwangi terus menapak kemajuan yang signifikan. Terbukti, Bupati Anas mengaku termotivasi dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang baik, termasuk layanan perizinan yang bermutu.

”Tadi Pak Jokowi memberi gambaran tentang perubahan lansekap ekonomi dunia, bagaimana strategi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing bangsa. Salah satu cara agar bisa kompetitif, ya hadirkan pelayanan publik yang baik,” ujar Anas saat dihubungi.

Anas baru saja mengikuti Rapat Kerja Pemerintah di Jakarta, Rabu (28/3/2018), yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi. Rapat itu membahas pelaksanaan kemudahan berbisnis. ”Dari forum itu saya terinspirasi untuk meningkatkan kualitas Mal Pelayanan Publik, yang berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi warga. Apalagi, presiden kembali menekankan pentingnya satgas pelayanan investasi, dan Banyuwangi sudah punya itu,” ujarnya.

”Besok kami kumpulkan dinas dan camat untuk menyampaikan poin-poin penting dari Pak Jokowi tadi,” ungkapnya..

Sejak Oktober 2017, Banyuwangi mengoperasikan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang tercatat sebagai MPP di Indonesia yang dikembangkan pemerintah kabupaten. Saat ini, lebih dari 84.500 jenis layanan telah diterbitkan dan dinikmati warga sejak pertama kali MPP diresmikan.

”Ini upaya memberi kemudahan bagi warga, bareng-bareng mengupayakan agar mengurus dokumen ke pemerintahan bukan lagi sesuatu yang membosankan. Tidak seperti dulu, kalau urusan dengan dokumen pemerintahan, persepsi warga pasti itu akan berbelit-belit,” jelasnya.

Dia mencontohkan integrasi izin yang berkaitan dengan usaha masyarakat yang di antaranya membutuhkan advice planning dari Dinas PU Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang; sedangkan izin usahanya melalui Dinas Penanaman Modal. ”Kalau dulu harus wira-wiri ke beberapa dinas untuk satu urusan. Sekarang cukup diselesaikan di mal pelayanan publik yang terbuka. Ini kan mempermudah warga berusaha,” beber Anas.

Di MPP itu, terdapat 163 jenis layanan izin/dokumen/surat dalam satu tempat, mulai administrasi kependudukan hingga berbagai jenis izin usaha. Setelah enam bulan berjalan, lanjut Anas, telah dilakukan evaluasi-evaluasi. Dari hasil evaluasi itulah, akan dilakukan pembenahan dengan memanfaatkan dana insentif dari pemerintah pusat.

”Kami kan dapat reward pusat Rp8,7 miliar karena sistem akuntabilitas kami dapat nilai A. Nanti dananya dipakai untuk mal pelayanan publik. Contohnya, kita tambah komputer dan counter pelayanan biar nggak terlalu lama antri, sistemnya bisa di-upgrade, dan gedungnya dibikin tambah nyaman bagi warga,” papar Anas. (ari)

 

Salah Satu TK Yang Mengikuti Lomba

 

BANYUWANGI (Korantransparansi.com) – Perkembangan tehnologi komunikasi menjadikan anak usia dini asyik bermain game dilayanan HP android serta gadget. Lantaran asyik menikmati permainan di jagad maya, banyak bocah mulai malas berolahraga. Itu sebabnya Pengurus Kemala Bhayangkari Cabang Banyuwangi menggelar Lomba Senam Bugar Anak Indonesia.

Tujuh TK Kemala Bhayangkari dari 7 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengikuti lomba ini, Selasa (27/3/2018). Lomba yang digagas Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Banyuwangi ini digelar di Gedung Bhayangkara, tepatnya di Jalan Letkol Istiqlah Banyuwangi.

Ketujuh peserta itu meliputi TK Kemala Bhayangkari Siliragung, Gambiran, Genteng, Kalibaru, Rogojampi, Banyuwangi, dan Wongsorejo. Tiap peserta terdiri dari enam orang dengan durasi penampilan kurang lebih 15 menit. Kerampakkan gerak para peserta menjadi titik penilaian.

Menurut Selvi Donny Adityawarman, lomba ini digelar gelar dalam rangka ulang tahun ke-38 Yayasan Kemala Bhayangkari. Para pengurus ingin anak usia dini di Bumi Blambangan sehat dan tidak menjadi diri yang tertutup. Maka diputuskan menggelar lomba senam agar anak-anak terbiasa bekerja secara kolektif dan berkelompok.

“Senam ini menyehatkan dan mencerdaskan bagi anak Indonesia. Ini juga dalam rangka sosialisasi Senam Bugar Anak Indonesia yang merupakan kegiatan Perwosi Pusat,” tukas Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Banyuwangi yang juga istri dari Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman SIK.

Kejuaraan ini melibatkan tiga juri. Tim penilai itu terdiri dari Budi Astuti, Setyo Utomo dan Silvi Donny Adityawarman. Lomba yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB ini berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Ditambahkan Selvi, senam yang meliputi gerakan pemanasan, inti dan pendinginan tersebut menempatkan TK Kemala Bhayangkari Rogojampi sebagai jawara pertama. 

“Untuk jura dua dan tiga diraih TK Kemala Bhayangkari Wongsorejo dan Banyuwangi. Para peserta berhak mendapat piala dan hadiah dari panitia,” ujarnya sebagai salah satu juri.

Setelah para peserta menyajikan gerakan senamnya, acara dilanjutkan dengan hiburan sulap dan badut. Para bocah dari tujuh kecamatan antusias melihat dua permainan ini. (ari)

 

Kapolres Tunjukkan 3 tersangkan dan barang bukti di Mapolres

BANYUWANGI (Korantransparansi.com) - Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi benar-benar melibas kejahatan Narkotika. Sejak Januari hingga 26 Maret 2018, Satnarkoba berhasil mengungkap 56 kasus dengan 71 tersangka, laki 65 orang dan wanita 6 orang. Dalam pengungkap tersebut, Satnarkoba juga mendapat  BB 32 paket sabu, 61.192 butir pil LL dan uang tunai Rp 2,5 juta. 

Selain itu, Satnarkoba juga mengamankan 52 buah HP berbagai merk, 3 unit R2, 10 buat pipet kaca, tiga buah timbangan elektrik dan 2 buah pipet terdapat sisa sabu. “Saya berharap, bagi masyarakat yang mengetahui peredaraan pil tersebut segera lapor ke Polres Banyuwangi,” tandas Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman kepada wartawan di Mapolres Banyuwangi, Senin (26/3/2018).

Menurut Donny, pengungkapan narkoba kemarin sebanyak 26..150 butir pil koplo. Penangkapan pertama dibawa oleh kurir bernama Agus Deny dan Ainul Yakin. Setelah itu, Satnarkona Polres Banyuwangi juga menemukan dari tersangka 5000 butir, dua tas kresek warna hitam dan satu buah HP merk Asiaphone warna putih dan sebuah HP merk Oppo warna putih. 

Tersangka juga menggunakan sepeda motor honda vario dengan NOPOL P 4235 VL. Kemudian dari mereka disita dann kita kembangkan kepada yang memberikan barang tersebut atas nama Andri Wibowo Bin Yusuf Santosa. Juga kita tangkap yang bersangkutan di Kecamatan Licin dengan barang bukti 3150 butir pil koplo dan satu bungkus lagi 18.000 butir pil tersebut dalam satu tas punggung dengan warna hitam dan satu buah toples plastik, ada tiga bendel clip plastik untuk menaruh pil-pil koplo tersebut,  kemudian ada uang tunai Rp 150 ribu dan satu buah buah hp blakberry warna putih.

“Nah, dari kasus tersebut kita tindak lanjuti untuk penerimaan barang ini masih dilakukan pengejaran dan pendalaman lebih lanjut dari Tim Satnarkoba. Selain itu, perederan pil koplo dari permintaan yang di Banyuwangi juga cukup besar,  karena juga sekitar 26.150 butir ini harus kita waspadai bersama, termasuk masyarakat dihimbau apabila mengetahui hal-hal yang terkait perederaan pil koplo dalam jenis lain silahkan memberitahu kepada polisi untuk dilakukan tindak lanjut,” ungkap Kapolres yang didampingi Kasat Narkoba, AKP Muhammad Indra Najib. (ari)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...