Banyuwangi

Kapolres Baru Melepas Kapolres Lama ke Mobil Pribadinya

BANYUWANGI (KT) -Kapolres Banyuwangi yang baru, AKBP Donny Adityawarman, SH, SIK, MSi menyatakan kalau dirinya akan membawa Banyuwangi lebih baik lagi. Bahkan, kedepan juga akan membawa polisi yang promoter sesuai dengan Kapolda Jatim. “Pesan pak kapolda Jatim, promoter itu diwujudkan melalui program patuh. Kita bisa mewujudkan promoter melalui program itu. Dan, kita menginginkan polisi lebih profesional dan dicintai masyarakat,” tandas Donny usai melepas kapolres lama di Mapolres, Senin (4/12) kemarin.

Bahkan, Kapolres baru itu mengatakan tetap akan terus melanjutkan program yang sudah dilaksanakan kapolres lama. Artinya,  program yang menjadi pondasi ini kalau kita teruskan akan lebih baik daripada kita harus membongkar dan membuat program baru.

“Saya akselerasikan dengan cepat dan akan saya kembangkan dengan bagus dan dengan bantuan semua, termasuk rekan-rekan wartawan, anggota saya dan stakeholder  yang ada. Insya allah kita akan membawa  Banyuwangi lebih baik lagi,” tandasnya.

Dikatakan Kapolres, hal itu pasti akan terus ditingkatkan, program akselerasi dan kedepan mungkin ada pengembangan beberapa hal lah. “Saya rasa sama sikap kita netral terhadap siapapun itu calonnya. Namum kita akan mengamankan kegiatan ini semaksimal mungkin dengan bantuan semua yang ada,” ujar Kapolres menyikapi pertanyaan wartawan terkait Pilkada Jatim. 

Menurutnya, tentunya kita sudah siapkan termasuk dari aspek perencanaan sudah tinggal saya lanjutkan. “Karena sebelumnya sudah dibuat Kapolres lama dan saya tinggal melanjutkan saja dan saya kembangkan lebih lanjut,” jelas Donny. 

Ketika ditanya terkait maraknya Narkoba di Banyuwangi, Donny mengaku untuk narkoba, dirinya memiliki pengalaman. Jarena, dirinya adalah mantan Kasatnarkoba Polrestabes Surabaya. “Untuk Jatim ini sebagai tempat perlintasan. Namun bukan hanya tempat perlintasan saja,  Banyuwangi sudah seperti ini,  artinya menjadi salah satu sasaran sebelum masuk ke Bali .  Artinya kita harus lebih open dan bukan hanya polisinya,  harapan masyarakat juga akan membantu untuk memberikan info dsb. Kalau ini sudah dicegah sejak deni, tidak akan melebar dan membesar,” jelas Donny. (ari).

Bupati Anas Ditrengah-tengah umat kristiani

BANYUWANGI (KT)  - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberi perhatian khusus kepada pengembangan anak-anak sejak dini mengingat iklim kompetisi semakin ketat dari hari ke hari.

“Semua pihak tanpa terkecuali, mari perhatikan anak-anak kita. Jauhkan dari narkoba, hal-hal negatif lainnya. Pemerintah tidak kuat sendirian. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak, tokoh-tokoh agama hingga semua orang tua, yang selama ini ikut berkolaborasi mengawal pengembangan generasi muda di Banyuwangi,” ujar Anas saat menghadiri pertemuan umat Kristiani menyambut Hari Natal di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi. 

Pertemuan itu dihadiri warga dari 3 kecamatan, yakni Siliragung, Pesanggaran, dan Bangorejo. Acara juga dihadiri elemen Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang terdiri atas para tokoh agama di Banyuwangi.

Menurut Anas, kualitas generasi muda harus benar-benar diperhatikan sejak dini demi memenangkan persaingan dalam berbagai level. “Tantangan semakin berat. Misalnya di dunia usaha, semakin hari semakin padat teknologi, dan mengurangi tenaga manusia. Mari anak-anak kita bekali kepercayaan diri, kewirausahaan, serta keimanan yang cukup," kata Anas di depan ribuan jemaat dan undangan yang hadir.

Dia mengatakan, keterampilan, kesenian dan keimanan yang tertanam akan menghindarkan anak-anak dari gejala stres di masa mendatang. Bukannya terpuruk karena sulitnya mendapatkan pekerjaan, diharapkan anak-anak muda justru menciptakan solusi dan membuka lapangan kerja dengan usaha mereka sendiri.

"Pemerintah berharap gereja bisa bersinergi membekali keterampilan kepada anak-anak. Kembangkan potensi mereka. Merangkul sebagai teman dan meningkatkan kemampuan mereka pada berbagai hal. Kuncinya ada pada pengembangan ekonomi kreatif untuk memperkuat perdesaan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” jelas Anas.

Di Banyuwangi, beber Anas, pengembangan anak muda dijalankan lewat beragam program, mulai beasiswa hingga ke bangku kuliah, pemberian gizi tambahan, kegiatan keagamaan, kesenian, dan olahraga yang marak, sampai pelatihan-pelatihan keterampilan. Anas juga menyampaikan terima kasih kepada umat Kristiani yang telah ikut  berkontribusi dalam pembangunan Banyuwanhi. “Modal terpenting dalam membangun daerah adalah modal sosial berupa kerukunan dan gotong-royong,” uajrnya.

Ketua Badan Musyawarah Antar-Gereja (BAMAG) Banyuwangi Pendeta Anang Sugeng mengatakan, pihaknya senang di Banyuwangi karena kerukunan yang selalu terjaga. “Saya  ini anggota FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Banyuwangi, dan kami memang punya rahasia menjaga kerukunan, yakni tiada dusta di antara kita," kata Anang.

Anang berharap kerukunan tersebut selalu terpupuk. “Kami salut dengan kepemimpinan Pak Anas yang mengayomi. Setiap ada masalah yang berpotensi mengganggu kerukunan, langsung ditangani,” kata Anang. (ari)

 Perwakilan BKKBN dan Ketua DPRD, I Made Cahyana Negara

BANYUWANGI-Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meminta kepada orang tua agar tidak menikahkan anak-anaknya dalam usia dini. Paling tidak menikahkan anak-anak lakinya sebelum usia 25 tahun. Bahkan, untuk jenis perempuannya harus usia 21 tahun. Jadi, warga harus menghindari pernikahan dini.

Hal itu ditegaskan Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Edi Arismanto saat menjadi pemateri dalam menggelar Sosialisasi Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Desa Kempung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu, (2/12/). 

Dikatakan Edi, dalam sosialisasi yang diikuti sekitar 150 warga desa. Edi mengajak warga desa untuk menghindari pernikahan dini. Menurutnya, BKKBN selain gencar melakukan pencegahan pernikahan dini. Juga terus melakukan kampanye dua anak cukup. Pihaknya berupaya mengingatkan masyarakat agar merencanakan jumlah keturunan cukup dua anak saja.

"Kami lihat para peserta cukup antusias dengan sosialisasi kali ini. Harapanya masyarakat mendapat pencerahan agar nantinya bisa merencanakan demi mensejahterakan keluarganya," ungkap  Edi. 

Dijelaskan Edi, program dua anak cukup agar meningkatkan kualitas hidup keluarga. Menurutnya orang tua yang hebat dalam mengasuh anak-anaknya adalah orang tua yang menjalankan 8 fungsi keluarga. "Diantaranya seperti Fungsi Keagamaan, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Cinta Kasih, Fungsi Perlindungan, Fungsi Reproduksi,Fungsi Sosial, Pendidikan, Fungsi Ekonomi dan Fungsi Lingkungan,” bebernya..

BKKBN : Banyak Anak Rawan Penelantaran 

Selain di Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, BKKBN juga menggelar Sosialisasi Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Desa Kelis, Kecamatan Kali Puro, Banyuwangi, Sabtu, (2/12) malam. Sosialisasi dihadiri Kepala Diklat KKB Jember yang mewakili BKKBN Jawa Timur, Edy Ariesmanto, serta didampingi oleh Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, dan Kepala DPPKB Banyuwangi, Muhammad Fuad Jiwa. 

"Keluarga berencana adalah untuk keluarga sejahtera. Karena kalau terlalu banyak anak, banyak juga yang ditelantarkan. Kurang mendapat perhatian dan pendidikan moral yang akhirnya banyak penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan oleh anak,  karena kurangnya perhatian dari orang tua yang diakibatkan banyak anak," papar Edy. 

Dipaparkan Edy, banyaknya permasalahan terkait pernikahan dini menjadi alasan adanya program keluarga berencana. Karena jika banyak anak, perhatian kepada buah hati justru semakin tidak fokus. 

"Saya salut, meski digelar malam hari peserta sangat antusias dan merelakan waktunya untuk mendapat sosialisasi. Semoga bermanfaat. Karena tanpa di pungkiri masa depan Indonesia berada di tangan anak cucu kita," jelasnya.. 

Menurut Edy, ada banyak hal untuk merencanakan keluarga berencana, salah satunya memakai kondom, pil, dan suntik. Serta ia berpesan, kepada peserta yang mempunyai anak cucu memberi pemahaman agar jangan melakukan hubungan sek sebelum menikah. "Karena hal itu banyak sekali mudharotnya. Karena keburukan yang dilakukan oleh seorang anak adalah kesalahan dari orang tua," tandasnya.

Tidak hanya itu, kegiatan serupa juga digelar di Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, Minggu (3/12). Kepala Diklat KKB Jember, yang mewakili BKKBN Jawa Timur, Edy Ariesmanto menganjurkan masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi sebelum melakukan hubungan seks. Bisa menggunakan pil keluarga berencana atau kondom. "Masyarakat di anjurkan sebelum melakukan hubungan seks harus memakai alat kontrasepsi. Semua demi mewujudkan keluarga yang sejahtera," kata Edy.

Selain imbauan menggunakan alat kontrasepsi juga ada tiga hal penting lainnya. Yakni dilarang melakukan seks bebas sebelum menikah. Dilarang menikah usia dini (25 tahun bagi pria, 21 tahun bagi wanita) serta dilarang mengkonsumsi narkoba.

 

Edy Ariesmanto, didampingi oleh Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, dan Kepala DPPKB Banyuwangi, Muhammad Fuad Jiwa. Sebanyak 150 peserta yang didominasi ibu-ibu antusias dalam mengikuti sosialisasi kali ini. "Kami bertujuan agar masyarakat membangun keluarga yang lebih sejahtera. Dengan merencanakan jumlah anak yang akan dimiliki," papar Edy. (ari)

Truk Pengangkut Logistik Siap Menuju Polres Karangasem

BANYUWANGI – Polda Jawa Timur mengirim 9 truk bermuatan logistik bagi pengungsi erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali. Bantuan kemanusian ini akan diserahkan ke Polres Karangasem agar didistribusikan kepada para pengungsi.

Iring-iringan truk pembawa bantuan meluncur dari Polres Banyuwangi sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (30/11). Lima belas menit kemudian rombongan truk pengangkut kebutuhan bagi pengungsi ini memasuki Pelabuhan ASDP Ketapang. Disini, Kabagsumda Polres Banyuwangi Kompol Mustakim kemudian melepas kendaraan yang mengangkut sembako, makanan ringan, obat-obatan, pakaian bekas, keperluan dapur serta air mineral untuk memasuki kapal.

“Jadi kami menyiapkan sembako termasuk pakaian bekas atas perintah Pak Kapolda. Pasuruan sampai Banyuwangi yang terdiri sembilan polres kita kirim ke Kabupaten Karangasem dalam rangka bencana gunung meletus,” ujarnya sebelum pelepasan.

Berdasarkan data dari Polres Banyuwangi, bantuan beras yang dikirim ke wilayah Bali timur itu lebih dari 7 ton. Khusus beras, Polres Bondowoso menjadi penyumbang terbanyak dengan jumlah 5 ton beras. Disusul Polres Banyuwangi serta Jember masing-masing 1,5 ton dan 1 ton.

Mie instan yang disumbangkan ke Bali juga terbilang besar. Setidaknya lebih dari 976 karton mie berbagai merek diangkut menuju kabupaten berjuluk Amlapura tersebut. Menurut Kompol Mustakim, sembilan polres yang mengirim bantuan kemanusian ini terdiri dari Polres Kota Pasuruan, Polres Pasuruan, Polres Kota Probolinggo, Polres Probolinggo, Polres Situbondo, Polres Banyuwangi, Polres Jember dan Polres Lumajang.

“Itu sangat diperlukan warga yang tinggal disana (Karangasem). Jadi kita turut berpartisipasi untuk membantu meringankan beban saudara kita,” ungkapnya kepada para wartawan di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi.

Sementara, Polda Jatim masih fokus mengulurkan bantuan logistik bagi para pengungsi gunung tertinggi di Bali itu. Sejauh ini belum ada permintaan dari pihak Kepolisian Polda Bali untuk mengirimkan bantuan anggota guna membantu pengamanan maupun evakuasi. “Sementara ini belum ada, tapi kami sudah mempersiapkan baik personil maupun kendaraan. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan kita berangkatkan,” tegas perwira menengah asal Desa Bomo, Kecamatan Rogojampi.

Kompol Mustakim berharap bantuan yang dikirim bisa cepat terdistribusi kepada para pengungsi. Meski dia sendiri tidak bisa memastikan apakah logistik kemanusiaan yang disalurkan dari Polda Jatim mampu memenuhi kebutuhan pengungsi erupsi Gunung Agung. (ari)

Dirjen Hubda Budi Setiyadi Saat Kunjungan di Pelabuhan Ketapang

 

BANYUWANGI – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, menggelar sidak di Pelabuhan ASDP Ketapang untuk mengecek kesiapan penyeberangan di Selat Bali mengantisipasi erupsi Gunung Agung. Pelayanan terhadap para turis menjadi perhatiannya saat melihat aktivitas pelayaran di ujung timur Tanah Jawa.

“Kita melakukan peningkatan kualitas pelayanan, terutama bagi turis domestik maupun luar negeri. Angkutan daratnya (Angdar) jangan sampai kesulitan termasuk di penyeberangan ini,” jelasnya, Kamis (30/11), menirukan imbauan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. 

Makanya, lanjut Budi Setiyadi, dirinya datang ke Pelabuhan Ketapang untuk memastikan kesiapan pelabuhan yang masuk dalam kategori sibuk di Indonesia ini. Hasil sidak terungkap telah terjadi peningkatan pengguna jasa penyeberangan Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk selama erupsi Gunung Agung.

“Ada peningkatan sampai dua ratus persen. Kemudian ada yang sampai 160 persen. Semua diantisipasi dengan baik oleh kita disini, kapalnya tercukupi,” ungkapnya disela-sela memantau bongkar muat penumpang dan barang. 

Selama erupsi armada darat juga mengalami peningkatan hingga 100 persen. Terkait penambahan bus, kata Dirjen Hubda, selama beberapa hari terakhir telah terpenuhi. Bus yang dari Denpasar dan masuk Terminal Mengwi, Kabupaten Badung, telah melayani penumpang langsung ke Banyuwangi, Surabaya maupun Jakarta. “Kalau terjadi lonjakkan penumpang di Bali akan disiapkan bus pariwisata dan reguler agar penumpang terangkut,”beber Dirjen. Menyikapi cuaca buruk yang belakangan melanda nusantara, salah satunya siklon cempaka, berdasarkan rapat gabungan disepakati bahwa BMKG akan lebih sering merilis perkembangan cuaca agar diketahui masyakarat. Karena itu sangat berkaitan dengan keselamatan penyeberangan.

Mengenai persiapan Natal dan Tahun Baru, Kementerian Perhubungan telah melakukan antisipasi. Di beberapa terminal dan pul bus pariwisata telah dilakukan pengecekan armada angkutan darat. (ari)

Tersangka Narkoba

BANYUWANGI-Pengedar obat-obatan terlarang tak pernah jera. Ini terbukti, hampir setiap hari Satuan Narkoba Polres Banyuwangi melakukan penangkapan pengedar atau bandar, tetapi masih banyak orang yang tak pernah jera. Seperti kemarin, Satnarkoba mengkap pelaku pengedar Musayana (31) warga Palodem, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Kini tersangka mendekam ditahanan Mapolres Banyuwangi.

banner