Banyuwangi

PSI Saat Ditolak Ketika Mendaftar di KPU Banyuwangi

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Tekad Dewan Pimpinan Derah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Banyuwangi untuk melaporkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tampaknya tidak main-main.

Namun, laporan PSI ke Bawaslu belum lengkap, sehingga Bawaslu memberikan waktu hingga Rabu (25/7/2018) besok untuk melengkapi persyaratanya.

Ketua Bawaslu Banyuwangi, Hasyim Wahid membenarnya pihaknya menerima laporan dari PSI terkait penolakan pencalegan saat daftar di KPU, 17 Juli 2018 malam lalu.

“PSI sudah lapor ke Bawaslu, hanya ada beberapa persyaratan yang kurang lengkap. Makanya, kami memberikan tenggang waktu hingga besok Rabu (25/7/2018) untuk melengkapi persyaratanya,” tandas Hasyim, Selasa (24/7/2018).

Menurut Hasyim, DPD PSI Banyuwangi melaporkan KPU Banyuwangi terkait penolakan pendaftaran bacalegnya pada tanggal 17 Juli 2018 lalu. Kata Hasyim, setelah berkas laporanya sudah lengkap, Bawaslu akan memediasi ke dua belah pihak.

Akan tetapi jika jalan mediasi buntu, persoalan ini akan dibawa ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Mereka menggugat keputusan KPU yang kemudian melarang atau tidak boleh bagi PSI untuk melakukan pendaftaran caleg kemarin, karena mereka telat 15 menit setelah pukul:00.00 wib karena aturanya seprerti itu. Kewajiban kita menerima kemudian memprosesnya apapun hasilnya nanti,”ungkapnya.

Sementara itu, Anggota KPU Banyuwangi Suherman mengatakan, pihaknya tidak mempermasalhkan langkah DPD PSI Banyuwangi melaporkan lembaganya ke  Bawaslu Banyuwangi. Sebab,  kata Suherman, apa yang dilakukan KPU sudah sesuai dengan peraturan KPU tentang pemilu.”Silahkan saja, itu hak PSI,” ujarnya.

Seperti  diketahui, berkas pendaftaran bacaleg dari DPD Partai Solidaritas Indonesia Banyuwangi ditolak oleh KPU. Penolakan itu lantaran DPD PSI Banyuwangi terlambat 15 menit pada saat pendaftaran bacaleg tanggal 17 Juli 2018 lalu.

DPD PSI Banyuwangi datang ke KPU  pada pukul. 00.15 wib, sedangkan  batas akhir pendaftaran bacaleg ditutup pada pukul: 00.00 wib. Keterlambatan itu tidak bisa ditolelir, sehingga KPU Banyuwangi langsung menolak pendaftaran bacaleg dari DPD PSI Banyuwangi. (ari)

Salah Satu Kegiatan Dalam Rangka Hari Anak di Banyuwangi

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Ada banyak cara dilakukan untuk memperingati Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli. RSUD Blambangan Banyuwangi memperingatinya dengan membagikan kartu Gandrung bagi anak-anak yang menderita penyakit berat. Kartu ini berfungsi sebagai fasilitas khusus dalam berobat.

Senin (23/7) siang, puluhan anak berkumpul dengan gembira di halaman Gedung Bhayangkari, yang letaknya berseberangan dengan gedung RSUD Blambangan. Beragam aktivitas dilakukan. Ada yang senam Laciba (Lare Cilik Banyuwangi), lalu ada yang berjoget, bernyanyi, bahkan berpuisi di atas panggung hiburan yang disediakan.

Puluhan anak yang hadir itu, sebenarnya adalah pasien anak yang sedang menderita penyakit kronis. Ada yang menderita tumor, kanker mata, leukemia, talasemia, hingga hemofilia.

Dikatakan Direktur RSUD Blambangan, dr Taufik Hidayat SpKK, anak-anak yang hadir adalah pasien anak yang rutin berobat ke rumah sakit. Mereka setiap bulan, bahkan ada yang tiap minggu datang ke rumah sakit untuk mengobati penyakitnya. “Selama ini kan mereka datang hanya untuk berobat lalu pulang. Memperingati Hari Anak Nasional ini kami undang mereka untuk lebih mempererat hubungan dan membuat silaturahim. Harapannya, ke depan hubungannya bukan sekedar hubungan antara petugas medis dan pasien, tapi hubungan yang sifatnya kekeluargaan,” kata dr. Taufik.

Sebagai bentuk perhatian kepada mereka, pada acara tersebut RSUD Blambangan memberikan Kartu Gandrung kepada 50 anak tersebut. Kartu gandrung akronim dari gerakan asuhan nyata disabilitas, resiko tinggi, usia lanjut, veteran/ pensiunan dan grafida.

“Dengan kartu ini mereka akan mendapat perlakuan istimewa saat berobat ke RSUD. Misalnya saat datang di RSUD mereka akan langsung diberikan kursi roda, mereka juga tidak perlu antri saat periksa hingga pelayanan obat. Bahkan, termasuk untuk tindakan medis mereka juga bakal diprioritaskan,” ungkapnya.

Saat ini, kata Taufik, pemerintah telah membagikan 3.000 kartu gandrung yang diperuntukkan bagi lansia, difabel hingga grafida (ibu hamil).

“Bagi masyarakat dengan kriteris di atas dan belum memiliki kartu gandrung, bisa mengajukan ke RSUD. Syaratnya, daftar ke RUSD Blambangan sambil membawa persyaratan seperti KTP dan KK. Daftarnya cukup cepat kok, hanya hitungan menit kartu bisa segera diterbitkan,” pungkas Taufik. (ari)

 

Kawah Ijen Yang Nantinya Akan Tempat Obor Asean Games

BANYUWANGI – Gegap gempita kemeriahan Asean Games yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus-2 September mendatang juga bakal dimeriahkan oleh Kabupaten Banyuwangi. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini menjadi salah satu daerah lintasan pawai obor (torch relay) Asian Games. Obor itu akan berada di Banyuwangi pada 21-22 Juli mendatang.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kedatangan pawai obor Asian Games itu akan dijadikan bagian dari promosi pariwisata. Banyuwangi ikut merasa memiliki ajang tersebut, karena bangga Indonesia menjadi tuan rumah ajang terbesar se-Asia.

”Kami berterima kasih ke pemerintah pusat dan Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) yang telah memberi kepercayaan untuk menyambut obor Asian Games,” ujar Anas, Selasa (17/7/2018).

Banyuwangi sudah menyiapkan serangkaian atraksi untuk memeriahkan kedatangan obor Asian Games yang mulai Minggu (15/7) lalu telah diberangkatkan dari India. Obor Asian Games tersebut akan dibawa ke puncak Gunung Ijen Banyuwangi, yang terkenal memiliki fenomena alam api biru (blue flame) yang langka di dunia.

”Obor akan dibawa ke kaki Gunung Ijen pada 21 Juli pukul 19.00 WIB, lalu ada prosesi penyerahan obor kepada tim Banyuwangi. Selanjutnya Obor akan dibawa ke puncak Gunung Ijen. Sekaligus ini promosi pesona wisata Kawah Ijen yang memang ikonik dan cukup dikenal di mancanegara. Prosesi ini juga disebarluaskan media-media se-Asia,” ujar Anas.

”Pemerintah pusat memilih Gunung Ijen karena ingin menunjukkan bahwa Indonesia punya destinasi yang menawan dengan fenomena api biru,” ungkap Anas.

Setelah berada di puncak Ijen, obor akan diarak menuju Pendopo Banyuwangi melalui jalan-jalan utama kota. Nantinya api obor akan dibawa oleh atlet dan warga berprestasi Banyuwangi.”Sepanjang jalan yang dilalui pawai obor akan kita tampilkan beragam kesenian Banyuwangi. Kita tunjukkan kepada negara-negara Asia kalau Banyuwangi adalah daerah yang kaya akan seni dan budaya,” ujar Anas.

Sejumlah atraksi seni yang akan memeriahkan pawai obor itu antara lain Tari Gandrung yang baru saja diundang manggung di Amerika Serikat, karnaval etnik Banyuwangi Ethno Carnival, hingga kesenian Barong.

”Pada saat bersamaan, di Banyuwangi juga digelar festival komoditas agrobisnis dan pentas musik Lalare Orchestra. Sehingga akan sangat meriah, karena kita ingin warga Banyuwangi demam Asian Games, mampu menyerap inspirasi dari perhelatan akbar ini. Jarang-jarang kan Indonesia jadi tuan rumah, jadi kita ikut bangga,” bebernya. (ari)

Menteri PDT, Eko Putro Saat di Agro Ekpo

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, mengunjungi pergelaran Banyuwangi Agro Expo 2018, Selasa (17/7/2018). Ajang tahunan yang menjadi sarana pamer pelaku usaha sektor pertanian di Banyuwangi itu memadukan antara inovasi agribisnis dan pariwisata. ”Satu lagi inovasi yang bagus dari Banyuwangi. Salut,” ujar Eko.

Eko mengatakan, pertanian menjadi tulang punggung ekonomi perdesaan. Dengan beragam inovasi pertanian dan pemasaran yang unik seperti tersaji di Banyuwangi Agro Expo, nilai produk pertanian diharapkan bisa meningkat. Dengan kemasan festival dan wisata, maka bisa menjadi agro-tourism untuk lebih meningkatkan ekonomi perdesaan.

Saat ini, sambung Eko, sektor pertanian di perdesaan membutuhkan banyak sentuhan inovasi. Pemerintah pusat terus bekerja dengan berbagai instrumen, seperti program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades).

”Produk-produk desa, termasuk pertanian, jika dikelola dengan baik dengan pemberian nilai tambah dan pemasaran yang unik, akan berdampak positif ke kesejahteraan warga. Termasuk dengan kemasan wisata, ada paket wisata produk pertanian, homestay yang menyajikan produk pertanian desa, dan sebagainya. Apa yang dilakukan Banyuwangi patut diapresiasi,” paparnya.

Ajang Banyuwangi Agro Expo sendiri bertema ”Kampung Wong Tani” itu digelar 14-21 Juli di kawasan Jalan Brawijaya. Jika biasanya ajang pertanian hanya memindahkan tanaman ke sebuah gedung, di Banyuwangi digelar langsung di areal persawahan. ”Beberapa bulan ini, tim bekerja keras menanam beragam komoditas unggulan di tempat ini. Jadi kita bikin semacam laboratorium alam, sekaligus bagian dari edukasi ke publik tentang sektor pertanian,” tandas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Beragam jenis padi, sayuran, dan buah ditanam. Terdapat jenis padi berdaun hitam dan beras organik Banyuwangi yang telah berhasil diekspor ke Eropa, Asia, dan Amerika Serikat. Beragam buah eksotis Banyuwangi juga dihadirkan, mulai durian merah, nangka merah, dan semangka nonbiji berukuran mini yang didesain muat dimasukkan ke lemari es ukuran kecil.

Ada pula lima jenis melon, dua jenis mangga, lima varian jeruk, 12 varian jambu air, 11 jenis durian, dua varian buah naga, dan 25 varian pisang. Selain itu, ada 20 varian kopi Banyuwangi serta beragam produk olahan pertanian lainnya.

”Ini merupakan sebagian inovasi pertanian Banyuwangi. Kami juga baru saja menggelar Agribusiness Startup Competition untuk mengajak anak-anak muda terjun ke bisnis pertanian,” beber Anas.

Di ajang Agro Expo juga dibuka konsultasi pertanian.“Warga yang ingin belajar pengembangan jeruk, buah naga, ternak lele, tanam padi organik, dan sebagainya, bisa langsung tanya. Sekaligus langsung cari tahu prospek bisnisnya. Dari sana kami berharap makin banyak warga yang terjun ke usaha pertanian,” ungkap Anas. (ari)

 

KPU--: Faisol Azis Saat Menerima  Bukti Pendaftaran Bacaleg

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Partai Demokrat dan PKS, Selasa (17/7/2018) mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi. Mereka mendaftarkan 50 orang bacalegnya masing-masing. Bahkan, pendaftaran tersebut langsung dipimpin ketuanya. Untuk partai demokrat Michael Edy Haryanto, SH dan PKS langsung dipimpin Faisiol Azis. Mereka diterima Ketua KPU Banyuwangi, Samsul Arifin, S.Pd.I.

Sedang pemeriksa berkas pencalegan dari partai langsung ditangani Suherman, SE dan Edi Saipul Anwar, SE. Usai memeriksa kelengkapan bacaleg masing-masing partai, KPU langsung memberikan surat bukti penerimaan pendaftaran bacaleg.

Usai mendaftar, Ketua Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Haryanto, SE menyatakan kalau bacaleg dari demokrat sudah lengkap. Saat penjaringan ada 120 orang, tetapi setelah di verifikasi partai akhirnya ada 50 orang bacaleg yang didaftarkan ke KPU. “Target kami 12 orang yang bakal mengisi kursi di DPRD,” tandas Michael kepada wartawan, Selasa (17/7/2018) di gedung KPU Banyuwangi.

Bahkan, untuk memperoleh 12 kursi tersebut, bacaleg sudah dipersiapkan amunisi dan caleg yang handal. Tidak ada strategi khusus untuk bacaleg. Tapi, partai itu adalah pengabdian kepada masyarakat. “Nah, bacaleg demokrat harus meyakinkan masyarakat dan harus turun ke masyarakat. Karena, partai politik itu untuk mengabdi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakan Michael, untuk kuota perempun diatas 30 persen lebih. Bahkan, para bacaleg semuanya kader partai demokrat. Kalau ada orang lain yang ingin mendaftar bacaleg, harus menjadi kader partai demokrat. “Jadi, semua bacaleg harus turun untuk meyakinkan kepada masyarakat. Karena, kita mengabdi kepada masyarakat,” beber Michael.

Setelah Partai Demokrat, PKS Banyuwangi langsung mendaftar. Kalau demokrat, 50 orang bacaleg dihadirkan semua, tapi PKS hanya beberapa pengurus dan sebagian bacaleg yang ikut hadir dalam pendaftaran tersebut. “Alhamdulillah PKS sudah memenuhi slot yang diminta KPU. Sedangkan kuota perempuan justru lebih banyak. Untuk kuota perempuan di PKS 42 persen kebih,” ujar Ketua KPS Banyuwangi, Faisol Azis kepada wartawan usai mendaftar di kantor KPU Banyuwangi, Selasa (17/7/2018).

Faisol tidak muluk-muluk dalam mentarget kursi di DPRD Banyuwangi. Kalau sebelumnya ada dua orang wakilnya di DPRD, pemilu kali ini hanya mematok 7 kursi. Ditanya apakah ada jurus-jurus tertentu, Faisol hanya merendah. “PKS hanya perbanyak silahturahmi dan ketemu orang banyak. Dan, tentunya ketemu banyak orang untuk memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya. Itu senjata kami, silahturhami,” paparnya.

Komisioner KPU Banyuwangi, Suherman, SE mengaku hingga siang sudah ada 7 partai yang mendaftarkan bacalegnya ke KPU, yakni PBB, PKB, PDIP, Nasdem, Golkar, Demokrat dan PKS. Tinggal 9 partai yang belum. Tapi, kata Suherman, diirinya sudah melakukan koordinasi dengan ketua-ketua parpol yang belum mendaftar. “Tapi, mereka ada sudah kontak kalau pukul 22.00 akan mendaftar,” ujarnya kepada wartawan usai menerima partai demokrat dan PKS di KPU Banyuwangi, Selasa (17/7/.2018).

Namun kalau ditunggu hingga pukul 24.00 tidak mendaftar, secara otomatis mereka absen mengikuti pemilu tahun 2019 mendatang. “Kalau nanti ditungga hingga pukul 24.00 tidak mendaftar ke KPU, ya otomatis absen tidak ikut pemilu,” papar Suherman.(ari)

 Delegas 24 negara saat poto bersama bupati Anas

BANYUWANGI (KoranTransparnsi.com) – Delegasi dari 24 negara di kawasan Asia Pasifik dan Afrika mengikuti pelatihan perikanan dan budidaya perikanan (akuakultur) yang digelar di Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Bangsring, Banyuwangi. Acara ini digerakkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pelatihan berlangsung selama lima hari, 16-20 Juli 2018. Para peserta berjumlah 28 orang dari Bangladesh, Kiribati, Papua Nugini, Thailand, Tuvalu, Afrika Selatan, Aljazair, Angola, Lesotho, Libya, Madagaskar, Maroko, Mauritania, Sudan, dan Tunisia.

”Selamat datang di Banyuwangi. Ini wujud diplomasi yang bagus, sekaligus menunjukkan bahwa kinerja sektor perikanan Indonesia telah diakui oleh negara lain,” ujar Bupati Anas saat bertemu para peserta workshop.

”Khusus untuk Banyuwangi, para peserta ini bisa jadi media untuk menyuarakan potensi perikanan daerah ke negaranya. Mereka tentunya juga akan mengabarkan tentang wisata Banyuwangi kepada koleganya,” ungkap Anas.

Sekretaris Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Maman Hermawan mengatakan, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para pelaku perikanan di negara berkembang. ”Sekaligus ini mempromosikan kekayaan sektor kelautan dan perikanan serta pariwisata Banyuwangi melalui people to people connection,” papar Maman.

Duta Besar di Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu, Diar Nurbintoro, mengatakan, pelatihan ini merupakan program bantuan teknis Indonesia kepada negara-negara berkembang. “Program ini meningkatkan hubungan bilateral sesama negara berkembang, khususnya di sektor perikanan,” ujarnya.

Program ini bekerja sama dengan Pusat Kerjasama Teknik Negara Selatan-Selatan (NAM CSST/Non-Aligned Movement Center for South-South Technical Cooperation). Sekretaris Eksekutif NAM CSST Pinkan Ovanita Tulung mengatakan, Banyuwangi dipilih karena sektor perikananya bagus serta memiliki fasilitas pelatihan yang memadai.

”Selain itu, kami ingin mempromosikan potensi alam dan budaya Banyuwangi, karena kami ingin memanfaatkan momen ini untuk mengenalkan daerah-daerah indah di Indonesia," jelas Pinkan.

Para peserta terdiri atas kalangan pemerintah, akademisi, dan pelaku perikanan seperti nelayan dan pengolah hasil perikanan. Mereka mendapatkan materi seputar pengolahan hasil perikanan tangkap dan budidaya, pemanfaatan akuakultur, dan praktik penangkapan ramah lingkungan.

”Mereka juga kami ajak berdiskusi dengan nelayan binaan pemerintah setempat," jelas Pinkan.

Peserta asal Kepulauan Solomon, Gloretta Dima, mengatakan, dirinya ingin mempelajari budidaya perikanan dan skema pengolahannya.

”Penduduk Solomon selama ini cukup bergantung ke sektor perikanan. Sayangnya, kami selama ini tidak mengolah ikan lebih lanjut. Nah, kami ingin mempelajari bagaimana membudidayakan perikanan sekaligus membuat olahan hasil laut untuk menambah nilai produk," kata Gloretta. (ari)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...